Diabetes adalah penyakit yang 'kaya' akan
komplikasi karena ia bisa mempengaruhi
semua bagian tubuh sehingga perlu
penanganan yang serius agar bisa terkontrol
dengan baik.
Diabetes yang terkontrol akan menurunkan
risiko terkena penyakit jantung, katarak,
kebutaan, kerusakan saraf, disfungsi ereksi,
gagal ginjal serta berbagai infeksi lainnya.
Agar diabetes yang dimiliki bisa terkontrol
dengan baik, ikuti beberapa langkah berikut, yaitu:
1. Mendapatkan informasi seputar diabetes
dengan benar
Mempelajari segala sesuatu yang
berhubungan dengan penyakit yang dimiliki
akan membantunya mengelola kondisi
tersebut menjadi lebih baik serta mengurangi
risiko adanya masalah lain. Salah satu
informasi yang sebaiknya didapat adalah
faktor risiko terhadap terjadinya komplikasi.
2. Melakukan perawatan untuk diabetes
Jika sudah didiagnosis diabetes, maka carilah
dokter yang tepat untuk mendapatkan
pengobatan dan perawatan yang benar
seperti mengontrol secara teratur, serta
jangan ragu untuk meminta dokter
menjelaskan segala hal mengenai penyakit
ini.
3. Mengontrol kadar gula darah
Salah satu faktor penyebab timbulnya
komplikasi adalah kadar gula darah yang
tidak terkontrol, baik terlalu tinggi
(hiperglikemia) atau rendah (hipoglikemia).
Tak ada salahnya untuk memiliki alat
pengukur kadar gula darah yang bisa
digunakan di rumah.
4. Mengontrol penyakit diabetes
Diabetes tipe 2 merupakan penyakit yang
dipengaruhi oleh gaya hidup, untuk itu
lakukan pola makan yang tepat dengan
menghindari makanan tertentu yang bisa
memperburuk diabetes, melakukan olahraga
teratur, merawat tubuh dengan baik,
menghindari rokok serta mengurangi
alkohol.
5. Mengontrol tekanan darah dan kadar
kolesterol
Diabetes dan penyakit jantung saling
berhubungan, karenanya penting mengelola
tekanan darah dan kadar kolesterol secara
efektif. Kolesterol yang berlebih bisa
menumpuk di sepanjang dinding arteri dan
mengakibatkan kegagalan atau serangan
jantung bahkan stroke.
sumber:lifemojo
Thursday, October 27, 2011
Tumor Wilms, yang Menyerang Ginjal Anak-Anak
Tumor Wilms adalah kanker ginjal langka yang sering menyerang anak-anak. Dikenal juga sebagai nephroblastoma, tumor ganas yang paling umum menyerang ginjal anak-anak. Waktu puncak terjadinya tumor Wilms adalah sekitar usia 3 sampai 4 tahun dan jarang terjadi setelah usia 6 tahun. Meskipun dapat menyerang kedua ginjal, penyakit ini cenderung hanya mempengaruhi satu ginjal.
Tumor Wilms diyakini berkembang dari sel-sel ginjal yang belum matang. Teknik pencitraan dapat membantu dokter untuk menentukan sejauh mana kanker dalam tumor Wilms dan rencana pengobatannya. Kemungkinan kesembuhan pada anak dengan tumor Wilms sangat besar.
Gejala
Tumor Wilms mungkin tidak terdeteksi sejak awal karena dapat tumbuh besar tanpa menimbulkan rasa sakit. Ketika besar, umumnya tumor ini berhasil diketahui sebelum memiliki kesempatan untuk menyebar (metastasize) ke bagian tubuh lainnya.
Anak-anak yang terserang dapat memiliki gejala:
1. Perut bengkak
2. Terdapat suatu gumpalan dalam perut yang dapat dirasakan
3. Demam
4. Darah dalam urin
5. Nafsu makan berkurang
6. Tekanan darah tinggi
7. Sembelit
8. Nyeri Perut
9. Mual
Penyebab
Penyebab pastinya masih belum diketahui. Namun diyakini bahwa kanker ini timbul ketika anak masih berkembang dalam rahim dan beberapa sel-sel yang seharusnya membentuk ginjal gagal berkembang dengan baik. Sebaliknya, sel-sel itu berkembang biak dengan cara primitif, menjadi tumor yang nampak semakin jelas ketika anak berusia sekitar 3 atau 4 tahun.
