Sebuah studi terbaru menemukan bayi
yang menyusu atau mendapatkan ASI
cenderung lebih bisa menahan diri dan
tidak lekas marah dibanding dengan
bayi yang mendapatkan susu botol atau
formula.
Para ilmuwan percaya bahwa pelukan
hangat yang diterima bayi ketika ia
menyusui akan membuatnya memiliki
watak lebih halus dan menghindari
permusuhan di kemudian harinya.
Studi ini diikuti sekitar 2.000 orang
selama 24 tahun dan mendapatkan
partisipan yang tidak mendapat ASI
cenderung memiliki tingkat
permusuhan terutama sinisme lebih
tinggi ketika ia beranjak dewasa.
"Penelitian berbasis populasi ini
menunjukkan bahwa menyusui mungkin
memiliki efek jangka panjang terhadap
sikap atau karakter yang dimiliki
seseorang ketika dewasa," ujar Dr Paivi
Merjonen dari University of Turku di
Finlandia.
Hasil studi yang dipublikasikan dalam
Journal of Psycho-therapy and
Psychosomatics juga menunjukkan jika
bayi diberi ASI hingga 1 tahun lebih
maka risiko permusuhannya akan jauh
lebih rendah.
Sementara itu dalam studi lain
diketahui saat bayi diberi ASI, maka
tubuh bayi tersebut akan mendapat
serotonin yaitu zat antistres yang
banyak dibentuk dalam 2 tahun
pertama kehidupan si bayi.
Zat antistres ini akan masuk ke dalam
tubuhnya yang membuat anak menjadi
tidak mudah marah, menghindari stres
dan depresi serta mengurangi
kemungkinan terkena gangguan mental
saat dewasa nanti.
sumber:MedIndia
Showing posts with label payudara. Show all posts
Showing posts with label payudara. Show all posts
Thursday, February 16, 2012
Tuesday, December 6, 2011
Ciri-Ciri Payudara Sehat
Struktur payudara yang dimiliki
perempuan sangat kompleks. Selain
terdiri dari jaringan lemak dan ikat,
payudara juga mengandung saluran
susu, pembuluh darah, kelenjar getah
bening serta struktur yang dikenal
sebagai lobus dan lobulus.
Setiap payudara memiliki 12 sampai 20
bagian lobulus (kelenjar penghasil susu
pada ujung lobus) dan duct (saluran
susu). Disekitar puting, setiap duct
melebar untuk membentuk suatu
kantung (ampula).
Jika seorang perempuan mempunyai
payudara yang sehat, maka ia akan
memiliki ciri-ciri berikut ini, yaitu:
1. Jaringan di bawah kulit payudara
terasa lembut dan tidak ada tonjolan
atau benjolan.
2. Saat diraba payudara terasa ada
nodular atau berserat.
3. Puting lebih keras tetapi simetris dan
halus
4. Ukuran kedua payudara simetris tapi
jika ada perbedaan antara yang kanan
dan kiri itu masih normal.
5. Tidak merasakan sakit atau nyeri
ketika menyentuh bagian payudara
6. Bentuknya kencang dalam arti tidak
kendur atau merosot ke bawah
7. Posisi payudara harus menghadap
sedikit ke atas dengan sudut sekitar
20-45 derajat
8. Warna puting tergantung dari
pigmen kulit yang dimilikinya, misalnya
jika berkulit putih maka puting
biasanya berwarna merah muda, tapi
jika kulitnya agak gelap maka puting
berwarna cokelat.
Meski begitu jaringan yang ada dalam
payudara seseorang bisa berubah
tergantung dari usia dan fase
kehidupannya, misalnya siklus
menstruasi. Serta konsumsi obat-
obatan atau hormon juga bisa
mempengaruhi jaringan di payudara.
Untuk mengetahui ada benjolan atau
tidak di payudara maka hal yang harus
diperhatikan adalah ukuran, bentuk,
dengan merasakan melalui sentuhan,
lokasi di payudara serta warna atau
tekstur dari payudara.
Namun jika payudara yang dipencet
mengeluarkan cairan putih seperti susu,
terdapat benjolan yang selalu
ditemukan di sekitar payudara atau
kulit payudara yang tampak seperti
kulit jeruk (mengerut dengan pori-pori
kulit yang agak menonjol), maka
sebaiknya periksakan ke dokter karena
bisa menjadi tanda kanker payudara.
