Saturday, October 22, 2011

Apakah Penyebab Timbulnya Kista ?

Kista ovarium (indung telur) secara umum disebabkan karena penimbunan cairan pada indung telur itu sendiri. Pada beberapa kasus penimbunan cairan itu berhenti dengan sendirinya, sehingga kista yang diderita tidak bertambah besar.

Sementara pada beberapa kasus-kasus lain, penimbunan cairan terjadi terus menerus sehingga kista yang timbul semakin lama semakin membesar. Kandungan cairan dari kista itu sendiri juga harus diperhatikan sehingga “folow-up” terhadap kista tersebut sangat penting dilakukan. Semua wanita dengan alat reproduksi yang normal (rahim dan indung telur) dapat terkena penyakit seperti mioma pada rahim dan kista pada indung telur.

Kadar sel darah putih yang tinggi menandakan terdapatnya infeksi, dan bila hasil pemeriksaan laboratorium tersebut digabungan dengan keluhan yang dirasakan seperti pedih saat buang air kecil, sangat dimungkinkan Mbak Risti menderita infeksi saluran kemih, dalam hal ini perlu dilakukan pemeriksaan fisik lanjutan tentunya.

Penyakit tersebut dapat timbul kembali walaupun mioma atau kista tersebut sudah pernah ditangani/ dioperasi. Khususnya terkait dengan kondisi yang dialami oleh Mbak Risti, akan lebih baik bila dilakukan konsultasi langsung kedokter spesialis kandungan serta kebidanan agar dapat mengatasi masalah yang muncul serta memberikan arahan tindakan terkait.

Pola hidup yang baik seperti makan teratur dengan jenis makanan yang sehat, asupan minum air putih sesuai, berolahraga serta istirahat yang cukup dan menjaga kebersihan atas organ-organ reproduksi dapat membantu dalam menjaga kesehatan.

Friday, October 21, 2011

Konsumsi 2 Porsi Cherri dapat Mengobati Asam Urat

Penyakit Asam urat terjadi karena meningkatnya kadar asam urat dalam darah atau disebut Hiperurisemia. Memang sangat menyiksa, ibu saya dulu pernah mengalami, dimana sendi-sendi jari tangan katanya sangat sakit dan nyeri. Faktor pola makan biasanya merupakan faktor utama yang mempengaruhinya. Penelitian-penelitian juga berusaha dilakukan untuk mencari bahan-bahan yang dapat mencegah atau mengobati Asam Urat.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Universitas California bekerjasama dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat tentang konsumsi Cherri dengan penurunan plasma asam urat dalam darah. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal Nutrition pada edisi Juni 2003.

Mereka meneliti 10 orang wanita, yang berusia 22-40 tahun dan  diminta untuk mengkonsumsi 2 porsi (280 gr) Bing Sweet cherri  setelah makan malam. Cherri harus dimakan sekaligus dalam waktu maksimal 10 menit. Darah dan urin diambil sebelum mengkonsumsi Cherri dan 1.5  , 3, 5 jam setelah mengkonsumsi Cherri. Komponen yang dianalisis meliputi plasma urat, antioksidan serta inflammatory markers.


Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi Cherri akan menurunkan plasma urat 5 jam setelah konsumsi. Kadar plasma awal rata-rata 214 ± 13 µmol/L, setelah konsumsi Cherri menjadi 183 ±15 µmol/L.

Cherries have an unique reputation for providing anti-gout and anti-inflammatory benefits. Data from the present study cannot definitively establish the mechanism whereby cherry consumption lowers plasma urate. Plasma urate is largely reabsorbed in the renal tubules after glomerular filtration, whereas plasma creatinine is cleared
without reabsorption. The observed postdose increase in urinary urate per unit creatinine excretion and the decrease in plasma creatinine suggest that cherries may exert their uratelowering effect by increasing the rate of renal glomerular filtration and/or reducing tubular reabsorption.


