Saturday, September 13, 2008

Cuci Tangan Bisa Sehat

Cuci Tangan Pakai Sabun Jauhkan Kita dari Sakit

Ternyata kita bisa lho tetap sehat hanya dengan rajin mencuci tangan pakai sabun..

Kegiatan yang satu ini kadang sering terlupakan, atau walaupun ingat tapi hanya “sekadar Cuci Tangan”, apalagi saat pulang sekolah atau pulang kerja perut dah laper banget pas ada hidangan di meja makan, wah langsung tancap aja tuh..

Beberapa penyakit yang bisa di cegah kalau kita mencuci tangan dengan benar antara lain :
Diare, Cacingan, Typhus, Hepatits A, bahkan Flu Burung sekalipun.

Secara sederhana bisa dijelaskan bagaimana penyakit-penyakit tersebut bisa masuk kedalam tubuh kita lewat tangan yang kotor sebagai berikut :

Makanan/ minuman yang dihidangkan dalam keadaan bersih dan sehat terkontaminasi oleh tangan kita yang kotor. Pada saat makanan itu masuk ke dalam mulut dan proses pencernaan dimulai di sinilah semua bermula. Bila pada saat itu daya tahan tubuh kita sedang lemah maka muncullah gejala-gejala penyakit tersebut.

Mau tahu Cara Cuci Tangan yang Baik dan Benar ?
Ikuti Langkah-Langkah di bawah ini di jamin “SEHAT”

Siapkan sabun yang mengandung antiseptic dan air bersih (prinsip “mengalir” spt: kran, pancuran,dll)

1.Bersihkan telapak tangan dengan gerakan memutar dengan menggunakan jari-jari tangan bergantian kiri dan kanan.
2.Gosok punggung tangan bergantian
3.Bersihkan sela-sela jari
4.bilas dengan air mengalir dan keringkan dengan tisu atau lap bersih

PENTING !
Lakukan setiap sebelum dan setelah makan, setelah memegang sesuatu yang kotor, setelah buang air besar/kecil
sabun mengandung antiseptik bersifat membunuh kuman, sedangkan air bersih yang mengalir memberikan kebersihan yang sempurna

gampangkan ?

Mulai dari diri sendiri sekarang, kemudian berikan contoh kepada anak, teman, saudara dan siapa saja.


Salam Sehat Selalu
Fajar

Cuci Tangan Bisa Sehat

Cuci Tangan Pakai Sabun Jauhkan Kita dari Sakit

Ternyata kita bisa lho tetap sehat hanya dengan rajin mencuci tangan pakai sabun..

Kegiatan yang satu ini kadang sering terlupakan, atau walaupun ingat tapi hanya “sekadar Cuci Tangan”, apalagi saat pulang sekolah atau pulang kerja perut dah laper banget pas ada hidangan di meja makan, wah langsung tancap aja tuh..

Beberapa penyakit yang bisa di cegah kalau kita mencuci tangan dengan benar antara lain :
Diare, Cacingan, Typhus, Hepatits A, bahkan Flu Burung sekalipun.

Secara sederhana bisa dijelaskan bagaimana penyakit-penyakit tersebut bisa masuk kedalam tubuh kita lewat tangan yang kotor sebagai berikut :

Makanan/ minuman yang dihidangkan dalam keadaan bersih dan sehat terkontaminasi oleh tangan kita yang kotor. Pada saat makanan itu masuk ke dalam mulut dan proses pencernaan dimulai di sinilah semua bermula. Bila pada saat itu daya tahan tubuh kita sedang lemah maka muncullah gejala-gejala penyakit tersebut.

Mau tahu Cara Cuci Tangan yang Baik dan Benar ?
Ikuti Langkah-Langkah di bawah ini di jamin “SEHAT”

Siapkan sabun yang mengandung antiseptic dan air bersih (prinsip “mengalir” spt: kran, pancuran,dll)

1.Bersihkan telapak tangan dengan gerakan memutar dengan menggunakan jari-jari tangan bergantian kiri dan kanan.
2.Gosok punggung tangan bergantian
3.Bersihkan sela-sela jari
4.bilas dengan air mengalir dan keringkan dengan tisu atau lap bersih

PENTING !
Lakukan setiap sebelum dan setelah makan, setelah memegang sesuatu yang kotor, setelah buang air besar/kecil
sabun mengandung antiseptik bersifat membunuh kuman, sedangkan air bersih yang mengalir memberikan kebersihan yang sempurna

gampangkan ?