Beberapa kanker (termasuk tumor) terjadi akibat mutasi pada gen yang mengontrol pertumbuhan sehingga membiarkan sel berkembang biak tanpa terkendali. Dalam beberapa kasus, kanker ini disebabkan oleh cacat genetik yang diturunkan dari orangtua ke anak.
Perawatan dan obat-obatan
Pengobatan standar untuk tumor Wilms adalah operasi dan kemoterapi. Hasil pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk menentukan apakah terapi radiasi juga diperlukan.Karena jenis kanker ini jarang terjadi, dokter mungkin menyarankan orang tua mencari perawatan di pusat kanker anak-anak yang memiliki pengalaman mengobati kanker.
Operasi
Operasi pengangkatan jaringan ginjal disebut nephrectomy. Berbagai jenis nephrectomy meliputi:
1. Nephrectomy sederhana.
Dalam operasi ini, ahli bedah mengangkat ginjal yang terserang. Ginjal yang tersisa dapat meningkatkan kapasitas dan mengambil alih seluruh tugas penyaringan darah.
2. Nephrectomy partial.
Pengangkatan tumor dan sebagian jaringan ginjal. Ini biasanya dilakukan ketika ginjal yang lain rusak atau sudah tidak ada.
3. Nephrectomy radikal.
Dokter mengambil ginjal dan jaringan sekitarnya, termasuk ureter dan kelenjar adrenal. Kelenjar getah bening di sekitarnya juga dapat diangkat..
Pada pembedahan, dokter anak memeriksa kedua ginjal dan rongga perut untuk membuktikan keberadaan kanker. Sampel ginjal, kelenjar getah bening dan setiap jaringan yang terlihat abnormal diangkat dan diperiksa dengan mikroskop untuk mengidentifikasi sel-sel kanker.
Jika kedua ginjal perlu diangkat, anak akan membutuhkan dialisis sampai ia cukup sehat untuk transplantasi. Dokter yang mengkhususkan diri dalam patologi akan memeriksa sel-sel tumor di bawah mikroskop dan mencari ciri khas yang menunjukkan apakah kanker tersebur agresif atau rentan terhadap kemoterapi.
Kemoterapi
Kemoterapi menggunakan obat untuk membunuh sel-sel kanker di seluruh tubuh. Perawatan ini menyebabkan pembelahan sel dengan cepat sehingga sel normal yang terkena berganti dengan cepat, begitu pula sel-sel kanker. Akibatnya, obat ini dapat memiliki efek samping mual, muntah, kehilangan nafsu makan, rambut rontok dan jumlah sel darah putih yang rendah. Kebanyakan efek samping akan membaik setelah obat dihentikan dan berkurang selama terapi.
Pada dosis tinggi, kemoterapi dapat menghancurkan sel-sel sumsum tulang. Jika seorang anak akan menjalani kemoterapi dosis tinggi, dokter anak mungkin memberitahu bahwa sel-sel sumsum dibuang dahulu. Setelah kemoterapi, sumsum akan dikembalikan melalui jalur intravena, prosedur ini disebut autologous bone marrow reinfusion.
Terapi radiasi
Terapi radiasi menggunakan sinar-X atau sumber sinar berenergi tinggi lainnya untuk membunuh sel kanker. Kemungkinan efek sampingnya antara lain; mual, kelelahan dan iritasi kulit. Diare dapat terjadi setelah radiasi ke perut .
Pengobatan bertahap
1. Kanker Tahap I atau II
Jika kanker terbatas pada ginjal atau struktur di dekatnya dan jenis sel tumornya tidak agresif, anak akan menjalani pengangkatan jaringan ginjal dan beberapa kelenjar getah bening di dekat ginjal yang terkena. Setelah itu diikuti dengan kemoterapi. Beberapa kanker stadium II juga diobati dengan radiasi.
2. Kanker Tahap III atau IV
Jika kanker telah menyebar di dalam perut dan tidak dapat sepenuhnya dihapus tanpa membahayakan struktur seperti pembuluh darah utama, radiasi akan ditambahkan untuk operasi dan kemoterapi. Anak mungkin menjalani kemoterapi sebelum operasi untuk mengecilkan tumor.
