Showing posts with label [ObGin] Gangguan Haid. Show all posts
Showing posts with label [ObGin] Gangguan Haid. Show all posts

Wednesday, September 14, 2011

Amenore

AMENOREA adalah peristiwa tidak datangnya haid.
Selain pada masa anak-anak, kehamilan, menyusui atau menopause, peristiwa tidak datangnya haid menandakan adanya masalah pada sistem reproduksi wanita.
Salah satu dari penyebab amenorea adalah gangguan hormon.
Serangkaian proses kerja sama antara hormon seksual wanita dapat terganggu oleh berbagai masalah antara lain penyakit pada organ reproduksi, penurunan berat badan, stres emosional atau olah raga berlebihan. Namun tidak jarang bahwa pada kejadian amenorea tidak ditemukan adanya penyebab yang pasti.

AMENORE PRIMER dan SEKUNDER

Amenorea dibagi menjadi 2 golongan :
  • AMENOREA PRIMER – pada usia 14 tahun atau lebih tidak terjadi haid dan pada yang bersangkutan tidak ditemukan adanya perkembangan karakteristik seksual sekunder seperti penonjolan payudara atau rambut pubis, atau pada usia 16 tahun tidak terjadi haid namun pada yang bersangkutan terjadi perkembangan karakteristik seksual sekunder.
  • AMENOREA SEKUNDER – proses haid sudah terjadi namun berhenti selama 6 bulan atau dalam jangka waktu yang setara dengan 3 siklus haid

SIKLUS MENSTRUASI

Hipotalamus dan kelenjar hipofisis bekerja sama dalam mengendalikan berlangsungnya siklus haid. Hipofisis menghasilkan bahan biokimiawi yang memicu ovarium untuk menghasilkan dua jenis hormon seksual yaitu ESTROGEN dan PROGESTERON. Kedua hormon ini akan menyebabkan penebalan selaput mukosa yang melapisi rongga rahim (endometrium) agar siap dalam menghadapi proses kehamilan.
Bila tidak terjadi kehamilan, kadar kedua hormon tersebut menurun secara drastis sehingga endometrium luruh dan terjadilah peristiwa haid.
Dalam keadaan normal, siklus ini berulang setiap bulan.
Gangguan yang terjadi pada poros hipotalamus, kelenjar hipofisis, indung telur (ovarium ) dan uterus akan mengganggu kelangsungan proses haid sehingga terjadi amenorea.

GANGGUAN PADA HIPOTALAMUS

Berbagai faktor dapat menyebabkan gangguan fungsi hipotalamus dan memicu terjadinya amenorea antara lain :
  • Stres emosional
  • Penurunan berat badan
  • Olah raga berlebihan
  • Obat psikosis dari jenis tranquilizer major
  • Kelainan sistem endokrin seperti hipotiroid

Gangguan Lain

Kelainan yang dapat menyebabkan amenorea :
  • Sindroma Ovarium Polikistik – pada permukaan ovarium terbentuk kista-kista kecil yang berasal dari sejumlah folikel primordial yang tidak dapat mencapai tahap maturasi sempurna. Keadaan ini ditandai oleh gangguan haid dan hirsuitisme ( pertumbuhan rambut wajah yang berlebihan )
  • Hiperandrogenemia – sistem reproduksi wanita berada dibawah pengaruh kadar hormon seksual pria yang tinggi. Keadaan ini terjadi pada kasus tumor ovarium tertentu dan tumor adrenal atau kelainan kongenital tertentu lain.
  • Hiperprolaktinemia – kenaikan kadar hormon prolaktin yang terjadi akibat aktivitas berlebihan atau tumor pada hipofisis.
  • Kegagalan Ovarium – atau disebut pula sebagai menopause dini. Kadar estrogen yang tidak memadai menyebabkan tidak terjadinya proses ovulasi sehingga siklus haid akan berhenti.
  • clip_image004

  • Abnormalitas vagina dan uterus – Pada kasus himen imperforatus (selaput dara menutup seluruh lubang vagina) atau sinekhiae uterus (perlekatan dinding rahim akan menyebabkan gangguan haid dan pada kasus himen imperforatus akan terjadinya nyeri yang bersifat siklis akibat pembendungan darah haid dalam vagina dan uterus (hematokolpos dan hematometra)

