Showing posts with label info sehat | info kesehatan | informasi kesehatan | langsing | teh pelangsing | diet | theae folium | mengurangi berat badan. Show all posts
Showing posts with label info sehat | info kesehatan | informasi kesehatan | langsing | teh pelangsing | diet | theae folium | mengurangi berat badan. Show all posts

Monday, May 5, 2008

CARA SEHAT – Untuk Langsing

Banyak jalan untuk melangsingkan badan. Misalnya, dengan obat atau jamu pelangsing, teknik sedot lemak, atau gelang silikon. Padahal ada cara yang lebih sehat, mudah, dan murah, yakni dengan berolahraga dan diet rendah karbohidrat. Hati-hati, kegemukan bisa gara-gara virus!

Naiknya bobot badan sering kali bukan fakta yang menggembirakan. Apalagi bagi mereka yang selalu mengutamakan penampilan menarik. Cindy Crawford, misalnya. Wanita model kaliber dunia yang pernah membintangi iklan produk pizza terkenal ini menyatakan, untuk mempertahankan bobot badan ideal agar tetap tampak semampai ia rajin melakukan olahraga loncat tali.

“Olahraga ini mudah dan membantu mempertahankan bobot badan saya”, ujarnya. Bintang film kawaka nasal Italia, Sophia Loren, di usia senjanya pun tetap memperhatikan kelangsingan tubuhnya. “Saya mengurangi makan pasta yang selalu dianjurkan para ibu Italia”, ujarnya. “Makan pagi saya ganti dengan buah-buahan. Makan siang dan malam tetap pasta tapi dengan porsi kecil”.

Memang, ada banyak cara menurunkan bobot badan. Ada diet macan yang lebih mementingkan konsumsi daging, diet buah-buahan, membatasi makan nasi dan makanan berkarbohidrat tinggi lain seperti makanan dari terigu, jagung, singkong atau ubi, serta mengurangi konsumsi gula. Banyak juga iklan di media masa yang menjanjikan penurunan bobot badan sampai beberapa kilogram hanya dalam beberapa minggu. Atau, dengan tusuk jarum, sedot lemak, minum jamu, minum teh hijau, dsb.

Begitu beragamnya kiat yang bisa dilakukan, justru sering membuat orang bingung, mana cara yang paling efektif.

Menurut dr. Sadoso Sumosardjuno, D.S.O.R., pakar kesehatan olahraga dan pimpinan Manggala Health Screening Center, Jakarta, menurunkan bobot badan secara sehat, yang terbaik dengan mengatur makan disertai olahraga berupa kombinasi latihan beban dan aerobik.

Bintang film Jane Fonda, penggemar senam aerobik, juga mengakui ampuhnya kiat itu. “Latihan fisik harus dibarengi dengan pengaturan makan”, katanya. Diet rendah lemak dikombinasi dengan aerobik low impact, baginya merupakan satu-satunya cara untuk mengontrol kebugaran dan berat badan. Ia menghindarai daging merah, tapi tetap makan daging ayam, ikan, makanan dari terigu, dan mengkonsumsi banyak sayur. “Walaupun saya bukan atlet tapi badan saya lentur. Kini saya berusaha menambah daya tahan tubuh dengan latihan fisik secara rutin seperti naik sepeda dan berjalan kaki”, tambahnya.

Harus Mencapai Zona Latihan
Dalam berolahraga, menurut Sadoso, yang perlu diperhatikan adalah intesitas latihan, lamanya latihan, serta frekuensi latihan. Takaran intensitas latihan untuk olahraga aerobik, seperti lari ditempat, berenang, bersepeda, bersepeda stasioner, jalan kaki, dan lain-lain dapat diketahui dari denyut nadi. Dengan menghitung denyut nadi, dapat diketahui apakah intensitas latihan sudah cukup atau masih kurang. Denyut nadi dapat dihitung dengan meraba pergelangan tangan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah. Denyut nadi maksimal yang boleh dicapai adalah 220 minus umur (dalam tahun). Sebaiknya kita berlatih sampai denyut nadi antara 70 – 85% dari denyut nadi maksimal (idealnya 72 – 87%). Bilangan antara 70 – 85% denyut nadi maksimal ini disebut target zone atau zona latihan.