3. Kanker Tahap V
Jika sel-sel tumor ada di kedua ginjal, bagian kanker dari kedua ginjal akan diangkat selama operasi dan kelenjar getah bening diambil untuk dilihat apakah mengandung sel-sel tumor. Kemoterapi diberikan untuk mengecilkan tumor yang tersisa. Pembedahan diulangi untuk mengangkat tumor sebanyak mungkin dan jaringan ginjal yang masih berfungsi dipertahankan. Kemoterapi dan terapi radiasi dapat diberikan selanjutnya.
Sumber: MayoClinic
Lihat yg lebih 'menarik' di sini !
Wednesday, October 26, 2011
Obat Diare
Loperamide adalah obat yang digunakan
untuk mengobati diare. Loperamide
membantu menghentikan diare dengan
memperlambat gerakan usus. Obat ini
hanya tersedia dengan resep dokter.
Produk ini tersedia dalam bentuk
sediaan tablet, kapsul, cair, tablet
kunyah, dan solusi
Dosis
1. Untuk bentuk sediaan kapsul:
- Dewasa dan remaja : Dosis umumnya 4
mg (2 kapsul) setelah buang air besar
pertama, dan 2 mg (1 kapsul) setelah
dosis pertama diminum. Jangan
melebihi 16 mg (8 kapsul) dalam waktu
dua puluh empat jam.
- Anak-anak usia 8 sampai 12 tahun :
Dosis umumnya 2 mg (1 kapsul) tiga
kali sehari.
- Anak-anak usia 6 sampai 8 tahun :
Dosis umumnya 2 mg (1 kapsul) dua kali
sehari.
- Anak-anak di bawah 6 tahun :
Penggunaan tidak dianjurkan kecuali
diarahkan oleh dokter.
2. Untuk bentuk sediaan larutan oral:
- Dewasa dan remaja : Dosis umumnya 4
sendok teh (4 mg) setelah buang air
besar pertama dan 2 sendok teh (2 mg)
setelah dosis pertama dimunum. Jangan
melebihi 8 sendok teh (8 mg) dalam
waktu dua puluh empat jam.
- Anak-anak usia 9 sampai 11 tahun :
Dosis umumnya 2 sendok teh (2 mg)
setelah buang air besar pertama, dan 1
sendok teh (1 mg) setelah dosis
pertama diminum. Jangan melebihi 6
sendok teh (6 mg) dalam waktu dua
puluh empat jam.
- Anak-anak usia 6 sampai 8 tahun :
Dosis umumnya 2 sendok teh (2 mg)
setelah buang air besar pertama, dan 1
sendok teh (1 mg) setelah dosis
pertama diminum. Jangan melebihi 4
sendok teh (4 mg) dalam waktu dua
puluh empat jam.
- Anak-anak di bawah usia 6 tahun :
Penggunaan tidak dianjurkan kecuali
diarahkan oleh dokter.
3. Untuk bentuk sediaan tablet:
- Dewasa dan remaja : Dosis umumnya 4
mg (2 tablet) setelah buang air besar
pertama, dan 2 mg (1 tablet) setelah
dosis pertama diminum. Jangan
melebihi 8 mg (4 tablet) dalam waktu
dua puluh empat jam.
- Anak-anak usia 9 sampai 11 tahun :
Dosis umumnya 2 mg (1 tablet) setelah
buang air besar pertama, dan 1 mg (½
tablet) setelah dosis pertama diminum.
Jangan melebihi 6 mg (3 tablet) dalam
waktu dua puluh empat jam.
- Anak-anak usia 6 sampai 8 tahun :
Dosis umumnya 2 mg (1 tablet) setelah
buang air besar pertama, dan 1 mg (½
tablet) setelah dosis pertama diminum.
Jangan melebihi 4 mg (2 tablet) dalam
waktu dua puluh empat jam.
- Anak-anak di bawahi usia 6 tahun :
Penggunaan tidak dianjurkan kecuali
diarahkan oleh dokter.
Efek Samping
Efek samping obat ini cukup jarang
ditemui. Namun jika ada, gejalanya
dapat berupa:
Kembung
Sembelit
Kehilangan nafsu makan
Perut nyeri disertai mual dan muntah
Ruam kulit
Sumber: MayoClinic
untuk mengobati diare. Loperamide
membantu menghentikan diare dengan
memperlambat gerakan usus. Obat ini
hanya tersedia dengan resep dokter.
