Showing posts with label biaya untuk penyakit diabetes. Show all posts
Showing posts with label biaya untuk penyakit diabetes. Show all posts

Monday, January 30, 2012

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2, sering disebut non-insulin dependent diabetes, adalah bentuk paling umum dari diabetes, yang mempengaruhi 90% - 95% dari 21 juta orang dengan diabetes. Pada artikel ini, Anda akan belajar dasar-dasar tentang diabetes tipe 2, termasuk gejala dan penyebab, serta diabetes tipe 2 pada anak-anak.
Apa Tipe 2 Diabetes?

Tidak seperti orang dengan diabetes tipe 1, penderita diabetes tipe 2 memproduksi insulin, namun, baik pankreas mereka tidak menghasilkan cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara memadai. Hal ini disebut resistensi insulin. Bila tidak ada cukup insulin atau insulin tidak digunakan sebagaimana mestinya, glukosa (gula) tidak bisa masuk ke sel-sel tubuh. Saat glukosa menumpuk dalam darah dan bukannya pergi ke dalam sel, sel-sel tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Masalah lain yang terkait dengan penumpukan glukosa dalam darah meliputi:
Dehidrasi. Penumpukan gula dalam darah dapat menyebabkan peningkatan buang air kecil. Ketika ginjal kehilangan glukosa melalui urin, sejumlah besar air juga hilang, menyebabkan dehidrasi.
Koma Diabetik (hiperosmolar nonketotic diabetes koma). Ketika seseorang dengan diabetes tipe 2 menjadi menderita dehidrasi parah dan tidak bisa minum cairan yang cukup untuk menebus kehilangan cairan, mereka dapat mengembangkan komplikasi yang mengancam nyawa.
Kerusakan tubuh. Seiring waktu, tingkat glukosa yang tinggi dalam darah dapat merusak saraf dan pembuluh darah kecil pada mata, ginjal, dan jantung dan mempengaruhi seseorang untuk aterosklerosis (pengerasan) pembuluh darah besar yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.


Tipe 2 Diabetes pada Anak

Semakin banyak anak yang didiagnosis dengan diabetes tipe 2. Cari tahu tentang gejala diabetes tipe 2 pada anak, diagnosis, dan pengobatan dalam artikel WebMD pada diabetes tipe 2 pada masa kanak-kanak. Jika anak Anda berisiko untuk diabetes anak, penting untuk belajar khusus perawatan diri tips untuk membantu mencegah diabetes.

Untuk detail lebih lanjut, lihat artikel Tipe 2 Diabetes WebMD pada Anak.
Siapa Gets Tipe 2 Diabetes?

Siapapun bisa mendapatkan diabetes tipe 2. Namun, mereka yang berisiko tertinggi untuk penyakit ini adalah mereka yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, wanita yang memiliki gestational diabetes, orang dengan anggota keluarga yang memiliki diabetes tipe 2 dan orang-orang yang memiliki sindrom metabolik (sekelompok masalah yang termasuk kolesterol tinggi, trigliserida, kolesterol rendah baik 'HDL' dan buruk kolesterol tinggi 'LDL', dan tekanan darah tinggi). Selain itu, orang tua lebih rentan untuk mengembangkan penyakit ini sejak penuaan membuat tubuh kurang toleran gula
Selain itu, orang yang merokok, memiliki gaya hidup tidak aktif, atau memiliki pola diet tertentu memiliki peningkatan risiko diabetes tipe 2.

