Sunday, September 23, 2007

Bathing your baby - cara memandikan bayi yang benar

cara_memandikan_bayiMempersiapkan Mandi sang Bayi

* Selalu rencanakan ritual mandi bayi anda. Pastikan semuanya siap sebelum mulai memandikan bayi. Ini akan membikin lebih mudah dan aman.

* Kalau anda bisa, turunkan suhu airnya sampai 40 derajad celsius. Ini membikin bayi lebih nyaman. Isilah bak mandinya dengan aer hangat. Selalu test airnya terlebih dahulu dengan lengan atau siku anda. Airnya haruslah hangat dan nyaman, bukan panas.

* Pastikan segala keperluan buat mandi tersedia. Anda bisa menyediakan sabun lembut, bola-bola kapas dan sebuah popok bersih di wadahnya masing-masing. Lalu bawalah wadah yan gsudah berisi peralatan mandi itu dengan handuk dan kain pembilas ke ruangan dimana anda akan memandikan bayi. Kalau semuanya sudah siap, ambillah bayi anda.

* Kalau anda kelupaan suatu barang, anda harus membawa bayi anda untuk mengambil barang yang kelupaan itu. Ini agak susah untuk dilakukan apalagi kalau bayinya masih licin dan basah.

* Jangan pernah meninggalkan bayi anda sendiri di bak mandi.

Sebaiknya tidak usah menjawab telpon masuk atau dering bel di pintu selagi anda memandikan anak. Kalaupun anda mau lakukan itu, ambil bayi anda dan bawa juga bersama anda. Jika pasangan anda, famili atau teman-teman anda sering menelpon anda, kasih tahu mereka jam-jam anda memandikan bayi. Katakan pada mereka bahwa anda tidak akan menjawab telpon atau membukakan pintu selama jam-jam tersebut.

Memandikan bayi anda
Bayi anda pertama-tama akan memrlukan spons pembasuh. Mandikan bayi anda dengan spons pembasuh yang lembut terlebih dahulu sebelum puput tali pusernya atau sembuh luka sunatnya (kalau ada). Setelah itu barulah bayi anda boleh memakai bak mandi.

Isi sebuah ember besar atau wadah air yang besar dengan air hangat: gunakan pergelangan tangan ataupun siku anda untuk memastikan suhu yang tepat. Pastikan airnya tidak terlalu dingin ataupun panas. Air yang masih panas akan sangat berbahaya.

Ambil ember air hangat dan sebuah pembasuh lembut di tempat dimana anda akan memandikan bayi anda.

Ambil tempat buat memandikan bayi yang bersuhu hangat dan jangan di tempat yang banyak anginnya. Tentunya anda tidak mau bayi anda kedinginan. Anda bisa menaruh bayi anda di handuk mandi di permukaan yang datar. Jika anda menaruh bayi anda di atas meja, pastikan tidak akan menggelinding. Jangan tinggalkan bayi anda sendirian sedetik pun, ingat itu!

Copot pakain bayi anda. Celupkan pembilas mandi di air hangat dan peres sampai hanya terasa basah saja. Gunakan pembasuh lembut yang sudah basah itu untuk membasuh tubuh bayi anda dengan pelan dan lembut. Bilas kepala dan lehernya, belakang telinga, dan diantara jari tangan maupun kaki.

Bayi yang baru lahir tidak perlu mandi setiap hari. Cukup bersihkan mukanya, leher dan area perpopokan jikalau mereka kotor.

Lembutlah ketika memandikan bayi anda

* Anda bisa menggunakan bathtub anda, kitchen sink atau bak mandi bayi dari plastik. Gunakan sesuatu untuk membersihkan dan mengelap bak mandi bayi anda biar tidak mudah tergelincir atau kepleset. Jika anda menggunakan busa buat membersihkan bak mandi bayi, itu perlu sering-sering dikeringkan tiap kali selesai digunakan. Ini berguna untuk mencegah perkembangbiakan kuman dan bakteri. Atau anda bisa mengeringkan bak mandi bayi dengan handuk kering. Pastikan cuci dan keringkan handuk itu tiap kali selesai digunakan.

* Gunakan lap pembasuh bayi yang bersih, tanpa sabun, untuk membasuh mukanya. Basuhlah bagian luar dan dalam di tiap-tiap kupingya dan bilas dan keringkan lehernya juga.

* Jangan pernah menggunakan sabun busa atau detergen di air mandi bayi karena bisa menyebabkan ruam dan kulit mengelupas.

* Gunakan bola-bola kapas ataupun cotton pads untuk membersihkan mata bayi anda sebelum menaruhnya di bak mandi. Pastikan anda tahan bagian kepala bayi ketika di dalam bak mandi.

* Basuhlah rambut bayi anda dan bilas dengan penuh kelembutan, gunakan sabun dan shampo khusus bayi. Kerjakan hal ini hanya sekali atau dua kali seminggu saja. Bialslah dengan kain basah. Pastikan tidak ada busa sabun yang masuk mata bayi anda. Basuhlah badannya, dumulai dari bagian dada. Setelah dibersihkan dengan kain lembut, bilaslah kain itu dan gunakan sekali lagi untuk membilas bayi. Keringkan bayi anda dengan handuk kering lembut dan bersih. Selalu pastikan dia tertutup. Pastikan bayi anda selalu hangat dan kering dengan menyelimutinya dengan handuk bersih setelah dimandikan.

Friday, September 7, 2007

SANG RAJA – Membasuh Luka

Kalau tahu pisang raja, juga kunyit dan pegagan, bisa menyembuhkan luka pada saluran pencernaan, rasanya rugi kalau tidak dicoba. Ketiganya mengandung senyawa yang mampu menutup luka pada lambung dan usus. Juga menjadi benteng pertahanan bagi saluran pencernaan selagi mengadapi serangan erosi asam lambung.

Pernahkan anda merasakan penderitaan seperti ini?
Bagian atas perut terasa nyeri yang menusuk-nusuk tajam. Kadang malah berlangsung terus-menerus dan terasa menggigit. Saking sakitnya sampai anda harus menekan bagian perut yang sakit itu dengan jari. Atau, nyeri ketika sedang lapar, dan di malam hari nyeri itu sampai membuat anda terjaga.

Kedua bentuk penderitaan itu tidak lain gejala terjadinya tukak peptik atau ulcus peptikum. Luka-luka di saluran pencernaan antara lambung hingga usus. Kalau nyerinya terjadi di bagian atas perut, pertanda tukak terjadi di lambung. Rasa nyeri itu muncul lantaran luka tersenggol getah lambung. Sementara, kalau nyeri terjadi ketika lapar, pertanda terdapat luka di usus dua belas jari.