“Kalau berlatih dengan intensitas di bawah 70% dari denyut nadi maksimal, akan kurang tampak manfaatnya. Biasanya kita malah akan menjadi gemuk karena rangsangan nafsu makan akan besar. Berlatih melampaui 85% denyut nadi maksimal pun tidak boleh”, katanya. Misalnya, Anda berusia 45 tahun sebaiknya berlatih sampai denyut nadi antara 126 – 152 per menit yang berarti sudah masuk dalam zona latihan.

Agar ada pengaruhnya terhadap jantung dan peredaran darah, sebaiknya latihan dilakukan hingga mencapai zona latihan dan terus diusahakan berada dalam zona itu paling sedikit 20 – 45 menit. Frekuensi latihan paling sedikit tiga hari dalam seminggu. Bagi yang kegemukan bisa 5 – 6 hari dalam seminggu. Menurut Sadoso, jalan kaki merupakan salah satu olahraga yang teraman, membakar cukup banyak kalori, mudah, dan murah.

Jangan Ketat-Ketat
Turunnya berat badan tentu saja harus dibarengi dengan kondisi tubuh yang sehat sekaligus bugar. Karena diet yang sehat untuk melangsingkan tubuh, menurut Sadoso, tidak boleh terlalu ketat. Untuk wanita jangan di bawah 1200 kalori dan pria tidak di bawah 1500 kalori.

Dr. Leane, MSc., ahli gizi dari Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, menawarkan cara mudah dan praktis untuk itu. Antara lain, menghilangkan kebiasaan ngemil, terutama camilan bertepung dan bergula tinggi. Membiasakan diri makan setiap tiga jam sekali, tapi dijaga keseimbangan input dan outputnya (porsi makanan yang dikonsumsi seimbang dengan porsi kegiatan yang dilakukan). Membatasi makanan berkarbohidrat tinggi seperti nasi, kentang, singkong, ubi serta makanan dari terigu. Namun, tidak berarti disetop sama sekali karena tubuh memerlukan energi dari karbohidrat untuk metabolisme alias pemecahan zat-zat makanan.

Mengurangi makanan sumber protein seperti ikan, tahu, tempe, daging-dagingan, tidak perlu ketat-ketat. Dengan membatasi asupan karbohidrat, protein dan lemak tidak mudah dipecah karena energi pemecahnya kurang sehingga tidak banyak yang tertumpuk dalam tubuh. Buah-buahan yang tidak mengandung banyak karbohidrat tetapi banyak air macam papaya, belimbing, semangka, jambu, apel sangat dianjurkan. Tapi kurangi konsumsi buah manis seperti pisang, melon, sawo, anggur, mangga karena banyak mengandung fruktosa yang akan menjadi glukosa dalam darah.

Sekadar contoh, pola makan Ina (16) mungkin bisa ditiru. Dengan pola ini bobot tubuhnya yang semula 76 kg dengan tinggi 158 cm bisa berkurang 16 – 17 kg dalam tempo 2 tahun. Pagi hari, ia hanya makan sepotong tahu dan sebutir telur rebus, plus segelas susu tawar tanpa lemak. Siang harinya makan nasi (3 – 4 sendok) dan lauk pauk (sayur, sepotong daging atau ikan, tahu, tempe). Malam hari ia tidak makan nasi sama sekali, hanya sayuran ditambah sedikit lauk pauk. “Makan sayuran memang sangat dianjurkan kalau seseorang ingin menguruskan badan”, ujar Leane. Sebab, sayuran membuat kita gampang kenyang, tahan lama, dan rendah kalori.

Salah satu jenis buah rendah fruktosa boleh ditambahkan di sela jam makan kalau masih lapar. Banyak minum air putih serta mengkonsumsi obat amphetamine dengan dosis tertentu untuk mengurangi keinginan makan. Namun, jika kepala terasa pusing atau jantung berdebar selama minum amphetamine, segera berkonsultasi dengan dokter.

