Monday, November 13, 2006

Kisah Di balik vitamin C dosis tinggi


September 30th, 2005

Kenapa ya, akhir-akhir ini produsen senang sekali memberi dosis tinggi? Supaya harganya lebih mahal? Supaya konsumen tertarik? Supaya kelihatan 'peduli' pada kesehatan?

Dari "Mengandung DHA paling tinggi" sampai "Vitamin C dosis tinggi" atau "Minum sekarang, untuk nanti" (atau semacam itulah.. emang vitamin & mineral bisa ditabung gituh?), produsen berusaha bilang ke objek iklannya bahwa mereka membutuhkan produk dengan zat tertentu yang konsentrasinya tinggi. Setahu sayah, -dan dibenarkan oleh dr. Wati tercinta serta prof. Sri Rahardjo dari UGM- yang namanya nutrisi tidak bisa ditabung, apalagi mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Kedua mahluk ini dibutuhkan dalam jumlah kecil setiap harinya, dalam artian asupannya bersifat wajib setiap hari dalam dosis yang sesuai dengan yang dibutuhkan (sebab
kelebihannya akan dibuang).

Paling gencar adalah iklan suplemen vitamin C dan kalsium (so far begitu sih, walaupun penasaran juga dengan iklan "Vitamin otak" yang entah binatang nutrisi apa yang dimaksud, saya belum tahu ). Dosis konsumsi vitamin C adalah 90 mg/hari (untuk laki-laki berusia lebih dari 18 thn); 75 mg/hari (untuk perempuan berusia lebih dari 18 thn); 85 mg/hari (untuk ibu hamil berusia lebih dari 18 thn); 120 mg/hari (untuk ibu menyusui berusia lebih dari 18 thn). Jadi kebutuhan vitamin C paling tinggi adalah pada ibu menyusui, sebesar 120 mg/hari.

Dan apa yang kita saksikan di iklan hampir setiap hari? "One thousand miligrams of vitamin C", says Amelia Vega, "Vitamin C 1000 mg, agar tak mudah sakit", kata iklan lain. Hampir 10 kali lipat dari kebutuhan ibu menyusui! Lalu, kemana sisa vitamin C yang tidak terserap? Tentu saja keluar lagi dalam bentuk larutan (alias terlarut dalam air, begitu…), which is keringat dannnn… pipis!!!

So what? So… pipis anda-anda sekalian yang mengkonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi ini berharga mahal, sodara-sodara! Anda hanya mengambil 10% manfaat dari uang yang anda bayar untuk suplemen ini, dan membuang 90%-nya di toilet, yang kalau di tempat umum kemungkinan besar harus bayar (means, mengeluarkan uang lagi). AND WHAT ARE YOU DOING EXACTLY? Tidak efisien dan tidak efektif!

Beberapa iklan sempat saya cemooh, karena menawarkan sesuatu yang 'instant' tapi tampak bodoh untuk saya. Contohnya ya iklan vitamin C ini. Lebih baik mengkonsumsi buah-buahan kaya vitamin (yang isinya tidak hanya vitamin C thok!) setiap hari , daripada minum suplemen vitamin C dosis tinggi tapi kadang-kadang atau hanya menjelang/saat sakit saja. Percuma, toh terbuang 90%. Padahal dari buah-buahan kita dapat serat, vitamin lain (misalnya vitamin A di kulit apel), mineral (misalnya kalium di pisang), rasa enak (enakan mana sih, suplemen sama jeruk segar?), dan pelatihan pencernaan (eits jangan salah! kalau jarang dipake, pencernaan -mulai dari gigi sampai usus- bisa jadi malas lho!).