The vitamin C content of the cherries was solely as dehydroascorbic acid, but postdose increases in plasma ascorbic acid indicated that dehydroascorbic acid in fruits
is bioavailable as vitamin C. The decrease in plasma urate after cherry consumption supports the reputed anti-gout efficacy of cherries.


Cherri mempunyai reputasi unik sebagai anti-gout dan anti-inflammatory. Cherri mengandung banyak Vitamin C berupa dehydroascorbic acid . Penurunan plasma urat setelah mengkonsumsi Cherri membuktikan kemampuan Cherri sebagai anti-gout.

Di dalam proses metabolisme tubuh, Plasma urat akan diabsorbsi kembali dalam tubulus ginjal setelah penyaringan oleh Glomerulus. Cherri akan meningkatkan jumlah yang dapat disaring oleh Glomerulus dan atau menurunkan jumlah yang diabsorsi kembali oleh tubulus ginjal, sehingga kadar plasma urat dalam darah menjadi berkurang.

Mungkin bisa dicoba tuh, bagi para penderita Asam Urat untuk rajin mengkonsumsi Cherri 2 porsi (280 gr) per hari setelah makan malam agar kadar plasma urat dalam darahnya berkurang. Walaupun bukan merupakan buah asli Indonesia, Cherri sekarang sudah banyak juga yang dijual di Supermarket di Indonesia.






Cara Agar Kakak Sayang Pada Adiknya



Meredam api cemburu kakak pada adik butuh kesabaran ekstra. Bila Ibu tidak tepat menangani, kecemburuan bisa jadi makin menjadi.

Simak beberapa tip menumbuhkan rasa cinta kakak kepada adiknya, seperti dijelaskan Jovita Maria Ferliana, M.Psi dari Rumah Sakit Royal Taruma beriku ini:

1. Jangan pernah meninggalkan kakak dan adik tanpa pengawasan. Karena mungkin kakak tidak bermaksud jahat atau menyakiti adiknya. Bisa jadi sang kakak meniru, misalnya kakak sedang melihat Tom dan Jerry saling memukul dan sebagainya, lalu kakak melakukannya kepada si adik. Dan kakak masih belum tahu seberapa besar batas kekerasan terhadap si adik yang masih kecil. Sehingga, kakak belum tahu apakah tindakan tersebut berbahaya ataupun tidak terhadap adiknya.

2. Tidak membebankan tanggung jawab secara berlebihan kepada si kakak yang baru berusia 3 tahun, seperti menyuruhnya membantu menyuapi sang adik lalu meninggalkannya atau menyuruhnya menggantikan popok sang adik. Karena ia belum cukup umur dan belum memahami apakah tindakannya benar atau salah.

3. Melatih kakak untuk sayang dengan melibatkan semua aktivitas sehari-hari bersama-sama dimana melibatkan si kakak dan si adik. Misalnya ketika makan, Ibu menyuapi kakak, adik kecil ikut di sebelahnya sambil bercerita bahwa menu kakak hari ini adalah salah satu menu kesukaannya.

Dan kakak pun ikut berbincang dengan sang adik. Ibu menemani kakak membuat PR dan adik sambil digendong oleh Ibu atau diletakkan di sebelahnya. Tak ada salahnya juga ajak kakak untuk bercerita kepada adik tentang bagaimana kegiatan di sekolahnya, bila si kakak sudah berusia sekolah.

4. Ibu jangan langsung dengan mudah melabelkan si kakak dengan sebutan nakal atau tidak mengerti dengan si adik. Dengan si kakak bersikap terkadang sayang namun terkadang suka membuat menangis adiknya lebih dikarenakan dia belum tahu dan mengerti tindakannya itu membuat orang lain merasa sakit. Dia belum tahu tindakan menyubit atau meremas tangan adiknya adalah berbahaya dan menyakiti.