DIAGNOSIS

Untuk menegakkan diagnosa penyebab amenorea dilakukan sejumlah pemeriksaan antara lain :
  • Tes Kehamilan – pemeriksaan urine atau darah.
  • Pemeriksaan fisik – untuk menentukan status kesehatan umum dan melihat perkembangan dari karakteristik seksual sekunder.
  • Anamnesa - riwayat ginekologi dan metode kontrasepsi yang diikuti.
  • Tes Hormonal – untuk menentukan fungsi hipotalamus , hipofisis dan ovarium.
  • Scanning – antara lain CT scans dan pemeriksaan ultrasonografi pada organ sistem reproduksi.

Pilihan terapi

Terapi amenorea tergantung pada penyebabnya. Bila terjadi penurunan berat badan berlebihan atau melakukan aktivitas olah raga berlebihan maka terapi ditujukan pada usaha untuk mendapatkan berat badan yang ideal.
Pilihan terapi lain adalah memberikan terapi hormonal pengganti (seperti menggunakan kontrasepsi oral kombinasi) agar kadar hormon tubuh pulih ke nilai normal.

Kesimpulan

  • Amenorea adalah tidak datangnya haid
  • Penyebab utama adalah gangguan hormonal
  • Kadar hormon dapat terganggu akibat stres emosional, penurunan berat badan, olah raga berlebihan dan penyakit pada sistem reproduksi.
Sumber:
http://griyawanodya.blogspot.com/2009/12/amenorea.html

Menoragia


Menoragia adalah jumlah perdarahan haid yang berlebihan (lebih dari 80 ml ) dan metroragia adalah perdarahan per vaginam antara dua siklus haid. Pada haid normal, jumlah darah yang keluar tidak lebih dari 40 ml dan berhenti setelah proses pengelupasan endometrium berakhir.
Pada sebagian wanita terjadi perdarahan haid dalam jumlah yang melebihi 80 ml (menoragia) atau terjadi perdarahan berupa bercak bercak diluar siklus haid (metroragia) atau campuran (menometroragia). Pada sebagian kasus, penyebab keadaan ini tidak jelas.
Sejumlah penyebab menoragia adalah :
  • Mioma uteri
  • Polip endometrium atau polip servik
  • Endometriosis
  • Infeksi
  • Efek samping kontrasepsi
Menoragia , metroragia atau menometroragia yang berlarut larut akan menyebabkan anemia.

GEJALA

Gejala menoragia antara lain :
  • Perdarahan fase menstruasi yang berlebihan
  • Perdarahan diantara dua siklus haid
  • Nyeri mengejang pada abdomen bagian bawah
  • Lesu


PENYEBAB

Pada sebagian besar kasus tidak ditemukan penyebab yang pasti dan sejumlah penyebab yang diduga dapat menyebabkan menoragia adalah :
image
  1. ABORTUS - spontan atau provokatus
  2. KEHAMILAN EKTOPIK– umumnya berupa metroragia akibat terjadinya proses lepasnya implantasi hasil konsepsi di daerah tuba yang menyebabkan perdarahan pada endometrium yangberada dalam uterus.
  3. GANGGUAN HORMONAL – hipotiroid (kadar tiroksin rendah) dapat menyebabkan gangguan siklus haid.
  4. ENDOMETRIOSIS – sel endometrium mengadakan migrasi keluar rongga rahim angara lain kedalam ovarium atau kedinding uterus
  5. INFEKSI – antara lain klamidia atau penyakit radang panggul ( PID – pelvic inflamatory disease ).
  6. MEDIKAMENTOSA – konsumsi antikoagulan yang mengganggu proses pembekuan darah.
  7. ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM – AKDR (IUD) – alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rongga rahim dan dapat bersifat sebagai benda asing sehingga memicu terjadinya perdarahan per vaginam yang tidak normal.
  8. KONTRASEPSI HORMONAL – seperti kontrasepsi oral kombinasi atau injeksi depoprovera.
  9. MIOMA UTERI- tumor miometrium (otot uterus)
  10. POLIP – tonjolan kecil bertangkai yang tumbuh dari endometrium dan seringkali disebabkan oleh mioma uteri (pedunculated submucous myoma ).
  11. GANGGUAN PERDARAHAN – leukemia dan penyakit von Willebrand.
  12. KEGANASAN – sebagian besar kasus adalah yang berasal dari endometrium dan sejumlah kecil berasal dari miometrium.