Diantara kegunaan suplemen vitamin C adalah : 1) mengobati kekurangan vitamin C (scurvy, scorbut ) [grade A; Strong scientific evidence for this use], 2) pencegahan flu (cold) hingga 50% dalam lingkungan ekstrim (sub-arktik, pelari maraton, pemain ski) [grade B; Good scientific evidence for this use], 3) memperbaiki penyerapan zat besi [grade B]. Di luar itu, pencegahan dan pengobatan flu secara umum (maksudnya untuk orang-orang dalam kondisi normal) termasuk dalam grade D ( it may not work).

So, SAVE YOUR MONEY. Get other useful things to buy. Memang bener ilmu itu mahal, karena bisa mencegah pengeluaran untuk baanyaaaakkkk sekali hal-hal yang ternyata tak perlu dalam hidup ini


Kisah di Balik 1000 mg Vitamin C

March 24th, 2006

Di belakang maraknya suplemen vitamin megadosis ada seorang tokoh yang berjasa. Linus Pauling, Ph.D ., peraih dua penghargaan Nobel untuk kimia (1954) dan perdamaian (1962).

Temuannya yang paling populer adalah:
Vitamin C dosis tinggi dapat mencegah selesma dan flu hingga 45%, mencegah serta menyembuhkan 75% dari semua kanker, dan memperpanjang masa hidup penderita kanker hingga 4-5 kali lebih lama (dibandingkan dengan yang tidak mendapat terapi vitamin C tersebut).

Secara umum, Pauling mengklaim bahwa konsumsi vitamin(-vitamin) dalam megadosis dapat "memperbaiki kesehatan… meningkatkan kenikmatan hidup dan membantu mengendalikan penyakit jantung, kanker, dan penyakit lain serta memperlambat proses penuaan".

Merasa pernah mendengar bunyi klaim tersebut dari produsen suplemen dan menjadi tertarik mengonsumsi produknya? SELAMAT! Anda sudah terjebak dalam quackery!

Terjemah bebas quackery dalam bahasa Indonesia adalah usaha apapun yang melibatkan promosi suatu produk atau sistem kesehatan secara berlebihan . Klaim Pauling mengenai terapi megadosis vitamin C untuk penderita kanker diuji dan dikaji ulang oleh MayoClinic sebanyak 3 kali dengan hasil:

TIDAK ADA keuntungan yang konsisten dari vitamin C yang diberikan pada penderita kanker stadium lanjut. Bahkan, vitamin C dosis tinggi dapat memberikan dampak yang berlawanan.

Dosis oral (diminum) yang tinggi dapat menyebabkan diare. Sedangkan dosis tinggi yang diberikan lewat infus (intravenous) menyebabkan gagal ginjal akibat penyumbatan oleh kristal oksalat. Walaupun fakta ini sudah gamblang dinyatakan, mengapa masih banyak orang yang 'bersaksi' bahwa vitamin C dosis tinggi berguna dan banyak membantu? Vitamin C memberikan efek antihistamin. Sedangkan histamin -dalam konsentrasi berbeda-beda- hampir selalu dilepas dalam saluran pernafasan sebagai reaksi serupa-alergi terhadap selesma. Sehingga yang dirasakan oleh penderita selesma (atau flu) adalah perbaikan yang 'palsu'.

Rekomendasi penggunaan vitamin dalam megadosis oleh Pauling bisa jadi 'menyemangati' para produsen suplemen (atau mereka biasa bilang 'makanan kesehatan' a.k.a. health foods) untuk membanjiri pasar dunia dengan produk mereka.

Tuduhan 'main mata' antara Pauling dan industri vitamin bukan omong kosong, sebab donor utama Linus Pauling Institute of Medicine adalah Hoffmann-La Roche, perusahaan farmasi besar yang memproduksi mayoritas vitamin C yang beredar di dunia pada saat itu (sekitar tahun 1973).

Pada tahun 1994, Arthur Robinson (kolega Linus Pauling dalam penelitian) membuat rangkuman hasil penelitian yang menyebabkannya dipecat dari Linus Pauling Institute of Medicine:

Vitamin C dosis 1 - 5 gram per hari meningkatkan laju pertumbuhan kanker pada manusia. Namun pertumbuhan kanker terhambat pada dosis 100 gram per hari, mendekati dosis mematikan.