Mulai dari diri sendiri sekarang, kemudian berikan contoh kepada anak, teman, saudara dan siapa saja.


Salam Sehat Selalu
Fajar

SUSU FORMULA UNTUK SI BUAH HATI

Mengurangi kekhawatiran tentang Enterobacter sakazakii


Buah hati adalah segalanya, titipan Tuhan yang harus dijaga, dipelihara, dan disayangi. Tidak bisa dipungkiri bila kekhawatiran selalu mengahantui orang tua sejak merebaknya masalah bakteri Enterobacter Sakazakii dalam beberapa sampel susu formula beberapa waktu lalu oleh para peneliti di tanah air. Walaupun cukup mengejutkan namun hendaknya kita bisa lebih bijaksana dalam menyikapi hal ini. salah satunya dengan mencari informasi seperti yang sedang anda lakukan saat ini. saya pun berusaha mencari informasi dan walaupun sedikit tetap akan saya bagikan pada anda semua pengunjung www.indonesiabisasehat.blogspot.com tercinta..
Kita bisa menyajikan Susu Bubuk Formula Bayi secara umum seperti di bawah ini :
  1. Perhatikan waktu daluarsa (expire time/ expire date) dari susu yang akan diberikan pada bayi. Jangan berikan susu yang sudah melampaui batas waktu daluarsa. Bila ada kemasan luar dan dalam (kemasan kotak) bandingkan waktu daluarsa antara kedua kemasan tersebut dan seharusnya sama.
  2. Bila memilih susu dengan kemasan kaleng perhatikan agar kaleng Tidak Penyok, karena kemasan kaleng yang penyok memungkinkan zat-zat yang terkandung dalam kemasan kaleng akan mengkontaminasi susu, terlebih bila sampai bocor bisa mengakibatkan bakteri masuk dan mencemari susu.
  3. Jangan lupa ! Cuci tangan dengan benar (lihat artikel : Cuci Tangan Jauhkan Kita dari Penyakit) sebelum menyiapkan susu untuk bayi anda.
  4. Selalu perhatikan perubahan dari Warna, Bau, dan Rasa dari susu.
  5. Segera tutup dengan rapat kemasan setiap selesai mengambil susu.
  6. Seluruh peralatan yang dipakai untuk menyajikan susu (botol, dot, gelas minum,dll) harus disterilkan dengan cara direbus dalam air mendidih selama 10 menit.
  7. Air yang digunakan untuk membuat susu adalah air panas dengan suhu minimal 70ºC (telah dididihkan sebelumnya) karena Enterobacter Sakazakii akan mati pada suhu tersebut.
pengalaman saya : rebus air hingga mendidih terlebih dahulu lalu diamkan selama ± 2-3 menit
  1. Jumlah air yang digunakan dalam membuat susu harus sesuai dengan tabel petunjuk dalam kemasan susu, jika terlalu kental akan menyebabkan bayi kekurangan cairan, sedangkan jika terlalu encer menyebabkan bayi kekurangan nutrisi.
  2. Sajikan susu dengan jumlah yang cukup untuk setiap kali minum untuk mengurangi risiko tercemarnya susu dengan udara sekitarnya. Juga tidak ekonomis bila selalu lebih dan terbuang.
  3. Sebelum memberikan susu pada bayi anda, periksa kembali suhunya dengan cara sederhana yaitu dengan meneteskan susu di punggung tangan anda, bila dirasa cukup segera berikan.
  4. Susu harus segera diminum setelah penyajian, waktu yang direkomendasikan adalah 4 jam setelah penyajian. Hal ini penting untuk meminimalkan waktu kontak susu dengan udara (hang time). Semakin lama hang time, semakin meningkat pertumbuhan mikroba dalam susu formula tersebut.
  5. untuk menghindari kontaminasi silang dengan bahan-bahan yang ada dalam lemari pendingin(buah,sayur,dll), dianjurkan untuk TIDAK menyimpan sisa susu yang telah diminum di dalam lemari pendingin
Rekomendasi terbaik adalah berikan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif pada bayi anda sampai usia 6 bulan
(diadaptasi dari “CARA PENYAJIAN SUSU BUBUK FORMULA BAYI” oleh Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar POM Prov. Bali)

