Wednesday, December 15, 2010

Penyakit Bisul

BisulDEFINISI
Bisul adalah nanah yang terakumulasi di sebuah rongga pada jaringan tubuh.


GEJALA
Gejalanya sangat bervariasi. Mulai dari yang paling ringan berupa benjolan kecil berwarna merah hingga benjolan yang ukurannya sangat besar, berwarna merah, ada bintik putih yang kerap disebut “mata bisul”. Seringkali benjolan bisul tumbuh disertai dengan nyeri pada daerah pembengkakkan dan demam.


PENYEBAB
Bisul disebabkan oleh kuman Staphylococcus aureus. Infeksi kuman ini akan menimbulkan peradangan. Makin parah infeksi, makin parah pula peradangannya.

Banyak hal yang membuat kuman Staphylococcus aureus hinggap di tubuh. Diantaranya faktor kebersihan, kebersihan baik lingkungan maupun individu. Faktor lain adalah menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terserang infeksi kuman. Biasanya faktor penyebab merupakan kombinasi antara kebersihan yang kurang, daya tahan tubuh menurun, serta asupan makanan yang tidak seimbang.

Karena berkaitan dengan faktor makanan, banyak orang yang beranggapan jika bisul disebabkan akibat terlalu banyak makan telur. Sebagian lain menganggap bisul merupakan proses tubuh untuk mengeluarkan darah kotor. Semua anggapan tersebut tidaklah benar.


PENANGANAN
Bisul sebaiknya ditangangi sejak masih kecil. Jangan tunggu hingga bisul membesar atau "matang" karena bisa menimbulkan gejala yang lebih parah dan kerusakan jaringan yang bisa menimbulkan bekas di kulit.

Bisul kecil bisa diobati dengan dengan salep antibiotik. Jika terlanjur membesar dan bernanah, jangan dipencet sendiri. Sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan optimal. Biasanya dokter akan melakukan mengeluarkan nanah tersebut melalui proses pengirisan. Dengan demikian kulit bisa sembuh sempurna tanpa cacat berupa jaringan parut. Obat antibiotik, antidemam, dan antinyeri juga bisa diberikan sebagai penunjang.

Monday, December 13, 2010

Tips Agar Si Kecil Mau Berjalan

Ketika bepergian dengan berjalan kaki, pernahkah si kecil minta gendong?
Anak-anak yang tidak dalam keadaan sakit dan sudah bisa berjalan, usia sekitar 2-4 tahun kadang  minta gendong kalau bepergian. Kalau anak-anak yang belum bisa berjalan, ya wajarlah minta gendong. Untuk anak usia 4 tahun ke atas tapi masih suka minta gendong, malu dong sama teman-temannya....

Nah, berikut ini tips yang

Sunday, December 12, 2010

Melahirkan Alami dengan Minyak Kletik

Saat ini melahirkan melalui cara alami (tanpa cesar) sudah sangat jarang dikota besar. Hampir setiap rumah sakit menganjurkan melahirkan secara cesar walau masih bisa dengan cara alami.

Hal ini disebabkan efek bisnis yang salah arah, tanpa disadari melahirkan secara cesar akan berdampak sosial seperti hilangnya rasa hubungan batin yang kuat antara ibu dan anak. Sungguh sedih jika mereka dipaksa melakukan cesar padahal masih bisa dengan cara alami, (jika terpaksa cesar sih tidak masalah).

Ok saya akan share obat alami untuk mempermudah proses melahirkan, obat ini terbuat dari minyak kelapa (bukan kelapa sawit). Minyak ini biasa disebut minyak kletik atau ada yang menyebutnya klentik.

Cara membuatnya:
1. Parut kelapa sebanyak mungkin.
2. Campur parutan kelapa dengan air.
3. Pisahkan air kelapa dengan ampas parutan kelapa (jadi santan/ air sari kelapa).
4. Masak air santannya sampai hampir kering (untuk membuang unsur air)
5. Selesai.
Catatan: usahakan air santannya se-kental mungkin sebelum dimasak agar hasilnya bagus. Jika sudah dingin maka air tersebut akan menjadi minyak dan bening.

