Wednesday, April 21, 2010

Mau Lebih Semangat? Makan Bayam!

KOMPAS.com - Jika Anda pernah merasa kelelahan dan mengantuk usai makan, mungkin ada yang salah dengan menu Anda tersebut. Supaya hal tersebut tidak lagi mengganggu produktivitas Anda, pilihlah menu makanan yang melepas energinya secara peralahan, sehingga memberikan energi untuk menjalani hari yang lebih lama.

Mengasup makanan yang tepat sangat penting, terutama ketika Anda seringkali merasa kelelahan akibat stres dan gaya hidup yang supersibuk. Rasa lelah yang berulang akan menjadi kronis dan membuat Anda rentan penyakit jika tak segera ditangani. Salah satu bahan makanan yang bisa Anda pilih untuk melawan kelelahan tersebut adalah bayam.

Ya, bayam, makanan yang membuat tokoh kartun Popeye menjadi kuat. Bayam kaya akan nutrisi yang penting untuk melawan kelelahan dan membantu tubuh berenergi pada puncaknya. Bayam merupakan makanan yang paling kaya kandungan zat besi, magnesium, dan potasium. Selain itu juga merupakan sumber utama vitamin B yang meningkatkan tenaga.

Zat besi memiliki peran yang langsung dan penting untuk melawan kelelahan. Zat ini juga dikenal sebagai pendongkrak energi, membantu mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, dan membantu tubuh untuk beraktivitas secara optimal. Tanpa oksigen yang cukup, sel tubuh kita melambat dan bahkan bisa berhenti bekerja.

Zat besi yang rendah bisa menyebabkan kelelahan mental, juga anemia. Gejala anemia termasuk; kelelahan, kekurangan energi, lemah, sulit berkonsentrasi, apatis, insomnia, dan kehilangan nafsu makan. Bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya menawarkan zat besi yang tinggi, namun dengan kalori yang rendah. Bayam juga merupakan sumber vitamin C, yang tak hanya baik untuk kesehatan, tapi juga berfungsi untuk penyerapan zat besi.

Magnesium adalah salah satu mineral yang memainkan peran vital dalam produksi energi. Bahkan berhubungan erat dengan ratusan reaksi enzim di dalam tubuh kita, dan memainkan peran penting pada sistem kardiovaskuler, pencernaan, dan saraf, otot, ginjal, hati, dan otak. Kehadiran magnesium penting untuk memproduksi energi, pencernaan yang sehat, dan kesehatan saraf serta otot. Tak heran, ketika kita kekurangan magnesium, otak dan tubuh kita melambat. Bahkan kekurangan sedikit saja bisa menyebabkan kurangnya level energi, yang berakibat makin kerasnya kerja tubuh Anda, sehingga berakibat kepada kelelahan.

Gejala kekurangan magnesium antara lain; ketidakseimbangan gula darah, depresi, lemah otot, otot kram, kejang otot, tubuh tegang, kekurangan energi, kelelahan, sulit tidur, kebingungan, dan kehilangan nafsu makan. Seperti magnesium, potasium berfungsi untuk menjaga fungsi otot dan saraf. Fisik yang kelelahan karena kerja keras adalah penyebab utama kekurangan potasium, tapi juga bisa terjadi jika Anda mengalami dehidrasi karena sakit atau untuk alasan lain. Gejala kekurangan potasium meliputi; otot lemah, kebingungan, dan rasa lelah.

Disarankan untuk mengonsumsi nutrisi-nutrisi ini setiap hari. Jika memungkinkan, masukkan bayam di dalam menu bersantap Anda sesering mungkin. Cobalah untuk memasukkan bahan makanan ini ke dalam menu harian Anda sebisa mungkin, misal, bayam yang dikukus disajikan bersama telur di pagi hari, masukkan bayam di dalam sandwich, atau sebagai lauk untuk makan siang, dibuat sup di malam hari, dan sebagainya.


Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :



Powered by FeedBlitz

Tuesday, April 20, 2010

Cedera Lahir

DEFINISI
Jalan lahir dibentuk oleh tulang panggul ibu. Dalam keadaan normal, bayi memiliki ruang yang cukup untuk dilaluinya di sepanjang jalan lahir. Tetapi jika jalan lahir sempit atau janinnya besar (seperti pada ibu penderita diabetes), maka bisa terjadi kesulitan dalam melewati jalan lahir atau bisa terjadi cedera. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bayi terlalu besar untuk dapat melewati jalan lahir, maka dilakukan operasi sesar untuk mengurangi kemungkinan terjadinya cedera pada bayi.

Selama proses persalinan berlangsung, hampir setiap bagian dari bayi bisa mengalami cedera. Kebanyakan bersifat ringan dan segera membaik. Yang paling sering terjadi adalah memar. Tulang tengkorak bayi tidak saling berhubungan, sehingga ketika melewati jalan lahir, kepala bayi bisa disesuaikan dengan jalan lahir. Hal ini adalah normal dan dalam beberapa hari, bentuk kepala akan kembali normal. Cedera kepala yang serius dan cedera otak yang hebat, saat ini jarang terjadi.

Pada persalinan yang sulit, bisa terjadi peregangan saraf, terutama saraf yang menuju ke lengan sehingga terjadi kelumpuhan sementara ataupun menetap pada lengan (kelumpuhan Erb). Kadang terjadi patah tulang selangka dan biasanya segera membaik tanpa meninggalkan gejala sisa.

Mengapa Si Kecil Ngeces Terus? (1)

Benarkah ada hubungan antara Si Kecil yang sering mengiler atau ngeces, dengan keinginan ibu yang tak kesampaian saat ngidam? Atau, hanya gejala awal si kecil akan tumbuh gigi? Apakah ngeces juga merupakan indikasi suatu penyakit? Yuk, cari tahu lebih jauh!

Coba simak, apa komentar orang saat melihat anak ngeces melulu. Biasanya, komentar yang kerap muncul tak jauh dari mitos seperti, “Wah,

Monday, April 19, 2010

Granuloma Inguinale

DEFINISI
Granuloma Inguinale adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Calymatobacterium granulomatis, yang menyebabkan peradangan menahun pada alat kelamin. Sering terjadi di daerah tropis dan subtropis.


PENYEBAB
Bakteri Calymatobacterium granulomatis.


GEJALA
Gejala mulai timbul dalam waktu 1-12 minggu setelah terinfeksi. Gejala awalnya berupa bintil-bintil merah yang tidak nyeri, yang secara perlahan tumbuh menjadi benjolan bulat dan menonjol.

Bagian tubuh yang terkena pada pria adalah penis, buah zakar, selangkangan dan paha, sedangkan pada wanita meliputi vulva, vagina dan kulit di sekitarnya. Pada pria dan wanita, daerah lainnya yang juga terkena adalah dubur, bokong dan wajah. Pada akhirnya benjolan tersebut akan menutupi alat kelamin. Penyembuhannya berlangsung lambat dan bisa terbentuk jaringan parut.

Biasanya benjoolan tersebut akan terinfeksi oleh organisme lainnya. Jika tidak diobati, bisa menyebar ke seluruh tubuh, yaitu ke tulang, persendian atau hati dan menyebabkan penurunan berat badan, demam serta anemia.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan benjolan merah terang yang khas. Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan mikroskopik terhadap contoh pinggiran benjolan.


PENGOBATAN
Bisa diberikan antibiotik seperti streptomisin, tetrasiklin, eritromisin, kloramfenikol dan trimetroprim-sulfametoksazol. 6 bulan setelah pengobatan, penderita harus diperiksa untuk memastikan bahwa infeksi sudah berhasil diatasi.