sumber:WebMD

Tuesday, June 14, 2011

Biaya yang Harus Dikeluarkan Jika Terkena Diabetes


Diabetes bukanlah
penyakitmurah karena orang yang sudah
didiagnosa diabetes tidak bisa disembuhkan
ditambah munculnya komplikasi penyakit
lain yang siap menanti. Berapa biaya yang
dikeluarkan untuk pengobatan diabetes?
"Diabetes itu bukan penyakitmurah, kalau
sudah kena diabetes biaya yang dikeluarkan
mahal," jelas Dr Samuel Oetoro, Sp.GK,
spesialis gizi klinik dari MRCCC Siloam
Hospitals Semanggi, dalam acara Diskusi
Sehat Bersahabat dengan Glukosa di Wisma
Aldiron Dirgantara, Jakarta, Selasa
(14/6/2011).
Orang dikatakan terkena diabetes bila
karena kadar gula dalam darah meningkat
akibat gangguan sistem metabolisme dalam
tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu
memproduksi hormon insulin sesuai
kebutuhan tubuh.
Gula darah penderita diabetes rata-rata di
atas 200 mg/dl (dalam kondisi tidak puasa, 2
jam sesudah makan) atau di atas 126 mg/dl
dalam kondisi puasa. Padahal untuk
normalnya, kadar gula adalah 80-140 mg/
dl (tidak puasa) atau kurang dari 100 mg/dl
saat puasa. Sedangkan jika gula darah sudah
mencapai 140 mg/dl-199 mg/dl (tidak
puasa) atau 100 mg/dl-125 mg/dl (saat
puasa) maka sudah masuk kategori pra
diabetes (ambang batas antara normal dan
diabetes dan berpotensi menjadi diabetes).
Saat seseorang sudah didiagnosa menderita
diabetes, maka orang tersebut tidak bisa
sembuh, namun diabetes masih bisa dikontrol
dan dikelola. Tapi bila diabetes tidak dikelola
dengan baik, maka bisa menyebabkan
komplikasi berbagaipenyakitberbahaya
seperti penyakit jantung, stroke, buta atau
bahkan diamputasi.
Berikut biaya pengobatan yang dikeluarkan
pasien diabetes seperti dijelaskan Dr Samuel:
1. Konsultasi dokter
"Pasien diabetes harus mengeluarkan biaya
Rp 1-2 juta per tahun hanya untuk
konsultasi dokter. Belum lagi kalau
konsultasi dengan dokter spesialis. Dokter
spesialis itu bisa Rp 250-400 ribu sekali
konsultasi, bisa dihitung per tahunnya
berapa," ujar Dr Samuel.
2. Obat-obatan
Selain menjalankan pola hidup sehat, pasien
diabetes juga memerlukan obat untuk
mengontrol gula darah. Dan bila pankreas
sudah tidak bisa berfungsi lagi, pasien
membutuhkan suntik insulin seumur hidup.
Biaya yang dibutuhkan untuk obat-obatan
sekitar Rp 1-2 juta per bulan.
3. Makanan tambahan
Beberapa pasien diabetes juga memerlukan
makanan tambahan yang bisa menghabiskan
biaya sekitar Rp 950.000 per bulan.
4. Operasi (katarak)
Pasien diabetes juga berpotensi mengalami
kebutaan karena katarak bila gula darahnya
tidak dikontrol dengan baik. Operasi bisa
menghabiskan biaya Rp 15-20 juta.
5. Cuci darah
Bila diabetes tidak dikontrol bisa
membahayakan dan merusak ginjal. Pasien
gagal ginjal memerlukan cuci darah yang
menghabiskan biaya Rp 50-60 juta per tahun.
6. Stroke
Bila diabetes menyebabkan komplikasi
stroke, maka biaya yang harus dikeluarkan
adalah Rp 40-50 juta.
7. Serangan jantung
Sedangkan bila berkomplikasi dengan
penyakitjantung bisa menghabiskan biaya
Rp 60-80 juta.
8. Amputasi
Saat mengalami luka, pasien diabetes juga
akan sulit disembuhkan dan tak jarang harus
mengalami amputasi yang menghabiskan
biaya Rp 130-150 juta.
"Nah karena biayanya yang mahal, maka
sebaiknya dicegah agar jangan sampai kena
diabetes. Jalankan pola hidup sehat dan
bugar dengan 5S+S, yaitu makan sehat,
berpikir sehat, istirahat sehat, aktivitas
sehat, lingkungan sehat dan tambahan
suplemen," kata Dr Samuel.