Showing posts with label batuk. Show all posts
Showing posts with label batuk. Show all posts

Saturday, December 10, 2011

Cara Untuk Meredakan Batuk dan Pilek

Ada 5 langkah yang bisa
dilakukan seseorang untuk meredakan
kondisi batuk pilek.
Umumnya batuk dan pilek menyebar
melalui tetesan bakteri atau virus yang
terbang di udara. Diperkirakan ada
sekitar 200 jenis virus yang bisa
menyebabkan kondisi ini. Orang dewasa
akan mengalami pilek sekitar 2-5 kali
dalam setahun, sedangkan anak-anak
bisa 5-10 kali dalam setahun.
Sebagian besar orang akan lebih rentan
tertular batuk dan pilek ketika musim
dingin, hal ini karena adanya penurunan
suhu di sekitar serta kekebalan tubuh
yang berkurang.
Meski begitu ada 5 langkah mudah yang
bisa dilakukan seseorang untuk
meredakan batuk dan pilek yang
dialaminya,yaitu:
1. Mandi menggunakan air panas
Mandi dengan menggunakan air panas
bisa membuat tuubuh menjadi tenang
dan juga rileks, serta membantu
meringankan lendir yang bertumpuk di
dada sehingga bisa bernapas lebih
mudah.
2. Mengonsumsi sup hangat
Mengonsumsi sup hangat yang terdiri
dari ayam dan sayuran sangat bagus
bagi tubuh. Sup hangat ini tidak hanya
membantu membersihkan saluran udara
tapi juga memberikan energi dan
kekuatan yang dibutuhkan oleh tubuh.
3. Mengonsumsi satu sendok madu
Mengonsumsi madu yang murni dan
alami bisa menjadi cara yang efektif
untuk menyingkirkan batuk rejan,
cukup konsumsi 1 sendok madu setiap
hari.
4. Berkumur dengan air garam
Cobalah mengambil 1 sendok teh garam
dan dicampur dengan air hangat, lalu
gunakan campuran ini untuk berkumur
setidkanya 4 kali dalam sehari.
5. Melakukan inhalasi uap
Inhalasi atau penguapan termasuk cara
yang cukup efektif untuk
menyembuhkan batuk dan sakit kepala
yang terjadi karena adanya
penumpukan lendir. Uap yang dihirup
akan membantu mencairkan lendir
sehingga lebih mudah dikeluarkan dan
lebih mudah bernapas.
sumber:Indiavision

Saturday, December 3, 2011

Waspadai Batuk Pada Anak

Anak kecil yang mengalami batuk terus
menerus bisa membuat orangtua
khawatir karena dapat mengganggu
aktivitas si kecil sehari-hari dan juga
waktu tidurnya. Tapi ada beberapa hal
yang sebaiknya diperhatikan orangtua
jika batuk anak tak kunjung sembuh.
"Biasanya batuk terjadi selama 7-10 hari
setelah pilek berhenti. Tapi jika batuk
mulai mengganggu tidur, ada demam
yang menyertai atau batuk yang terjadi
menyebar di rumah, maka perlu
diwaspadai," ujar Dr Elaine Schulte,
dokter anak dari Clevelend Clinic
Schulte menuturkan sebagian besar
anak mengembangkan batuk yang
disebabkan oleh adanya infeksi saluran
pernapasan atas, dan biasanya dengan
memperbaiki kelembaban lingkungan
bisa cukup membantu kondisi tersebut.
"Petunjuk lain yang bisa membantu
adalah menjaga cairan di bagian
belakang tenggorokan tetap lembab.
Umumnya anak-anak yang sudah besar
bisa mengonsumsi obat batuk untuk
membantu mengatasinya," ungkapnya.
Berdasarkan American Academy of
Pediatrics, studi menunjukkan jika obat
batuk yang diberikan pada anak-anak
berusia di bawah 6 tahun tidak bekerja,
kemungkinan ada efek samping yang
cukup serius.
"Jika anak Anda batuk, maka cara
terbaik adalah mendorong cairan atau
lendir tersebut untuk keluar sehingga
tidak terjebak di dalam paru-paru yang
bisa menyebabkan pneumonia," ujar
Schulte.
Lebih lanjut Schulte menuturkan jika
batuk berlangsung lebih dari 10 hari,
maka orangtua harus menghubungi
dokter untuk memastikan si kecil tidak
mengalami pneumonia, batuk rejan atau
infeksi sinus.

sumber:Foxnews

Wednesday, March 2, 2011

Khasiat Daun Dewa

Salah satu manfaat yang diambil daun dewa yaitu tumbuhan tersebut bersifat Coagulant atau mencairkan kebekuan darah stimulasi sirkulasi , menghentikan pendarahan , menghilangkan panas , membersihkan racun , anti karsinogen dan anti mutagenetis ,diuretik. Dalam farmakologi China di sebut tumbuhan yang memiliki rasa khas dan sifat netral.