Setiap perempuan sebaiknya harus
mampu mengenali payudaranya sendiri
dengan menggunakan tangan kanan, hal
ini bisa dilakukan dengan melakukan
SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
sumber:Womanshealth
perempuan sangat kompleks. Selain
terdiri dari jaringan lemak dan ikat,
payudara juga mengandung saluran
susu, pembuluh darah, kelenjar getah
bening serta struktur yang dikenal
sebagai lobus dan lobulus.
Setiap payudara memiliki 12 sampai 20
bagian lobulus (kelenjar penghasil susu
pada ujung lobus) dan duct (saluran
susu). Disekitar puting, setiap duct
melebar untuk membentuk suatu
kantung (ampula).
Jika seorang perempuan mempunyai
payudara yang sehat, maka ia akan
memiliki ciri-ciri berikut ini, yaitu:
1. Jaringan di bawah kulit payudara
terasa lembut dan tidak ada tonjolan
atau benjolan.
2. Saat diraba payudara terasa ada
nodular atau berserat.
3. Puting lebih keras tetapi simetris dan
halus
4. Ukuran kedua payudara simetris tapi
jika ada perbedaan antara yang kanan
dan kiri itu masih normal.
5. Tidak merasakan sakit atau nyeri
ketika menyentuh bagian payudara
6. Bentuknya kencang dalam arti tidak
kendur atau merosot ke bawah
7. Posisi payudara harus menghadap
sedikit ke atas dengan sudut sekitar
20-45 derajat
8. Warna puting tergantung dari
pigmen kulit yang dimilikinya, misalnya
jika berkulit putih maka puting
biasanya berwarna merah muda, tapi
jika kulitnya agak gelap maka puting
berwarna cokelat.
Meski begitu jaringan yang ada dalam
payudara seseorang bisa berubah
tergantung dari usia dan fase
kehidupannya, misalnya siklus
menstruasi. Serta konsumsi obat-
obatan atau hormon juga bisa
mempengaruhi jaringan di payudara.
Untuk mengetahui ada benjolan atau
tidak di payudara maka hal yang harus
diperhatikan adalah ukuran, bentuk,
dengan merasakan melalui sentuhan,
lokasi di payudara serta warna atau
tekstur dari payudara.
Namun jika payudara yang dipencet
mengeluarkan cairan putih seperti susu,
terdapat benjolan yang selalu
ditemukan di sekitar payudara atau
kulit payudara yang tampak seperti
kulit jeruk (mengerut dengan pori-pori
kulit yang agak menonjol), maka
sebaiknya periksakan ke dokter karena
bisa menjadi tanda kanker payudara.
Setiap perempuan sebaiknya harus
mampu mengenali payudaranya sendiri
dengan menggunakan tangan kanan, hal
ini bisa dilakukan dengan melakukan
SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
sumber:Womanshealth
Monday, June 20, 2011
Menjaga Payudara Tetap Kencang
Sering wanita mengeluh sebab buah dadanya
mulai turun dan layu, sehingga tak menarik
dan menjengkelkan hati. Lebih-lebih bagi
wanita yang kerapkali melahirkan, buah
dadanya menjadi kendur dan jatuh layu.
Untuk wanita, buah dada merupakan suatu
bagian tubuh yang sangat berharga sekali,
menurut saya banyak perempuan yang ingin
buah dadanya tetap kencang dan berisi.
Untuk mendapat buah dada yang montok,
kencang dan padat berisi, sesungguhnya
untuk mendapatkan semua itu tidak sulit,
coba ikutilah resep dibawah ini:
Caranya :
Ambilah dua buah pisang muda, buang
sabutnya dan ambil dagingnya yang
ditumbuk sampai halus. Ambil juga 10 lembar
daun lenhujang, sejenis daun yang banyak
terdapat di semak-semakl belukar, juga
ditumbuk menjadi halus, lalu campurkanlah
daun lenhujang tadi dengan daging pinah yang
sudah ditumbuk, tambahkan satu sendok teh
garam, remas dan aduk-aduk, poleskan
kesekitar buah dada Anda yang kendur dna
layu itu, layaknya seperti saat memakai
masker. Biarkan hingga kering, barulah dicuci
dengan air hangat , perlu diperhatikan pada
saat mempoleskan ramuan ini di sekeliling
buah dada, jangan sekali-kali air ramuan
tersebut mengenai puting buah dada Anda,
hasilnya bisa dilihat setelah Anda memakai
ramuan ini secara teratur.
mulai turun dan layu, sehingga tak menarik
dan menjengkelkan hati. Lebih-lebih bagi
wanita yang kerapkali melahirkan, buah
dadanya menjadi kendur dan jatuh layu.