Untuk memenuhi kebutuhan energi, lemak tubuh dipecah menjadi tenaga. Dengan begitu lemak tubuh berkurang dan bobot badan menjadi turun. Agar tubuh lebih kencang, Ina melakukan olahraga apa saja yang disukai. Menurut Leane, penurunan bobot ideal setiap satu minggu sekitar 0.5 – 1.5 kg.

“Penurunan bobot badan jangan terlalu cepat”, ujar kedua dokter tersebut. Kalau sampai bobot turun 5 kg dalam tiga hari, misalnya, penurunan tampak cepat berhasil, tapi akan cepat naik lagi. Naiknya malah lebih cepat dan turunnya semakin lambat. Ini yang dinamakan “sindrom yoyo”, kurus dan gemuk saling bergantian sehingga tekanan darah akan cepat naik, yang berdampak negativ buat jantung.

Untuk orang dewasa bobot badan dibedakan atas bobot badan normal (BBN) dan bobot badan ideal (BBI). BBN pria dan wanita setelah 35 tahun adalah tinggi badan (cm) dikurangi 100. Sedangkan BBI diperoleh dengan mengurangi BBN sebesar 10%-nya.

Ada lagi patokan lain yang disebut Body Mass Index (BMI). Index ini diperoleh dari pembagian bobot badan (kilogram) dengan nilai kuadrat tinggi badan (meter). Menurut Lembaga kesehatan Nasional AS, BMI cara terbaik untuk memperkirakan bobot ideal. Pada wanita angka indeks yang diinginkan antara 21 – 23 dan pria 22 – 24. Kelebihan bobot badan pada wanita terjadi bila angka indeks mencapai angka 27.5, sedangkan pada pria 28.5. Kalau sudah mencapai 31.5 (pada wanita) atau 33 (pada pria), maka kegemukan telah mencapai tahap serius.

Program penurunan berat badan perlu dikombinasi dengan olahraga, sebab menurut kedua pakar itu, dengan diet makanan saja ternyata berkurangnya bobot badan tidak semuanya akibat menyusutnya lemak (63%) tetapi juga otot alias daging kita (37%). Kalau jaringan otot makin berkurang, kebutuhan kalori jadi lebih sedikit dan kecepatan metabolisme menjadi lebih rendah sehingga mudah menjadi gemuk kembali. Tambahan lagi, kalau terkikis terus, otot akan mengecil dan kondisi tubuh kita tidak akan stabil.

Awas Obat Sembarangan
Penurunan bobot badan dengan olahraga dan diet itu syaratnya disiplin yang tinggi. Tak heran kalau banyak orang lebih suka potong kompas. Misalnya, dengan teknik sedot lemak.

Cara ini, menurut Sadoso, bisa membantu melangsingkan tubuh, tapi kalau pola makan tidak diubah, tubuh gampang menjadi gemuk lagi. Juga, penyedotan yang berulang kali akan meninggalkan bekas penusukan jarum. Menurut Sadoso, cara ini juga mustahil bisa mengecilkan bagian-bagian tertentu misalnya betis yang besar. Sebab, pada kegemukan alamiah bobot serta ukuran tubuh biasanya terbagi rata. Apalagi kalau memang tulangnya besar.

Jalan pintas, juga dilakukan akibat rayuan iklan obat atau ramuan pelangsing. Obat atau ramuan itu umumnya bersifat diuretik yang membuat peminumnya sering buang air kecil. Jadi, turunnya berat badan lebih disebabkan oleh berkurangnya cairan dalam tubuh lewat urine sehingga ukuran sel-sel tubuh mengecil. Bila ini berlanjut, tubuh akan kekurangan air (dehidrasi) atau fungsi ginjal terganggu. Karena itu, menurut pakar kesehatan, kita harus berhati-hati dengan obat semacam itu. Leane menambahkan, obat diuretik tidak digunakan untuk anak-anak dan remaja.