Luka saluran pencernaan macam ini bisa menimpa siapa saja. Bisa pada anda yang sudah dewasa, bisa pula pada anak kecil. Tak peduli laki-laki atau perempuan. Namun, pada laki-laki luka umumnya terjadi pada usus dua belas jari atau bagian usus paling depan. Pada wanita, tukak sering terjadi pada lambung.

Luka peptik bisa terjadi lantaran adanya erosi pada selaput lendir yang melapisi saluran perncernaan oleh asam lambung yang diproduksi berlebih. Tak cuma lambung yang dibuat terluka, tapi bisa menjalar ke usus dua belas jari dan usus lainnya. Selain itu, ketegangan saraf dan emosi bisa pula ikut andil dalam terjadinya tukak peptik. Pasalnya, ketegangan cenderung memicu lambung menghasilkan asam lambung lebih banyak dari biasanya.

Dalam banyak hal, nyeri gara-gara tukak pada saluran pencernaan dapat diredakan dengan mengkonsumsi makanan. Sebaliknya kondisi penyakit bisa memburuk bila penderita mengkonsumsi minuman beralkohol, teh atau kopi, serta menyantap makanan yang pedas-pedas. Makanya, penderita luka saluran pencernaan seyogyanya menghindari makanan dan minuman tadi. Soalnya, semua itu merangsang kerja lambung.

Penderita yang tidak menghiraukan gejala nyeri saluran pencernaan, atau tidak memperhatikan perkembangan gejalanya, bisa memperparah lukanya menjadi lubang pada lambung atau usus dua belas jari. Bahkan, bisa merusak pembuluh darah, sehingga menimbulkan perdarahan dalam. Kalau ini terjadi, penderita perlu menjalani perawatan di rumah sakit.

Nah, sebelum si tukak berkembang lebih jauh, pengobatan sebaiknya segera dilakukan. Bisa dengan obat kimia, dapat pula dengan obat alami berupa ramuan tumbuhan obat. Beberapa tanaman sudah teruji dalam penyembuhan tukak saluran pencernaan secara alami ini. Diantaranya, kunyit (Curcuma longa L.), antanan atau pegagan (Centella asiatica L. Urban), dan pisang raja (Musa sapientum). Selain mampu mengatasi gejala penyakitnya, obat nabati ini juga bisa menyembuhkan lukanya. Kemampuan itu sudah diketahui melalui pengujian klinis.

Pernah terjadi, seorang penderita yang diobati dengan obat kimia tidak menunjukkan perbaikan. Setelah pengobatannya diganti dengan menggunakan rimpang kunyit, luka di saluran pencernaannya berhasil disembuhkan. Bahkan, sampai detik ini penyakitnya tidak pernah kambuh lagi.

Terbukti Secara Klinis
Bicara soal kunyit, anda pasti mengenal sosoknya. Bagian yang dipercaya ampuh menyembuhkan luka saluran pencernaan adalah rimpangnya yang berwarna orange itu. Rimpang ini mengandung minyak atsiri berwarna kuning hingga kuning jingga dan merupakan campuran kurkumin, monodesmetoksi kurkumin. Dalam penyembuhan tukak saluran pencernaan, rimpang kunyit bekerja dengan menghambat pembentukan getah lambung.

Pada percobaan menggunaka kelinci dan tikus tebukti, ekstrak akuatik (ekstrak dengan pelarut air) dan ekstrak etanolik (ekstrak dengan pelarut etanol) rimpang kunyit secara nyata menekan pembentukan getah lambung. Dengan demikian, salah satu faktor penyebab tukak peptik, yaitu HCl (hidroklorida), dapat dikurangi kadarnya.

Kunyit juga dapat meningkatkan pembentukan lendir dalam saluran cerna. Penambahan lendir ini memungkinkan lapisan lendir di permukaan saluran pencernaan menjadi lebih tebal. Maka, perlindungan terhadap permukaan saluran pencernaan dari ancaman erosi asam lambung pun meningkat. Efek positif berikutnya, tukak peptik bisa dicegah semakin parah.

Minyak atsiri kunyit juga bersifat antibakteri, termasuk terhadap Staphylococcus aureus. Sifat ini memungkinkan penyembuhan luka semakin cepat. Bukti klinisnya, pemberian jus atau serbuk rimpang kunyit pada penderita tukak peptik empat kali sehari mempercepat proses penyembuhan tukak. Bahkan dapat mengurangi rasa nyerinya.

Menurut penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa dosis sekali konsumsi adalah 500 – 700 mg sebuk rimpang kunyit. Kalau dalam bentuk jus, diperlukan 6 g rimpang segar. Biar rasanya lumayan enak, bisa ditambahkan sesendok makan madu setiap kali hendak diminum. Supaya hasilnya baik, konsumsilah ramuan tadi empat kali dalam sehari, masing-masing tiga kali sebelum makan dan sekali menjelang tidur.

Membentuk Kolagen
Untuk menyembuhkan tukak peptik, anda bisa pula menggunakan pegagan. Bila tumbuhan ini anda pilih, bagian yang digunakan sebagai obat yaitu bagian tanaman yang terdapat di atas permukaan tanah (herba). Di dalamnya terkandung zat-zat triterpena, seperti asam asiatat dan asam madekasat, serta senyawa-senyawa glikosida esternya, seperti asiatikosida dan madekosida.

Ekstrak tanaman dengan pelarut air atau rebusan gerbanya ini diketahui bekerja menekan aktivitas susunan saraf pusat, sehingga bersifat menenangkan. Sebab, herba pegagan dalam bentuk rebusan atau ekstrak itu meningkatkan kadar asam g amino butirat di dalam otak. Penderita menjadi tenang, sehingga menghambat perkembangan tukak saluran perncernaan lebih lanjut.

Herba pegagan juga memiliki kemampuan menyembuhkan tukak. Penelitian secara in vitro (di laboratorium) membuktikan, kandungan asiatikosida, asam asiatat dan asam madekasat bisa menstimulasi pembentukan kolagen, suatu protein yang terlibat dalam proses penyembuhan luka pada manusia. Sementara, kandungan asiatikoksida mempercepat penyembuhan tukak dengan mempercepat kerja sikatrisial (penggantian jaringan parenkim yang rusak dengan jaringan ikat). Tak kalah penting, pegagan juga bersifat antibakteri yang makin menunjang proses penyembuhan.

