Friday, December 8, 2006

Seks Yang Aman Selama Kehamilan

Selain perubahan fisik, wanita yang sedang hamil biasanya memiliki perubahan kebutuhan akan perhatian dan keintiman dalam hubungan dengan pasangannya. Dari sisi emosianal, wanita hamil lebih sensitif, dan keintiman sudah bisa mereka rasakan lewat sentuhan atau sekedar bicara berdua dengan pasangan di tempat tidur sambil berpegangan tangan, meski begitu hubungan seks sama sekali tidak dilarang selama masa kehamilan.

Berikut rambu-rambu yang perlu Anda ketahui untuk melakukan seks yang aman ketika hamil :

- Posisi woman on top atau menyamping adalah posisi yang nyaman untuk wanita hamil.

- Sebelum melakukan penetrasi yang dalam, yang harus diutamakan adalah kenyamanan dan kebebasan ibu hamil.

- Penggunaan benda asing di sekitar vagina atau alat bantu seks, sebisa mungkin dihindari.

- Rasa pengertian, empati, kreatifitas dan humor adalah aspek yang sebaiknya ada ketika melakukan hubungan seksual pada saat kehamilan.

- Kapan pun, ibu hamil berhak mengatakan ’Tidak’

- Jika kehamilannya memiliki resiko tinggi, penetrasi dan orgasme sebaiknya dihindari sampai dokter menyatakan aman. Rangsangan melalui puting juga harus dihindari pada kondisi kehamilan seperti ini.

- Hindari penetrasi jika air ketuban bocor atau pecah.

- Kontak seksual dalam bentuk apa pun harus dihindari jika ibu hamil atau pasangannya telah terkontaminasi atau terkena virus HIV. Gunakan kondom jika memang tetap ingin melakukan aktivitas seksual.

Sumber : KCM

Monday, December 4, 2006

Mo nanya, Hamil boleh pijet kan??

Arlita Soedjito Mon, 04 Dec 2006 00:34:29 -0800

1.
Gak apa-apa asal jangan di daerah Rahim/perut, usahakan dg org yg bener2 ngerti biar gak asal pijat, jangan yg pijat refleksi krn kalo di telapak kaki byk juga urat2 yg berhubungan dg rahim.

2. trisemester pertama harus hati2 juga deh aku pernah pas hamil kedua (10 minggu) PP ke Semarang naik pesawat, pas sampai JKT sempet flek terus ke DSOG dan blio bilang bisa aja pengaruh dr naik pesawat ini Cuma penyebabnya apa aku lupa mbak Sorry kalo gak byk membantu


----- Original Message ----- From: "Niken Ariati" Moms,

Mo nanya nih, (setelah enam tahun ndak hamil lagi..jadi lupa semua
deh..)

1. hamil itu masih boleh pijet (sama mbok-mbok pijet ) kan?


2. Berhubung saya pernah keguguran, kata dokter selama 3 bulan
pertama, saya nggak boleh pergi-pergi naik pesawat, katanya beresiko..kira-kira resikonya apa ya?? bukannya yang ngak boleh itu kalo lagi hamil tua??

Tengkyu buat jawabannya ya...

Tuesday, November 28, 2006

Pola Makan Yang Baik, Cegah Diabetes

DIABETES Mellitus atau kerap disebut kencing manis dapat diartikan terdapatnya glukosa dalam air kencing seseorang. Hal itu terjadi karena glukosa dalam darah tidak dapat dicerna tubuh, karena tubuh kekurangan insulin.

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan upaya penanganan yang tepat dan serius. Apabila tidak dilakukan penanganan secara cermat, dampak dari penyakit tersebut dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit serius lainnya, di antaranya, jantung, stroke, disfungsi ereksi, gagal ginjal, dan kerusakan system syaraf.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita Diabetes Mellitusnya terbanyak setelah India, China, Uni Sovyet, Jepang, dan Brasil. Tercatat pada tahun 1995, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 5 juta dengan peningkatan sebanyak 230.000 pasien diabetes pertahunnya, sehingga pada tahun 2005 diperkirakan akan mencapai 12 juta penderita.

Untuk diketahui, terdapat dua tipe Diabetes, yaitu, Diabetes Tipe I (IDDM/ tergantung insulin) dan Diabetes Tipe II (NIDDM/ tidak tergantung insulin)

Gejala - Gejala Diabetes

Gejala diabetes tipe I muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak (di bawah 20 tahun), sebagai akibat dari adanya kelainan genetika, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan baik.

Antara lain :
- Berat badan menurun
- Kelelahan
- Penglihatan kabur
- Sering buang air kecil
- Terus menerus lapar dan haus
- Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni

Gejala-gejala diabetes tipe II muncul secara perlahan-lahan sampai menjadi gangguan yang jelas, dan pada tahap permulaannya sama seperti gejala diabetes tipe I.

Penyebab Diabetes

Saat ini, faktor utama munculnya penyakit diabetes berkaitan langsung dengan pola hidup masyarakat. Konsumsi makanan yang tidak seimbang serta kurangnya aktivitas fisik dapat memicu timbulnya penyakit kencing manis.