Masih berpikir bahwa semakin besar dosis vitamin maka akan semakin besar manfaatnya? Saya harap tidak.

Save your money. Think smart, act wise, live healthy. Jangan terjebak pada klaim indah suplemen.

Saturday, November 11, 2006

Hati-hati Konsumsi Antimabuk

(01 Nov 2005, 158 x , cetak, Komentar)

MAKASSAR -- Saatnya mudik, saatnya konsumsi antimabuk. Ini bagi mereka yang memang sering bermasalah dengan kendaraan. Dalam arti, saat naik kendaraan, ia selalu berhadapan dengan problem mabuk. Akhirnya, konsumsi obat antimabuk selalu menjadi pilihan.

Yang punya kebiasaan mabuk, konsumsi obat antimabuk memang sangat membantu. Pasalnya, cukup dengan itu, ia bisa tertidur dan tiba sampai di tujuan tanpa harus sibuk dengan urusan mual-mual.

Akan tetapi, apakah itu tidak berbahaya bagi kesehatan? Menurut spesialis penyakit saraf dr Jumraini Tammasse, Sp.S, mengonsumsi obat antimabuk dalam dosis tepat tentu tidak masalah. Apalagi, antimabuk ini memang bisa membantu menjaga keseimbangan dalam perjalanan.

"Dengan meminum obat antimabuk, yang bersangkutan biasanya mengantuk dan tertidur, sehingga keseimbangannya bisa tetap terjaga selama perjalanan,"kata dokter jebolan Unhas ini.

Akan tetapi, katanya, semua harus sesuai dosis. Tentunya, dosis itu ada untuk dewasa dan anak-anak. Kalau konsumsinya berlebihan, tentu akan mengganggu sistem saraf pusat, sehingga bisa menimbulkan depresi.

Bagaimana dengan mereka yang perjalanannya cukup jauh, sehingga harus mengonsumsi beberapa kali atau beberapa butir? Jumraini menjelaskan, efektifnya obat antimabuk itu sampai enam jam perjalanan. Untuk mencapai hasiloptimal, itu dikonsumsi satu jam sebelum naik kendaraan, kendati ada juga yang reaksinya lebih cepat.

Oleh karena itu, untuk perjalanan yang hanya sampai enam jam tentu cukup satu biji. Bagi yang agak keras mabuknya, bisa sampai satu setengah sampai dua biji. Kalau perjalanannya memakan waktu di atas enam jam, tentu setelah enam jam itu baru bisa mengonsumsi lagi.

Dalam perjalanan, kadang-kadang ada orang yang lupa mengonsumsi sejam sebelum perjalanan. Di perjalanan atau pada saat merasakan tubuhnya tidak lagi seimbang, baru mereka mengonsumsi antimabuk. Apakah itu masihberpengaruh? Menurut Jumraini, itu tetap ada pengaruhnya. Tergantung reaksi tubuhnya. Bagi yang cepat, mungkin saja masih dalam perjalanan reaksinya sudah dirasakan. Akan tetapi, bagi yang lambat, bisa jadi, setelah tiba di perjalanan baru muncul ngantuknya. Kendati demikian, tetap saja harus mengonsumsi sesuai dosis. Sebab jika berlebih bisa membahayakan.

Mengenai ragam obat antimabuk yang ada dijual secara umum, dijelaskan bahwa jenisnya memang ada banyak. Hanya saja, untuk mabuk perjalanan, tampaknya memang hanya satu jenis yang populer, serta dijual bebas. Walau demikian, mengonsumsi obat antimabuk juga harus tetap selektif.

[Info Nutrisi]

Tuesday, November 7, 2006

nulis utk 3 tahun & share permainan kenalin huruf-angka


Anna Surti Ariani Teguh Budiman

Wed, 07 Jun 2006 04:35:11 -0700

Iya nih, lagi sepi milisnya! Saya mau ngeramein ah....