SUSU FORMULA UNTUK SI BUAH HATI

Mengurangi kekhawatiran tentang Enterobacter sakazakii


Buah hati adalah segalanya, titipan Tuhan yang harus dijaga, dipelihara, dan disayangi. Tidak bisa dipungkiri bila kekhawatiran selalu mengahantui orang tua sejak merebaknya masalah bakteri Enterobacter Sakazakii dalam beberapa sampel susu formula beberapa waktu lalu oleh para peneliti di tanah air. Walaupun cukup mengejutkan namun hendaknya kita bisa lebih bijaksana dalam menyikapi hal ini. salah satunya dengan mencari informasi seperti yang sedang anda lakukan saat ini. saya pun berusaha mencari informasi dan walaupun sedikit tetap akan saya bagikan pada anda semua pengunjung www.indonesiabisasehat.blogspot.com tercinta..
Kita bisa menyajikan Susu Bubuk Formula Bayi secara umum seperti di bawah ini :
  1. Perhatikan waktu daluarsa (expire time/ expire date) dari susu yang akan diberikan pada bayi. Jangan berikan susu yang sudah melampaui batas waktu daluarsa. Bila ada kemasan luar dan dalam (kemasan kotak) bandingkan waktu daluarsa antara kedua kemasan tersebut dan seharusnya sama.
  2. Bila memilih susu dengan kemasan kaleng perhatikan agar kaleng Tidak Penyok, karena kemasan kaleng yang penyok memungkinkan zat-zat yang terkandung dalam kemasan kaleng akan mengkontaminasi susu, terlebih bila sampai bocor bisa mengakibatkan bakteri masuk dan mencemari susu.
  3. Jangan lupa ! Cuci tangan dengan benar (lihat artikel : Cuci Tangan Jauhkan Kita dari Penyakit) sebelum menyiapkan susu untuk bayi anda.
  4. Selalu perhatikan perubahan dari Warna, Bau, dan Rasa dari susu.
  5. Segera tutup dengan rapat kemasan setiap selesai mengambil susu.
  6. Seluruh peralatan yang dipakai untuk menyajikan susu (botol, dot, gelas minum,dll) harus disterilkan dengan cara direbus dalam air mendidih selama 10 menit.
  7. Air yang digunakan untuk membuat susu adalah air panas dengan suhu minimal 70ºC (telah dididihkan sebelumnya) karena Enterobacter Sakazakii akan mati pada suhu tersebut.
pengalaman saya : rebus air hingga mendidih terlebih dahulu lalu diamkan selama ± 2-3 menit
  1. Jumlah air yang digunakan dalam membuat susu harus sesuai dengan tabel petunjuk dalam kemasan susu, jika terlalu kental akan menyebabkan bayi kekurangan cairan, sedangkan jika terlalu encer menyebabkan bayi kekurangan nutrisi.
  2. Sajikan susu dengan jumlah yang cukup untuk setiap kali minum untuk mengurangi risiko tercemarnya susu dengan udara sekitarnya. Juga tidak ekonomis bila selalu lebih dan terbuang.
  3. Sebelum memberikan susu pada bayi anda, periksa kembali suhunya dengan cara sederhana yaitu dengan meneteskan susu di punggung tangan anda, bila dirasa cukup segera berikan.
  4. Susu harus segera diminum setelah penyajian, waktu yang direkomendasikan adalah 4 jam setelah penyajian. Hal ini penting untuk meminimalkan waktu kontak susu dengan udara (hang time). Semakin lama hang time, semakin meningkat pertumbuhan mikroba dalam susu formula tersebut.
  5. untuk menghindari kontaminasi silang dengan bahan-bahan yang ada dalam lemari pendingin(buah,sayur,dll), dianjurkan untuk TIDAK menyimpan sisa susu yang telah diminum di dalam lemari pendingin
Rekomendasi terbaik adalah berikan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif pada bayi anda sampai usia 6 bulan
(diadaptasi dari “CARA PENYAJIAN SUSU BUBUK FORMULA BAYI” oleh Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar POM Prov. Bali)