Disamping itu, adanya stress, kelainan genetika, usia yang semakin lama semakin tua dapat pula menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit diabetes.

Pencegahan Diabetes

Penyakit ini dapat dicegah dengan merubah pola makan yang seimbang. Kurangi makanan yang banyak mengandung protein, lemak, gula, dan garam. Perbanyak melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Diantaranya, berenang, bersepeda, jogging, jalan cepat, serta rajin memeriksakan kadar gula urine setiap tahun.

Cara Mengatasi Diabetes

Kalau sudah positif diabetes, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan ikuti anjuran dokter dengan penuh disiplin. Selain itu, perlu melakukan diet, karena diet merupakan langkah awal dari usaha untuk mengendalikan diabetes. Namun, sebaiknya ketika melakukan diet, perlu juga dibarengi dengan olah raga secara teratur. Tidak kalah pentingnya, lakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar gula diabetes, yang merupakan suatu gangguan kelainan kadar gula darah karena rusaknya sel beta pancreas, sehingga perlu dikontrol dengan cermat.

Sumber : (p21)
[Info Nutrisi]

Sunday, November 26, 2006

Suntik ILA..?? untuk mempercepat proses persalinan

priscaw

Tue, 06 Jun 2006 20:22:12 -0700

Dear P'Haris,

saya cuma mau sharing wkt dulu melahirkan anak ke-2, tapi maaf saya ngak familiar ttg suntik ILA. Berhubung kejadiannya 5thn yll, maaf saya juga lupa nama obat utk mempercepat proses persalinannya. Wkt kehamilan anak ke-2, seharusnya hari senin depannya kontrol ke dokter lagi dan wkt itu seharusnya sdh wktnya mules, tapi kok anteng2 aja meski udah mulai lewat wktnya, rada khawatir juga, sehingga suami cepat mengambil keputusan utk tdk tunggu hari kontrol "senin" dpn itu, dan segera sabtunya kontrol kehamilan.

Kami ceritakan kekhawatiran ke dokter, dan ternyata stlh dicek dalam memang harusnya sdh wktnya persalinan tp krn tdk mulas2, shg dokter memberikan resep obat mulas utk dimasukkan ke lubang vagina (cuma 1 bh btknya spt kapsul lonjong yg spt obat keputihan) dan dtg kembali sabtu sorenya utk pemasukan obat tsb. Ternyata ngak ada 2 jam stlh pemasukan obat mulas di lubang vagina tsb, saya mengalami mulas, dan stlh dibawa ke rumah sakit, ternyata sdh pembukaan ke-5 dan proses sampai kelahiran tdk lama dan rasa sakitpun normal spt sakit melahirkan yg lain dan rasanya sesdh itu beda dg rasa melahirkan dg caesar lho, pak.

Anyway, keputusan utk cepat kontrol kembali dan menanyakan kpd dokter sungguh tepat wkt itu, krn ternyata setlh anak lahir, baru ketahuan air ketuban saya sdh hijau. Kl kelamaan lagi.........

Well, pak Haris, ada sharing teman saya use suntik anti sakit wkt melahirkan, ternyata juga tetap rasa sakit meski tdk terlalu sakit biasanya tanpa suntikan, tp rasa sakit itu cepat kok berlalunya, buat apa buang uang kecuali memang dijamin tdk ada rasa sakit sama sekali?!?!? itu menurut saya lho, pak.

Percepetan persalinan juga dipengaruhi bentuk rahim dan letak bayi terakhir dll., spt ada yg inform kl lingkar pinggul besar biasanya mudah melahirkan, tp kl kondisi bayi terlilit usus or else yah bayi juga tdk bisa keluar.

Semoga membantu
Pris.







Kalo saya gak tau dan belum pernah dengar tentang suntik ILA, Alhamdulillah dulu sewaktu ngelahirin normal gak pake apa2. Kalo memang suntikan itu untuk mengurangi rasa sakit, ya yang namanya ngelahirin pasti sakit sih dan mengenai prosesnya yang lama, kan setiap orang ada bawaannya masing2. Memang sih kalo anak pertama emang suka rada lama prosesnya , tapi kalo anak yang kedua katanya sih agak cepetan daripada anak pertama.

Btw ini kelahiran anak yang keberapa Pak ?
Menurut saya sih mendingan yang alami aja Pak, kecuali kalo ada masalah. Atau mungkin nakitaers punya opini yang lain ? Semoga istri Bapak melahirkan dengan lancar dan anak serta ibunya sehat ya.


salam,
Mama Diva

----- Original Message -----
From: A. Haris A
To: milis-nakita List Member
Sent: Sunday, June 04, 2006 8:45 PM
Subject: [***SPAM*** Score/Req: 05.06/05.00] [milis-nakita] Suntik ILA..??
untuk mempercepat proses persalinan {01}

Dear All member..
Kami sedang menanti saat-saat kelahiran anak kami.