Dear Mama Diva, Mbak Sari, Mbak Rosa,

Setelah lewat seminggu terakhir kita ngebahas topik baca dan tulis untuk anak ini, akhirnya baru sekarang deh sempet nulis yg agak panjang lagi, hehehe.

Mau komentar tentang beberapa hal dari email2 ini. For Mama Diva, saya juga ngajarin Stella huruf kapital dulu baru huruf kecil. Soalnya saya juga baru tau tentang konsep ngajarin huruf kecil duluan ini setelah Stella bisa ngebedain berbagai huruf besar itu. Ya sudahlah kepalang tanggung, sekarang ini sedang ngenalin lagi huruf kecilnya. Kalau menurut saya sih, nggak usah cemas ya kalau kita kebalik gitu. Yang penting itu kan sebetulnya pengenalan bentuk, entah itu bentuk huruf atau bentuk angka, kalau memang anak bisa, ya lanjutin. Kalau anaknya belum tertarik, belum usia 5 tahun kan, tenang aja…… Ada ahli yg bilang bahwa standarnya sebetulnya anak usia 5 tahun itu mengenal 10 huruf, termasuk huruf2 yg ada di namanya, belum nulis lho ini. Jadi kalau 5 tahun udah bisa lebih dari 10 huruf, ya bagus, selama pengenalannya nggak dipaksa.

Oya tambahan, kabarnya nih, huruf kecil yang bagus dikenalin ke anak bukan jenis huruf times new roman (lihat bentuk 'a'nya), tapi bentuk huruf comic sans ('a'nya bullet). Kebayang kan, hehehehe.

Diva belum tertarik sama huruf 'I'? Tenang…. Santai aja sambil terus ngenalin, cari cara2 yg fun, ntar lama2 juga mau. Btw, namanya dia kan ada unsur huruf 'I', bisa aja nama dia dituliskan di barang2nya. Bisa pake misalnya stiker putih ditulisin 'diva', tempelin stikernya di buku2 atau mainan2nya. Minta Diva untuk mencari mana tulisan 'diva'. Bisa juga disalah2in, misalnya 'dava', 'difa', 'davi', 'vida', dll, supaya dia ngeh cari mana nama yang bener. Ini kan sekalian melatih kemampuan observasi alias pengamatan, ketelitian dan sekaligus kesadaran akan huruf.

Nulis 'A' terbalik? Ini juga santai aja, jangan beranggapan bahwa ini ciri2 disleksia / disgrafia atau kesulitan belajar lain yg namanya serem2 itu. Namanya juga anak di bawah 4 tahun, kiri kanan kadang2 suka kebalik, atas bawah juga kadang2 ketuker, tapi dengan semakin sering melihat huruf yg bener, ntar lama2 juga ngeh kok.

Nulis nggak liat2 garis? Cek dulu, garisnya segede dan setebel apa. Yang pasti, anak seusia ini kemampuan motorik halusnya memang masih kasar, ya susah dong kalau bikin gambar atau tulisan kecil2. Udah gitu, memang dia belum sensitif sama batasan2 seperti garis (nggak heran, kalau diminta mewarnai gambar, lebih sering lewat garis dibanding yang kita sebut 'rapih' kan). Mulai aja lagi dengan mewarnai gambar, cari gambar yg batas2 garisnya tebel, bahkan kalau perlu batas garisnya timbul (itu tuh, kayak yg suka ada di toko mainan. Kalau nggak nemu atau males beli, kita bisa akalin dengan kasih glitter untuk batas2 gambarnya atau kalau glitter mahal, kasih lem terus kasih benang, ugh, sok kreatif deh saya). Terus anak juga bisa diminta untuk nebelin titik2 atau tracing (mmmmm, terjemahannya apa ya, menjejaki?) supaya lebih sensitif sama garis2 batas.