Produk ini tersedia dalam bentuk
sediaan tablet, kapsul, cair, tablet
kunyah, dan solusi
Dosis
1. Untuk bentuk sediaan kapsul:
- Dewasa dan remaja : Dosis umumnya 4
mg (2 kapsul) setelah buang air besar
pertama, dan 2 mg (1 kapsul) setelah
dosis pertama diminum. Jangan
melebihi 16 mg (8 kapsul) dalam waktu
dua puluh empat jam.
- Anak-anak usia 8 sampai 12 tahun :
Dosis umumnya 2 mg (1 kapsul) tiga
kali sehari.
- Anak-anak usia 6 sampai 8 tahun :
Dosis umumnya 2 mg (1 kapsul) dua kali
sehari.
- Anak-anak di bawah 6 tahun :
Penggunaan tidak dianjurkan kecuali
diarahkan oleh dokter.
2. Untuk bentuk sediaan larutan oral:
- Dewasa dan remaja : Dosis umumnya 4
sendok teh (4 mg) setelah buang air
besar pertama dan 2 sendok teh (2 mg)
setelah dosis pertama dimunum. Jangan
melebihi 8 sendok teh (8 mg) dalam
waktu dua puluh empat jam.
- Anak-anak usia 9 sampai 11 tahun :
Dosis umumnya 2 sendok teh (2 mg)
setelah buang air besar pertama, dan 1
sendok teh (1 mg) setelah dosis
pertama diminum. Jangan melebihi 6
sendok teh (6 mg) dalam waktu dua
puluh empat jam.
- Anak-anak usia 6 sampai 8 tahun :
Dosis umumnya 2 sendok teh (2 mg)
setelah buang air besar pertama, dan 1
sendok teh (1 mg) setelah dosis
pertama diminum. Jangan melebihi 4
sendok teh (4 mg) dalam waktu dua
puluh empat jam.
- Anak-anak di bawah usia 6 tahun :
Penggunaan tidak dianjurkan kecuali
diarahkan oleh dokter.
3. Untuk bentuk sediaan tablet:
- Dewasa dan remaja : Dosis umumnya 4
mg (2 tablet) setelah buang air besar
pertama, dan 2 mg (1 tablet) setelah
dosis pertama diminum. Jangan
melebihi 8 mg (4 tablet) dalam waktu
dua puluh empat jam.
- Anak-anak usia 9 sampai 11 tahun :
Dosis umumnya 2 mg (1 tablet) setelah
buang air besar pertama, dan 1 mg (½
tablet) setelah dosis pertama diminum.
Jangan melebihi 6 mg (3 tablet) dalam
waktu dua puluh empat jam.
- Anak-anak usia 6 sampai 8 tahun :
Dosis umumnya 2 mg (1 tablet) setelah
buang air besar pertama, dan 1 mg (½
tablet) setelah dosis pertama diminum.
Jangan melebihi 4 mg (2 tablet) dalam
waktu dua puluh empat jam.
- Anak-anak di bawahi usia 6 tahun :
Penggunaan tidak dianjurkan kecuali
diarahkan oleh dokter.
Efek Samping
Efek samping obat ini cukup jarang
ditemui. Namun jika ada, gejalanya
dapat berupa:
Kembung
Sembelit
Kehilangan nafsu makan
Perut nyeri disertai mual dan muntah
Ruam kulit
Sumber: MayoClinic
Pertolongan Pertama Pada Orang Yang Terserang Vertigo
Vertigo atau kehilangan keseimbangan
akan sangat mengganggu aktivitas
sehari-hari walaupun tidak menimbulkan
rasa sakit pada organ tubuh lainnya.
Ketika kambuh, penderita vertigo akan
mengalami kesulitan berdiri dan
bergerak karena merasa sakit kepala
luar biasa hingga dunia tampak
berputar, bahkan kerap kali disertai
dengan rasa mual dan muntah.
"Yang paling bahaya dari serangan
vertigo adalah terjatuh. Kalau serangan
datang tiba-tiba saat naik tangga kan
orang bisa jatuh. Jadi kalau ada
serangan sebaiknya langsung duduk,
ambil posisi yang aman," jelas Prof. dr.
Jenny Bashiruddin, Sp.THT (K), PhD,
Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit
THT FKUI RSCM, dalam acara Seminar
Vertigo "Re-Balance Your Life" di RS
Asri, Jakarta, Rabu (26/10/2011).
