Showing posts with label seks. Show all posts
Showing posts with label seks. Show all posts

Sunday, June 10, 2012

Hubungan Diabetes dan Seks

Masalah kehidupan seksual seseorang umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti psikologis dan fisik. Mereka yang menderita penyakit tertentu seperti halnya diabetes memiliki risiko besar menghadapi gangguan kehidupan seksual.
Lantas, bagaimana diabetes dapat memengaruhi kehidupan seksual Anda atau sebaliknya? Penelitian menunjukkan, dua puluh lima persen dari semua perempuan dengan diabetes dan sekitar 50 persen pria akan mengalami beberapa jenis masalah seksual atau hilangnya gairah seksual sebagai akibat dari kondisi mereka.
seks dan diabetes

Pada Pria

Jangka panjang diabetes pada pria bisa menyebabkan kerusakan pada sistem saraf, yang terlibat dalam proses ereksi kompleks. Hal ini berarti pria dengan diabetes mungkin menderita disfungsi ereksi (DE) dan tidak mampu untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Sebanyak sepertiga dari pria dengan diabetes pada akhirnya akan mengalami impotensi.
Bahkan, beberapa pria baru mengetahui bahwa mereka mengidap diabetes ketika mereka mencari pengobatan terkait masalah disfungsi ereksi mereka. Namun Anda tidak perlu cemas, hal ini dapat di atasi dengan mengatur pola diet yang tepat dan ditunjang dengan konsumsi obat-obatan atau insulin.

Pada Wanita

Sejumlah wanita dengan diabetes dapat menderita vaginitis berulang (radang vagina), yang biasanya disebabkan jamur infeksi. Kondisi ini akan membuat hubungan seks terasa tidak nyaman dan menyakitkan. Bahkan pada beberapa perempuan, mungkin akan mengalami gatal atau sensasi seperti terbakar, dan keluarnya cairan putih.
Perempuan dengan diabetes juga bisa mendapatkan sistitis berulang - salah satu penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK). Selain itu, beberapa bukti menunjukkan bahwa perempuan dengan diabetes cenderung memiliki masalah dengan gairah, dan klitoris (pusat saraf seks pada perempuan) mungkin tidak merespon rangsangan dengan cara yang biasa.

Mungkinkah berhubungan seks setelah mengidap diabetes?

Jika Anda merasa diabetes menyebabkan masalah dengan kehidupan seks Anda, segera konsultasikan hal ini dengan dokter.Biasanya, dokter akan mencoba mencari tahu apakah masalah seksual tersebut disebabkan oleh cacat pada saraf atau sistem sirkulasi akibat diabetes, atau apakah lebih karena faktor psikologis. Seringkali perbedaan ini sulit untuk dikelompokan.
Dalam kasus apapun, ketika problem disfungsi seksual mulai terjadi secara teratur dan cenderung memburuk, maka faktor psikologis akan terlibat di dalamnya.
Pria yang mengidap diabetes dan impotensi dapat dibantu dengan obat-obatan yang diresepkan dokter seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis) dan vardenafil (Levitra). Namun, jika hasil tes menunjukkan bahwa sistem saraf Anda belum rusak oleh diabetes, dan tidak ada masalah peredaran darah yang terkait, maka sebenarnya Anda tidak mengalami masalah dengan kehidupan seksual. Dibutuhkan dukungan dari pasangan dan dokter untuk mengatasi kondisi ini.
Demikian artikel kesehatan mengenai Hubungan Diabetes dan Seks, semoga bermanfaat yah.

Monday, June 28, 2010

Kepuasan Seksual Mempengaruhi Kepuasan Hidup

Berdasarkan hasil penelitian APSHOW (Asia Pacific Sexual Health and Overall Wellness) yang dilakukan di 13 negara pada tahun 2008 dengan diikuti oleh 2.016 partisipan pria & 1.941 partisipan wanita, ternyata didapat hasil bahwa 1 dari 4 pria di Asia Pasifik memiliki kekerasan ereksi yang tidak optimal (EHS 3) & pasangan wanitanya setuju akan hal tersebut. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pria dengan kekerasan ereksi optimal (EHS skala 4) lebih sering melakukan hubungan seksual & lebih merasa puas serta memiliki pola pikir yang positif atas kehidupan dibandingkan dengan pria yang hanya mencapai EHS skala 3 atau suboptimal.

