Showing posts with label bahaya merokok. Show all posts
Showing posts with label bahaya merokok. Show all posts
Saturday, April 21, 2012
Tips Menjaga Kebugaran dan Kesehatan
Menjaga kesehatan adalah sangat penting, tidak peduli anda sekarang usia berapa, karena kita perlu menjaga kebugaran dan kesehatanu tubuh kita. Nah untuk memulai menjaga kebugaran dan kesehatan kita, ikuti 5 langkah berikut ini untuk menjaga agar tubuh tetap bugar dan sehat sepanjang hari.
Monday, November 21, 2011
Jangan Merokok Saat Menggendong Anak
Penasehat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Hakim Sorimuda Pohan, mengingatkan para ayah perokok agar berhati-hati ketika menggendong anaknya. Apalagi, anaknya yang masih berusia balita. Secara tidak sengaja, sang ayah bisa menularkan penyakit pada anak.
Ada tiga jenis perokok yaitu First hand smoker, second hand smoker dan third hand smoker.
Soal perokok aktif dan pasif, menurutnya, itu sudah 'pustaka' lama. First hand smoker adalah perokok pertama. Orang ini merokok sehingga memasukkan sendiri racun ke dalam tubuhnya.
Second hand smoker merupakan orang yang menghirup asap rokok. Yang mungkin jarang disadari yakni third hand smoker. Mereka ialah orang yang tidak merokok, tidak menghirup asap rokok tetapi berhubungan langsung dengan perokok. Baginya, ketiga jenis perokok ini memiliki akibat yang sama saja bahayanya.
Contohnya seorang ayah yang biasa merokok di kantor, ketika pulang langsung menggendong anaknya tanpa terlebih dahulu ganti baju atau cuci muka. Tanpa disadari, ayah tersebut telah menjadikan si anak sebagai third hand smoker.
Ayah merokok di kantor, kemudian pulang tanpa berwudhu, cium si anak. Niatnya si mau sayang, tapi secara tidak sengaja ia malah memberikan racun pada anak.
Sisa-sisa nikotin bisa saja masih menempel di wajah atau baju ayah. Racun itu akan menguap dan terhirup melalui udara. Ya seperti orang yang merokok kan nafasnya juga bau rokok.
Jika kebetulan si anak mempunyai penyakit bawaan asma, dengan udara yang kotor, maka asma akan sulit disembuhkan. Jadi kalau anak asma dan nggak sembuh-sembuh, cek saja siapa yang bawa racun ke rumah.
Ada tiga jenis perokok yaitu First hand smoker, second hand smoker dan third hand smoker.
Soal perokok aktif dan pasif, menurutnya, itu sudah 'pustaka' lama. First hand smoker adalah perokok pertama. Orang ini merokok sehingga memasukkan sendiri racun ke dalam tubuhnya.
Second hand smoker merupakan orang yang menghirup asap rokok. Yang mungkin jarang disadari yakni third hand smoker. Mereka ialah orang yang tidak merokok, tidak menghirup asap rokok tetapi berhubungan langsung dengan perokok. Baginya, ketiga jenis perokok ini memiliki akibat yang sama saja bahayanya.
Contohnya seorang ayah yang biasa merokok di kantor, ketika pulang langsung menggendong anaknya tanpa terlebih dahulu ganti baju atau cuci muka. Tanpa disadari, ayah tersebut telah menjadikan si anak sebagai third hand smoker.
Ayah merokok di kantor, kemudian pulang tanpa berwudhu, cium si anak. Niatnya si mau sayang, tapi secara tidak sengaja ia malah memberikan racun pada anak.
Sisa-sisa nikotin bisa saja masih menempel di wajah atau baju ayah. Racun itu akan menguap dan terhirup melalui udara. Ya seperti orang yang merokok kan nafasnya juga bau rokok.
Jika kebetulan si anak mempunyai penyakit bawaan asma, dengan udara yang kotor, maka asma akan sulit disembuhkan. Jadi kalau anak asma dan nggak sembuh-sembuh, cek saja siapa yang bawa racun ke rumah.
Sunday, July 13, 2008
SUKSES BERHENTI MEROKOK
Bagi sebagian besar perokok, kenikmatan merokok tidak lagi didapatkan dari benda berasap tersebut. Melainkan karena sekadar kebiasaan. Kondisi inilah yang cenderung sulit ditinggalkan.Namun para ahli perilaku dari Fakultas Kesehatan di Universitas Harvard telah berhasil menyusun panduan yang dapat membantu seseorang berhenti merokok
1. Ganti rokok yang biasa dikonsumsi dengan merk lain yang lebih rendah kandungan tar dan nikotinnya, beberapa minggu menjelang tanggal berhenti merokok. Langkah ini berdampak para pola perilaku merokok.