Monday, September 1, 2008

CARA ALAMI - Berkelit Dari Sembelit

Pernah merasakan dililit sembelit? Aduh, sebalnya. Seluruh rongga perut rasanya kacau, tak karu-karuan. Kembung, mual, dan 1001 ketidaknyamanan lainnya. Namun, jangan khawatir, di sekitar kita ada kok bahan yang mampu meringankan gangguan itu.

Apa sebenarnya sembelit? Sembelit atau konstipasi merupakan keadaan tertahannya feses (tinja) dalam usus besar pada waktu cukup lama karena kesulitan pengeluarannya. Hal itu terjadi karena lemahnya atau tidak adanya gerakan peristaltic pada usus besar. Akibatnya, timbul perasaan tidak enak dan buang air besar yang tidak teratur.

Pengeluaran feses merupakan akhir proses pencernaan. Sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna lagi oleh saluran pencernaan, masuk ke dalam usus besar (kolon) sebagai massa yang tidak mampat serta basah. Di sini kelebihan air dalam sisa-sisa makanan tersebut diserap oleh tubuh. Kemudian massa itu bergerak ke rectum (dubur), yang dalam keadaan normal mendorong terjadinya gerakan peristaltic usus besar.

Secara normal pengeluaran kotoran terjadi sekali atau dua kali tiap 24 jam. Begitu pun hal itu amat bervariasi untuk tiap-tiap orang. Ada orang yang lebih sering buang hajatnya ketimbang orang lain. Bahkan, ada juga orang yang sampai beberapa hari baru buang air besar tanpa menderita gangguan kesehatan. Jadwal tetap untuk buang air besar ini memang belum jelas.

Dalam proses ini tampak peran olahraga. Olahraga ringan yang teratur akan menyebabkan feses memiliki wujud yang baik, sehingga mudah keluar. Sebaliknya, jika feses itu tinggal terlalu lama dalam usus besar akan menjadi keras dan kering.

Serba Tidak Teratur
Sembelit biasanya terjadi karena kebiasaan hidup yang salah. Kebiasaan salah itu misalnya makan sekadarnya, terburu-buru, dan tidak teratur waktunya. Tidak cukup minum juga dapat menjadi penyebab. Pasalnya, manusia normal perlu minum enam sampai delapan gelas air setiap hari.

Faktor penyebab lainnya, kebiasaan tidak buang air besar secara teratur pada saat yang sama, tidak berolahraga secara teratur – yang ringan sekalipun serta seringnya menggunakan obat perncahar jika mendapat gangguan buang air besar.

Biasanya orang cenderung mengabaikan sinyal tubu berupa sembelit yang semula masih bersifat ringan. Sampai akhirnya, kelompok tersebut menganggap sembelit merupakan bagian dari kebiasaan diri mereka. Nah, apabila pola yang demikian itu sudah melekat, maka sifat mengabaikan sesuatu ini akhirnya menyebabkan kurangnya kepekaan terhadap gangguan kesehatan yang dialami.

Tak jarang, sembelit tersebut berkembang menjadi gangguan kesehatan kronis. Celakanya, pada saat itu penderita sudah tidak lagi melihat bahwa penyebab utama yang sebenarnya adalah kebiasaan hidup yang salah.

Ubah Kebiasaan Hidup
Jika seseorang menderita sembelit, tindakan pertama yang perlu dilakukan adalah mencatat semua kebiasaan hidupnya. Kemudian berdasarkan catatan itu dilakukan penilaian seperlunya, misalnya kebiasaan apa saja yang tidak sesuai dengan kebutuhan hidup normal.

Selanjutnya penderita harus mampu bersikap tegas, yakni mengubah kebiasaan-kebiasaan hidup yang tidak sesuai tersebut. Misalnya makan teratur pada saat yang sama setiap hari dengan jumlah yang juga harus cukup.