Sunday, April 18, 2010

Stupor & Koma

DEFINISI
Tingkat aktivitas di dalam otak yang normal bervariasi secara konstan. Aktivitas pada saat terjaga sangat berbeda dengan aktivitas ketika tertidur. Aktivitas otak ketika mengikuti ujian sangat berbeda dengan aktivitas otak ketika bersantai di pantai.

Semua perbedaan tersebut merupakan keadaan yang normal dan otak bisa berubah dengan cepat dari satu tingkat kesiagaan ke tingkat lainnya. Selama keadaan siaga yang abnormal (perubahan tingkat kesadaran), otak tidak mampu berubah dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Salah satu bagian otak yang terletak jauh di dalam batang otak berfungsi mengendalikan tingkat kesadaran dan secara ritmis merangsang otak untuk terjaga dan siaga. Dalam keadaan normal, rangsangan kesadaran menerima masukan visual dari mata, suara dari telinga, sentuhan dari kulit dan masukan dari setiap organ sensorik lainnya untuk melengkapi tingkat kesiagaan yang tepat.

Jika sistem rangsangan atau hubungannya dengan bagian otak yang lain tidak bekerja sebagaimana mestinya, maka sensasi tidak lagi mempengaruhi tingkat rangsangan dan kesiagaan otak secara tepat. Jika hal ini terjadi, maka akan timbul gangguan kesadaran. Gangguan kesadaran ini bisa berlangsung singkat atau lama dan bisa bersifat ringan atau sama sekali tidak memberikan respon.


PENYEBAB
Berbagai penyakit, cedera atau kelainan yang serius bisa mempengaruhi otak dan menyebabkan stupor atau koma. Penurunan kesadaran sekejap bisa terjadi karena cedera kepala ringan, kejang atau berkurangnya aliran darah ke otak, seperti yang terjadi pada saat pingsan atau stroke.

Keadaan tidak sadar yang berlangsung lama bisa disebabkan oleh cedera kepala yang lebih berat, penyakit yang berat (misalnya ensefalitis), reaksi racun terhadap obat tertentu atau pemakaian obat penenang atau zat lainnya secara sengaja. Metabolisme tubuh yang mengatur kadar garam, gula dan bahan kimia lainnya dalam darah, juga bisa mempengaruhi fungsi otak.


Keadaan Yang Berhubungan Dengan Gangguan Kesadaran

Keadaan Akibat Yang Mungkin Terjadi
Stroke Penderita bisa masuk ke dalam keadaan koma, segera setelah terjadinya stroke atau beberapa jam kemudian
Cedera kepala, perdarahan otak Penderita bisa masuk ke dalam keadaan koma segera atau beberapa jam kemudian
Penyebab koma bisa berupa cedera langsung pada otak atau perdarahan di dalam tengkorak
Infeksi
(meningitis, ensefalitis, sepsis)
Infeksi otak atau infeksi berat di luar otak bisa menyebabkan demam tinggi, adanya zat racun dalam darah & tekanan darah rendah, yang bisa mempengaruhi fungsi otak & menyebabkan koma
Kekurangan oksigen Hanya beberapa menit setelah kekurangan oksigen, otak bisa mengalami kerusakan menetap
Kekurangan oksigen paling sering terjadi pada cardiac arrest akut & agak sering terjadi pada penyakit paru yg berat
Menghirup karbonmonoksida konsentrasi tinggi
(misalnya dari asap mobil atau sistem pemanas ruangan)
Karbonmonoksida menempel pada hemoglobin sel darah merah dan mempengaruhi kemampuan sel darah merah dalam mengangkut oksigen
Keracunan karbonmonoksida yg berat dapat menyebabkan koma atau kerusakan otak menetap karena kekurangan oksigen
Kejang epileptik Jarang terjadi koma setelah kejang, tetapi kalaupun terjadi, biasanya berlangsung selama beberapa menit
Efek racun dari obat yg diresepkan, obat terlarang atau alkohol Keracunan alkohol bisa menyebabkan keadaan stupor atau koma, terutama jika kadar alkohol dalam darah lebih dari 0,2%
Banyak obat-obatan, baik yg diresepkan maupun obat terlarang, yang bisa menyebabkan koma
Gagal ginjal atau gagal hati Koma merupakan pertanda buruk dari gagal hati
Gagal ginjal jarang menyebabkan koma karena darah bisa dibersihkan melalui dialis
Kadar gula darah yg rendah atau tinggi Kadar gula darah yg rendah (hipoglikemia) bisa menyebabkan koma. Segera diberikan glukosa intravena untuk mencegah kerusakan otak yg permanen
Kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia) juga bisa menyebabkan koma, tetapi lebih jarang terjadi dan tidak seberat hipoglikemia
Suhu tubuh yg rendah atau tinggi Demam yang sangat tinggi (diatas 42o Celsius) bisa merusak otak & menyebabkan koma
Suhu dibawah 31o Celsius (hipotermia) bisa menyebabkan stupor atau koma
Pingsan (sinkop) Koma karena pingsan hanya berlangsung selama beberapa detik, kecuali ketika terjatuh penderita mengalami cedera kepala
Kelainan psikis Malingering (pura-pura sakit atau terluka), histeria dan kataton (keadaan skizofrenik dimana penderita tampak berada dalam keadaan stupor) bisa menyerupai keadaan kehilangan kesadaran


