Showing posts with label penyakit mata. Show all posts
Showing posts with label penyakit mata. Show all posts

Tuesday, May 29, 2012

Solusi Mata Lelah di Depan Komputer

Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.
Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.
Berikut ini adalah beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor :
1. Jaga jarak pandang dari monitor.
Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata. Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.
2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD
Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD. Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.
3. Atur monitor setting
Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut. Misal settingan seperti, 'text' atau 'internet' akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan 'game' atau 'movie' akan terlihat lebih terang saat digunakan.
4. Gunakan kacamata anti radiasi
Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya. Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.
5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala
Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.
Sumber : andikapriastana.blogspot.com

Tuesday, March 27, 2012

Gejala dan Pengobatan Glukoma



Glukoma adalah penyakit mata yang biasa terlihat pada orang yang berumur 40 tahun keatas.

Glukoma merupakan penyakit peringkat ke dua WHO karena bisa menimbulkan kebutaan.

Dalam Glukoma optik syaraf mata yang pada gilirannya mengirim sinyal ke otak akan terpengaruh perlahan dan tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang paling umum.
Hal yang penting dalam mendeteksi Glukoma harus dari tahap awal karena tidak reversibel dan tidak dapat di sembuhkan,tapi deteksi tepat waktu dapat membantu menangkap penyakit ini,sehingga penderita tidak pernah berkembang pada penglihatannya.

Untuk mendeteksi Glukoma tahap awal sangat di anjurkan untuk memeriksakan penyakit ini secara rutin setiap tahun ke Dokter spesialis Mata setelah usia 40 tahun.

Pemeriksaan mata secara rutin harus mencakup :
- Goniuscopy
- Pengukuran tekanan mata
- Ketebalan pusat kornea
- Analisis serat syaraf

Faktor-faktor resiko seseorang terkena penyakit Glukoma setelah umur 40 tahun antara lain :
- Riwayat keluarga terkena Glukoma
- Diabetes/hipertensi
- Riwayat cidera pada mata
- Penggunaan steroid pada masa lalu
- Penggunaan kacamata pada waktu masih muda ( rabun jauh/dekat )

Dalam kasus tertentu penggunaan laser merupakan prosedur yang dianjurkan.Semua modalitas traetment hanya bertujuan untuk menghentikan peyakit agar tidak terjadi kebutaan permanen.

Hari Glukoma sedunia di rayakan setiap tahun pada bulan Maret untuk membawa kesadaran akan pentingnya kesehatan Mata.

sumber:http://www.onlymyhealth.com/glaucoma-symptoms-treatment-1330928224



Sunday, April 17, 2011

Diet Vegan Turunkan Risiko Katarak

Penyuka sayur dan buah boleh berlega hati. Tapi tak berarti pelahap daging tidak demikian. Ternyata mengonsumsi sedikit daging dan lebih banyak sayur dan buah punya kaitan dengan rendahnya risiko menderita katarak.

Sebuah survei skala besar tentang diet (kebiasaan makan) diadakan 15 tahun. Tim peneliti Inggris menemukan tiga dari 50 pengonsumsi daging menderita katarak. Itu dikomparasikan dengan sekitar dua dari 50 vegetarian.

Hasil studi menggambarkan penurunan risiko katarak hingga 30-40 persen di kalangan vegetarian dan vegan dibandingkan penyuka daging.
"Mereka yang tidak mengonsumsi daging memiliki risiko jauh lebih rendah terkena katarak," ujar Naomi Allen, ahli epidemiologi di University of Oxford, belum lama ini.

Nah, tidak berarti seseorang harus menjadi vegetarian untuk menghindari katarak. Studi tidak membuktikan makan daging menyebabkan katarak. Makan banyak buah dan sayuran mungkin sebagai cara melindungi mata dari katarak.

Merokok, diabetes, dan terkena sinar matahari yang terik juga dapat meningkatkan risiko katarak.

Friday, April 15, 2011

Gejala Katarak

Katarak tidak pernah dan tidak dapat menyebabkan rasa nyeri. Katarak hanya memengaruhi kualitas penglihatan. Kondisi ini muncul nyaris tanpa diketahui dan hampir selalu berjalan dengan sangat lambat. Biasanya proses keopakan berjalan dengan stabil, tetapi kadang-kadang terjadi percepatan yang singkat yang diikuti dengan periode panjang dimana tidak terlihat perubahan yang nyata. Banyak katarak yang mengubah cara berbagai gelombang cahaya melewati lensa, sehingga cahaya merah dan kuning bisa lewat dengan lebih mudah daripada cahaya biru. Sekali lagi, efeknya bertahap dan tidak mudah dikenali, tetapi setelah pembedahan katarak pasien biasanya menyatakan kegembiraannya dengan menyebutkan betapa terangnya warna langit atau betapa terangnya benda-benda berwama biru.