2. Kurangi konsumsi rokok dalam sehari. Jangan habiskan satu batang rokok hingga habis, dan jangan menghisapnya dalam-dalam. Gagasan utama himbauan ini adalah mengurangi ketergantungan sistem tubuh bekerja di bawah pengaruh nikotin.
3. Tunda satu jam untuk menyalakan rokok, saat keinginan merokok timbul. Sibukkan diri dengan beberapa kegiatan yang mendesak. Merokoklah hanya jika Anda sangat ingin. Jangan merokok sebagai kegiatan otomatis.
4. Atur waktu merokok Anda hanya pada jam ganjil atau tunggal, setiap hari. Misalnya, Anda memutuskan jam ganjil, maka Anda hanya akan merokok pada jam 9, 11, 13, 15, dst... Rencanakan sejak pagi hari, berapa batang rokok yang akan Anda konsumsi.
5. Atur pola makan Anda sehingga menjadi pengganti kebiasaan merokok. Misalnya minum segela susu setiap kali keinginan merokok muncul.
6. Jangan kosongkan asbak. Asbak yang penuh membuat Anda ingat bahwa sudah banyak rokok yang dihabiskan.
7. Tak perlu menyediakan rokok dalam jumlah relatif banyak. Jangan membawa rokok saat bepergian. Buatlah diri Anda kesulitan mendapatkan rokok ketika rasa ingin merokok itu muncul.
Sumber : www.conectique.com
Thursday, June 19, 2008
Penyakit Kaum Perokok!
Manusia memang aneh ,terhadap yang merusak tapi membawa nikmat selalu saja diburu untuk mendapatkannya ,menikmatinya, walaupun dia sadar penuh itu sangat membahayakan jiwanya.Merusak dan membawa nikmat itu antaralain ada pada rokok, menghisap asapnya yang selalu dicari para pecandu.
Peringatan “Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi dan Gangguan Kehamilan dan Janin” di setiap bungkus rokok rupanya belum cukup mewakili penyakit-penyakit yang mengancam para perokok. Penelitian terakhir oleh United State Surgeon General, AS, menunjukkan ada 10 tipe kanker yang disebabkan oleh rokok.
Mereka juga menemukan bahwa pria perokok akan meninggal 13,2 tahun lebih muda dibandingkan yang bukan perokok. Sedangkan wanita perokok meninggal 14,5 tahun lebih muda.
Berikut ini daftar penyakit yang mengancam para perokok:
Otak: rokok menjadi penyebab utama stroke.
Mata: perokok berisiko tiga kali lebih tinggi menderita katarak yang menyebabkan kebutaan.
Mulut, tenggorokan, pita suara, dan esofagus: mengakibatkan kanker mulut, tenggorokan, pita suara, dan esofagus.
Juga penyakit gusi, pilek, dan kerongkongan kering.
Gigi: perokok berisiko 10 kali lebih tinggi menderita periodontitis (gusi terbakar yang mengarah ke infeksi) yang akan merusak jaringan halus dan tulang.
Paru-paru: wanita perokok 13 kali lebih besar kemungkinan terkena kanker paru-paru, sedangkan pria 23 kali lebih besar. Akibat lainnya yaitu pneumonia, bronkitis, asma, batuk kronis, dan bengek.
Jantung: gagal jantung, serangan jantung, hipertensi, stroke.
Perut: kanker perut dan kanker lambung.
Ginjal: kanker ginjal.
Pankreas: kanker pankreas fatal.
Kantung kemih: kanker kantung kemih.
Leher rahim: kanker leher rahim.
Kehamilan: kemandulan, bayi lahir prematur, bobot kurang, gangguan pernapasan.
Tulang: tulang rapuh.
Darah: leukemia atau kanker darah.
Masih banyak lagi penyakit perokok yang dapat kita cantumkan disini ,yang semuanya dapat menyebabkan kematian secara pasti ,tetapi sekali lagi manusia memang aneh ...... ,tetap saja itu dicari dan diburu ?!
sumber : www.nusahealth.com
Wednesday, June 11, 2008
Merokok Kurangi Kecerdasan
Para perokok, khususnya mereka yang masih dalam pertengahan usia dewasa, cenderung memiliki kelemahan dalam hal ingatan dan nalar berpikir (kecerdasan) dari pada mereka yang tidak merokok. Ini merupakan alasan lain mengapa kita tidak harus merokok.Para peneliti Prancis menyebutkan, data yang dikumpulkan dari 5.000 warga Inggris, ditemukan bahwa mereka yang merokok lebih rendah tingkat ingatan, bernalar, kosakata, dan juga kecakapan verbalnya, daripada mereka yang tidak merokok.
