Showing posts with label kolestrol jahat. Show all posts
Showing posts with label kolestrol jahat. Show all posts

Tuesday, December 6, 2011

Ciri Orang Yang Terkena Kolestrol Tinggi

Seseorang
dikatakan memiliki kadar kolesterol
normal jika ukurannya 160-200 mg
sedangkan masuk kondisi berbahaya jika
sudah di atas 240 mg karena bisa
menyebabkan stroke.
Orang yang mengalami kolesterol tinggi
kadang tidak menunjukkan gejala
khusus. Tapi ada ciri-ciri khusus pada
orang yang kena kolesterol tinggi yaitu:
1. Rasa sakit atau pegal di tengkuk
kepala bagian belakang.
2. Pegal ini juga sampai ke pundak
3. Kaki bengkak
4. Mudah capai
5. Gampang mengantuk.
Yang paling akurat untuk mengetahui
apakah orang menderita kolesterol
tinggi atau tidak tentu saja dengan tes
laboraorium. Jika kadar kolesterol
melebihi 240 mg, itu artinya sudah
batas peringatan yang harus
diturunkan.
Seseorang dikatakan memiliki kadar
kolesterol normal jika ukurannya
160-200 mg sedangkan masuk kondisi
berbahaya jika sudah di atas 240 mg
karena bisa menyebabkan stroke.

meskipun kolesterol tinggi
itu sendiri tidak secara langsung
menyebabkan kelelahan, tapi kondisi-
kondisi yang ditimbulkan dapat
membuat orang lebih mudah lelah alias
capai.
Kolesterol tinggi juga memiliki dampak
pada tubuh. Kadar kolesterol yang
tinggi merupakan faktor risiko penyakit
jantung dan pembuluh darah. Risiko
terburuknya, gumpalan-gumpalan
lemak bisa menyumbat aliran darah
sehingga bisa memicu kematian akibat
serangan jantung atau stroke.
Masalah kolesterol tinggi dialami
ratusan juta orang di seluruh dunia.
Penyebab utamanya kebanyakan adalah
karena makanan. Tapi selain makanan
ada penyebab lain yang patut Anda
ketahui.
Tujuh penyebab kolesterol tinggi yang
dialami kebanyakan orang seperti
dilansir dari Health.com adalah:
1. Makanan sehari-hari
Kolesterol umumnya berasal dari lemak
hewani seperti daging kambing, meski
tidak sedikit yang berasal dari lemak
nabati seperti santan dan minyak
kelapa. Beberapa makanan yang selama
ini diyakini sehat seperti telur, juga
banyak mengandung kolesterol.
Makanan yang terlalu banyak lemak
jenuh bisa menyebabkan kolesterol
tinggi, sehingga disarankan untuk bijak
mengonsumsi makanan sehari-hari agar
tidak berlebih.
Mulailah menata makanan seperti
daging sapi, kambing, susu, telur,
mentega dan keju karena mengandung
lemak jenuh.
Makanan yang mengandung minyak
kelapa, minyak kelapa sawit atau
mentega juga memiliki banyak lemak
jenuh. Lemak jenuh juga sering didapati
pada makanan ringan yang mengandung
margarin, yang menggunakan minyak
goreng dan kue-kue.
2. Berat badan
Berat badan berlebih tidak hanya
mengganggu penampilan tapi lebih
banyak efek buruk kesehatannya.
Kelebihan berat badan dapat
meningkatkan trigliserida dan
menurunkan HDL (kolesterol baik).
3. Kurang bergerak
Tubuh manusia didesain untuk selalu
bergerak sehingga sangat dianjurkan
untuk banyak bergerak. Coba
perhatikan apakah kegiatan Anda lebih
banyak duduk atau tidur dan jarang
berjalan kaki. Kurang bergerak dapat
meningkatkan LDL (kolesterol jahat)
dan menurunkan HDL (kolesterol baik).
4. Umur dan jenis kelamin
Setelah mencapai usia 20 tahun, kadar
kolesterol biasanya cenderung naik.
Pada pria, kadar kolesterol umumnya
terus menerus meningkat setelah usia
50 tahun. Pada wanita, kadar kolesterol
tinggal akan turun saat menopause,
setelah itu kolesterolnya cenderung
tinggi seperti pada pria.
5. Penyakit tertentu
Bisa saja Anda sudah berusaha menjauhi
makanan berlemak tapi ternyata
kolesterol masih tinggi. Memiliki
penyakit tertentu seperti diabetes atau
hipotiroidisme dapat menyebabkan
kolesterol tinggi.
6. Sejarah keluarga
Jika salah satu anggota keluarga punya
masalah kolesterol tinggi maka berhati-
hatilah karena risiko Anda memiliki
kolesterol tinggi juga bisa terjadi.
7. Merokok
Merokok dapat menurunkan kolesterol
baik Anda sehingga yang beredar di
tubuh hanya kolesterol jahat. Kolesterol
jahat ini jika jika tidak dikendalikan bisa
berakibat fatal.
sumber:Livestrong