Di email lain, Mama Diva cerita bahwa keponakan tau2 aja bisa baca padahal nggak pernah distimulus apapun. Ini bisa banget terjadi. Banyak kemungkinan, misalnya dia ternyata memang pada dasarnya pandai sehingga bisa nangkep berbagai stimulus nggak langsung di sekitarnya, bisa juga selama ini 'cuma' diajarin ngebedain bentuk (padahal memang itu step yg bener) sehingga ketika diminta ngebedain bentuk huruf ya langsung bisa. Bisa juga, kalau nurutin Jeng Montessori, pengenalan baca ini pas banget di 'sensitive period'nya alias masa emas dia untuk belajar baca. Tiap anak punya masa sensitive period yg beda2 tipis, tapi kalau kita ngenalin sesuatu pas di masa tersebut, anak akan nangkep cepet sekali dibandingkan ketika dikenalin konsep tersebut tidak di masa yang pas.

Oya, saya mau share sedikit tentang permainan mengenalkan huruf & angka untuk anak balita yg sering saya lakukan untuk Stella (3 tahunan), putri saya yg aktif banget susah diajak duduk tenang. Bisa baca buku dan menunjuk tulisan pakai jari biar anak ngeh bahwa 'ada tulisan di buku!' dan dia tahu guna belajar membaca dan menulis (bisa memahami isi buku & dapet berbagai cerita menarik tanpa harus minta tolong bapak ibu). Sambil jalan2 kita sering tebak huruf ("Ibu lihat ada huruf a besar sekali, Stella liat nggak?"), cari rambu lalulintas ("Stella, ada huruf S dicoret! Itu artinya nggak boleh Stop" dengan huruf S di kata stop yg saya desiskan, gunanya biar dia ngeh ada hubungan antara huruf S dengan kata stop). Saya dan suami juga sering tanya huruf dan angka apa yang dia lihat di plat nomor mobil di depan kita, sambil mengajak dia berpikir kenapa ya ada plat nomor yg warna kuning ada yg hitam, dll. Kadang2 saya minta Stella untuk menelpon eyangnya, saya diktekan aja nomornya, dia yang pencet. Awal2nya pasti diawasi, daripada salah sambung, hihihihihihi, tapi sekarang dia bisa nelpon sendiri. Pas saya kerja ngetik di rumah, dia kan biasanya bawaannya pingin ngetik tuh hahahahaha, nah, ini jadi salah satu pilar utama saya ngenalin huruf deh (sambil memperlihatkan hubungan antara huruf besar dan huruf kecil). Saya berencana, mau menempelkan tulisan2 di beberapa benda supaya dia bisa mengenali bentuk tulisan (daripada belajar b-a-ba, Stella sampai saat ini nggak tahan, kita main langsung penerapan di dunia nyata aja deh), misalnya tulisan 'pintu' di pintu, dll. Oya, saya cuma pernah beliin satu mainan yg bentuknya huruf, itu tuh puzzle huruf, dia doyan juga. Tapi selebihnya, saya lebih suka ngenalin huruf dari dunia nyata, lebih asyik dan lebih murah :P

Alamak, panjang ya tulisanku. Aduh maaf ya Nakitaers, kalau udah semangat gini, suka lupa nyetop….