Cara pemakaian:
1. Air santan yang sudah berubah menjadi minyak kletik/klentik tersebut, diminum minimal sehari sekali/gelas.
2. Minyak ini diminum ketika masa hamil sudah mencapai delapan (8) bulan keatas.

Catatan: ingat diminum setelah memasuki umur kandungan delapan bulan.

Jika cara ini sudah diterapkan, maka proses melahirkan secara alami (ngedan) akan lancar.
Semoga proses melahirkan kembali lagi ke cara alami, cara cesar sebaiknya jika memang terpaksa.

Sumber: uwak saya

Cabe Rawit Anti Serangan Jantung

Kecil tapi Luar biasa. Manfaat cabai rawit membuktikan ungkapan itu. Selain unggul rasa pedasnya, cabai rawit juga mengandung banyak manfaat sebagai obat.

Cabai rawit (Capsicum frutescen) ditemukan oleh suku Indian, Amerika Selatan, sebelum abad ke-16. Setelah itu bangsa Portugis dan Spanyol gencar memperdagangkan komoditi ini ke seantero dunia.

Perkembangan pengobatan dengan menggunakan cabai berukuran kecil ini sebenarnya sudah lama terjadi. Penelitian modern tentang penggunaan cabai rawit sebagai obat dilakukan pertama kali oleh seorang ahli botani bernama John Gerard, penulis buku History of Herbal, pada tahun 1597.

Lalu, pada tahun 1652, Dr. Nicholas Culpeper, alumnus Cambridge University, Inggris, melakukan penelitian yang sama. Ia menyebutkan bahwa cabai rawit dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi, melancarkan pencernaan dan urin, serta mengeluarkan batu ginjal.

Kandungan cabai rawit yang kerap digunakan sebagai obat adalah capsaicin. Sifat dari zat yang tidak larut dalam air ini memberikan rasa pedas dan panas yang tak hanya dapat dirasakan tubuh, tapi juga kulit.

Zat tersebut memiliki kekuatan untuk mengontrol rasa sakit. Rasa panas ini, dalam beberapa literatur disebutkan akan memberikan efek pada jaringan yang berhubungan langsung dengan zat P dan mencegah akumulasi dari zat tersebut.

Zat P ini berfungsi sebagai pemberi pesan rasa sakit dalam tubuh kepada saraf penerima yang kemudian disampaikan kepada otak. Makanya, aktivitas capsaicin dalam mengobati rasa sakit cukup baik. Sebab, zat ini hanya berpengaruh pada satu jenis saraf penerima rasa sakit saja.

Memicu Endorphin
Di sisi lain, capsaicin juga bisa memicu pembentukan hormon endorphin yang diproduksi oleh otak. Hormon endorphin akan terbentuk bila tubuh berada dalam kondisi bahagia atau senang.

Keluarnya hormon tersebut akibat suatu rangsangan secara tidak langsung dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Pada saat inilah reseptor pada saraf dapat memberikan rasa nyaman pada bagian tubuh yang sakit.

Itu sebabnya, dalam buku panduan tentang tanaman obat karangan James A. Duke, Ph.D., disebutkan bahwa capsaicin telah terbukti efektif dalam menghilangkan rasa sakit. Pada penelitian lain disebutkan, selain baik untuk menghilangkan rasa nyeri akibat sakit kepala, capsaicin juga berguna untuk mengatasi arthritis atau radang sendi.

Penggunaan cabai rawit sebagai pengobatan tradisional telah dikenal di Cina, India, Jepang, dan Korea. Di Cina dan Jepang, ramuan cabai rawit digunakan sebagai stimulan bagi orang yang mengalami gangguan pencernaan.

Pada orang dengan gangguan pencernaan, cabai rawit akan meringankan keluhan tersebut dengan merangsang jalan kelenjar saliva (air liur) dan sekresi pada perut.

Capsaicin dipercaya membentuk kembali jaringan pada perut dan membantu gerakan peristaltik pada usus besar dengan menstimulasi sekresi lambung. Dengan begitu, tubuh dapat membuang sisa makanan hasil pencernaan dengan lancar dan membentuk asam hidroklorit guna mencerna sarinya.