Beri Minuman Manis Hangat
Selain pusing tujuh keliling, lanjut Prof
Jenny, orang yang mengalami serangan
vertigo biasanya juga mengeluarkan
keringat dingin. Untuk itu, memberinya
minuman manis hangat juga bisa
membantu.
"Kalau keluar keringat dingin kasih saja
teh hangat manis. Istirahat sejenak.
Kalau akut (serangan parah yang tiba-
tiba) boleh diberi obat penenang atau
obat anti muntah," jelas Prof Jenny
yang juga berpraktik di Klinik Terpadu
Vertigo RS Asri.
Tapi setelah mendapatkan pertolongan
pertama, bukan berarti vertigo benar-
benar sembuh. Gejala vertigo memang
bisa hilang, namun bila dibiarkan tanpa
dicari jelas penyebabnya maka vertigo
bisa semakin parah.
"Tetapi setelah itu (mendapatkan
pertolongan pertama) masih ada PR.
Harus dicari diagnosisnya dan penyebab
pastinya," ungkap Prof Jenny.
Vertigo bisa disebabkan karena adanya
gangguan saraf, penyakit dalam dan
THT (telinga, hidung, tenggorokan).
Beberapa faktor yang menyebabkan
vertigo antara lain karena serangan
migrain, radang pada leher, mabuk
kendaraan, infeksi bakteri pada alat
pendengaran dan kekurangan asupan
oksigen ke otak.
Kelainan pada telinga juga sering
menjadi penyebab, termasuk pula
kelainan penglihatan atau perubahan
tekanan darah yang terjadi secara tiba-
tiba, gangguan di dalam saraf yang
menghubungkan telinga dengan otak
maupun di dalam otaknya sendiri.
akan sangat mengganggu aktivitas
sehari-hari walaupun tidak menimbulkan
rasa sakit pada organ tubuh lainnya.
Ketika kambuh, penderita vertigo akan
mengalami kesulitan berdiri dan
bergerak karena merasa sakit kepala
luar biasa hingga dunia tampak
berputar, bahkan kerap kali disertai
dengan rasa mual dan muntah.
"Yang paling bahaya dari serangan
vertigo adalah terjatuh. Kalau serangan
datang tiba-tiba saat naik tangga kan
orang bisa jatuh. Jadi kalau ada
serangan sebaiknya langsung duduk,
ambil posisi yang aman," jelas Prof. dr.
Jenny Bashiruddin, Sp.THT (K), PhD,
Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit
THT FKUI RSCM, dalam acara Seminar
Vertigo "Re-Balance Your Life" di RS
Asri, Jakarta, Rabu (26/10/2011).
Beri Minuman Manis Hangat
Selain pusing tujuh keliling, lanjut Prof
Jenny, orang yang mengalami serangan
vertigo biasanya juga mengeluarkan
keringat dingin. Untuk itu, memberinya
minuman manis hangat juga bisa
membantu.
"Kalau keluar keringat dingin kasih saja
teh hangat manis. Istirahat sejenak.
Kalau akut (serangan parah yang tiba-
tiba) boleh diberi obat penenang atau
obat anti muntah," jelas Prof Jenny
yang juga berpraktik di Klinik Terpadu
Vertigo RS Asri.
Tapi setelah mendapatkan pertolongan
pertama, bukan berarti vertigo benar-
benar sembuh. Gejala vertigo memang
bisa hilang, namun bila dibiarkan tanpa
dicari jelas penyebabnya maka vertigo
bisa semakin parah.
"Tetapi setelah itu (mendapatkan
pertolongan pertama) masih ada PR.
Harus dicari diagnosisnya dan penyebab
pastinya," ungkap Prof Jenny.
Vertigo bisa disebabkan karena adanya
gangguan saraf, penyakit dalam dan
THT (telinga, hidung, tenggorokan).
Beberapa faktor yang menyebabkan
vertigo antara lain karena serangan
migrain, radang pada leher, mabuk
kendaraan, infeksi bakteri pada alat
pendengaran dan kekurangan asupan
oksigen ke otak.
Kelainan pada telinga juga sering
menjadi penyebab, termasuk pula
kelainan penglihatan atau perubahan
tekanan darah yang terjadi secara tiba-
tiba, gangguan di dalam saraf yang
menghubungkan telinga dengan otak
maupun di dalam otaknya sendiri.