Efek lain dari meningkatkan kepadatan di dalam lensa adalah meningkatnya daya untuk membelokkan sinar cahaya. Ini dikenal sebagai peningkatan indeks refraksi lensa mata. Efeknya membuat jarak pandang penderitanya semakin lama semakin pendek. Ini memungkinkan mereka, paling tidak untuk sementara waktu, dapat membaca tanpa kacamata baca dan bahkan mungkin menimbulkan ilusi bahwa penglihatan mereka membaik. Tetapi, kemampuan untuk melihat secara rinci hampir selalu disertai dengan mengabumya benda-benda yang jauh letaknya. Penderita yang berada dalam situasi ini sering membeli serentetan kacamata minus yang semakin lama semakin tinggi ukurannya dan membuang uang yang cukup besar dalam upaya untuk dapat melihat lebih jelas yang pada akhimya ternyata sia-sia. Tidak ada yang salah dalam hal ini kecuali bahwa hal ini membuat tabungan Anda menyusut.

Gejala katarak
yang paling penting adalah hilangnya kejelasan penglihatan yang progresif di bagian tengah bidang penglihatan. Keadaan ini sangat mengganggu dan melumpuhkan, terutama jika keopakan (keputihan) lensa mata menyebabkan menyebarnya cahaya. Beberapa orang mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang salah pada matanya ketika mereka harus berhenti mengemudi di malam hari karena tidak dapat menahan silaunya kilauan lampu mobil yang menuju ke arahnya. Beberapa, sebaliknya, tidak menyadari efek ini dan hanya menganggap bahwa mereka tidak bisa melihat sebaik dulu. Begitu protein lensa mata mengalami pemadatan dan serat-serat menjadi tidak teratur, tidak ada cara untuk memperbaiki kebeningan lensa. Satu-satunya pengobatan adalah melepaskan lensa yang sudah buram dan menggantinya dengan lensa plastik kecil yang sampuma secara optik yang ditanamkan dengan penuh perhitungan untuk memfokuskan mata dengan benar.

Pustaka
Antioksidan Oleh Dr. Robert Youngson

Sumber: http://artikelkedokteran.net/gejala-katarak.html


Artikel Terkait:

Thursday, February 17, 2011

Infeksi Mata Konjungtivitis

Inflamasi konjungtiva mata yang disebabkan oleh proses infeksi, iritasi fisik, atau respons alergi dikenal sebagai konjungtivitis. Pada inflamasi, konjungtiva menjadi merah, bengkak, dan nyeri ditekan. Konjungtivitis akibat infeksi bakteri kadang-kadang disebut mata merah (pink eye). Mata merah dapat terjadi sendiri, atau dapat terjadi bersamaan dengan infeksi telinga. Konjungtivitis viral sering disebabkan oleh infeksi adenovirus. Konjungtivitis bakterial dan viral sangat menular. Konjungtivitis alergi terjadi sebagai bagian dari reaksi inflamasi terhadap alergen lingkungan. Stimulasi fisik oleh benda asing di mata juga akan mengiritasi dan menginflamasi konjungtiva sehingga menyebabkan inflamasi dan nyeri.

Gambaran Klinis
  • Konjungtiva merah dan bengkak. Pada konjungtivitis infeksi atau alergi, kedua mata biasanya terkena.
  • Fotofobia (aversi terhadap cahaya).
  • Rabas purulen adalah karakteristik konjungtivitis bakterial. Infeksi dan rabas sering dimulai di satu mata dan menyebar ke mata yang lain. Mata mungkin tertutup oleh selaput kehijauan.
  • Rabas encer dan jernih adalah karakteristik konjungtivitis viral. Konjungtivitis viral sering menyertai infeksi saluran napas atas.
  • Rasa panas dan gatal pada mata adalah karakteristik konjungtivitis alergi.
  • Konjungtivitis akibat benda asing dikaitkan dengan ketidaknyamanan dan perasaan seperti ada pasir atau kerikil halus pada mata. Biasanya dengan benda asing, hanya satu mata yang terkena.

Diagnosis
  • Diagnosis ditegakkan setelah riwayat dan pemeriksaan fisik. Kultur dapat diperlukan pada beberapa keadaan.
  • Benda asing pada mata harus divisualisasi dengan menggunakan lampu khusus, yang disebut lampu Wood.

Komplikasi
  • Infeksi bakteri tertentu (gonore, beberapa jenis konjungtivitas klamidia) dan infeksi virus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata jika tidak diobati.
  • Benda asing di mata dapat menyebabkan abrasi kornea dan pem-bentukan jaringan parut.
  • Konjungtivitas dapat menjadi gejala awal penyakit sistemik berat, yaitu penyakit Kawasaki. Penyakit ini adalah salah satu vaskulitis yang tersebar luas yang memengaruhi banyak organ tubuh, termasuk jantung, otak, sendi, Kati, dan rnata. Penyakit ini dimulai secara akut dengan demam tinggi, yang diikuti secara singkat dengan konjungtivitis bilateral yang signifikan karena tidak adanya rabas dan prosesnya yang lama. Ruam dan pembengkakan tangan dan kaki menyertai gejala awal ini. Diagnosis dini penting untuk mencegah kerusakan pada arteri koroner. Terapi untuk penyakit Kawasaki mencakup penggunaan aspirin dan globulin gama.