Cara pakainya mudah. Ambil 0.35 – 0.7 g serbuk herba pegagan (yang sudah dikeringkan), lalu konsumsilah seperti halnya kita menenggak puyer. Atau, diminum hasil seduhannya. Anda dapat pula merebus 12 g cacahan herba pegagan selama 15 menit setelah keluarnya uap, lalu diminum airnya. Cara apapun yang dipilih, frekuensi mengkonsumsinya sama saja, tiga kali sehari.

Luka Cepat Sembuh
Kalau anda termasuk penggemar buah pisang raja, tak perlu repot-repot mencari tanaman lain. Buah ini bisa digunakan untuk menyembuhkan tukak peptik. Namun, yang bisa dijadikan obat adalah buah yang tua tapi belum masak. Caranya, daging buahnya dirajang tipis-tipis, lalu dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Setelah kering, ditumbuk hingga menjadi sebuk. Dalam buah pisang raja terkandung zat-zat yang bersifat antitukak peptik, yakni sitoindosida I, II, III dan IV. Namun, diantara keempatnya yang paling kuat kerjanya ialah sitoindosida IV. Zat-zat itu sangat peka terhadap suhu. Karena itu pengeringan daging buah ini cukup dengan cara diangin-anginkan setelah dirajang tipis-tipis agar cepat kering.

Dalam pengobatan tukak saluran pencernaan, daging buah pisang raja punya kemampuan merangsang pembentukan lendir dalam saluran pencernaan. Hasilnya, lapisan lendir di permukaan saluran pencernaan semakin tebal. Dengan begitu, permukaan saluran perncernaan akan terlindungi dari erosi asam lambung. Serbuk daging buah pisang raja juga memiliki kemampuan mempercepat penyembuhan tukak dengan cara mempengaruhi proses pembelahan sel-sel jaringan pada luka. Cara kerja buah pisang raja itu jelas lebih baik dibandingkan dengan kerja obat kimi, seperti aluminium hidroksida atau zat-zat antasida lainnya yang hanya bekerja untuk menetralkan HCl.

Untuk pengobatan dengan buah pisang raja cukup sediakan 1 – 2 sendok makan serbuk buah pisang ini. Campurkan baik-baik serbuk itu dengan madu sebelum dikonsumsi. Konsumsilah ramuan ini 2 – 3 kali sehari sebelum makan.

Rasanya, penyembuhan luka di saluran pencernaan tak terlalu sulit. Dengan bahan alami yang ada di sekitar kita, penderitaan akibat ulah asam lambung bisa teratasi. Hanya saja, buat anda kaum wanita yang sedang hamil atau menyusui sabaiknya tidak mengobati tukak peptik dengan kunyit atau pegagan.

Bagaimanapun, janin yang sedang dikandung atau bayi yang sedang disusui akan ikut terpengaruh kerja kedua herbal itu. Ini dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan janin atau si jabang bayi. Namun, dalam kondisi normal, siapa saja tetap bisa menyembuhkan luka saluran pencernaan tanpa perlu khawatir menerima pengaruh buruk. Selamat Mencoba!




TIPS
Jangan menggunakan pengobatan herbal ini bila anda sedang hamil atau menyusui
Wanita muda sebaiknya tidak mengkonsumsi pegagan karena dapat mengurangi kesuburan

Oleh Djoko Hargono - Pemerhati obat alam, di Jakarta
Intisari Desember 2003

SERANGAN FAJAR DI TUMIT

Beberapa kasus terjadi pada saat mereka baru saja terjaga dari tidur. Ketika hendak beralih ke tempat lain, tiba-tiba ada rasa nyeri menyerang tumit. Apa yang terjadi ini?

Bagaimana kabar kaki anda pagi ini? “Lho ada apa lagi ini? Tidak ada hujan tidak ada angin, kok tiba-tiba bertanya tentang kaki?” demikian mungkin pikir anda.

Bukan apa-apa, sih. Pertanyaan itu sebenarnya hanya memancing anda agar memperhatikan kondisi kaki anda pagi ini.

Kaki, karena terletak di bagian paling bawah, memang paling sering kurang mendapat perhatian. Jangan-jangan, kita baru memperhatikannya setelah merasakan gangguan. Wah, semoga kecurigaan itu salah.

Namun, kalaupun benar kita jarang mempehatikan kaki, jangan lantas menyalahkan diri sendiri kalau tiba-tiba kaki terasa sakit saat melangkah turun dari tempat tidur di pagi hari.

Nyeri cengkrang-cengkring itu biasanya menyerang tumit. Sakitnya seperti tertusuk pisau kecil. Anehnya, selang beberapa menit berjalan, nyeri itu perlahan-lahan menghilang. Apa yang sebenarnya terjadi pada tumit kita?

Sol Jaringan Ikat
Nyeri tumit memang acap datang tanpa disangka-sangka. Gejalanya pun sebenarnya jarang menjadi pertanda penyakit serius. Pada umumnya penyebab utamanya adalah gangguan yang disebut plantar fasciitis atau peradangan bagian plantar fascia. Walaupun bisa juga merupakan akibat dari saraf terjepit atau gangguan kronis, seperti artritis atau bursitis.

Plantar fascia merupakan struktur serupa jaringan fibrus (ikat) yang lebar yang terentang dari tulang tumit hingga pangkal tulang jari kaki. Gunanya seperti pita karet tebal di telapak dasar kaki, yakni sebagai penyangga bagian lengkung kaki agar bagian tersebut tidak lunglai.

Menurut Jonathan S. Jaivin, MD. dari Southern California Orthopedic Institute, kasus nyeri tumit tercatat sebagai kasus yang paling sering terjadi.

Penyebabnya, telapak kaki yang bekerja terlalu “keras”. Tugas berat dapat mengakibatkan plantar fascia tegang, sehingga menarik tulang tumit. Kegiatan yang dinilai membebani kaki tersebut diantaranya berjalan, joging, mengangkat barang berat dan berdiri terlalu lama. Plantar fasciitis dapat pula terjadi kalau seseorang yang semula secara fisik kurang aktif lalu mendadak melakukan kegiatan fisik.

Akibatnya, bila kegiatan berbeban berat itu dilakukan terus-menerus, plantar fascia akan tertekan. Malah bisa-bisa menimbulkan sobekan kecil pada pita alias “sol” kaki, peradangan dan rasa sakit serta nyeri.