Kurang Asam Folat Saat Hamil Bisa Menyebabkan Bayi Cacat
Masa kehamilan merupakan masa rawan yang harus diwaspadai. Saat itu kita sedang dalam proses membentuk tubuh seorang manusia, sehingga aneka bahan-bahan berupa zat-zat gizi penting harus dikonsumsi dalam jumlah cukup.
Ada zat gizi yang mungkin sering diabaikan oleh ibu-ibu saat hamil, yaitu konsumsi asam folat, ternyata kekurangan asam folat bisa melahirkan bayi yang mengalami Spina Bifida yaitu suatu kelainan karena Neural Tube tidak terbentuk dengan sempurna. Bayinya jadi lahir seperti memiliki buntut atau ekor karena adanya cacat pada pembentukan tulang belakang.
Selain Spina Bifida juga bisa terjadi anencephaly, dan encephalocele,yaitu gangguan pada tulang kepala dan otak. Keduanya merupakan jenis Neural Tube Defects (NTDs) terbuka. NTDS terbuka terjadi ketika kelainan pada otak dan atau spinal cord ditunjukkan dengan kelahiran dengan cacat pada tulang tengkorak dan atau ruas-ruas tulang belakang ( tulang punggung).
Ada juga yang disebut jenis Neural Tube Defect tertutup, yang terjadi ketika cacat yang mengenai tulang belakang ditutup oleh kulit.Contoh umum dari NTDS tertutup adalah lipomyelomeningocele, lipomeningocele, dan tethered cord.
NTDs terjadi karena malformasi konggenital akibat dari gagal menutupnya neural tube selama masa embriogenesis, sehingga neural tube tidak dapat terbentuk dengan sempurna.Tidak terbentuknya neural tube berkaitan dengan perubahan status asam folat. Perubahan pada status asam folat dipengaruhi oleh gangguan distribusi folat dalam jaringan dan asupan folat yang tidak adekuat.
Kekurangan asam folat ini terjadi pada saat konsepsi (tepat saat berhubungan intim yang terjadi pembuahan yaitu bertemunya sperma dan sel telur) atau trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Manifestasi dari kekurangan asam folat adalah terjadinya gangguan pada proses penutupan neural tube pada otak dan tulang belakang bayi.
Faktor lain yang mempengaruhi NTDs diantaranya:
1) Ras/ etnik/ kondisi geografi: NTDs lebih sering terjadi pada subpopulasi wanita Hispanic dan diantara kelompok populasi Irlandia , China dan Ingris.
2) Penggunaan dari obat-obat sakit kepala pada saat kehamilan
3) Wanita hamil dengan DM tipe I yaitu tergantung pada insulin
4) Wanita hamil dengan obesitas
5) Riwayat Kehamilan NTDs sebelumnya.
H Hal yang sangat perlu diperhatikan adalah NTDs merupakan kelainan yang bersifat permanen. Hal ini dikarenakan berhubungan dengan neuron/ syaraf dari penderita. Terapi gizi yang dilakukan hanya dapat dilakukan satu bulan sebelum terjadi pembuahan sampai dengan trisemester pertama kehamilan melalui pemberian asam folat yang mencukupi.
Menurut Angka Kecukupan Gizi Indonesia, Konsumsi asam folat yang dianjurkan adalah 400 µg perhari. Pada wanita hamil atau wanita menjelang hamil, perlu ada tambahan 200 µg perhari.
Penelitian yang dilakukan oleh Helene McNulty dkk dan sudah dipublikasikan pada American Journal Clinical Nutrition tahun 2000 menemukan bahwa bahwa 50-70% tentang NTDs dapat dicegah ketika wanita-wanita hamil melakukan diet tinggi asam folat. Suplementasi asam folat 400 µg per hari, terutama satu bulan sebelum konsepsi sampai tri semester pertama kehamilan.
Oleh karena itu bagi yang siap-siap sedang merencanakan mempunyai anak, segera penuhi konsumsi asam folatnya agar bayi lahir sempurna, atau bagi yang sedang hamil terutama 3 bulan pertama, jangan lupa konsumsi asam folatnya ditingkatkan.
Konsumsi asam folat dapat dipenuhiuhi selain dari konsumsi suplemen juga dari bahan makanan alami yang tinggi asam folat seperti hati sapi, kacang-kacangan, sereal, brokoli dll.
Subscribe to:
Posts (Atom)