EHS atau Erection Hardness Score (skala kekerasan ereksi) adalah tes mandiri yang sederhana, tervalidasi & menunjukkan kelas kekerasan ereksi dengan ukuran berskala 4. EHS ini biasanya digunakan untuk diagnosa pasien disfungsi ereksi (DE). Dengan menggunakan EHS ini maka para praktisi kesehatan profesional dapat memonitor kemajuan pengobatan DE & memberikan dosis yang efektif yang dibutuhkan oleh pasien.

Skala EKS  (Erection Hardness Score

Skala 1

Skala 2

Skala 3

Skala 4
Penis membesar tapi tidak keras Penis keras, tetapi tidak cukup keras untuk melakukan penetrasi Penis cukup keras untuk melakukan penetrasi tetapi tidak sangat keras Penis keras & tegang secara sempurna
Disebut dengan disfungsi ereksi tingkat berat (severe erectile dysfunction) Disebut dengan disfungsi ereksi tingkat sedang (moderate erectile dysfunction) Disebut dengan disfungsi ereksi tingkat ringan (suboptimal erection) Disebut dengan ereksi optimal (optimal erection)

Dari penelitian tersebut juga diketahui bahwa para pria dengan kekerasan ereksi tidak optimal (EHS 1-3) tersebut, sebagian besar merasa malu & khawatir untuk mencari pengobatan terhadap disfungsi ereksi yang dialami. Padahal sebenarnya disfungsi ereksi dapat menjadi sangat umum untuk dialami dengan adanya pertambahan usia & terutama bila mengalami penyakit-penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, kolesterol tinggi & tekanan darah tinggi. Belum lagi adanya mitos-mitos yang salah tentang ereksi ataupun pengobatan masalah disfungsi ereksi yang membuat pria tidak langsung berkonsultasi dengan dokter untuk menangani masalahnya.

Dengan adanya latar belakang tersebut maka pada tanggal 9 Juni kemarin bertempat di XXI Club Djakarta Theatre, PT. Pfizer Indonesia meluncurkan suatu kompetisi bagi pasangan suami istri Indonesia yang disebut dengan Indonesia Sweethard. Program Indonesia Sweethard ini diluncurkan dalam bentuk permainan online yang dapat diikuti oleh para pasangan suami istri mulai dari bulan Juni-Juli 2010. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasangan suami istri di Indonesia mengenai hubungan seksual yang memuaskan serta memberikan beragam informasi yang akurat & menyeluruh mengenai masalah ereksi melalui cara yang unik & menyenangkan. 5 pasangan finalis akan dipilih melalui tahap wawancara & pengujian untuk kemudian mengikuti acara Journey to SweetHard Moment di Lor In Belitung. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kompetisi ini dapat dilihat di website: www.vi-lounge.com

Sumber: Medicastore.com

Thursday, July 10, 2008

Seks Pasca Operasi Prostat

Anda yang mengidap kanker prostat dan berpikir untuk mengangkat kelenjar tersebut, kini dapat berbesar hati bahwa akan sangat memungkinkan untuk mengembalikan aktivitas seksual Anda, pasca operasi tersebut.

Menurut National Cancer Institute di Amerika Serikat, sekitar 219 ribu pria setiap tahun didiagnosa menderita kanker prostat dan hampir separuh dari angka itu mengalami pengangkatan kelenjar.

Sebuah penelitian di tahun 2005 memperlihatkan bahwa setahun setelah operasi, 97 persen pasien mampu untuk mencapai tahap “cukup kuat untuk penetrasi.” Namun, akhir tahun lalu, George Washington University dan New York University menyebutkan bahwa hanya kurang dari separuh pria yang telah dioperasi merasakan kehidupan seks mereka kembali normal pada jangka waktu setahun.