Saturday, July 2, 2011

Hati-hati Kolestrol Tinggi

Kolesterol tinggi
sering dijuluki 'silent killer' karena sering tak
bergejala tapi berakibat fatal. Namun, meski
tidak menunjukkan gejala khusus, orang
yang memiliki kadar kolesterol tinggi akan
lebih mudah merasa lelah alias capek.
Kolesterol tinggi memiliki berbagai efek pada
tubuh, salah satunya adalah kelelahan.
Ketika plak terbentuk di dinding arteri, bisa
menyebabkan kondisi seperti
atherosclerosis, penyakit jantung koroner
(PJK) dan penyakit mikrovaskuler koroner
atau coronary microvascular disease (CMD).
Kondisi-kondisi seperti inilah yang
menyebabkan badan terasa cepat capek.
Meskipun kolesterol tinggi itu sendiri tidak
secara langsung menyebabkan kelelahan,
tapi kondisi-kondisi yang ditimbulkan dapat
membuat orang lebih mudah lelah, Sabtu (2/7/2011).
Kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh,
tapi sebenarnya tanpa asupan kolesterol dari
luar pun kebutuhannya sudah terpenuhi
dengan baik. Karena 80 persen kolesterol
dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan
20 persen sisanya dari makanan.
Seseorang dikatakan memiliki kadar
kolesterol normal jika ukurannya 160-200
mg sedangkan masuk kondisi berbahaya jika
sudah di atas 240 mg karena bisa
menyebabkan stroke.
Ciri-ciri tubuh menumpuk kolesterol tinggi
adalah rasa sakit atau pegal di tengkuk
kepala bagian belakang. Pegal ini juga sampai
ke pundak, kaki bengkak dan mudah capai
dan ngantuk.
Aterosklerosis adalah penyakit akibat
penumpukan plak di dinding arteri akibat
tingginya kolesterol. Faktor risiko utama
aterosklerosis adalah kolesterol tinggi. Plak
terdiri dari zat-zat kolesterol, lemak dan
kalsium yang akhirnya mempersempit
dinding arteri, menghambat aliran darah ke
jantung dan area lain dari tubuh.
Aterosklerosis dapat menyebabkan
penyakit jantung koroner (PJK) tetapi juga
merupakan faktor risiko untuk penyakit
mikrovaskuler koroner (CMD).
Penyakit mikrovaskuler koroner terjadi
karena terbentuk plak di arteri yang lebih
kecil mengarah ke jantung. Tidak seperti PJK,
plak CMD tidak selalu menyebabkan
penyumbatan, tapi penyakit-penyakit itulah
yang memicu kelelahan tubuh.
Wanita lebih mungkin menderita CMD
dibandingkan laki-laki, karena penurunan
kadar estrogen selama menopause. Meskipun
CMD dan PJK meningkatkan risiko untuk
serangan jantung, gejala keduanyanya
sedikit berbeda.
Nyeri dada dari PJK cenderung memburuk
selama aktivitas dan mereda ketika
beristirahat. Rasa sakit dari CMD berlangsung
setidaknya 10 menit dan sering berlangsung
lebih lama dari 30 menit. Gejala lain yang
terkait dengan CMD termasuk kelelahan,
kekurangan energi dan masalah tidur.

Sumber : Livestrong