Melancarkan Darah
Yang tidak kalah penting, cabai rawit juga dapat melancarkan sirkulasi darah dan meredakan pembengkakan yang terjadi pada pembuluh darah vena. Pembuluh darah vena berbeda dengan arteri yang memiliki diameter yang lebih sempit, sehingga lebih mudah menjadi bengkak.

Cabai rawit membantu sirkulasi darah melalui pembuluh vena dengan mudah. Tanaman ini dapat pula mencegah pembekuan darah karena bersifat antikoagulan.

Karena mengandung vitamin C serta bioflavonoid, seperti yang dikatakan Dr. Richard Schzul, pengajar pada School of Natural Healing di Springville, Amerika Serikat, cabai rawit dapat mencegah serangan jantung. Dua kandungan tersebut mampu memperkuat dinding pembuluh darah vena serta dapat mengembalikan elastisitas pembuluh darah.

Menurut beberapa penelitian, pencegahan terhadap serangan jantung lewat cabai rawit ini sama baiknya dengan pengobatan modern. Dengan cabai rawit, rasa sakit pada angina pectoris saat otot jantung kekurangan darah, dapat hilang. Capsaicin dapat dengan mudah masuk ke meridian jantung, lalu memompa darah dan nutrisi ke otot jantung. Itu berarti cabai rawit memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan jantung.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of Idaho Observer pada bulan Mei 2003 oleh para dokter di Pantai Barat Amerika membuktikan bahwa sebuah jaringan di jantung dapat hidup dan terus berkembang hanya dengan pemberian ekstrak cabai rawit. Menurut Wahyu Suprapto, seorang ahli tanaman obat, ekstrak cabai rawit bisa didapat melalui proses penghalusan menggunakan blender.

Seorang ahli tanaman obat dan pengobat tradisional dari AS, Dr. John R. Christopher, menjelaskan bahwa cabai rawit memiliki banyak kegunaan yang belum diketahui oleh masyarakat. Ketidaktahuan tersebut terjadi karena persepsi masyarakat yang menganggap cabai rawit sangat pedas dan menjadi berbahaya jika digunakan sebagai obat.

Itu sebabnya, penggunaan cabai rawit lebih berkembang sebagai bumbu masakan dibandingkan dengan untuk pengobatan. Karena itu, selalu konsultasikan terlebih dahulu penggunaannya pada ahli tanaman obat atau dokter Anda.

Friday, December 10, 2010

Penyakit Toksoplasma

DEFINISI
Toksoplasma adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit toksoplasma gondii dan menyebabkan gejala seperti sakit flu. Penyakit ini biasanya menyerang wanita yang sedang hamil.


PENYEBAB
Penyebab utama penyakit ini adalah parasit toksoplasma gondii. Parasit ini biasanya tinggal dalam tubuh kucing yang makan daging atau hewan yang telah terinfeksi. Selama ini bulu atau kotoran kucing dianggap sebagai satu-satunya media penyebaran penyakit toksoplasma, padahal toksoplasma juga terdapat pada bahan makanan seperti daging setengah matang, telur setengah matang, buah-buahan atau sayur-sayuran yang sudah tercemar tinja hewan yang mengandung parasit toksoplasma.


GEJALA
Gejala toksoplasma hampir menyerupai gejala flu ringan, seperti sakit kepala, agak demam, lemas hingga gangguan kulit dan bengkak pada kelenjar getah bening. Tapi kebanyakan orang tidak merasakan adanya gejala-gejala walaupun sudah terinfeksi.

Untuk ibu hamil yang sudah terinfeksi toksoplasma sebelumnya dapat menyebabkan bayi lahir mati atau keguguran.


PENGOBATAN
Toksoplasma dapat diobati dengan pemberian obat antimalaria seperti Pyrimethamine (Daraprim), tetapi obat ini dapat mencegah tubuh anda melakukan penyerapan vitamin B sehingga harus dibarengi dengan pemberian asam folat. Antibiotik sulfadiazin dikombinasikan dengan pyrimethamine juga dapat membantu penyembuhan toksoplasma.

Untuk ibu hamil pyrimethamine dan sulfadiazin dapat digunakan, tetapi memiliki efek samping sehiingga hanya boleh digunakan pada waktu yang sangat diperlukan.