HASIL PENELITIAN

Pada sebagian besar kasus , penyebab pasti gangguan haid ini tidak diketahui. Penelitian menemukan adanya bahan kimia tertentu yang berada dalam uterus dan berkaitan dengan proses haid. Endotelin adalah bahan kimia yang membantu menghentikan perdarahan haid, pada kasus menoragia kadar endotelin lebih kecil dibandingkan normal.


METODE DIAGNOSTIK

Pemeriksaan diagnostik pada kasus menoragia antara lain adalah:

  1. Pemeriksaan umum
  2. Anamnesa medik – menstruasi
  3. Pemeriksaan ginekologi
  4. Hapusan Pap Smear
  5. Pemeriksaan darah
  6. Ultrasonografi transvaginal
  7. Biopsi endometrium


PILIHAN TERAPI

Terapi menoragia tergantung pada penyebab dan meliputi antara lain :
  • Medikamentosa – inhibitor prostaglandin , terapi pengganti hormonal dan antibiotika
  • Dilatase dan Kuretase (D&C)
  • Mengganti jenis kontrasepsi
  • Pembedahan - pengangkatan tumor, polip , mioma atau terapi kehamilan ektopik.
  • Terapi latar belakang penyakit - Hipotiroia atau gangguan pembekuan darah.
  • Histerektomi


Kesimpulan

  • Menoragia adalah jumlah perdarahan haid yang berlebihan
  • Metroragia adalah perdarahan diluar siklus haid.
  • Pada sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya penyebab pasti
  • Menoragia umumnya disebabkan oleh polip – mioma uteri – endometriosis – infeksi dan beberapa jenis metode kontrasepsi
  • Pilihan terapi antara lain : medikasi dan D & C atau ablasi endometrium
Referensi:

Siklus Haid


Siklus haid rerata berlangsung setiap 28 hari, lama siklus bervariasi secara individual dan bahkan pada satu individu tertentu. Panjang siklus haid dihitung sejak hari pertama haid sampai hari pertama haid siklus berikutnya.

Menarche

( awal menstruasi pada remaja ) rerata berlangsung antara usia 11 – 14 tahun. Pada saat itu karakteristik seksual sekunder seperti pertumbuhan rambut kemaluan dan tonjolan payudara sudah mulai terjadi.

Hormon dan Siklus haid

Siklus haid adalah peristiwa yang komplek dan dikendalikan oleh berbagai kelenjar berikut produksi hormon yang dikeluarkannya. Struktur otak yang bernama HIPOTALAMUS mempengaruhi kelenjar hipofises didekatnya untuk menghasilkan bahan kimia khusus yang dapat memicu indung telur ( ovarium ) untuk mensekresi hormon seksual estrogen dan progesteron. Siklus haid merupakan sistem umpan balik yang berarti bahwa semua struktur dan kelenjar memiliki keterkaitan pengaruh yang erat satu sama lain.
clip_image001
Terdapat 4 fase dalam siklus haid :
  1. Fase Menstruasi
  2. Fase Folikuler ( fase proliferasi )
  3. Ovulasi
  4. Fase Luteal ( fase sekresi )

Fase Menstruasi

Menstruasi atau haid adalah proses pengelupasan pelapis rongga rahim (endometrium) yang tebal. Cairan haid terdiri dari darah – sel endometrium dan mukus.
Periode haid berlangsung 3 sampai 6 hari. Untuk menyerab darah haid digunakan tampon dan tampon harus diganti sekurang kuranya tiap 4 jam.
Penggunaan tampon sering berkaitan dengan meningkatnya resiko terjadinya sindroma “toxic shock”.
clip_image003