Pada umumnya, rasa sakit berkembang secara perlahan-lahan, mendadak atau tiba-tiba sekali. Rasa sakit lebih hebat timbul pagi hari, saat fascia dalam keadaan kaku. Nyeri itu umumnya menghilang saat otot kaki melemas. Namun, dapat kambuh saat kita duduk atau berdiri dalam waktu lama, naik tangga atau berdiri berjinjit.

Serangan yang biasanya hanya menyerang satu kaki – meski beberapa kasus terjadi pada dua kaki – dimulai dengan nyeri ringan di tulang tumit. Dari pengamatan dicatat, nyeri itu lebih sering terasa setelah – bukan selama – berolah raga.

Plantar fasciitis harus segera diatasi. Bukan hanya karena menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga kalau dibiarkan saja kondisi itu dapat menjadi kronis. Tidak tertutup kemungkinan juga menghambat aktivitas penderita dan menimbulkan gangguan pada kaki, lutut, pinggul dan punggung. Itu karena plantar fasciitis mengubah cara berjalan seseorang.

Tak Kenal Usia
Plantar fasciitis dapat saja terjadi pada semua usia. Namun, kelompok orang yang rawan menderita nyeri tumit ini memiliki ciri khusus.

Beberapa kelompok itu diantaranya pelari, olahragawan atletik, orang dengan jenis pekerjaan yang menuntut berdiri atau berjalan dalam waktu cukup lama – terutama bila dilakukan di permukaan yang keras.

Selain itu “korbannya” juga orang yang kelebihan bobot badan – termasuk wanita hamil. Semakin berat badan kita, akan semakin bertambah tekanan pada kaki.

Orang yang memiliki telapak datar atau sangat melengkung harus pula berhati-hati. Itu karena saat ia berjalan atau berlari, beban berat pada kaki tidak tersebar merata. Kondisi demikian akan membebani plantar fascia.

Orang berusia lanjutpun harus lebih memperhatikan agar terhindar dari gangguan tersebut. Pasalnya, semakin tua seseorang, semakin kurang kelenturan plantar fascia-nya. Artinya, bantalan lemak yang melindungi tulang tumit sudah menipis dan tidak lagi bisa menahan tekanan bila kaki terbebani. Tulang tumit dan jaringan yang berhubungan ke situ pun semakin tertekan.

Resiko mengalami nyeri tumit juga akan semakin besar bila seseorang menggunakan sepatu kurang tepat. Misalnya, sepatu dengan sol tipis – yang kurang bisa mendukung bagian tengah telapak kaki, terlalu besar di bagian tumit atau sudah tua.

Sedangkan memakai sepatu bertumit tinggi (lebih dari 5 cm) secara rutin dapat memendekkan otot achilles (otot daging tumit) – yang menempel pada tulang tumit – dan mengencangkan otot betis. Namun, saat kita menggantinya dengan sepatu tumit datar justru akan menambah ketegangan pada tumit. Jadi, sepatu paling tepat sebenarnya yang bertumit rendah.

Kompres Hingga Operasi
Ada terapi mudah mengatasinya bila gangguan terhitung ringan. Caranya, berjalan dengan langkah-langkah ringan. Biasanya rasa nyeri serta peradangan perlahan-lahan berkurang.

Terapi lain dengan melakukan kompres es. Tujuan utamanya, untuk menyembuhkan robekan dan mengurangi peradangan sekaligus mencegah kambuh kembali. Kompres dengan es di daerah yang sakit sekitar 20 menit setelah melakukan suatu kegiatan.

Memijat dengan es dianjurkan pula dilakukan setiap malam sebelum tidur selama 10 – 14 hari. Caranya, pijat pelan bagian telapak kaki menggunakan es batu – yang dibuat dengan cetakan gelas plastik. Guling-gulingkan es batu selama 15 menit.

Selain terapi tersebut, penderita biasanya dianjurkan menggunakan alat bantu. Misanlnya, memakai sepatu dengan sol yang mampu mengurangi penyerapan benturan pada kaki atau memasang bantalan tumit dari karet untuk tujuan yang sama.

Usahakan pula saat tidur, plantar fascia berada dalam posisi rileks. Kaki yang terus tegang akan membuatnya meregang dan robek kembali.

Bila terapi pertama kurang memberikan hasil untuk mengurangi nyeri, dapat diberikan suntikan kortikosteroid. Suntikan pada tumit acap kali dapat membantu menghilangkan peradangan kalau dengan cara lain tidak mempan. Namun, suntikan yang terlalu banyak tidak dianjurkan, karena malah dapat melemahkan serta merusak plantar fascia serta menyusutkan bantalan lemak di sekeliling tulang tumit.

Selain itu, ada juga dokter yang – selain memberikan obat untuk mengatasi radang di tumit – meminta pasiennya memakai gips selama beberapa minggu.

Beberapa minggu? Lama sekali?
Benar, salah satu kunci utama keberhasilan mengatasi nyeri tumit adalah kesabaran. Kesembuhan memang tidak dapat dengan cepat diraih. Gambaran umumnya, ada yang membutuhkan waktu 2 bulan, tapi ada pula yang sampai 6 bulan. Bahkan, ada pula yang sampai setahun masih didera nyeri tersebut.

Nah, bagi yang menderita plantar fasciitis selama setahun atau lebih, bahkan penderitaan itu demikian parah sehingga menghambat dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, mungkin perlu menjalani pembedahan. Namun pembedahan ini dalam kenyataannya jarang dilakukan.

Menurut dr. Stephen L. Barret, DPM dan Robert O’Malley, DPM., kurang bijaksana rasanya untuk melakukan operasi pada pasien yang baru menjalani percobaan pengobatan selama waktu singkat dan belum lengkap melakukan pemeriksaan mekanis kaki tidak normal yang mengakibatkan gangguan tersebut. Operasi hanya dilakukan pada sedikit pasien yang gagal mendapat manfaat dari terapi pertama dan kedua, serta masih merasakan nyeri tumit yang mengganggu setelah menjalani terapi dalam jangka waktu cukup lama.

Kurangi Beban
Selain menjalani terapi, penderita plantar fasciitis harus pula melakukan perubahan gaya hidup untuk mendukung kesembuhan.