Jenis obat pelangsing laksans lain lagi. Obat yang bisa menyebabkan dehidrasi ini membuat makanan yang masuk tidak sempat diserap tubuh tetapi langsung dibuang. Obat antigemuk kombinasi antara fenfluramine dan phentermine pernah beredar tetapi kemudian dilarang karena beberapa wanita gemuk yang menggunakannya terkena gangguan serius pada klep jantungnya.

Belum lama ini sebuah asosiasi internasional yang banyak mempelajari obesitas memperkenalkan orlistat. Zat ini, katanya, bisa memblokir setiap enzim yang tugasnya menghancurkan molekul lemak. Karena molekul lemak yang masuk tak dihancurkan, maka ia tidak akan masuk ke dinding usus dan akan keluar begitu saja. Efeknya, begitu orang makan yang mengandung banyak lemak, tak lama kemudian ingin buang air besar. Namun, dengan mengubah pola makan ke makanan yang kurang lemak, efek sampingan ini bisa diatasi.

Orlistat yang khusus untuk orang gemuk itu bisa digunakan selama dua tahun (diminum tiga kali sehari) sesuai petunjuk dokter. Namun, obat ini hanya boleh digunakan bagi mereka yang berhasil menurunkan bobot badan sampai 5% dalam tiga bulan pertama.

Obat itu akan segera dipasarkan di Eropa maupun Amerika. Namun, izin pemasaran di AS masih ditunda setelah sejumlah pakar kesehatan mempertanyakan ada tidaknya resiko penyakit kanker payudara. Di samping itu, menurut Annette Braun dari Organisasi Pangan dan Obat-obatan Jerman, zat itu ikut menghancurkan asam lemak, vitamin A, D dan E yang dibutuhkan tubuh.

Karena itu tidak sembarangan mengkonsumsi obat antigemuk mungkin tindakan bijak. Akan lebih baik lagi kalau berkonsultasi dengan dokter ahli bila hendak melangsingkan badan.

Oleh Nanny Selamihardja
Intisari edisi Juli 1997

Sunday, April 20, 2008

UNTUNG-RUGI – Minum Teh Pelangsing

Ada banyak produk “teh pelangsing” dijual bebas di toko-toko obat eceran dan pasar swalayan. “Paling tidak, YLKI sudah menemukan beberapa merek pelangsing tubuh yang dikemas sebagai teh. Ada produk dalam negeri dan ada produk luar negeri/impor”, tutur Dra. Ida Marlinda, Apt., Bidang Penelitian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), di Jakarta. Pada kemasan “teh pelangsing”

itu tercantum daftar komposisi bahan. Umumnya berupa campuran daun teh Theae folium dan bahan tambahan berupa empat macam bahan tradisional. Dengan perbandingan Theae folium 80% dan ekstrak bahan tambahan 20%, meliputi kayu rapat, adas, jati belanda, dan temu giring. Ada lagi yang menambahkan akar wangi, akar alang-alang, dll.

Dengan bahan ramuan ekstrak tumbuh-tumbuhan pilihan berupa akar, daun, kulit pohon, biji, sari bunga, dan lain-lain, produk tersebut mengklaim diri dapat mengurangi berat badan, melarutkan lemak, dan mengencangkan perut. Betulkah begitu?

Gaya Hidup
“Secara klinis sebenarnya tidak ada obat mujarab yang mampu melangsingkan tubuh. Tidak ada obat khusus untuk itu”, tegas Dr. Budiono Santosa M.D., Ph.D., direktur Pusat Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat Universitas Gadjah Mada.

“Teh pelangsing”, menurut Budiono Santosa, tidak jauh berbeda dengan produk minuman teh lainnya. Hanya ia diberi bahan aroma yang memang menyedapkan rasa. Kalaupun masyarakat mempercayai kemujaraban “teh pelangsing”, itu karena faktor psikologis saja. Di samping itu, karena konsumen telah termakan iklan atau promosi yang digembar-gemborkan produsen”, tuturnya.