GEJALA
Beberapa istilah kedokteran digunakan untuk menggambarkan tingkat kesadaran yang abnormal:
  • Delirium dan status konfusional menunjukkan keadaan terjaga penuh tetapi terjadi kebingungan; penderita merasa bingung akan kejadian di masa lalu dan sekarang, agitasi dan seringkali tidak mampu mengartikan dan memahami secara tepat.
  • Obtundasi adalah berkurangnya rangsangan.
  • Hipersomnia merupakan tidur yang sangat lama dan sangat dalam, dimana penderita hanya dapat dibangunkan dengan rangsangan yang sangat kuat.
  • Stupor adalah keadaan tidak responsif yang dalam, dimana penderita terbangun hanya jika diguncang secara berulang, dengan suara yang keras, dicubit, ditusuk dengan jarum atau dirangsang dengan rangsangan yang serupa.
  • Koma adalah suatu keadaan seperti terbius atau tidur dalam, dimana penderita tidak dapat dibangunkan sama sekali. Dalam keadaan koma bahkan terjadi gangguan respon yang paling primitif (misalnya menghindari nyeri).

DIAGNOSA
Dilakukan pemeriksaan terhadap saluran udara dan pernafasan, tekanan darah serta denyut jantung. Suhu yang tinggi bisa merupakan pertanda adanya infeksi; suhu yang sangat rendah menunjukkan bahwa penderita telah terpapar oleh dingin dalam wakatu yang cukup lama. Pada kulit dicari tanda-tanda cedera, suntikan obat atau reaksi alergi; pada kulit kepala dicari tanda-tanda luka robek dan memar. Pemeriksaan neurologis dilakukan meskipun tanpa kerjasama dari penderita yang sedang dalam keadaan tidak sadar.

Pernafasan Cheyne-Stokes merupakan pertanda dari adanya kerusakan otak; suatu pola pernafasan yang tidak biasa, dimana penderita bernafas sangat cepat, lalu lebih lambat dan kemudian tidak bernafas sama sekali selama beberapa detik. Sikap tubuh yang tidak biasa, terutama kekakuan deserebrasi, dimana rahang terkatup dan leher, punggung, lengan serta tungkai kaku dan tegang, juga merupakan pertanda khusus dari kerusakan otak. Kelemahan menyeluruh di seluruh tubuh menunjukkan hilangnya aktivitas secara total di bagian penting tertentu dari sistem saraf pusat.

Pemeriksaan mata dilakukan untuk menilai posisi pupil, kemampuan gerak, ukuran, kemampuan untuk mengikuti benda yang bergerak, reaksi terhadap cahaya serta gambaran retina. Ukuran pupil yang tidak sama besar bisa merupakan pertanda adanya tekanan di otak.

Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengukur kadar gula darah, sel darah merah (untuk anemia), sel darah putih (untuk infeksi), garam, alkohol (untuk keracunan) dan oksigen serta karbondioksida. Pemeriksan air kemih dilakukan untuk mengetahui adanya gula dan zat racun. Pemeriksaan tambahan lainnya adalah CT scan atau MRI kepala, untuk menyingkirkan kemungkinan adanya cedera otak atau perdarahan. Jika diduga suatu infeksi maka dilakukan pungsi lumbal untuk menilai cairan serebrospinal.


PENGOBATAN
Penderita segera dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dan denyut jantung, tekanan darah, suhu serta jumlah oksigen dalam darahnya dipantau secara ketat. Diberikan oksigen dan dipasang infus untuk memasukkan obat. Biasanya segera diberikan glukosa secara intravena.

Jika diduga penyebabnya adalah narkotika, maka diberikan nalokson sebagai penawar. Jika diduga telah menelan zat racun, segera dilakukan kuras lambung untuk menentukan isi lambung dan untuk mencegah semakin banyaknya zat yang terserap. Untuk mempertahankan denyut jantung dan tekanan darah yang normal, diberikan darah, cairan dan obat-obatan.

Jika koma sangat dalam, biasanya otak mengalami kerusakan sehingga tidak dapat menjalankan fungsi yang sangat penting, seperti bernafas. Karena itu untuk membantu fungsi paru-paru, biasanya digunakan respirator.


PROGNOSIS

Kemungkinan penyembuhan dari koma yang dalam selama lebih dari beberapa jam sulit diramalkan. Jika penyebabnya adalah cedera kepala, bisa terjadi penyembuhan, bahkan jika koma berlangsung selama beberapa minggu (tetapi tidak lebih dari 3 bulan). Penyembuhan total setelah mengalami koma selama 1 bulan karena jantung berhenti atau karena kekurangan oksigen, jarang terjadi.

Kadang setelah mengalami cedera kepala, kekurangan oksigen atau kerusakan otak yang berat, penderita bisa masuk ke dalam status vegetatif. Pola tidur dan terjaga relatif normal, penderita bisa bernafas dan menelan secara spontan dan bahkan bisa memberikan reaksi yang mengejutkan terhadap suara keras. Tetapi penderita kehilangan seluruh kemampuan berfikir dan perilaku sadarnya, baik untuk sementara waktu maupun selamanya. Sebagian besar penderita memiliki refleks abnormal yang khas, seperti kekakuan atau sentakan pada lengan dan tungkainya.

Status locked-in adalah suatu keadaan yang jarang terjadi, dimana penderita sadar dan mampu berfikir tetapi mengalami kelumpuhan hebat, sehingga hanya bisa berkomunikasi dengan cara membuka atau menutup matanya. Hal ini bisa terjadi bersamaan dengan kelumpuhan saraf tepi yang berat atau dengan stroke akut.

Kehilangan kesadaran yang paling berat adalah kematian otak. Pada keadaan ini secara permanen otak telah kehilangan seluruh fungsi vitalnya, termasuk kesadaran dan kemampuan mempertahankan pernafasan. Tanpa bantuan respirator dan obat-obatan, penderita akan segera meninggal. Secara hukum seseorang dikatakan meninggal jika otaknya telah berhenti berfungsi, meskipun jantungnya masih berdenyut. Dokter dapat menyatakan kematian otak dalam waktu 12 jam setelah berusaha memperbaiki semua kelainan medis, tetapi otak masih tidak memberikan respon, mata tidak bereaksi terhadap cahaya dan penderita tanpa bantuan respirator penderita tidak bernafas.

EEG (elektroensefalogram) tidak menunjukkan adanya fungsi otak. Penderita kematian otak yang mendapatkan bantuan respirator bisa memiliki beberapa refleks jika medula spinalisnya masih berfungsi.