5. Mintalah bantuan kepada suami atau pengasuh. Jangan sungkan untuk memintanya karena kakak memang harus tetap dinomorsatukan pada semua aktivitasnya. Dan bila tiba-tiba si adik memerlukan Ibu, sedangkan Ibu sedang membantu si kakak, mintalah bantuan kepada pengasuh atau suami untuk menangai adik. Sedangkan Ibu tetap membantu si kakak. Dengan demikian kakak tidak akan merasa dinomorduakan.

6. Ketika Ibu sedang bersama adik, hindari membuat tindakan kakak merasa seperti diasingkan. Misalnya ketika Ibu sedang ‘meninabobokan’ adik dan kakak berada di sebelahnya, janganlah Ibu mengusirnya karena takut si kecil tertindih oleh kakak atau merasa takut kebisingan. Ajaklah kakak untuk turut menemani adik dengan mengajaknya mengelus lembut bagian tangan atau kepala si adik. Dengan begitu ia merasa ikut kebersamaan antara Ibu dan adik.

7. Tetap melakukan semua aktivitas yang sama seperti saat Ibu belum melahirkan si adik. Misalnya, pagi hari Ibu membuatkan roti isi dan susu untuk kakak serta mengantarkannya ke sekolah, maka hendaknya kegiatan ini terus dilakukan walau ada si adik bayi sehingga ia akan merasa kehadiran sang adik tidak merampas perhatian Ibu dari dirinya.Semoga bermanfaat

Thursday, October 20, 2011

Usia Menikah dan Jumlah Anak Mempengaruhi Kejadian Kanker Leher Rahim ( Kanker Serviks)

Salah satu jenis kanker yang angka kematiannya tinggi adalah kanker leher rahim (Kanker Serviks). Setiap tahun di dunia diperkirakan terjadi sekitar 500.000 kejadian Kanker leher rahim (kanker serviks) baru dan 250.000  kematian tiap tahunnya, dimana sekitar 80 % terjadi di negara-negara berkembang.
Sebuah penelitian tentang beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker leher rahim (kanker serviks) di RSUD Prof. Dr.Margono Soekarjo Purwokerto telah dilakukan. Penelitian ini  dilakukan oleh Nurwathon Aulia dkk dan dimuat di Jurnal Kesmas Indonesia Volume 02 (02) Juli 2009.

Metode penelitian menggunakan rancangan kasus kontrol, dimana populasi studi dibagi 2 kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Populasi kasus adalah semua penderita yang didiagnosis menderita kanker leher rahim melalui pemeriksaan pap smears di RSUD  Prof. Dr.Margono Soekarjo dari bulan Juni-Nopember 2008 yaitu sebanyak 126 orang. Populasi kontrol adalah pasien yang menjalani pap smears tapi dinyatakan tidak menderita kanker leher rahim. Variabel yang diamati meliputi pendidikan, usia menikah, paritas (jumlah anak) dan kontrasepsi oral.

Setelah data yang terkumpul dilakukan uji analisis secara statistik ditemukan 3 variabel utama yang paling berpengaruh terhadap kejadian kanker leher rahim, yaitu pendidikan, usia menikah dan jumlah anak (paritas). Wanita yang berpendidikan dasar mempunyai risiko 4,05 kali lebih besar terkena kanker leher rahim dibanding wanita berpendidikan lanjut. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dalam mengatur banyaknya jumlah anak dan jarak kelahiran, serta dapat mengakses informasi kesehatan lebih banyak.

Usia menikah mempunyai nilai Odds Ratio 4,42 , yang berarti wanita yang menikah pada usia dibawah atau sama dengan 20 tahun mempunyai risiko 4,42 kali terkena kanker leher rahim dibanding yang menikah diatas usia lebih dari 20 tahun. Wanita yang menikah usia muda maka akan mulai melakukan hubungan seksual pada usia muda juga. Sementara sel-sel leher rahim yang sedang berkembang belum matang dan masih rentan terhadap rangsangan dari luar termasuk zat kimia yang dibawa oleh sperma. Selain itu juga karena kurang menjaga kebersihan alat reproduksi sehingga bakteri patogen di vagina tambah banyak dan menyebabkan timbulnya suatu penyakit.