Beberapa variabel memberi pengaruh besar: tipe pasien, aktivitas seks sebelum operasi, dan yang paling penting adalah definisi impotensi yang digunakan oleh para dokter. Pasien yang tidak pernah menggunakan obat penguat sebelum operasi memiliki 85 persen peluang memperoleh kembali ereksinya setelah 18 bulan pasca operasi. Sementara pria berumur atau yang menggunakan obat ereksi sebelum operasi akan sulit pulih.

Variabel definisi impotensi-lah yang sering menimbulkan salah pengertian. Pasien menganggap ketidakpuasan seks setelah operasi sebagai impotensi, sementara bagi mata dokter, kemampuan ereksi sampai tahap “cukup kuat untuk penetrasi” sudah merupakan suatu keberhasilan.

Sumber : www.solusisehat.net

Sex bikin awet muda, benarkah ?

Saya kurang setuju dan juga ragu-ragu kalau ada pernyataan yang menyatakan "Sex bikin awet muda". Karena saya belum pernah menemukan artikel yang bener-benar bisa menjelaskan secara ilmiah mengenai sex ini.

Namun saya pernah membaca artikel-artikel yang menyatakan bahwa sebuah penelitian membuktikan aktivitas sex dapat memperkebal sistem imun dan bisa menjadikan seseorang awet muda. Hasil penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa hubungan sex mampu menangkal gangguan salesma penyakit-penyakit tertentu lainya.

Menurut para peneliti tersebut, hubungan sex yang dilakukan dua kali dalam satu minggu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kok bisa ya, gimana juga cara meneliti hal ini ?

Salah seorang dokter dari peneliti tersebut mengungkapkan mereka mengambil beberapa sample dari air liur seseorang yang selesai hubungan intim namun sebelumnya juga diambil sampelnya sebelum melakukan hubungan intim.

Hasilnya terbukti bahwa sex dapat meningkatkan sistem imun dan bila sistem imun meningkat dengan sendirinya penyakit dan virus-virus akan tidak mudah menyerang tubuh.

Lantas kenapa testnya kok dari air liur ya? begini, air liur itu memiliki kandungan Imunoglobalin A yang diakui cukup akurat untuk mengukur kadar kebaikan dari sebuah Imun itu tadi.

Sebuah penelitian serupa juga pernah diadakan di Scotland, University Edinburg, dan pernah terbit buku bertajuk Secret of the super young, yang kajianya menyatakan 95% orang akan tampak lebih muda jika kebutuhan sexnya tercukupi.

Sumber : http://obrolanku.blogspot.com

Mengatasi Masalah Kecanduan Seks

Orang bijak sering mengatakan, hal apapun jika terlalu berlebihan adalah buruk akibatnya. Bagaimana dengan tindak dan aktivitas seksual? Apakah orang yang sangat kecanduan seks juga buruk akibatnya. Mungkin ada yang mengatakan Iya adapula yang membantahnya. Tak perlu diperdebatkan, tapi simak informasi berikut tentang masalah kecanduan seks ini.

Apa itu kecanduan seks?
Para ahli menyimpulkan bahwa kecanduan seksual adalah aktifitas seksual yang kemudian menjadi tak terkontrol. Kecanduan terhadap seks memaksa si 'penderita' untuk selalu mencari peluang dan bisa berhubungan seksual tiap saat, yang bisa berpengaruh terhadap diri sendiri, hubungan sosial dan lingkup pekerjaan.

Bagi Pria pecandu seks, hal ini dapat mendatangkan ‘malapetaka’ bagi dirinya sendiri, apalagi bila tidak disertai pikiran yang dewasa. Masalahnya pecandu seks umumnya merasa tidak ada yang salah dengan dirinya. Kebanyakan dari Pecandu seks akan menyangkal jika ada yang mengatakan dirinya bermasalah. Alasan yang ‘pintar’pun kerap terucap dari pecandu seks, jika pada mereka ditanyakan alasan mengapa baginya seks adalah segalanya.