Fase Folikuler

Fase folikuler adalah rentang antara hari pertama haid terakhir dengan terjadinya ovulasi. Dipicu oleh hipotalamus, kelenjar hipofisis melepaskan FSH – Follicle Stimulating Hormone yang menstimulasi proses pematangan sekitar 20 folikel primer dalam ovarium. Diantara sejumlah folikel primer tersebut hanya satu yang berhasil menjadi matang dan mengalami proses ovulasi, sementara folikel primer lain akan mati.
Pada siklus haid 28 hari , fase Folikuler ini berlangsung kurang lebih selama 10 hari. Pertumbuhan folikel primer akan memicu proses penebalan endometrium dalam rangka persiapan untuk implantasi hasil konsepsi bila terjadi proses kehamilan.

Ovulasi
clip_image004

Ovulasi adalah pelepasan sel telur yang matang melalui permukaan ovarium. Kejadian ini terjadi pada pertengahan siklus, sekitar 14 hari sebelum datangnya haid yang berikutnya
Selama fase folikuler, proses pematangan menyebabkan meningkatnya kadar estrogen. Hipotalamus dapat mengenali peningkatan kadar estrogen tersebut memberi respon dengan melepaskan GnRH – Gonadotropin Releasing Hormon. GnRH selanjutnya memicu hipofisis untuk mengeluarkan LH – Luteinizing Hormon dan FSH lebih lanjut.
Dalam waktu 2 hari, proses ovulasi terjadi akibat dipicu oleh tingginya kadar LH. Setelah dilepaskan , sel telur berjalan didalam Tuba Falopii menuju rongga rahim. Usia sel telur hanya sekitar 24 jam dan bila sepanjang perjalannya didalam Tuba Falopii tidak bertemu sperma dan terjadi konsepsi maka dia akan segera mati.

Fase Luteal

Saat ovulasi, sel telur keluar dari folikel dan sisa folikel masih berada didalam permukaan ovarium. Selama 2 minggu terjadi perubahan sutruktur sisa folikel tersebut menjadi CORPUS LUTEUM yang menghasilkan hormon PROGESTERON seiring dengan masih diproduksinya etsrogen dalam julah kecil.Secara bersama sama, kombinasi estrogen dan progesteron tersebut mempertahankan ketebalan endometrium untuk menanti datangnya hasil konsepsi yang akan ber implantasi. Corpus luteum memerlukan adanya implantasi sel telur yang telah dibuahi ( blastosis ) dan hormon yang terkait ( antara lain hCG – human chorionic gonadotropin ) untuk terus menghasilkan progesteron dan mempertahankan ketebalan endometrium. Bila tidak terjadi konsepsi, corpus luteum akan mati dan kejadian itu berlangsung sekitar hari ke 22 pada siklus haid 28 hari. Penurunan kadar progesteron menyebabkan luruhnya endometrium dan kejadian ini disebut sebagai HAID – menstruasi. Siklus berlangsung ulang untuk periode berikutnya.

Masalah haid yang sering terjadi

Sejumlah masalah haid yang dapat antara lain
  • Sindroma Pra Haid - Premenstrual syndrome (PMS) – aktivitas corpus luteum dan meningkatnya kadar progesteron sebelum haid memicu serangkaian efek samping pada wanita tertentu antara lain berupa retensi cairan, sakit kepala, lesu dan perasa. Terapi antara lain berupa olah raga dan modifikasi diet.
  • Dismenorhe – nyeri haid . Diduga bahwa hormon tertentu menyebabkan uterus mengalami kontraksi yang kuat saat melepaskan endometrium sehingga menyebabkan rasa nyeri. Terapi berupa pemberian analgesik.
  • Menoragia – atau perdarahan haid dalam jumlah berlebihan yang dapat menyebabkan anemia. Terapi antara lain dengan memberikan kontrasepsi hormonal per oral untuk mengatur jumlah perdarahan haid.
  • Amenorea – atau tidak datang haid. Pada masa pubertas, kehamilan , laktasi dan menopause peritiwa ini adalah fisiologis. Keadaan patologi yang dapat menyebabkan amenorea adalah penurunan berat badan atau olah raga berlebihan.
Referensi: