Showing posts with label malaria. Show all posts
Showing posts with label malaria. Show all posts

Sunday, September 2, 2012

Para Ilmuwan Menemukan Inti Dosis Tunggal Penyakit Malaria


Para ilmuwan percaya bahwa mereka telah menciptakan obat dengan dosis tunggal untuk semua strain malaria.Sebuah tim dari
University of Cape Town mengatakan senyawa baru di temukan yang disebut MMV 390048 yang dapat memblokir transmisi parasit dari orang ke orang.Perawatan konvensional malaria multidrug hanya bekerja untuk waktu singkat sebagai parasit malaria menjadi resisten terhadap mereka.

Tim SLT yang dipimpin oleh Profesor Kelly Chibale mengatakan "pengobatan baru terhadap mereka dengan membunuh langsung parasit tersebut oleh percobaan yang telah dilakukan selama 18 bulan.

Menteri Sain dan Teknologidi Afrika Selatan,Naledi Pander mengatakan ,"Ini adalah kemenangan yang signifikan dalam pertempuran untuk meringankan beban penyakit di benua itu,jelas perang melawan penyakit ini belum sepenuhnya menang,tapi saya senang dengan para ilmuwan yang sangat baik.Kami telah bermain di tonggak ini dalam mencari obat potensial untuk malaria dan akan mencegah penyebarannya.

Senyawa baru yang menjanjikan,menunjukkan aktivitas ampuh melawan beberapa titik dalam siklus hidup parasit malaria.Malaria menyebabkan 655 orang meninggal ,sebagian besar adalah anak-anak Afrika.

Gejala dari malaria termasuk demam,sakit kepala,dan muntah,biasanya muncul antara 10 sampai 15 hari setelah gigitan nyamuk,jika tidak cepat di obati ,malaria bisa mengancam jiwa dengan mengganggu pasokan darah ke organ vital.

Para ilmuwan di University of Cape Town bekerja sama dengan Malaria Venture yang bermarkas di Swiss.Sejauh ini telah menunjukkan kesembuhan terhadap hewan percobaan yang telah terinfeksi malaria dengan dosis tunggal dan dengan demikian memiliki potensi untuk menyembuhkan orang.



SUMBER

Thursday, September 29, 2011

Malaria Menyerang Sel Darah Merah

Malaria adalah penyakit menular akibat infeksi parasit plasmodium yang menyerang sel darah merah.

Terdapat empat jenis plasmodium yang mampu menginfeksi manusia yaitu plasmodium vivax, malariae, ovale dan falciparum. Plasmodium falciparum paling berbahaya dan dapat mengancam nyawa.

Saat menyerang manusia, parasit plasmodium malaria berbentuk sporozit, yang selanjutnya akan menuju hati melalui peredaran darah dan menjadi dewasa di tempat itu. Setelah dewasa, parasit itu akan menyerang sel darah merah.

Pada saat itu gejala malaria mulai muncul. Bila orang tersebut digigit oleh nyamuk anopheles lagi, parasit yang ada dalam sel darah merah orang itu akan masuk kembali ke tubuh nyamuk dan berkembang biak di sana. Begitulah siklus tersebut terjadi berulang ulang.

Gejala penyakit itu antara lain demam tinggi, perasaan dingin atau kaku pada seluruh tubuh, gemetar, keluar keringat berlebihan, lemas, lelah, sakit kepala, mual, dan muntah. Jika tidak diobati, penyakit malaria dapat menyebabkan kematian.

Malaria dapat dicegah dan diobati. Pencegahan malaria dapat dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk, misalnya tidur dengan kelambu. Hindari keluar rumah pada malam hari tanpa menggunakan pelindung karena pada malam hari nyamuk biasanya bersifat lebih aktif.

Jika akan bepergian ke daerah yang sedang terjadi kasus malaria, sebaiknya meminta obat antimalaria dari dokter untuk mencegah penularan.

Untuk pengobatan malaria, pemerintah mengeluarkan kebijakan penggunaan obat kombinasi yang dapat diperoleh di Dinas Kesehatan dan Puskesmas secara gratis.

"Tidak lagi menggunakan obat tunggal seperti klorokuin tapi harus kombinasi untuk mengobati malaria. Obat yang digunakan adalah `Artemisinin Combination Therapy (ACT)," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan Drg. Tritarayati.

Tritarayati mengatakan, sejak 2008 kebijakan program pengobatan malaria tidak menggunakan obat tunggal seperti klorokuin tetapi menggunakan obat kombinasi ACT untuk semua jenis plasmodium sesuai dengan keputusan Menkes.

Perubahan kebijakan penatalaksanaan kasus malaria itu dilakukan karena pada 1973 ditemukan kasus resistensi klorokuin terhadap plasmodium falciparum" di Kalimantan Timur.

Pada 1990 kasus resistensi terhadap klorokuin dilaporkan terjadi di seluruh provinsi di Indonesia, selain itu juga dilaporkan resistensi plasmodium falciparum terhadap "Sulfadoksin-Pirimetamin" (SP) di beberapa tempat di Indonesia.


Sumber: SehatNews.com