Nina




2006/5/31, Sekretaris Indogrosir Bandung
Siang Mbak Nina dan Nakitaers.......
Wah.. saya sangat tertarik nih sama tema ini.
Anak saya Diva ( 3 tahun 7 bulan ), udah bisa baca huruf abjad, kebisaan ini udah dari sejak dia umur 2 tahun. Cuma sayangnya saya salah ngajarinnya, yaitu dari huruf kapital bukan dari huruf kecil.
Sekarang saya mulai ngajarin dia baca, dan Alhamdulillah sedkit2 dia udah hafal huruf kecilnya walaupun rada susah. Juga dia udah bisa baca tapi yang bunyinya "a" aja, misalnya ma,na, ba, dst, dst. Cuma kalo udah pindah ke yang bunyinya i, kenapa ya ko dia kayaknya malas banget. Saya ajarin bi, ni, di, dst, ehh... dianya malah gak mau, tetep aja dia baca ba, na, da, dst.
Saya sih gak pernah paksa, kalo dia udah maunya gitu, ya udah .. tapi saya takut juga kalo dibiarin terus nanti jadi gak bisa2, nah kira2 gimana cara ngajarinnya ya, maksudnya biar dia tertarik sama huruf2 "i" ini, atau yang lainnya juga gitu, karena selain huruf "i" kan ada huruf konsonan lainnya.
Diva juga udah bisa nulis huruf2 walaupun belum sempurna, lucunya paling hobi dia nulis huruf Q, mungkin karena bentuknya yang bulat dan tinggal dikasih garis sedikit atau gimana, pokonya dia paling gemar dengan huruf Q, dan kalo dia udah nulis huruf itu dia suka liatin ke saya dan kayaknya bangga......... banget gitu lo. Cuma satu hal, kalo dia nulis suka terbalik, jadi misal nulis huruf A, nulisnya sih bener tapi kebalik gitu, jadi kayak huruf V tapi dikasih garis ditengah, jadi ya kalo dibalik bukunya sih memang bener itu huruf A, dan itu sangat2 sering dia lakukan. dan satu hal lagi kalo dia nulis gak pernah liat garis buku tulisnya, jadi dia nulis sembarang aja dimana, dan gedenya pun seperti apa gitu, apa memang mulanya seperti itu ya, kira2 cara ngarahinnya supaya rapih gitu gimana ya ?
Aduh maaf nih Mbak NIna dan nakitaers, curhatnya panjang. Mohon pencerahannya ya.
Sebelumnya terima kasih.

salam,
Mama Diva

Tuesday, October 31, 2006

Akibat Kurang Tidur

Banyak orang menganggap kurang tidur merupakan hal biasa padahal menurut sebuah penelitian dari Universitas Pennsylvannia, kekurangan tidur sama berbahaya dengan tidak tidur.

Para peneliti menemukan orang yang tidur hanya empat sampai enam jam per malam bereaksi lebih lambat dibanding mereka yang tidur selama delapan jam. Kondisi ini juga sama pada mereka yang tidak tidur selama dua malam walaupun mereka mengatakan tidak merasa lelah padahal ini adalah awal dari sebuah masalah.

Menurut penelitian orang dewasa membutuhkan tidur selama delapan jam dalam satu hari. Jumlah ini akan bervariasi dari satu orang ke orang lain tergantung jumlah kegiatan yang dilakukan.

Penelitian yang dilakukan pada 48 orang dewasa sehat yang berumur 21 sampai 38 tahun, usia dimana paling dikaitkan dengan kekurangan tidur akibat tuntutan pekerjaan.

Kekurangan tidur mungkin tidak terlalu berpengaruh pada penampilan rutinitas sepanjang hari namun dapat memicu masalah fisik seperti:

Obesitas: Tidur memegang peranan dalam kemampuan tubuh untuk mengeluarkan neurohormon karena ketika jumlah pengeluaran hormon menurun, kesempatan bertambah berat badan meningkat.

Tekanan darah: Tekanan darah secara alami akan turun selama tidur. Namun akibat kekurangan tidur dapat memicu hipertensi dan masalah kardiovaskular.

Diabetes: Kemampuan tubuh menggunakan insulin dapat terganggu akibat kekurangan tidur sehingga memicu diabetes.

Menurut National Sleep Foundation dalam sebuah polling tahun 2002 di Amerika ditemukan sebanyak 47 juta orang dewasa tidak mendapatkan jumlah minimal tidur yang mereka butuhkan setiap malam.