Kecanduan seks bentuknya bisa macam-macam, tapi pada umumnya berupa perilaku di luar kontrol. Perilaku tersebut misalnya :
- Menyukai hal-hal berbau pornografi secara berlebihan
- Ekshibisionis dan sejenisnya
- Terlalu sering masturbasi
- Suka Telepon atau internet seks
- Affair yang dilakukan dengan banyak orang
- Seks beresiko (high risk sex)

Seks dapat menjadi satu 'ketergantungan' sama halnya saat Anda tergantung pada alkohol dan minuman keras lainnya. Selama melakukan hubungan seks, tubuh kita menghasilkan satu reaksi kimia yang membuat kita merasa 'nyaman' dan tenang.

Beberapa orang menjadi kecanduan terhadap 'khasiat' dari reaksi kimia ini dan menjadi terobsesi untuk selalu mendapatkan sensasi seks yang lebih tinggi lagi. Dan tubuhpun terbiasa dengan reaksi kimia ini, sehingga para 'pecandu' itu selalu berusaha untuk mempertahankan kegiatan seksualnya, agar mendapatkan 'kondisi' yang telah terbiasa itu.

Bedanya pecandu seks dan penikmat seks, pecandu seringkali tidak peduli jika dirinya dalam bahaya saat ingin melakukan aksi seksualnya. Penikmat seks masih bisa berpikir ‘lurus’ dan mundur jika aksi seksualnya akan mendatangkan bahaya atau malu, baik pada dirinya ataupun pada pasangannya. Sedangkan pecandu akan jalan terus dan tidak peduli dengan konsekuensinya.

Sekitar 2-6 persen dari jumlah populasi penduduk dunia mengalami kecanduan seksual. Tapi bisa jadi kenyataannya lebih besar dari jumlah itu, mengingat para pencandu biasanya malu untuk mengakui keadaan dirinya dan tak punya keberanian mengunjungi dokter untuk mencari bantuan.

Batasan untuk yang mengidap ketagihan seks ini pun tidak terbatas usia, pekerjaan dan jenis kelamin. Sejak penggunaan internet semakin meluas, dimana layanan jasa berbau seks semakin murah dan mudah, para ahli memperkirakan para penderita pecandu seks semakin bertambah jumlahnya.

Dr. Patrick Carnes, salah satu ahli di bidang perlaku penyimpangan dan kecanduan seksual, mengatakan bahwa ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai tentang kecanduan seksual, yakni:

1. Merasa bahwa tindakan Anda mulai tak terkontrol
2. Kecenderungan untuk melakukan aktifitas seksual yang merusak / beresiko tinggi
3. Suka berfantasi seksual untuk memenuhi keinginan seksual yang tak bisa tercapai
4. Merasa tak mampu untuk menghentikan sikap kita, walaupun tahu tentang segala
konsekuensi atas tindakan Anda tersebut
5. Selalu menginginkan aktifitas seksual yang lebih, minimal seperti yang pernah didapatnya
atau malah lebih dari itu
6. Lebih banyak menghabiskan waktu hanya untuk memenuhi keinginan seksual dan segala hal
seputar aktifitas seksual
7. Lebih mementingkan aktifitas seksual diatas kebutuhan untuk bersosialisasi, urusan
pekerjaan dan hiburan yang lainnya.
8. Selalu ingin melakukan hal-hal yang berbau seksual

Bagaimana Mengatasi
Jika Anda merasa memiliki perilaku seperti disebutkan di atas, yang pertama harus disadari adalah kecanduan seksual adalah masalah serius yang tidak akan hilang dengan sendirinya. Anda harus mendapatkan pengobatan atau terapi untuk menyembuhkannya.

Kebanyakan penderita merasa kesulitan untuk mengubah perilakunya sendiri. Anda mungkin bisa mengurangi kegiatan seksual untuk sementara, tetapi biasanya siklusnya akan semakin sering dan sulit untuk diputus. Jasa terapi dari para profesional bisa membantu Anda memahami apa yang terjadi dan menguatkan semangat Anda untuk mengubahnya menjadi kehidupan seksual yang lebih sehat.