Penatalaksanaan
  • Konjungtivitis bakterial biasanya diobati dengan tetes mata atau krim antibiotik, tetapi sering sembuh dalam waktu sekitar dua minggu walaupun tanpa pengobatan. Karena konjungtivitis bakterial sangat menular di antara anggota keluarga dan teman sekolah, diperlukan teknik mencuci tangan yang baik dan pemisahan handuk bagi individu yang terinfeksi. Anggota keluarga tidak boleh bertukar bantal atau seprai.
  • Konjungtivitas yang juga berhubungan dengan otitis media diobati dengan antibiotik sistemik. Kompres hangat pada mata dapat mengeluarkan rabas.
  • Konjungtivitis viral biasanya diobati dengan kompres hangat. Teknik mencuci tangan yang baik diperlukan untuk mencegah penularan.
  • Konjungtivitis alergi diobati dengan menghindari alergen apabila mungkin. Antihistamin atau tetes mata yang mengandung steroid dapat digunakan untuk mengurangi gatal dan inflamasi.
  • Konjungtivitis yang disebabkan iritan diobati dengan mengeluarkan benda asing, diikuti dengan penggunaan obat antibakteri.

Daftar Pustaka Buku Saku Patofisiologi Corwin Oleh Elizabeth J. Corwin

Source: http://fkunhas.com/infeksi-mata-konjungtivitis-20110206985.html


Artikel Terkait:

Sunday, July 13, 2008

Kacamata Gelap Memperlambat Katarak

KATARAK merupakan masalah nasional yang perlu segera ditanggulangi. Katarak menempati urutan pertama penyebab kebutaan, menyusul glaukoma dan kelainan reflaksi. Dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia 11 Oktober 2007, dicanangkan menjaga kesehatan mata sedini mungkin untuk mengerem laju kebutaan yang terus meningkat. Tiap orang memasuki usia lanjut otomatis menderita katarak. Namun ada usaha yang dapat dilakukan untuk memperlambat katarak. Bagaimana kiat yang harus dilakukan?

“Katarak adalah perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas karena dengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina,” papar dr. Ni Nyoman Seri Sukmawati, Sp.M pekan lalu.

Menurut Dokter Spesialis Mata RS Wangaya ini pada mata sehat lensa yang jernih meneruskan sinar/cahaya ke dalam mata sehingga mata dapat memfokuskan objek dari jarak yang berbeda-beda. “Penderita katarak lensa matanya keruh menyebabkan jalanya sinar berkurang atau terlambat sehingga lensa tidak dapat memfokuskan sinar masuk. Katarak terjadi secara perlahan-perlahan sehingga penglihatan penderita terganggu secara berangsur,” ujar perempuan kelahiran 51 tahun silam ini.

Gejala utama katarak kata dokter Seri, penglihatan kabur. Pada perkembangan selanjutnya, pupil mata akan tampak berwarna putih yakni ada warna putih-putih pada hitam mata. Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. “Di luar negeri penderita katarak sebagian besar usia 70 tahun keatas. Sebaliknya di Indonesia dialami usia 45 tahun keatas,” kata isteri Ir. Made Sukerata ini.
Ia juga mengatakan katarak dapat pula terjadi pada bayi karena gangguan tumbuh kembangnya dalam kandungan. Pada penderita diabetes/kencing manis, walaupun usia muda, katarak akan mengganggu penglihatannya lebih cepat.

Katarak hanya dapat diatasi melalui prosedur operasi. Hingga saat ini belum ada obat-obatan yang dapat menghindari atau menyembuhkan seseorang dari gangguan katarak. Namun, melindungi mata terhadap sinar matahari yang berlebihan dapat memperlambat terjadinya gangguan katarak. Kacamata gelap sebaiknya digunakan ketika berada diruang terbuka siang hari.

Katarak dapat disembuhkan dengan semakin majunya teknologi kedokteran saat ini. Tindakan operasi cukup dilakukan dengan bius lokal atau tetes dan memerlukan waktu 20 menit.
“Lensa mata yang keruh diganti dengan lensa buatan yang ditanam. Saat ini yang biasa dilakukan adalah tehnik EKEK (Ektrasi Katarak Ekstra Kapsuler) atau biasa disebut small insisi dengan satu sampai tiga jahitan.
Proses penyembuhan kuranglebih tiga minggu. Operasi ini aman dan jarang terjadi komplikasi. Jadi masyarakat tidak perlu takut menjalani operasi katarak. Lebih baik ditangani sedini mungkin,” ujar ibu dua anak ini.