Salah satunya, mencari cara alternatif. Bukan melulu berolahraga dengan berjoging atau jalan kaki. Lakukan olahraga secara bergantian seperti berenang atau bersepeda. Intinya, lakukan olahraga yang mengurangi beban pada tumit.
Melakukan latihan peregangan setiap hari akan meningkatkan fleksibilitas plantar fascia, otot achilles dan otot betis. Beberapa latihan peregangan di antaranya membersihkan jari-jari kaki dengan handuk, meregangkan jari-jari kaki dengan bantuan jari tangan, meregangkan betis dan tumit pada lantai. Latihan peregangan pagi hari sebelum beranjak dari tempat tidur akan membantu melemaskan kembali plantar fascia yang semalaman tidak digerakkan.

Memakani sepatu bertumit rendah sampai sedang, antara 2.5 – 5 cm, kokoh dan mendukung bagian tengah telapak kaki. Pilih sepatu berkualitas baik untuk berjalan dan berlari.

Advis yang tak boleh dilupakan bagi mereka yang memiliki bobot badan berlebih, berusahalah mengurangi berat badan.

Jadi, bila mengalami nyeri tumit, jangan hanya merasa kesal. Meski gangguan tumit memang bisa menjengkelkan, tetapi sekadar merasa kesal justru tidak akan menyelesaikan masalahnya.

TIPS
Stretching Tendon Achilles
Stretching memang merupakan salah satu jalan mengurangi nyeri tumit. Caranya, menghadap dinding dengan salah satu kaki berada 20 cm dari dinding dan kaki lain sekitar 60 cm dati dinding. Lalu, jatuhkan beban tubuh ke dinding dengan bertopangkan tangan. Biarkan telapak kaki menekan lantai.

Latihan ini akan meregangkan pita tumit pada kaki yang berada jauh dari dinding. Terapkan latihan ini pada dua kaki secara bergantian masing-masing selama dua menit, sebanyak tiga sampai lima kali sehari. Dan berlatihlah selama 6 – 8 minggu.

Setelah itu perhatikan apakah ada perbaikan?

Oleh Nanny Selamihardja
Intisari edisi Feb 2004


MENJAGA OTAK TETAP BEROTOT

Banyak menyantap makanan sumber vitamin E dan C membuat kondisi otak bisa tetap terjaga. Apalagi kalau ditambah dengan kegiatan yang berkaitan erat dengan kualitas fungsi otak.

“Umur saya baru 40 tahun, tapi kenapa akhir-akhir ini saya jadi pelupa? Setelah menaruh kunci mobil, sudah lupa dimana letaknya, padahal baru lima menit lalu. Janji menjemput anak di sekolah pukul 12.00, baru ingat setelah pukul 14.00. Apa ini pertanda menurunnya daya ingat alias pikun?” keluh seorang pria.

Jangan cepat menilai diri sudah mulai pikun, kata dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S., spesialis saraf dari RS Mitra Intenational, Jatinegara, Jakarta.

“Memasuki usia 40-an tahun daya ingat seseorang rata-rata masih normal, kecuali pernah mengalami stroke, cedera otak berat, atau lainnya,” tambahnya.
Lalu, kenapa pria itu mengeluh pelupa?

Banyak orang usia 40-an tahun sedang naik daun, sibuk dengan pekerjaan kantor atau urusan bisnis. Begitu bangun tidur, yang menyesaki otak hanyalah hal-hal besar yang perlu dilakukan pada hari itu, sehingga yang kecil-kecil kerap terabaikan. Bisa jadi, itu antara lain biang keladinya. Kurang konsentrasi.

Kalau sifat pelupa diartikan sebagai pikun, itu berkaitan dengan fungsi luhur yang mulai menurun, yang meliputi daya pikir, daya ingat (memori), kemampuan menilai, berbahasa, berkomunikasi dll. “Kalau dalam otaknya tersimpan berbagai masalah yang perlu diselesaikan sehingga lupa melakukan banyak hal, itu masih normal. Bukan gejala penurunan daya ingat, tapi kurang konsentrasi saja,” tegas dr. Sukono.

Bobot Otak Berkurang
Banyak contoh bagaimana fungsi luhur bisa dikatakan sudah menurun. Misal, marah-marah mencari uang yang katanya hilang, padahal tersimpan di saku. Sibuk mencari kacamata, ternyata masih nempel di kepala. Atau, makan belepotan, pakai lipstik sampai ke luar bibir, sering lupa menutup resluiting celana, di bandara bingung mengurus tiket, membayar fiskal dll.

Menjadi pikun ada prosesnya. Dari normal menuju pikun, menurut dr. Sukono, harus melalui tahap MCI (mild cognitif impairment). Kalau tidak dijaga, bisa menjurus ke pikun (dementia).

Tidak terelakkan, memasuki usia 50 tahun fungsi organ dalam tubuh, termasuk otak, menurun. Berat otak orang dewasa sekitar 1.3 kg. Di usia setengah abad itu, beratnya mengurang tinggal 1.2 kg, karena menyusutnya kadar air.

Namun, tak perlu was-was. Beranjak tua tidak harus menjadi kakek atau nenek pikun. Paling-paling daya ingat sedikit anjlok. Pikun baru terjadi bila otak mengalami atrofi atau penciutan. Tapi, dengan gaya hidup sehat, resiko kepikunan dapat dihalau.

Sebelum memasuki fase MCI, dr. Sukono menyarankan agar kita melakukan primary prevention. Makan seimbang, berhenti merokok, menghindari minuman beralkohol, berolahraga teratur, menghindari stres, serta cukup berekreasi.

Bila sudah melangkah ke tahap MCI, usahakan jangan sampai terjerumus ke tahap dementia dengan melakukan secondary prevention. Kalau gejala pikun mulai tampak, segera atasi dengan, misalnya, banyak melakukan senam crossing (tangan dan kaki digerakkan menyilang secara bergantian) agar otak kiri dan kanan bekerja seimbang, lebih banyak membaca, mengisi teka-teki silang, lebih memperhatikan makanan sehat dan tetap aktif berorganisasi sosial.

Diketahui, otak kiri berfungsi untuk memikirkan hal-hal yang logis dan verbal. Sedangkan otak kanan untuk kreatifitas, imajinasi dan fantasi.

Yang juga perlu, jangan sampai terserang penyakit yang bisa semakin mengganggu fungsi otak, seperti stroke, diabetes atau pengapuran pembuluh darah. Bila anda penderita tekanan darah tinggi atau diabetes, kendalikan penyakit itu sebaik-baiknya agar selalu berada pada kadar normal untuk mencegah serangan stroke. Pasalnya, penurunan daya ingat banyak dijumpai pada lansia yang mengalami gangguan pembuluh darah akibat aliran darah (termasuk ke otak) tidak cukup lagi.