Mengobati kecanduan seks, seperti kecanduan lainnya, sangat tergantung dari orang bersangkutan. Jika ia bisa menyadari bahwa perbuatannya salah dan ada kemauan untuk mengubahnya, pengobatan menjadi lebih mudah. Proses pengobatan bisa berupa serangkaian terapi mengenai kesehatan seksual, hubungan cinta yang sehat, pernikahan, atau mengikuti program support group. Terkadang obat-obatan tertentu, seperti Prozac atau Anafranil, diperlukan untuk menahan dorongan seksual yang berlebihan.

Jika pasangan Anda mengalami kecanduan seksual, hal ini adalah tantangan untuk Anda untuk membantunya mengubah perilakunya. Perlu Anda sadari juga bahwa tidak ada seorang pun yang bisa sembuh dari rasa ketagihan kecuali ia menerima bahwa dirinya punya masalah dan bertekad untuk berubah. Memiliki pasangan yang kecanduan seks memang berat dan membingungkan, tetapi bukan tak mungkin hal ini disembuhkan. Anda hanya perlu mendorongnya untuk berkonsultasi ke dokter.

Sumber : www.solusisehat.net

7 menit saja untuk seks

Jika Anda menkhawatirkan ritme kesibukan mengganggu kehidupan seks Anda, maka melalui sebuah penelitian terbaru, hal ini adalah nonsense. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine mengatakan bahwa dalam keadaan sibuk pun kita dapat menyesuaikan dengan kebaikan seks.

Pertanyaan seputar berapa lama waktu ideal melakukan seks memang menjadi perdebatan. Mengenai yang satu ini, para ahli di Amerika Serikat membeberkan sebuah temuan menarik. Menurut hasil penelitian mereka, hubungan seks terbaik seharusnya berlangsung antara tujuh hingga 13 menit saja, dan bahkan ngeseks selama tiga menit pun dapat dikategorikan cukup.

Penelitian dilakukan di Amerika Serikat dan Kanada dengan mengambil sampel secara acak. Tujuan dari penelitian ini adalah meluruskan pendapat yang mengatakan bahwa beraktifitas seks adalah harus melalui waktu yang lama.

Peneliti menemukan bahwa kebanyakan masyarakat AS mengharapkan penetrasi berlangsung selama 15 sampai 20 menit, namun hampir 50 % kaum pria tidak dapat memenuhi harapan tersebut. Dr. Eric Corty dari the Behrend College in Erie, Pennsylvania mengatakan kenyataan yang sebenarnya memang menyakitkan dan ini coba diluruskan dalam penelitian mengenai waktu ideal dalam bercinta, termasuk didalamnya adalah memperhitungkan masalah disfungsi seksual dan keadaan lainnya.

Untuk aktifitas seksual, ada permasalahan gender disini, terutama berkaitan dengan fantasi ideal seks itu sendiri. Bagi pria, kebanyakan menginginkan waktu yang panjang dan lebih panjang lagi dalam hal bercinta sementara wanita tidak mempermasalahkan waktu penetrasi yang pendek apabila kualitas 'relationship'nya berjalan dengan memuaskan. Tampaknya, banyak pria dan wanita masih memegang fantasi tersebut. Hasil dari penelitian ini, dengan menyediakan model yang realistis dan bukannya fantasi, akan sangat berguna bagi kaum pria dan wanita.

Sumber : www.solusisehat.net

Seks Pagi Hari

Bagi Anda pasangan muda umumnya hubungan intim lebih sering dilakukan di malam hari, terutama di hari kerja. Padahal sebuah penelitian mengatakan, seks di pagi hari akan menimbulkan sensasi kenikmatan yang berbeda!

Lebih bersemangat
Pria biasanya 'terbangun' setelah tidur, ini berarti Anda berdua bisa berhubungan seks dengan menghemat waktu, tanpa perlu melakukan pemanasan terlalu lama. Secara psikologis, Anda juga makin percaya diri dan bersemangat ketika mengetahui bahwa pasangan juga telah siap menerima 'aksi' Anda kapan pun juga.