Untuk wanita, buah dada merupakan suatu
bagian tubuh yang sangat berharga sekali,
menurut saya banyak perempuan yang ingin
buah dadanya tetap kencang dan berisi.
Untuk mendapat buah dada yang montok,
kencang dan padat berisi, sesungguhnya
untuk mendapatkan semua itu tidak sulit,
coba ikutilah resep dibawah ini:
Caranya :
Ambilah dua buah pisang muda, buang
sabutnya dan ambil dagingnya yang
ditumbuk sampai halus. Ambil juga 10 lembar
daun lenhujang, sejenis daun yang banyak
terdapat di semak-semakl belukar, juga
ditumbuk menjadi halus, lalu campurkanlah
daun lenhujang tadi dengan daging pinah yang
sudah ditumbuk, tambahkan satu sendok teh
garam, remas dan aduk-aduk, poleskan
kesekitar buah dada Anda yang kendur dna
layu itu, layaknya seperti saat memakai
masker. Biarkan hingga kering, barulah dicuci
dengan air hangat , perlu diperhatikan pada
saat mempoleskan ramuan ini di sekeliling
buah dada, jangan sekali-kali air ramuan
tersebut mengenai puting buah dada Anda,
hasilnya bisa dilihat setelah Anda memakai
ramuan ini secara teratur.
Saturday, May 28, 2011
Bila Perempuan Tidur Pakai Bra, Apa yang Terjadi ?
Tidur adalah waktu
yang tepat untuk mengistirahatkan
payudara dengan tidak mengenakan bra.
Lantas apa jadinya bila perempuan tidur
dengan mengenakan bra?
Tak hanya mengistirahatkan otot, saat tidur
tubuh mengalami perbaikan dan detoksifikasi
(mengeluarkan racun). Tidur juga memberi
kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh
untuk memproduksi hormon-hormon
imunitas (kekebalan tubuh).
Oleh karena itu, sebaiknya gunakan pakaian
yang longgar atau lepaskan pakaian dalam
saat tidur, sehingga dapat mempercepat dan
memperlancar kinerja tubuh dalam proses
perbaikan. Untuk perempuan sebaiknya
lepaskan bra saat tidur.
Berikut beberapa hal yang terjadi jika
perempuan tidur mengenakan bra, seperti :
1. Berkeringat
Ada beberapa bra khusus yang dirancang
khusus untuk tidur, biasanya terbuat dari
bahan nilon atau katun yang dapat membuat
kulit Anda 'bernapas'. Namun jika Anda
mengenakan bra biasa untuk tidur, maka
keringat dan uap air akan tetap berada di
dalam bra. Hal ini bisa menyebabkan gatal-
gatal dan dalam kasus ekstrem bisa
menyebabkan luka.
2. Gelisah saat tidur
Bra biasa (yang dikenakan siang hari)
dirancang khusus untuk menopang payudara
dan memberikan bentuk yang indah. Bra
seperti ini biasanya ketat dan kencang
sehingga tidak nyaman bila dikenakan saat
berbaring atau tidur. Perempuan yang tetap
mengenakan bra yang kencang saat tidur bisa
mengalami kegelihan dan tidur tidak
nyenyak.
3. Insomnia
Dalam kasus yang ekstrem, memakai bra
saat tidur juga bisa menjadi salah satu faktor
insomnia karena tubuh tidak bebas bernapas.
4. Berisiko kanker payudara
Ilmuwan Sydney Singer dan istrinya Soma
Grismaijer pada tahun 1991 pernah menulis
dalam bukunya 'Dressed To Kill: The Link
Between Breast Cancer and Bras', yang berisi
tentang perempuan yang ingin menghindari
kanker payudara harus memakai bra dalam
waktu sesingkat mungkin dan sebaiknya
kurang dari 12 jam per hari.