Indikator untuk menilai penyakit vaskuler, menurut pakar gizi dr. Luciana B. Sutanto MS., adalah kadar homosistein darah yang tinggi (hiperhomosisteinemia). Itu karena antara lain rendahnya kadar vitamin B12, folat dan B6 dalam tubuh.

Konsumsi Makanan Sehat
Dr. Luciana menganjurkan banyak mengkonsumsi makanan sumber vitamin B12 (daging tanpa lemak, hati, susu, keju, telur), asam folat (sayuran segar hijau, hati, daging tanpa lemak) dan B6 (daging, ikan, sayur-mayur, ragi, beras, susu, kacang tanah, kacang-kacangan). Juga vitamin C (sayuran hijau tua, kuning/merah, buah-buahan, seperti jambu klutuk, jeruk, tomat), serta riboflavin atau B2 (ragi, susu, telur, kacang tanah, kacang-kacangan, sayur berdaun hijau, daging tanpa lemak), yang berperan dalam menjaga penurunan daya ingat serta kemampuan berpikir abstrak nonverbal.

Masalahnya, 20 – 50% populasi lanjut usia mengalami perubahan sel permukaan dan fungsi lambung, sehingga penyerapan B12 terganggu. Akibatnya, kadar yang disyaratkan sering kali tidak tercukupi.

Kadar glukosa juga cukup penting bagi kerja otak untuk menjaga daya tangkap dan daya ingat tetap baik. Padahal, metabolisme glukosa pada usia lanjut umumnya menurun atau mengalami perubahan. Karena itu, perlu selalu dijaga keseimbangannya. Kadar glukosa darah yang sangat rendah (hipoglikemia) atau sangat tinggi (hiperglikemia), menurut Luciana, akan mempengaruhi metabolisme otak, bahkan bisa mengakibatkan koma. Sebab itu, penderita diabetes patut berhati-hati dalam mengendalikan kadar glukosanya.

Sukono dan Luciana senada mengingatkan pentingnya antioksidan untuk menghabisi radikal bebas, perusak sel dalam tubuh. Antioksidan itu penyerang utama radikal bebas demi kesehatan otak. Mengingat semakin tua kebutuhan akan antioksidan semakin banyak, salah satu yang dianjurkan ialah mengkonsumsi vitamin E, nutrien yang konon bermanfaat mencegah penurunan daya ingat.

Suatu penelitian di Meksiko menunjukkan, orang tua yang mendapat asupan karbohidrat, serat, vitamin B6, C dan E (padi-padian, minyak biji kapas, sayuran hijau, taoge, kuning telur, kacang-kacangan), beta karoten, besi (Fe) dan seng (Zn) dalam jumlah cukup mempunyai penampilan kognitif lebih baik.

Hasil penelitian lain di AS menunjukkan, vitamin C diperlukan untuk memproduksi hydroxyproline, komponen kolagen terpenting untuk memperkuat pembuluh darah dan membuatnya lebih lentur. Sedang vitamin E merupakan antioksidan pelarut lemak dalam otak.

Penelitian National Institute of Aging di Bethesda, Marryland, AS, terhadap 11.178 manula berusia 67 – 109 tahun juga menunjukkan, mereka yang rajin mengkonsumsi vitamin E hidup lebih sehat sampai tua. Mereka yang mengkonsumsi paling tidak 100 IU vitamin E dalam sehari, memiliki resiko 27% lebih rendah terhadap semua penyebab kematian. Vitamin E juga katanya memperlambat kemunduran pernderita Alzheimer.

Sukono menganjurkan, konsumsi vitamin E 200 – 800 IU tiap hari, ditambah vitamin C sekitar 500 IU untuk menambah “kekuatan” otak. Namun, hendaknya tidak dikonsumsi berlebihan agar tidak mubazir, terutama vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C. Jika kebanyakan, malah akan dibuang bersama urine.

Omega-3 atau asam lemak tak jenuh majemuk (mengandung EPA = eikosapentaenoik dan DHA = dokosaheksaenoik) juga dianjurkan. Asam lemak ini menekan proses terjadinya penggumpalan darah, sehingga pengapuran pembuluh darah dapat dihambat. Nutrien itu banyak terdapat pada ikan laut seperti tenggiri, sarden, tuna dan kakap.

Perihal ginko biloba, Sukono berkomentar, tak ada salahnya dikonsumsi. Konon, suplemen ini mempunyai peran agar orang tak mudah jatuh pikun. Cara kerjanya menghambat sel-sel bekuan darah, memperlancar aliran darah, meningkatkan toleransi terhadap kondisi kurang oksigen, serta mencegah kerusakan selaput sel akibat pengaruh radikal bebas.
Sukono menambahkan, obat penurun kadar kolesterol yang mengandung statin pun, menurut penelitian, bisa mencegah kepikunan. Begitu juga dengan obat golongan NSAID (non steroid antiinflamatory drugs) atau obat anti-peradangan serta terapi hormon pada wanita menopause.

Jangan Menganggur
Untuk menjaga agar daya ingat tidak turun, “Mengkonsumsi makanan sehat apa saja tidak menjadi masalah, asal tahu batasnya,” kata Sungkono. “Konsumsi makanan dalam jumlah cukup dengan jenis makanan bervariasi diharapkan dapat memenuhi nutrien yang diperlukan dalam metabolisme dan kerja otak,” tambah Luciana. Nutrien dalam bentuk suplemen hanya diperlukan jika dari bahan makanan sehari-hari belum terpenuhi.

Kalau dibilang protein hewani penting untuk “membangun” daya pikir, bagaimana dengan kaum vegetarian? “Penganut vegetarian yang menghindari protein hewani belum terbukti menjadikan dirinya cepat pikun, karena sumber protein bisa diperoleh dari makanan lain,” tambahnya. Daging merah yang tinggi protein dan lemak hewaninya sebenarnya lebih diperlukan bagi anak atau remaja untuk masa pertumbuhan mereka. Sedangkan bagi orang dewasa menjelang tua, tidak begitu diperlukan lagi.

Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu tetap aktif di usia lanjut. Sukono menyarankan agar setiap manula tidak menarik diri dari dunia pergaulan. “Tetaplah bersosialisasi dengan dunia luar dan carilah teman sebaya sebagai kawan mengobrol,” sarannya. Bermain catur, membaca buku, bernyanyi dan belajar bahasa bisa mempertahankan daya ingat.

Namun, setiap kegiatan hendaknya dilakukan sesuai dengan usia. “Jangan melakukan kegiatan di luar batas kemampuan usianya sehingga malah kelelahan atau jatuh sakit,” tambahnya. Bila ditawari suplemen atau obat awet muda, Sukono berpesan agar berhati-hati. “Minum obat ada batasnya, tidak boleh ngawur atau berlebihan.”

Bagaimanapun tidak ada makanan atau suplemen khas yang bisa menyempurnakan kerja otak. Yang ada, menunjang kesehatan otak!

Oleh Nany Selamihardja
Intisari edisi Desember 2003

TIFUS – Punya Banyak Akal Bulus

Mungkin sudah tabiatnya, penyakit ini suka menipu. Bukan hanya dari gejalanya, tapi juga namanya. Sehari-hari kita menyebutnya tifus saja. Padahal dalam istilah kedokteran “tifus saja” itu penyakit infeksi akibat kuman Rickettsia typhi. Yang sering kita sebut-sebut itu sebenarnya tifus karena infeksi kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi.

Antara Salmonella dan Rickettsia sama sekali berbeda, meski nama belakangnya sama. Para dokter biasanya menyebut penyakit infeksi Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi sebagai demam tifoid atau tifus abdominalis. Memang agak susah dihafalkan oleh lidah awam. Tapi tak apalah. Yang penting, jangan sampai kita dibuat susah juga oleh penyakitnya.

Di Indonesia, penyakit ini boleh dibilang sebagai masalah lawas yang susah diberantas. “Demam tifoid masih merupakan masalah serius. Daerah endemiknya semakin meluas, terutama sejak krisis moneter,” tutur dr. Leonard Nainggolan, Sp.PD, dari Divisi Infeksi Tropik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Gejala Tidak Khas
Salmonella masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang tercemar. Di dalam tubuh, kuman ini bermarkas di usus halus, selanjutnya menerobos masuk ke pembuluh darah. Saat terjadi agresi ini, tubuh berusaha melawannya dengan memproduksi antibodi. Namun, gejala sakitnya baru muncul setelah 10 – 14 hari sejak masa invasi.

Pada minggu pertama, gejala yang muncul sering mengecoh. Pasalnya, keluhan yang muncul mirip dengan infeksi akut lainnya. Demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, tidak nafsu makan (anoreksia), mual, muntah, rasa tidak enak di perut, batuk, mimisan, susah ke belakang atau kadang malah diare.

Akibat gejala yang tak khas ini, bukan hanya pasien yang sering tertipu. Dokterpun kadang keliru mendiagnosis dan tidak menyadari bahwa yang sedang dihadapi adalah S. typhi. Tak jarang gejalanya disangka demam berdarah, malaria, pneumonia (radang paru-paru), atau radang tenggorokan. “Anak saya panas sudah seminggu. Dokter pertama bilang demam biasa. Tapi diberi obat nggak sembuh-sembuh. Lalu saya bawa ke sini, malah divonis tifus,” keluh seorang ibu di ruang tunggu praktek dokter.

Infeksi S. parathypi menunjukkan gejala sakit yang lebih ringan ketimbang S. thypi.Itu sebabnya, dulu dokter membagi penyakit ini menjadi demam tifoid dan demam paratifoid. Setelah ditemukan bahwa kuman-kuman itu juga memiliki tipe A, B dan C, sebagian dokter mengelompokkannya lagi berdasarkan tipenya. “Namun sekarang istilahnya cuma satu : demam tifoid, tanpa membedakan kuman penyebabnya,” terang dr. Leonard.

Biasanya, dokter akan meminta pasien melakukan tes Widal. Susahnya, tes ini pun sering tidak bisa langsung dipakai sebagai dasar untuk mengambil kesimpulan. “Meskipun tes Widal-nya positif, belum tentu pasien positif demam tifoid,” papar dr. Leonard. Sebab tes ini bukan memeriksa ada tidaknya kuman S. thypi. Tapi, hanya memeriksa ada tidakny antibodi terhadap kuman itu. Padahal setiap orang yang pernah kontak dengan kuman ini pasti memiliki antibodinya. Tak peduli apakah ia menderita demam tifoid atau tidak.

Di Indonesia, kuman-kuman ini bagian dari kehidupan sehari-hari. Nyaris semua orang pernah kontak dengannya. Meski demikian, tidak berarti ter Widal sama sekali tak berguna. Hasil tes ini tetap dapat menunjang diagnosis. Dokter bisa mengambil interpretasi dari tinggi rendahnya antibodi. Semakin tinggi kadar antibodinya, semakin besar kemungkinan seseorang menderita demam tifoid.

Biakan Kuman
Dalam membuat diagnosis, dasar utama yang dipakai dokter adalah gejala yang khas. Umumnya, gejala itu muncul pada minggu kedua, meski kadang muncul juga pada minggu pertama. Gejala khas itu antara lain, demam terjadi terutama pada sore atau malam hari (suhu tubuh bisa mencapai 39 – 40o C), lidah berselaput, kesadaran terganggu, hati dan limpa membesar (hepatosplenomegali), serta nyeri tekan perut.

Gejala-gejala khas inilah yang bisa membedakan demam tifoid dengan infeksi lainnya. Sebagai contoh, pada demam berdarah, lama demam tidak lebih dari satu minggu. Selain tes Widal, dokter kadang meminta pasien melakukan tes lain. Namanya cukup susah diingat : kultur empedu darah Gaal. Tes ini bertujuan memeriksa ada tidaknya kuman, bukan ada tidaknya antibodi. Caranya, sampel darah pasien dibiakkan di dalam media berisi makanan bakteri.

Jika S. thypi atau S. parathypi tumbuh dalam biakan, berarti pasien positif demam tifoid. Namun, jika tidak ditemukan di biakan tadi pun, bukan berarti pasien tidak menderita demam tifoid.

Menurut dr. Leonard, ada beberapa faktor yang menyebabkan hasil tes negatif, tapi ternyata palsu. Jika sebelum tes pasien minum antibiotik, maka kuman tidak akan ditemukan pada saat dibiakkan. Selain itu, jika jumlah sampel darah yang diambil kurang dari 5 cc, bisa saja kuman juga tidak ditemukan, meskipun sebenarnya ada dalam darah.