Lebih rileks
Bangun tidur adalah keadaan yang paling rileks bagi setiap orang, situasi ini sangat menguntungkan bagi pasangan suami istri, karena akan lebih mudah mencapai orgasme. Anda berdua belum sempat memikirkan hal-hal lain seperti pekerjaan ataupun masalah lainnya, sehingga hubungan seks pun lebih lancar.

Lebih berkualitas
Hubungan seks seks di pagi hari, meski dengan waktu terbatas, dijamin hasilnya lebih berkualitas. Pasalnya tubuh Anda dan pasangan berada dalam kondisi paling fit sehingga kepuasan yang didapatkan pun semakin maksimal.

Menjadi stimulan yang menyenangkan
Anda bisa menganggap 'serangan fajar' ini sebagai perangsang. Semacam menu pembuka, untuk selanjutnya menantikan hidangan yang sesungguhnya di malam hari. Aksi di pagi hari itu menjadi semacam stimulan membangkitkan gairah seks Anda.

Seks pagi juga dapat menjadi stimulan agar Anda lebih bersemangat menjalani aktivitas dan rutinitas hari itu.

Sumber : www.solusisehat.net

Wednesday, July 9, 2008

10 Alasan Sehatnya Seks

Joy Davidson seorang seksolog asal New York mengungkapkan bahwa seks memberikan banyak manfaat positif bagi kesehatan. Di bawah ini akan dijelaskan 10 manfaat dari berhubungan seks.

1. Seks Hilangkan Stres
Dari sebuah penelitian yang dilakukan di Skotlandia, diungkapkan bahwa seks dapat melepaskan seseorang dari stres. Saat berhubungan seks, tekanan darah akan menjadi normal, sehingga ketegangan yang terjadi pun akan. dan stres pun akan teratasi.

2. Seks Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Sebuah penelitian pernah dilakukan di Universitas Wilkes. Para peneliti itu menemukan bahwa seks merangsang daya tahan tubuh alami di produksi dalam tubuh. sehingga semakin sering Anda melakukan hubungan seks maka daya tahan tubuh Anda semakin bertambah.

3. Seks Atasi Kelebihan Berat Badan
Saat berhubungan seks selama setengah jam, sekitar 3.570 kalori terbakar. Bayangkan berapa banyak kalori yang terbakar saat Anda berhubungan seks rutin dengan pasangan. Kelebihan berat badan, bukan lagi masalah.

4. Seks Bikin Jantung Sehat
Sebuah penelitian di Inggris dapat membuktikan bahwa semakin sering seseorang berhubungan seks, maka berpengaruh pada kesehatan jantungnya.

5.Seks Tingkatkan Percaya Diri
Saat melakukan hubungan seks, seseorang akan merasa puas dengan dirinya. Oleh karena itu hubungan seks dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang.

6. Seks Tingkatkan Keintiman
Saat melakukan hubungan seks, ada hormon oksitosin yang diproduksi. Hormon tersebut biasa disebut hormon cinta yang dapat meningkatkan rasa percaya dan sayang terhadap pasangan. Semakin sering berhubungan seks, maka kemesraan Anda dengan pasangan semakin terjaga.

7. Seks Dapat Hilangkan Rasa Sakit
Selain dapat meningkatkan keintiman, hormon oksitosin juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit secara alami.

8. Seks Kurangi Risiko Kanker Prostat
Ejakulasi pria saat melakukan hubungan seks dengan pasangannya akan mengurangi risiko terkena penyakit kanker prostat.

9. Seks Latih Dinding Vagina
Saat melakukan seks, otot di dinding vagina ikut terlatih seperti saat melakukan latihan kegel.

10. Seks Buat Tidur Lebih Nyenyak.
Jika seks dapat membuat saraf mengendur dan tekanan darah menjadi normal, otomatis tidur akan menjadi lebih nyenyak. Waktu serta siklus tidur Anda menjadi normal.

Yang perlu diingat, seks sehat adalah seks yang dilakukan dengan cara yang sehat juga. Lakukan seks dengan pasangan resmi Anda, dan tetap setia pada pasangan!

Sumber : www.solusisehat.net