Adapun wanita yang mempunyai Paritas lebih dari 4 akan mempunyai risiko 6,62 kali lebih besar terkena kanker leher rahim dibanding yang mempunyai anak kurang dari 4. Paritas dihitung semua riwayat kehamilan, baik yang lahir jadi anak atau yang pernah mengalami keguguran. Makin banyak anak maka makin tinggi risiko terkena kanker leher rahim, apalagi bila jarak persalinan terlampau dekat. Hal ini bisa disebabkan karena terjadi perlukaan pada leher rahim selama persalinan, pengaruh hormonal selama kehamilan atau perubahan-perubahan pada epitel leher rahim berbentuk silindris yang akan sangat banyak mengalami perubahan pada wanita yang sering melahirkan.

Analisis lanjut menemukan bahwa variabel paritas yang paling berpengaruh terhadap kejadian kanker leher rahim. Oleh karena itu dianjurkan bagi para wanita untuk membatasi jumlah anak dan mengatur jarak kelahiran untuk meminimalkan risiko terjadinya kanker leher rahim.




Wednesday, October 19, 2011

Kenali Gagal Ginjal Kronis

Kadang kita kurang perhatian dan peduli dengan organ-organ yang ada di dalam tubuh kita, kita lebih sering lebih memperhatikan penampilan luar saja. Padahal organ-organ tersebut sudah bekerja keras supaya kita bisa tetap hidup dan menjalankan aktivitas secara normal. Salah satu organ penting dalam tubuh kita adalah Ginjal.

Fungsi dari ginjal adalah menyaring darah, menghasilkan hormon, menjaga keseimbangan asam basa, dan sebagainya. Kerja organ ini dapat terganggu oleh berbagai hal yang akan memicu penyakit ginjal, mulai dari infeksi hingga pada tidak berfungsinya ginjal atau yang biasa kita sebut gagal ginjal.

Gagal ginjal kronis atau yang dalam bahasa inggris disebut: chronic kidney disease, (CKD) adalah proses kerusakan pada ginjal dengan rentang waktu lebih dari 3 bulan. CKD dapat menimbulkan simtoma berupa laju filtrasi glomerular di bawah 60 mL/men/1.73 m2, atau di atas nilai tersebut namun disertai dengan kelainan sedimen urin. Adanya batu ginjal juga dapat menjadi indikasi CKD pada penderita kelainan bawaan seperti hiperoksaluria dan sistinuria.

Jika fungsi ginjal terganggu maka kemampuan menyaring zat sisa dapat terganggu dan terjadi penumpukan dalam darah sehingga dapat menimbulkan berbagai manifestasi gangguan terhadap tubuh.

Gejala Gagal Ginjal Kronis
Ini adalah gejala-gejala awal yang perlu kita waspadai:

-  Kencing terasa kurang dibandingkan dengan kebiasaan sebelumnya.

-    Kencing berubah warna, berbusa, atau sering bangun malam untuk kencing.

-    Sering bengkak di kaki, pergelangan, tangan, dan muka. Antara lain karena ginjal tidak bisa membuang air yang berlebih.

-    Lekas capai atau lemah, akibat kotoran tidak bisa dibuang oleh ginjal.

-    Sesak napas, akibat air mengumpul di paru-paru. Keadaan ini sering disalahartikan sebagai asma atau kegagalan jantung.

-     Napas bau karena adanya kotoran yang mengumpul di rongga mulut.

-     Rasa pegal di punggung.

-     Gatal-gatal, utamanya di kaki.

-     Kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah.

Adapun apabila diperiksa dengan tes urin, nilai Glomerulo Filtration Rate (GFR) atau Tes Kliren Kreatin (TKK) < 25 ml/menit.


Penanganan makannya adalah diberikan Diet Rendah Protein