Jika betul produk “teh pelangsing” kini banyak dikonsumsi orang, menurutnya, itu hanya sebagai gaya hidup yang tentu tidak abadi sifatnya. Gaya hidup semacam ini adalah hal yang biasa dan banyak terjadi di negara-negara sedang berkembang. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, biarkan saja mereka mengkonsumsi. Jangan ditakut-takuti, daripada nanti pindah ke obat-obatan yang belum tentu lebih baik dan menjamin keselamatannya”.

“Sebab”, lanjut Budiono Santosa, “Dari segi gizi dan kesehatan, produk itu tak ada efek sampingan negative atau tidak membahayakan untuk dikonsumsi. Dampak negatifnya paling-paling soal borosnya keuangan, karena harganya lebih mahal dari teh biasa. Tapi saol gaya hidup, prestise, tak bisa diukur dengan nilai uang. Sedangkan dampak positifnya, “Yaah… seperti minum teh biasa, membuat badan segar sesaat”, jelas doctor kesehatan lulusan Inggris itu.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan YLKI, criteria produk yang menyebutkan diri “teh pelangsing” itu dianggap masih kabur. Apakah ia tergolong teh atau bukan teh? Betulkan ia diramu dari bahan-bahan tradisional?

“Kami (YLKI) khawatir kalau-kalau ada senyawa ‘X’ yang ditambahkan ke dalam ramuan itu. Kami ingin meneliti namun masih kesulitan karena susah mencari parameternya. Bukan bermaksud apa-apa, tapi demi melindungi konsumen”, jelas Ida Marlinda.

YLKI juga mengkhawatirkan kemungkinan adanya bahan – entah tradisional atau bukan – yang bisa mempengaruhi metabolisme tubuh. “Kalau terdapat bahan semacam itu sebaliknya ya diperlakukan sama seperti obat. Artinya, daftar kandungan zat kimia, aturan pakai dan efek sampingnya harus jelas. Jadi, jangan hanya mencantumkan daftar khasiatnya”, tegasnya.

Kalau produk “teh pelangsing” terdaftar sebagai obat, lanjut Ida, isinya betul-betul bisa dipertanggungjawabkan. Ada jaminan jelas; kalau tradisional ya tradisional, kalau obat mederen ya obat moderen. Sedangkan, saat ini klasifikasinya belum jelas!

Menurut Ida Marlinda, pencantuman label untuk produk semacam itu perlu dikontrol ulang. “Sedapat mungkin ada catatan peringatan bagi pemakainya. Misalnya, mengenai efek sampingan bila dikonsumsi berlebihan. Jadi, selain mencantumkan aturan pakai dan khasiatnya saja, juga dilengkapi informasi yang benar dan tidak sumir”.

Pelancar Air Seni
“Teh pelangsing” memang sering disebut-sebut bisa mengurangi lemak dalam tubuh. Sayang sekali semua itu hanya berdasarkan data empiris. “Secara laboratories “teh pelangsing” memang belum diketahui kandungan unsur-unsur di dalamnya”, ujar Dr. Budiono Santosa, M.D., Ph.D.

Meski tidak jelas kandungan zatnya, tapi sejumlah literature dan pengalaman orang menunjukkan adanya khasiat dari masing-masing bahan ramuan yang berkaitan dengan urusan pelangsingan tubuh.

Sebagai bahan dasar “teh pelangsing”, tunas dan daun muda teh Camellia sinensis dari keluarga Camellia (Theaceae) diketahui memiliki beberapa khasiat. Minum teh biasa dapat menyegarkan tubuh dan pikiran, karena mengandung kafein 3 – 5%. Zat ini mendorong aktivitas mental dan memperbaiki pencernaan makanan dalam lambung. Pencernaan makanan yang baik akan membakar lemak dalam tubuh lebih efisien. Bagi yang berdiet, proses ini membantu upaya mengurangi bobot badan kalau diminum pada saat perut masih kosong.

Selain mengandung kafein (sebagai perangsang susunan saraf), teh juga mengandung teofilin. Zat ini mempunyai daya pelancar air seni (diuretic). Bila diminum akan memicu produksi keringat dan air seni, sehingga peminumnya sebentar-sebentar kencing.

