Showing posts with label ciri-ciri tumor. Show all posts
Showing posts with label ciri-ciri tumor. Show all posts

Monday, April 23, 2012

Sembuhkan Tumor Dengan Daun Cermai



Tumor adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan adanya pertumbuhan massa atau jaringan abnormal dalam tubuh .Massa ini timbul sebagai akibat dari ketidak seimbangan pertumbuhan dan regenerasi sel.

Tumor jinak ,tidak selalu berarti tidak berbahaya,meskipun sebagian besar biasanya tidak berbahaya ,sebuah tomor jinak ( benign tumor ) masih dapat berkembang dan bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan syaraf.Tumor masih dapat menjadi penyakit yang serius dan membahayakan jiwa,seperti tumor otak.

Gejala Tumor

Gejala tumor biasanya berbentuk benjolan yang terlihat pada bagian tubuh dan tidak sakit.Bila sudah mengganggu jaringan sekitarnya ,dokter dapat menyarankan operasi pengangkatan ( pembedahan ) .

Pengobatan Tradisional

Untuk mengobati tumor gunakan ramuan tradisional sebagai berikut:
-Setengah gadung cina
-setengah jari bidara
-73 genggam daun belimbing
-seperempat genggam daun ceremai yang masih muda
-3 jari gula aren

Caranya:

-Cucilah bahan-bahan diatas , kemudian potong-potong dan rebuslah dengan 3 gelas air sampai tinggal tigaperempat.Setelah dingin saring dan minum 3x sehari,setiap kali minum setengah gelas.


Ramuan Yang Lain:

-3 sendok makan madu murni
-seperempat daun ceremai yang masih muda
-seperempat daun belimbing
-73 genggam daun bayam merah
-setengah pelepah daun pepaya yang masih muda dan 2 jari wortel

Caranya:

Cucilah semua bahan diatas kemudian digiling sampai halus ,diremas dan kemudian rebuslah dengan 2 gelas air masak .Peras dan ambillah airnya,tambahkan madu 3 sendok makan .Minumlah 3 kali sehari dan setengah gelas setiap hari.

sumber:Dari segala sumber

Thursday, March 15, 2012

Sel-sel kanker mengirimkan alarm pada tumor membunuh virus



Sel-sel tumor yang terinfeksi melepaskan protein yang disebut CCN1 di ruang sempit antara sel-sel, di mana ia memulai suatu respon antivirus. Respon membatasi penyebaran virus oncolytic melalui tumor, mengurangi kemampuannya untuk membunuh sel kanker dan membatasi efektivitas terapi.

Studi ini menunjukkan bahwa sel-sel secara umum, mekanisme ini untuk mengontrol infeksi virus untuk membantu, dan bahwa menghalangi reaksi diizinkan untuk terapi virus oncolytic untuk glioblastomas dan mungkin masa depan terapi gen untuk meningkatkan perawatan.

Virus oncolytic pada sel tumor berkembang biak dan membunuh. Mereka telah menjanjikan untuk pengobatan glioblastoma, tumor otak yang paling umum dan mematikan. Pasien dengan glioblastoma bertahan sekitar 15 bulan setelah diagnosis, rata-rata, ada kebutuhan besar untuk pilihan pengobatan baru.

Studi ini dipublikasikan dalam edisi terbaru dari jurnal Cancer Research.

"Kami telah menemukan bahwa dalam protein matriks ekstraseluler yang orchestrates respon antivirus selular sangat mengurangi replikasi virus dan batas cytolytic efektivitas," kata peneliti dan peneliti utama Balveen Kaur, profesor bedah saraf di OSUCCC - James.

"Temuan ini penting karena mereka memiliki mekanisme baru yang digunakan oleh sel yang terinfeksi untuk melawan infeksi virus, dan sel yang terinfeksi erat berdekatan dengan menyiapkan pertahanan mereka untuk mengungkapkan untuk melawan serangan virus masa depan," kata Kaur.

Perhatikan bahwa CCN1 Kaur membantu mengatur fungsi seluler seperti adhesi, migrasi dan proliferasi, dan dalam 68 persen sampel glioblastoma diekspresikan.

Studi sebelumnya Kaur dilakukan menunjukkan bahwa terapi virus oncolytic menginduksi pelepasan CCN1 dalam lingkungan mikro tumor. Untuk ini Kaur, studi dan rekan jalur sel glioma, virus oncolytic dari virus herpes manusia tipe 1 (HSV-1) berasal dan model hewan digunakan glioblastoma. Kesimpulan utama adalah:

-CNN1 ekspresi diregulasi oleh virus oncolytic, tetapi tidak dengan kemoterapi atau radioterapi. Dengan demikian, mungkin respon umum dari sel-sel glioma terhadap infeksi virus.Ke ruang ekstraseluler, CCN1 menurun replikasi virus dan kerusakan sel glioma.

-CCN1 menginduksi tipe I interferon antivirus dengan reseptor permukaan sel integrin.

"Secara keseluruhan, temuan ini akan ditampilkan sebagai sinyal ekstraseluler dapat berkontribusi pada pemberantasan virus," kata Kaur. "Sekarang kita dapat menggunakan pengetahuan ini untuk meningkatkan masa depan terapi gen virus."

sumber: http://medicalxpress.com/news/2012-03-cancer-cells-alarm-tumor-killing-virus.html

Monday, March 5, 2012

Ciri-Ciri Tumor




Tumor(berasal dari tumere bahasa Latin, yang berarti “bengkak”), merupakan salah satu dari lima karakteristik inflamasi. Namun, istilah ini sekarang digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan jaringan biologis yang tidak normal.

Tumor adalah pertumbuhan yang tidak normal dari jaringan tubuh. Tumor terjadi ketika sel membelah berlebihan dalam tubuh. Tubuh selalu melakukan pembelahan sel untuk menggantikan sel-sel yang lama dan sudah mati dengan sel-sel baru. Jika keseimbangan pembelahan sel terganggu atau berjalan tidak normal maka disitulah tumor bisa terbentuk. Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (alignan) atau jinak (benign).

Ciri-Ciri Tumor

1. Bekas tumbukan pada suatu tempat yang tidak kunjung sembuh, lebam terus dan bisa menjadi kanker.

2. Tumbuhnya daging di luar/dalam tubuh, di tempat yang tidak semestinya.

3. Rasa nyeri pada tempat yang tidak diketahui penyebabnya, terasa nyeri ini berarti tumor sudah mulai berkembang tetapi belum tentu tumor sepenuhnya (tergantung penyebab nyeri, makanan, rangsangan dari luar).

4. Jika ditekan, seperti tonjolan daging, kelenjar. Karena tidak selalu diketahui tempatnya, jadi walaupun kecil sekali tetapi tidak semua tonjolan berarti tumor.


Pencegahan Tumor:

•Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi tinggi

•Berolahragalah secara teratur

•Hindari minum minuman beralkohol

•Diet untuk merawat berat badan

•Mengurangi risiko tubuh agar tidak terkena radiasi dan keracunan zat kimia

•Tidak merokok

•Mengurangi kontak dengan sinar matahari secara langsung