Penelitian itu juga menemukan bahwa merokok sangat berhubungan dengan penurunan mental pada usia muda, seperti halnya juga mempengaruhi kerapuhan fisiknya di kemudian hari.
Penelitian yang dilaporkan pada Senin (9/6) kemarin menyimpulkan bahwa kebiasaan merokok yang dilakukan pada usia muda sangat berhubungan dengan penurunan tingkat memori dan kemampuan bernalar.
Demikian dilaporkan Severine Sabia dan koleganya dari Institut Kesehatan Nasional dan Penelitian Medis di Villejuif, Prancis.
Dibandingkan dengan para perokok, mereka yang mengaku tidak merokok biasanya memiliki kebiasaan hidup sehat, seperti tidak mengkonsumsi alkohol atau mengurangi konsumsi minuman beralkohol, lebih aktif secara fisik, makan banyak buah dan sayur, dan lain-lain.
Penelitian itu dilakukan terhadap para pemuda usia 35 sampai orang dewasa usia 55 tahun selama 17 tahun.
Bagaimana, masih ingin terus merokok?
sumber : www.kapanlagi.com
Label:
bahaya merokok,
Informasi Kesehatan,
merokok,
rokok
Tuesday, June 3, 2008
Wanita Merokok, Waspadai Menopause Dini
Perempuan yang merokok sangat mungkin untuk mulai memasuki masa menopause sebelum usia 45 tahun dan juga membuat mereka menghadapi resiko osteoporosis dan serangan jantung, demikian laporan beberapa peneliti Norwegia."Di antara sebanyak 2.123 perempuan yang berusia 59 sampai 60 tahun, mereka yang saat ini merokok, 59% lebih mungkin mengalami menopause dini dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok," kata Dr. Thea F. Mikkelsen dari University of Oslo dan rekannya.
Bagi perokok paling berat, resiko menopause dini hampir dua kali lipat. Namun, perempuan yang dulunya merokok, tapi berhenti setidaknya 10 tahun sebelum menopause, pada dasarnya kurang mungkin untuk berhenti menstruasi dibandingkan dengan perokok sebelum usia 45 tahun.
Ada bukti bahwa merokok belakangan dalam kehidupan membuat seorang perempuan lebih mungkin untuk mengalami menopause dini, sedangkan perokok yang berhenti sebelum berusia setengah baya mungkin tak terpengaruh, kata Mikkelsen dan timnya di dalam jurnal Online, BMC Public Health.
Mereka meneliti hubungan lebih lanjut dan menetapkan apakah menjadi perokok pasif juga mungkin mempengaruhi waktu menopause. Para peneliti tersebut mendapati bahwa hampir 10% perempuan memasuki menopause sebelum usia 45 tahun.
Sebanyak 25% adalah perokok saat ini, 28,7% adalah mantan perokok dan 35,2% dilaporkan perokok pasif saat ini. Perokok saat ini adalah 59% lebih mungkin untuk memasuki menopause sebelum usia 45 tahun, sedangkan menopause dini hampir dua kali lebih umum di kalangan perempuan yang merokok paling banyak.
Namun perempuan yang telah berhenti merokok setidaknya satu dasawarsa
sebelum menopause adalah 87% lebih mungkin dibandingkan dengan rekan sebaya mereka yang saat ini merokok dan telah memasuki masa menopause dini.
Dibandingkan dengan perempuan yang menikah, para janda juga menghadapi peningkatan resiko menopause dini, seperti juga perempuan yang mengatakan kondisi kesehatan mereka buruk. Perempuan yang lebih berpendidikan kurang mungkin untuk memasuki menopause dini, tapi mereka juga kurang mungkin menjadi perokok.
Keterlibatan pada kegiatan sosial juga mengurangi resiko menopause dini. Para peneliti tersebut tak menemukan hubungan antara konsumsi kopi atau alkohol atau perokok pasif dengan resiko menopause dini.
"Lebih cepat seorang perempuan berhenti merokok," kata Mikkelsen dan timnya, "Lebih banyak perlindungan yang ia dapatkan sehubungan dengan datangnya menopause dini."
Subscribe to:
Posts (Atom)