Umbi daun dewa dapat menghilangkan pembekuan darah di pembuluh darah , sehingga memungkinkan sebagai obat stroke dan jantung koroner . selain itu umbinya berkhasiat untuk mengatasi bengkak karena memar , tulang patah , pendarahan sehabis melahirkan dan sakit sakit jantung.

khasiat daun dewa antara lain :

1.Mencegah dan Mengobati Stroke

Umbi daun dewa segar sekitar 10 gram ditumbuk halus , tambahkan air setengah gelas , saring , peras terus diminum setiap sore atau daun 2-4 lembar untuk lalap (tiga kali sehari).


2.Luka Terpukul

Daun Dewa segar 15-30 gram direbus dengan air kira-kira untuk tiga kali minum atau di tumbuk di ambil airnya , campur dengan arak yang di panaskan , minum rutin tiga kali sehari.jika sudah membaik hentikanlah.


3.Pendarahan pada wanita , pembengkakan payudara,batuk,muntah darah


Tanaman lengkap 1 batang direbus , diminum


4.Digigit ular atau digigit binatang lain


Umbi dilumatkan kemudian ditempelkan ke tempat yang di gigit.


5.Kutil dan uci-uci


Daun dewa 5 lembar dihaluskan dan di lumurkan pada tempat berkutil ,kemudian di balut . dilepas keesokan hari.


6.Tumor


Ambil daun dewa 3-4 lembar kemudian dimakan mentah atau di lalap.


7.Batu Kandung kemih


Ambil 15 gram daun dewa di tumbuk halus , tambahkan air segelas,saring,peras , minum tiga kali sehari.



Sumber : Dari Berbagai Sumber

Sunday, August 1, 2010

Mengapa Anda bersin, batuk, cegukan, mendengkur, dan menguap?

nguap,cegukan,batuk,bersinBersin, batuk, cegukan, mendengkur, atau menguap pasti pernah Anda alami. Ketika di daerah berdebu, Anda akan bersin. Lalu ketika menghirup sesuatu yang membuat napas sesak, Anda akan batuk. Kadang Anda juga mengalami cegukan yang berbunyi 'hik'. Mendengkur atau mengorok juga bisa jadi dialami siapapun. Satu lagi yaitu ketika mengantuk, Anda menguap.

Kegiatan itu sering terjadi di luar kemauan dan merupakan proses alami. Mengapa hal itu bisa terjadi? Secara ilmiah, hal tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut.

  • Bersin

    Bersin merupakan aliran udara yang hebat melalui mulut dan hidung. Ini terjadi di luar kemauan. Biasanya bersin terjadi karena ada partikel pengganggu dalam hidung Anda. Ujung-ujung saraf di dalam hidung merangsang Anda bersin untuk menyingkirkan partikel-partikel tersebut.

    Penyebab lain adalah udara dingin atau sakit flu. Pada saat sakit flu, banyak partikel asing di dalam hidung Anda sehingga memaksa hidung merangsang bersin.

    Yang perlu Anda tahu tentang bersin yaitu kecepatan udara saat Anda bersin mencapai 166 kilometer per jam. Lalu saat bersih Anda akan mengeluarkan sampai 100.000 butiran kecil lendir dan mikro organisme. Itu sebabnya, saat bersin sebaiknya Anda menutupi hidung dan mulut Anda karena dapat membahayakan orang lain.

  • Batuk

    Sama seperti bersin, ketika Anda batuk bertujuan untuk mengusir zat berbahaya dalam tubuh Anda. Jika bersin terjadi karena ada partikel asing di hidung, maka batuk terjadi karena ada partikel atau zat asing di dalam paru-paru atau tenggorokan. Tujuannya untuk membersihkan paru-paru dari zat yang berbahaya saat saluran pernapasan mulai terganggu. Batuk dapat pula menjadi upaya yang disengaja untuk membersihkan tenggorokan. Batuk juga bisa menyebarkan kuman yang menyebabkan penyakit. Karena itu, sebaiknya ketika batuk, Anda menutupi mulut Anda.

  • Cegukan

    Cegukan terjadi di luar kemauan atau tidak dapat dikontrol. Cegukan merupakan pengambilan udara secara mendadak yang disebabkan karena kontraksi diafragma secara tidak teratur. Penyebabnya karena gangguan organ-organ tubuh dekat diafragma. Kejang ini menarik udara dari paru-paru melalui laring, membentur epiglotis, menyebabkan pita suara bergetar. Oleh karena itu, akan menimbulkan suara ’hik’ saat Anda cegukan.

  • Mendengkur

    Saat tidur, beberapa orang mendengkur atau mengorok. Suara kasar saat Anda tidur ini biasanya disebabkan karena bernapas melalui mulut. Jaringan lembut pada langit-langit mulut dekat tenggorokan bergetar karena udara melewatinya saat Anda bernapas melalui mulut. Selain itu, bibir, pipi, dan lubang hidung Anda juga ikut bergetar. Posisi yang umum menyebabkan mendengkur adalah tidur terlentang. Hal ini karena mulut cenderung menganga dan lidah menghalangi saluran pernapasan. Salah satu solusinya adalah dengan mencoba tidur miring.