Naah...jangan sepelekan istirahat ya..Mari kita coba atur porsi bekerja dan istirahat kita sebaik mungkin agar terhindar dari penyakit di kemudian hari.

Info: Unknown milist

Friday, October 27, 2006

Jangan Remehkan Rasa Sakit Seperti Maag

www.fajar.co. id

Rajiman (44 tahun) kerap menderita rasa sakit di bagian ulu hatinya. Derita yang mirip sakit maag ini bahkan telah dirasakannya sekitar 20 tahun. Pemeriksaan ke dokter dan pemantauan lewat USG (ultrasonografi) tak pernah menemukan penyebab keluhannya. Ketika rasa sakit kembali menderanya, bedah laparoskopi pun menunjukkan, Ia ternyata menderita cholecystitis (radang empedu).

Menurut ketua SMF Bedah Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dr HM Jisdan Bambang Yulianto, SpB, penyakit radang empedu ini memang tidak terdiagnosa karena kantong empedunya sudah terbungkus oleh omentum (salah satu bangunan di dalam rongga perut). Hal itu baru diketahui saat laparoskopi bahwa omentum menumpuk di kantong empedu dan lengket di sela-sela liver kanan maupun kiri. Mau tak mau, saat itu juga diputuskan untuk dilakukan pengangkatan kantong empedu dengan operasi laparoskopi.

Sang pengemulsi lemak

Jisdan mengatakan, pada prinsipnya kantong empedu adalah kantong yang dipakai untuk menampung cairan empedu yang berupa garam empedu dan lemak. Garam empedu itu dibutuhkan untuk membantu sistem pertahanan tubuh yang dikenal sebagai keseimbangan asam basa. Selain itu juga di dalam kantong empedu ada ekstrak empedu yang dipakai untuk mengemulsi lemak. Pada keadaan tertentu, akibat kesalahan makan dengan lemak yang berlebihan dan kadang disertai kuman yang masuk, maka terjadi proses pengendapan dari ekstrak lemak. Kemudian bisa menimbulkan permasalahan berupa pembentukan inti batu empedu (cholelithiasis) . Cholelithiasis ini bisa menimbulkan peradangan empedu (cholecystitis) . Sebaliknya, cholecystitis bisa menimbulkan batu empedu.

Jisdan mengakui, cholecystitis memang kadang sulit diketahui dan keluhan subyektifnya memang hampir sama dengan sakit maag atau keluhan ''masuk angin'' biasa. Kecuali bila cholecystitis ini telah menimbulkan permasalahan yang spesifik, seperti kulit kuning, dan terbentuk batu empedu (cholelithiasis) yang menyumbat total di saluran empedu. Karena hal itu akan menimbulkan rasa ''sebah'' di perut seperti maag disertai nyeri di ujung tulang belikat atau titik boas, kata ahli bedah laparoskopi ini. Nyeri di titik boas itu merupakan salah satu ciri khas penyakit gangguan empedu. Untuk lebih jelasnya, bisa dilkakukan pemeriksaan dengan USG.

Selanjutnya Jisdan mengatakan, apabila terjadi peradangan, empedu terus-menerus akan membengkak. Empedu akhirnya tidak bisa memproduksi sesuai dengan kapasitasnya yang seharusnya dan berisiko menimbulkan kebocoran empedu. Apabila peradangan cukup berat akan mengakibatkan perlengketan di beberapa tempat, terutama di liver dan usus besar. Hal itu yang paling banyak terjadi.

Kalau radang empedunya berlanjut dan meradang di dekat liver, maka akan menimbulkan nyeri di pundak (kerr). Nyeri di pundak terjadi karena ada peradangan yang melibatkan saraf di diafragma (sekat rongga badan). Itu berarti sudah ada peradangan yang melewati pada dinding kantong empedu dan ini sudah komplikasi. Nyerinya bisa kanan maupun kiri dan hilang-timbul. Makin lama rasa sakit ini semakin berat dan akhirnya nyeri menetap. Jika batu empedu cukup banyak, maka sebagian batu empedu ini bisa masuk ke saluran empedu --yang menghubungkan liver dengan usus 12 jari. Maka, sumbatan pun bisa terjadi.