Demikian pula dengan bahan tambahan lainnya, mempunyai khasiat tersendiri. Kulit tumbuhan merambat Parameria barbata, yang sering dikenal sebagai kayu rapat atau pegat asih, menurut K. Heyne dalam buku Tumbuhan Berguna Indonesia, disebut-sebut bisa dibuat saru minuman oleh para wanita, terutama pada saat menjelang pernikahan. Air rebusan kayu rapat, konon, juga bisa untuk mengerutkan rahim yang membesar dan mencegah rahim melorot, serta menyembuhkan organ dalam yang sakit. Tapi berdasarkan penelitian, seperti ditulis K. Heyne, tidak terungkap adanya daya penyembuhan. Sementara itu ada Feoniculum vulgare dikenal sebagai obat pembuang gas, dan buahnya dapat untuk obat. Air rebusan biji adas ditambah pulasari Alixya stellata dan biji kayu anyang, menurut J. Koppenburg dalam buku Petunjuk Lengkap Mengenai Tanam-tanaman di Indonesia dan Khasiatnya sebagai Obat Tradisional bisa untuk melancarkan air seni.

Lain lagi khasiat temu giring Curcuma heyneana. Menurut J. Kloppenburg, sepotong rimpang temu giring, segenggam daun kemuning, dan segenggam daun mengkudu dihaluskan, kemudian ditambah secangkir air, lalu perasannya bisa untuk pelangsing (mengurangi lemak tubuh) bila diminum tiap pagi selagi perut kosong.

Seduhan daun jati belanda Guazuma ulmifolia, tulis K. Heyne, kalau diminum dua kali sehari selama sebulan bisa sebagai obat pelangsing tubuh. J. Kloppenburg juga menulis senada, teh dan daun jatu belanda merupakan “obat” yang baik untuk menguruskan badan dan mencegah timbulnya lemak dalam tubuh. Merasa hasilnya baik, orang lantas cenderung menggunakannya secara berlebihan. Berdasarkan pengalaman, pemakaian yang terlalu banyak ternyata bisa merugikan, terutama terhadap daya kerja jeroan (organ dalam perut, seperti usus, limpa, dsb.). Kecuali kalau diminum secara teratur, teh daun jati belanda, katanya, bisa mencegah melemaknya organ-organ dalam tubuh.

Akar wangi Andropogon zizanioides, seperti ditulis K. Heyne dalam buku Tumbuhan Berguna Indonesia, merupakan rempah-rempah dan bisa digunakan untuk pembuatan arak obat (arak yang diminum untuk obat penat), dan rebusannya untuk penangas peluh.

Sementara seduhan akar dan tunas alang-alang Imperata spec. dilaporkan memiliki khasiat diuretic. Demikian pula J. Kloppenburg menyebutkan bahwa akar alang-alang bisa untuk obat-obatan, dan air rebusannya untuk melancarkan air seni.

Langsing Karena Sel Mengecil
Baik teh biasa maupun “teh pelangsing” yang menonjol adalah sifat diuretiknya. Orang yang mengkonsumsi produk tersebut, menurut dr. Leane, MSc., seorang ahli gizi, akan sering buang air kecil sehingga sel ikut mengecil karena cairan sel berkurang.

Berkurangnya air dari dalam tubuh memang dapat menyusutkan bobot badan. Badan pun jadi langsing. “Langsingnya bukan karena kurus, tapi karean cairan tubuh berkurang dan sel mengecil. Itu pun bersifat sementara. Kalau tidak mengkonsumsi lagi, bisa jadi bobot badan naik lagi”, tuturnya. “Kalau tidak terkontrol bisa-bisa terjadi dehidrasi. Apalagi bagi yang ginjalnya tidak kuat bisa terjadi sakit ginjal”.

Selain “teh pelangsing” tadi, di pasaran bebas sering pula beredar obat-obatan lain yang diiklankan sebagai obat pelangsing tubuh. Misal, obat diuretic. “Obat-obatan jenis ini memang memacu peningkatan pengeluaran urine. Orang yang minum obat itu akan lebih sering kencing”, tutur Budiono Santosa.