  • Menguap

    Saat mengantuk, Anda akan menguap. Mengapa Anda menguap? Karena paru-paru Anda kurang mendapat oksigen. Dengan mengambil nafas dalam-dalam di luar kemauan terjadi sebagai respon alami akibat tertutupnya paru-paru oleh karbondioksida atau kekurangan oksigen.

    Yang juga menarik, yaitu menguap diduga sebagai kebiasaan menular. Jika Anda melihat atau mendengar orang lain menguap, yang sering terjadi adalah Anda ikut-ikutan menguap. Fenomena ini masih menjadi misteri bagi banyak ilmuwan.

Sumber: kumpulan.info

Thursday, May 13, 2010

Meringankan batuk dengan olah pernafasan

Jika anda perokok aktif atau pasif atau karena polusi udara, sudah pasti akan mengalami batuk. Batuk walaupun ringan tapi jika terus menerus akan sangat mengganggu kita dan orang banyak, bahkan penderita akan dikucilkan (mungkin bisa tidak mencolok). Ada cara alami untuk mengatasi batuk yaitu melalui olah nafas atau yoga. Pernafasan dada: Tarik nafas dalam-dalam dari hidung secara perlahan lalu buang udara melalui mulut dan usahakan waktu tarik nafas dan mengeluarkan udara sama (agar lebih mudah ditandai dengan hitungan jari), lakukan selama lebih kurang 15 menit sehari. Setelah itu lakukan pernafasan mulut untuk efek relaksasi yaitu tarik nafas dari hidung dan keluarkan dari hidung juga. Jika batuk yang menjengkelkan datang disaat ditempat umum, jangan buru-buru untuk melampiaskannya dengan berbatuk ria, santai dan lakukan dengan pernafasan dada tadi. Jika kita langsung lakukan pernafasan dada itu, jika ada dahaknya akan terasa maka akan terasa akan keluar dengan sendirinya dan anda hanya seperti meludah saja untuk membuangnya, jika tidak ada dahak, maka batuk anda akan seperti batuk orang elit atau kalangan atas yang hanya akan seperti berdehem.....( nb: pernafasan mulut sangat bagusb untuk melatih olah vokal anda).....thank you

Monday, July 6, 2009

Batuk Berdahak, Bisa Jadi PPOK

SERANGAN batuk berdahak yang berlangsung lama sering dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal, kondisi itu merupakan salah satu gejala radang pada saluran napas atau bronkitis. Bila tidak segera diatasi, penderita bisa mengalami perburukan penyakit itu, bahkan mengganggu fungsi jantung.

Kebiasaan merokok dan polusi udara meningkatkan risiko bronkitis kronik serta memicu kekambuhan penyakit itu. Bronkitis akut timbul karena flu atau infeksi lain pada saluran napas dan membaik dalam beberapa hari atau minggu. Pada bronkitis kronik, terjadi iritasi atau radang menetap pada saluran napas sering terjadi akibat rokok dan sering kambuh. Bila makin parah, penyakit itu masuk dalam kelompok PPOK yang memerlukan pengobatan serius.
Pasien bronkitis mengalami gejala antara lain batuk berdahak, napas pendek, dan makin berat saat aktivitas, mengi, demam, serta rasa tidak nyaman di dada. Bronkitis kronik ditandai batuk memburuk pada pagi hari, infeksi saluran napas berulang, flu disertai peningkatan batuk berdahak selama lebih dari tiga bulan.
Bila tidak segera diatasi, serangan bronkitis kronik akan sering berulang dan bertambah parah. Apalagi bila penderita adalah perokok. Paparan asap rokok, daya tahan tubuh yang rendah, sakit mag, dan paparan bahan-bahan iritan di tempat kerja meningkatkan risiko bronkitis dan kekambuhan penyakit itu hingga menjadi PPOK. Pada penderita PPOK, gejala penyakit meningkat dan fungsi paru menurun. Kualitas hidup penderita juga turun.

Penyakit paru obstruktif juga berkaitan dengan gagal jantung kanan yang berfungsi untuk memompa darah ke paru-paru. Namun, kebanyakan pasien mengabaikan gejala ringan. Batuk berdahak dan sesak ringan dibiarkan bertahun-tahun. Kebanyakan penderita PPOK adalah perokok atau bekas perokok. Sebagian pasien hidup di rumah yang penuh asap berasal dari tungku dapur atau kompor, dan sebagian lagi hidup tahunan di tempat kerja yang berasap atau berdebu.
Diagnosis bisa dilakukan dengan menggunakan spinometeri untuk memastikan adanya penyempitan saluran napas, menentukan beratnya penyakit, menilai efek obat, dan memantau hasil pengobatan. Dengan diagnosis yang akurat, pasien bisa mendapat pengobatan yang tepat. Untuk memperlambat kerusakan paru, penderita harus berhenti merokok dan menghindari asap atau debu yang membuat sesak.