Karena tingkat kesulitan diagnosis itulah dr. Leonard menyarankan agar pasien segera memeriksakan diri ke dokter jika demam tidak juga sembuh dalam tiga hari. “Jangan menunggu sampai parah,” tandasnya. Di sisi lain, dr. Leonard mengungkapkan, kejelian dokter dalam membaca gejala-gejalanya sejak dini merupakan kunci yang sangat penting. “Supaya pasien tidak berlama-lama menderita demam tifoid, tanpa diketahui secara jelas,” ulasnya.

Jika dibiarkan berlangsung terus-menerus, bukan tak mungkin penyakit ini akan menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Tanpa perawatan yang benar, agresi kuman bisa menyebabkan usus mengalami perdarahan. Jika berlangsung terus, kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya perforasi (kebocoran usus).

Batasi Serat
Meski suka mengelabui, untungnya, kedua Salmonella mudah ditumpas. Kita harus berterima kasih kepada para ilmuwan yang telah mengembangkan kloramfenikol, tiamfenikol, ciprofloksasin, ofloksasin dan antibiotik lain yang efektif terhadap kedua kuman itu. Dalam waktu kira-kira satu minggu, agresi kuman biasanya sudah bisa diredam.

Namun, supaya terapi efektif, pasien harus mengimbanginya dengan diet yang tepat dan istirahat. Obat, diet tepat, dan istirahat merupakan trilogi yang saling menunjang. Dalam urusan diet, dr. Leonard memberikan catatan. Dulu, pasien demam tifoid hanya diberi bubur saring, lalu ditingkatkan perlahan-lahan menjadi nasi padat, seiring perbaikan kondisi klinisnya. Alasannya, makanan yang kasar dikhawatirkan dapat mengikis dinding usus yang sedang bermasalah, lalu menyebabkan luka dan akhirnya perforasi.

Namun, itu dulu! Setelah diteliti, makanan padat macam nasi pun ternyata tidak membahayakan dinding usus. “Asalkan rendah serat,” tandasnya. Karena tidak bisa dicerna, serat akan membuat feces lebih “berbentuk”, sehingga dikhawatirkan menimbulkan masalah pada saat kontak dengan dinding usus yang masih lemah.

Itu sebabnya, dr. Leonard menganjurkan pasien membatasi sayuran berserat tinggi seperti sawi, daun singkong dan kangkung. Wortel? Pisang? “Bolehlah. Seratnya ‘kan rendah,” katanya mempersilahkan. Jadi, jika biasanya kita dianjurkan banyak makan serat, khusus untuk kondisi demam tifoid, aturan ini boleh dimasukkan ke dalam laci. Aturan barunya, nasi padat oke, serat kasar no.

Aturan baru ini menjadi sangat penting, karena nyaris semua penderita demam tifoid mengalami penurunan nafsu makan. Padahal untuk mempercepat proses penyembuhan, pasien amat memrlukan asupan gizi yang cukup. Umumnya pasien mengeluh, bubur saring tidak menggugah selera makan. Maunya nasi padat, tapi takut makan karena sudah terbawa pandangan yang selama ini diyakini.

Dr. Leonard juga menandaskan, pemilihan jenis makanan harus diserahkan sepenuhnya pada pasien. Mau bubur saring, silahkan. Mau nasi padat, oke. Mau susu atau daging, terserah. Asalkan jangan makanan tinggi serat.

Selain diet yang tepat, pasien juga harus menjalani istirahat total. Dengan tirah baring (bed rest), diharapkan usus tidak banyak mengalami gerak, sehingga mempercepat proses penyembuhan.

Vaksin Dan Pencegahan
Oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), demam tifoid dimasukkan ke dalam kelompok travelleris diseases, penyakit yang perlu diwaspadai para pelancong bule yang mau pergi ke negara-negara berkembang. Maklum saja, di negara-negara maju relatif tak banyak dijumpai masalah sanitasi dan higienis.

Untuk mencegahnya, WHO dan Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyarankan vaksinasi. Namun, ini bukan berarti vaksin hanya perlu buat orang-orang bule. Sebab, meskipun di Indonesia S. typhi ada di mana-mana, kita tetap tidak bisa menjamin bahwa kita pernah kontak dengannya. Dengan kata lain, kita pun perlu perlindungan.

Hingga saat ini, tersedia dua jenis vaksin, kapsul dan injeksi. Vaksin kapsul bisa diberikan mulai usia enam tahun dan perlu diulang tiap lima tahun. Sedang vaksin injeksi diberikan mulai usia dua tahun dan perlu diulang setiap dua tahun.

Namun yang paling penting dari semua itu, cegahlah kedatangan Salmonella selagi bisa. Biasakan hidup bersih, mencuci tangan jika berurusan dengan makanan dan minuman. Minumlah hanya air bersih, jika mungkin air matang. Soalnya, kuman Salmonella akan mati pada pemanasan 100oC.

Jika hendak makan buah atau sayur yang tidak dimasak, pastikan telah dicuci bersih. Bukan hanya dengan air keran, tapi bilas juga dengan air matang. Tak harus air panas. Hal-hal seperti ini sering disepelekan, padahal bisa saja air keran pun telah tercemar Salmonella.

Selama ini kita mengenal demam tifoid identik dengan masyarakat kelas menengah ke bawah, akibat saniatasi yang jelek dan pola hidup yang kurang higienis. Betul memang. Tapi, dengan keteledoran kecil saja, kuman S. typhi bisa berkunjung ke rumah-rumah yang jauh dari kesan jorok.

Buktinya, rumah-rumah sakit kelas menengah ke atas pun tak pernah sepi dari kasus demam tifoid. Bedanya, menurut dr. Leonard, angkanya lebih sedikit dan kondisi sakitnya lebih ringan. Ini terutama karena status gizi penderita relatif lebih baik sehingga daya tahan tubuhnya pun bagus. “Kalau mereka demam, jangankan tiga hari, dua hari pun mereka langsung pergi ke dokter”.

Bahkan mereka yang telah menerapkan pola hidup bersih pun tidak terjamin seratus persen bebas dari demam tifoid. Mungkin saja pertemuan dengan Salmonella typhi terjadi ketika sedang minum cendol, makan gado-gado atau pecel di warung langganan. Untuk mencegahnya, apa pun makanannya, pastikan resik warungnya.

TIPS
3 Langkah Menghindari Kuman Salmonella
- Menerapkan pola hidup bersih pada kehidupan sehari-hari
- Mencuci tangan jika hendak berurusan dengan makanan dan minuman
- Mencuci dengan air masak buah atau sayur yang tidak dimasak

Oleh M. Sholekhudin
Intisari Desember 2004