Bila penderita mengalami sumbatan itu, maka warna kulit menjadi kuning dan kelopak mata menjadi kuning. Pada kondisi itu orang bisa mengalami komplikasi yang buruk lagi sampai terjadi komplikasi di otaknya. ''Itu yang dikenal dengan keracunan bilirubin,'' tutur dia.

Pada mereka yang kebetulan ditemukan dengan komplikasi, kadang komplikasi berupa terbentuknya tumor. Peradangan di empedu yang disebabkan oleh tumor, kadang karena adanya penyempitan, atau polip di empedu. Terbentuknya tumor ini biasanya terjadi pada orang yang memang punya bakat tumor. Di luar kasus itu ada kasus empedu yang membengkak disebabkan oleh tumor di pankreas, dan operasinya sangat rumit, jelas Jisdan. Karena itu, kata dia, apabila seseorang mengalami peradangan di kantong empedu, sebaiknya harus diangkat kantong empedunya. ''Sehingga cepat atau lambat akan menimbulkan masalah sakit perut yang kambuh-kambuhan, pembentukan batu yang makin banyak,'' saran dia. Namun demikian, ia menambahkan, kalau radang empedu tidak menimbulkan risiko yang berlebihan atau komplikasi yang tidak mengancam jiwanya, maka bisa meredakan peradangan dengan obat dulu. Kalau radangnya sudah reda, baru dilakukan tindakan operasi laparoskopi.

Hindari lemak

Jisdan mengakui, sebetulnya mencegah cholecystitis dan cholelithiasis tidak mudah. Namun, karena ini salah satu bagian dari sistem pencernaan, maka sebaiknya menjaga makanan yaitu jangan makanan dengan kadar lemak tinggi.

''Apalagi kita hidup di daerah tropis, sehingga lemak itu hanya dibutuhkan minimal sekali,''tuturnya. Alkohol juga akan memicu permasalahan- permasalahan di empedunya, karena itu sebaiknya dihindari minum alkohol. Selain itu juga sebaiknya makan makanan yang tidak terkontaminasi kuman. Karena kuman akan masuk ke dalam pencernaan bersama makanan.

Radang empedu maupun batu empedu ini lebih banyak diderita oleh perempuan dibandingkan laki-laki yaitu 1 dibanding 2 atau 3.

Yang paling banyak menderita penyakit tersebut adalah mereka yang empat F yaitu Fat, Forty, Fertile, dan Female. Dengan kata lain, mereka yang beresiko adalah orang yang gemuk, berusia di atas 40 tahun, subur, dan kebanyakan wanita.

''Dengan diangkatnya kantong empedu Insya Allah tidak masalah, karena kantong empedu ini hanya reservoir, bukan pembentuk utama. Fungsi kantong empedu ini nantinya akan dikompensasi oleh alat-alat tubuh yang lain yang bisa memberikan support dalam proses pencernaan, misalnya di saluran empedu,''tutur Jisdan.

Penderita yang sudah diangkat kantong empedunya harus menghindari makanan yang berkadar lemak. Karena makanan berlemak tersebut akan menimbulkan rasa nyeri di ulu hati. Pada enam bulan pertama setelah dilakukan pengangkatan kantong empedu, kadang muncul rasa nyeri di ulu hati, spalagi bila penderita makan makanan berlemak.

Tetapi bersama berjalannya waktu, sesudah tubuh melakukan kompensasi-kompensa si secara alamiah, rasa nyeri tersebut akan hilang sendiri,''jelas Jisdan.

Ikhtisar
Jika merasakan sakit di perut seperti maag dan mengalami rasa nyeri di titik boas (enthong), ada kemungkinan Anda mengalami gangguan empedu. (nri )