Dokter kami ada tawarkan untuk menggunakan suntik ILA (betul gak tulisannya), pada bukaan kelima, nanti di Suntik untuk mempercepat proses kelahiran dan mengurangi rasa sakit.

Yang kami ingin tanyakan apakah memang benar, bisa mengurangi rasa sakit dan apa plus minusnya...?? resiko buat Istri saya atau calon bayi saya.

Terima kasih atas informasinya.
Salam,
Haris

Friday, November 17, 2006

Rebutan Mainan

Sumber: Ibu-ibu DI

Tanya

Ada yang mau aku tanyakan. Bagaimana ya mengajarkan anak umur 4 tahun untuk tidak rebutan mainan sama teman-temannya ? Sebenarnya anakku sudah mengerti soal berbagi. Dengan anak yang lebih kecil cenderung mengalah, pengertian pokoknya. Tapi kalau sama per groups, kadang suka rebutan juga. Tidak selalu terkadang suka dipicu oleh temannya yang tiba-tiba ingin main mainan yang dipegangnya. Akhirnya rebutan. Bagaimana ya caranya memberi pengertian sama mereka? Peraturannya seperti apa yang biasanya ibu-ibu terapkan ke anak-anak? Aku biasanya bilang kalau temanmu sedang main dengan mainan tertentu, kamu harus menunggu sampai temanmu selesai bermain atau tanya ke temanmu kalau bisa bermain bersama. Nah kadang dia situasinya terbalik, temannya yang tidak sabar menunggu. Jadi, apa yang sebaiknya pengertian yang aku kasih ke anakku itu kalau kebetulan ada temannya yang mau mainan yang dipegang anakku. Karena akhirnya rebutan lagi. Jadi bagaimana mengajarkan soal berbagi yang baik? Jangan-jangan selama ini pengertianku salah. Tapi di sisi lain berbagi itu tidak berarti harus terus mengalah. Ada tips tidak bu? Terima kasih [DA]

Jawab

Aku pernah diskusi dengan temanku tentang hal ini. Dia punya saran yang menurutku menarik juga. Mainan yang hanya satu itu bisa dimainkan secara bergantian. Beri batas waktu untuk tiap anak, misalnya hanya boleh pegang 5 menit terus berikan ke kita dulu baru kemudian kita berikan ke temannya. Begitu terus sampai semua kebagian. Cara ini harus disosialisasikan terlebih dahulu pada anak-anak yang terlibat. Dengan begitu diharapkan bisa mengurangi keributan. Kenapa tidak langsung diberikan ke temannya, karena kalau begitu, si pemegang mainan nanti tidak rela untuk berbagi. Tapi kalau diberikan ke kita dulu, dia akan merasa, Ok saya akan bermain lebih dulu. Memang tidak bisa sekali langsung manjur ya, harus dibiasakan juga. Jadi setiap kali bermain dengan anak kita aturan ini berlaku, sehingga lama-lama anak akan memahami artinya berbagi. Mudah-mudahan membantu ya. [Ann]

Benar sekali, manjur di anak-anakku. Mereka jadi tahu berapa lama menunggu & berapa lama dia boleh main dengan benda itu. Ya, karena mereka masih kecil, masih belum ngeh juga 5 menit itu batasnya berapa, kita yang harus ingatkan. Tapi sedikit-sedikit mereka pada akhirnya mengerti, mungkin karena aku memang pakai patokan waktu itu untuk banyak proses negosiasi. Misalnya, ketika pulang sekolah anakku yang sulung tidak mau langsung makan, aku bilang oke, 5 menit lagi makannya (kadang dia nawar jadi 10 menit ;-)). Begitu juga kalau disuruh tidur siang, mandi, bereskan mainan, main sebelum tidur malam, dan lain-lain, pokoknya kalau dia tidak mau saat itu juga mengerjakan apa yang aku suruh, aku bilang 5 menit ya, sejauh ini dia setuju saja, alhamdulillah, jadi aku juga tidak stress [MM]

Wah, sama mbak MM, aku juga sering pakai metode 5 menit ini kalau tawar menawar sama Pasha. Malah kadang dianya sendiri yang suka begitu ke aku. Misalnya, kita mau pergi, terus dia mau main ke rumah kakak iparku di sebelah, kalau aku bilang jangan, pasti dia bilang, 5 menit saja mah..padahal dia juga belum tahu 5 menit itu berapa lama. Tapi kalau soal berbagi mainan, aku malah tidak pernah pakai cara batas waktu seperti itu. Kalau buat anakku yang besar, lebih manjur diomongi baik-baik, soalnya dia gengsinya tinggi sekali, kalau terlalu diatur atau dipaksa malah tambah kekeh sama pendiriannya. Misalnya, kalau dia lagi pelit, tidak mau berbagi mainan, aku bilang, kalau sekarang kamu tidak mau pinjamkan mainan kamu, nanti lain kali kalau Sasi punya mainan baru, kamu tidak dipinjami juga lho... Nah, secara dia paling senang melihat mainan baru, khawatir juga bakal tidak dipinjamkan, jadi, biasanya pada akhirnya dia dengan sukarela meminjamkan mainannya [Rn]