Obat-obatan diuretic, lanjut Budiono, tidak memiliki dampak pada kelangsingan tubuh. Sebab terjadinya penurunan berat badan bukan karena lemaknya yang berkurang, melainkan karena banyaknya cairan yang keluar tadi. Bila cairan keluar secara berlebihan, pasti membahayakan tubuh manusia. Obat jenis ini jika dikonsumsi secara berlebihan sangat berbahaya, bisa menyerang ginjal. “Bagi yang menderita sakit ginjal sebaiknya jangan minum obat tersebut”, sarannya.

Tentang obat diuretic, Leane mengingatkan, sebaiknya tidak digunakan karena berbahaya, bisa menyebabkan dehidrasi. Bahkan kalau tidak terkontrol dan orang sensitive terhadap obat ini, bisa berakibat fatal. Obat-obatan yang diklaim sebagai pelangsing tubuh, menurut Budiono Santosa, biasanya bersifat menekan nafsu makan. Itu pun hanya sementara dan celakanya bisa membuat ketergantungan bagi pasien. Jika tidak minum obat tersebut, pasien kembali merasakan lapar – ingin makan. Kalau makannya tidak terkontrol, jelas akan gemuk lagi.

Tidak sedikit produk yang beredar di pasaran ditawarkan oleh produsen sebagai makanan dan minuman atau obat-obatan pelangsing tubuh. “Di sini masyarakat perlu hati-hati, jangan sampai tersesat oleh iklan atau promosi yang dijanjikan itu. Sebab manfaat suatu produk belum tentu sesuai dengan promosi yang diiklankan”, saran dr. Budiono Santosa, M.D., Ph.D.

Ikuti Cara Alami
Kegemukan, menurut dr. Leana, M.Sc., terjadi karena penumpukkan lemak dan atau kelebihan cairan dalam sel. Pada proses menjadi gemuk, jumlah sel tubuh akan terus bertambah. Ketika penambahan jumlah sel berhenti, ukuran selnya bertambah.

Penimbunan lemak terjadi karena makanan (sumber karbohidrat) yang masuk berlebihan dibandingkan dengan kebutuhan tubuh. Makanan dirombak menjadi energi (tenaga), tapi tubuh tak memanfaatkannya. Akibatnya, surplus energi itu disimpan tubuh dalam bentuk lemak sebagai energi cadangan.

Oleh karena itu, menurut Budiono Santosa, secara alami berat badan menusia hanya dapat diturunkan dengan cara membatasi masukan energi melalui makanan ke dalam tubuh atau diet, dan meningkatkan keluaran energi dalam tubuh melalui aktivitas fisik. “Kedua cara ini nampaknya sangat sederhana, tetapi dalam kenyataannya butuh motivasi serta pengendalian diri”, katanya.

Senada dengan Budiono, untuk mengembalikan bobot badan ke kondisi normal, Leana lebih mengutamakan pengaturan makanan. “Metode saya sebenarnya alamiah. Saya biasanya memakai pola makan, apa yang boleh dan tidak boleh”, jelas dokter ahli gizi yang berpraktek di Jakarta ini.

Untuk gemuk karena ukuran selnya yang bertambah, menurutnya, gampang menguruskannya, yakni dengan menghentikan kebiasaan ngemil – terutama makanan kecil bertepung atau bergula tinggi. Perlunya menjaga keseimbangan input dan output. Minuman ringan berkalori tinggi juga perlu dihindari. Cara praktis mengatur diet bisa dengan membatasi makanan berkarbohidrat tinggi, seperti nasi, makanan dari tepung terigu (roti atau mi), juga bubur.

Menurut Leane, proses penurunan bobot badan mestinya secara bertahap, yang baik adalah 1 – 1,5 kg per minggu. Kalau disertai dengan olah raga bisa 2 kg per minggu. “Lebih dari itu tidak bagus. Ia bakal lemas, dan efek sampingnya besar”, jelasnya. Makanya, mesti hati-hati untuk urusan yang satu ini.

Oleh Rye/BS
Intisari edisi Juli 1997