"Waktu yang paling tepat untuk
mengistirahatkan payudara dengan tanpa
memakai bra adalah saat tidur. Jangan tidur
dengan bra," kata Sydney Singer, seperti
dilansir dari Chetday.
Menurut Sydney Singer, menggunakan bra
terlalu lama dapat meningkatkan suhu
jaringan payudara dan perempuan yang
memakai bra memiliki kadar hormon
prolaktin (hormon yang berfungsi
merangsang kelenjar air susu) yang lebih
tinggi. Kedua hal ini dapat mempengaruhi
pembentukan kanker payudara.
Selain itu, terlalu sering menggunakan bra
atau menggunakan bra terlalu ketat juga
membahayakan kesehatan karena bisa
membatasi aliran getah bening di payudara.
Normalnya, cairan getah bening mencuci
bahan limbah dan racun lain, serta
menjauhkannya dari payudara.
Sumber : Livestrong
yang tepat untuk mengistirahatkan
payudara dengan tidak mengenakan bra.
Lantas apa jadinya bila perempuan tidur
dengan mengenakan bra?
Tak hanya mengistirahatkan otot, saat tidur
tubuh mengalami perbaikan dan detoksifikasi
(mengeluarkan racun). Tidur juga memberi
kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh
untuk memproduksi hormon-hormon
imunitas (kekebalan tubuh).
Oleh karena itu, sebaiknya gunakan pakaian
yang longgar atau lepaskan pakaian dalam
saat tidur, sehingga dapat mempercepat dan
memperlancar kinerja tubuh dalam proses
perbaikan. Untuk perempuan sebaiknya
lepaskan bra saat tidur.
Berikut beberapa hal yang terjadi jika
perempuan tidur mengenakan bra, seperti :
1. Berkeringat
Ada beberapa bra khusus yang dirancang
khusus untuk tidur, biasanya terbuat dari
bahan nilon atau katun yang dapat membuat
kulit Anda 'bernapas'. Namun jika Anda
mengenakan bra biasa untuk tidur, maka
keringat dan uap air akan tetap berada di
dalam bra. Hal ini bisa menyebabkan gatal-
gatal dan dalam kasus ekstrem bisa
menyebabkan luka.
2. Gelisah saat tidur
Bra biasa (yang dikenakan siang hari)
dirancang khusus untuk menopang payudara
dan memberikan bentuk yang indah. Bra
seperti ini biasanya ketat dan kencang
sehingga tidak nyaman bila dikenakan saat
berbaring atau tidur. Perempuan yang tetap
mengenakan bra yang kencang saat tidur bisa
mengalami kegelihan dan tidur tidak
nyenyak.
3. Insomnia
Dalam kasus yang ekstrem, memakai bra
saat tidur juga bisa menjadi salah satu faktor
insomnia karena tubuh tidak bebas bernapas.
4. Berisiko kanker payudara
Ilmuwan Sydney Singer dan istrinya Soma
Grismaijer pada tahun 1991 pernah menulis
dalam bukunya 'Dressed To Kill: The Link
Between Breast Cancer and Bras', yang berisi
tentang perempuan yang ingin menghindari
kanker payudara harus memakai bra dalam
waktu sesingkat mungkin dan sebaiknya
kurang dari 12 jam per hari.
"Waktu yang paling tepat untuk
mengistirahatkan payudara dengan tanpa
memakai bra adalah saat tidur. Jangan tidur
dengan bra," kata Sydney Singer, seperti
dilansir dari Chetday.
Menurut Sydney Singer, menggunakan bra
terlalu lama dapat meningkatkan suhu
jaringan payudara dan perempuan yang
memakai bra memiliki kadar hormon
prolaktin (hormon yang berfungsi
merangsang kelenjar air susu) yang lebih
tinggi. Kedua hal ini dapat mempengaruhi
pembentukan kanker payudara.
Selain itu, terlalu sering menggunakan bra
atau menggunakan bra terlalu ketat juga
membahayakan kesehatan karena bisa
membatasi aliran getah bening di payudara.
Normalnya, cairan getah bening mencuci
bahan limbah dan racun lain, serta
menjauhkannya dari payudara.
Sumber : Livestrong
Subscribe to:
Posts (Atom)