Pada saat perawatan, penderita sebaiknya mengkonsumsi makanan halus dan lembek. Bahan-bahan makanan yang kasar dan keras sepatutnya dihindari, sebagaimana pula makanan yang merangsang usus, misalnya makanan pedas.

Selain itu perbanyak memakan buah-buahan dan sayuran, karena kandungan seratnya turut memperlancar buang air besar. Minum sari buah pun baik dilakukan. Tak kalah penting, penderita perlu minum yang cukup, agar tinja tidak terlalu kering dan keras.

Sementara itu penderita perlu berlatih buang air besar secara teratur setiap hari pada jam-jam yang sama. Sebenarnya, saat yang baik untuk melakukan buang air besar yang teratur adalah sekitar 15 – 45 menit setelah makan pagi. Selama proses buang air besar itu sebaiknya disediakan waktu menunggu keluarnya feses sekitar 10 – 15 menit. Jadi, jika memang belum waktunya keluar, jangan dipaksa dengan mengejan.

Keteraturan lain yang perlu adalah melakukan olahraga ringan untuk menormalkan proses buang air besar. Penderita juga perlu menghindari ketegangan saraf, karena usahakan untuk dapat tidur sekurang-kurangnya delapan jam sehari semalam.

Tindakan yang dapat membantu antara lain mengompres perut dengan air hangat karena kehangatan akan merangsang peristaltic. Cara itu tentu lebih baik ketimbang kebiasaan menggunakan obat pencahar.

Begitupun, apabila ada penderita yang dalam perawatan biasa menggunakan obat pencahar, mungkin dapat dipergunakan bahan pelunak tinja, misalnya parafin cair atau minyak zaitun. Takarannya, satu sendok makan untuk orang dewasa atau setengah sendok makan untuk anak-anak.

Namun sebenarnya, untuk perawatan pun dapat dipergunakan pencahar alami.

Asam, Pencahar Dari Alam
Pencahar alami pilihan pertama adalah buah asam (Tamarindus indica L.). Cara menggunakannya, setengah sendok makan daging buah asam diseduh dengan segelas air mendidih (300cc) dan satu sendok makan gula pasir. Aduk rata campuran tersebut, diamkan. Setelah dingin dapat diminum sedikit-sedikit sampai habis.

Sebagai pencahar, bagian yang digunakan daging buah dari buah yang sudah masak, tentu saja biji dipisahkan. Kandungan zat di dalamnya antara lain asam-asam malonat, tartrat, sitrat, dan asam malat yang menyejukkan.

Kandungan lainnya, garam kalium bitartrat – yang bersifat sebagai pencahar ringan -, pectin, serta sakarose (gula invert) yang merupakan zat pemanis. Ada juga oligosakarida sebagai serat yang berkhasiat memperlancar buang air besar.

Jadi, daging buah asam selain bersifat pencahar ringan, juga dapat memperlancar buang air besar, sehingga meringankan penderita dari sembelit.

Agar-Agar Biar Lancar
Bahan berikutnya sebenarnya sudah sangat kita kenal, yakni agar-agar. Agar-agar dikandung oleh ganggang laut yang disebut Gelidium cartilagenium L, seta ganggang merah sekerabat.

Agar-agar halus dalam kemasan seperti yang banyak dijual di toko-toko merupakan ekstrak dari ganggang laut tersebut. Zat tersebut sebenarnya karbohidrat, tetapi bukan pati dan sukar dicerna oleh saluran pencernaan. Oleh karenanya termasuk bahan yang disebut serat.

Istilah serat seyogyanya diganti dengan istilah lain, karena untuk orang awam zat itu dibayangkan seperti serabut, padahal tidak demikian. Mungkin bahan ini lebih tepat disebut zat pengembang (bulking agent), bila didasarkan pada sifatnya yang dapat menyerap air dan mengembang jika bersentuhan dengan air.

Sekantung agar-agar yang dijual di toko-toko biasanya berisi 7 gram serbuk agar-agar. Sekantung serbuk agar-agar tersebut direbus sampai mendidih, lalu dituangkan ke dalam cetakan. Tunggu sampai dingin. Setelah dingin, agar-agar siap dimakan sampai habis.

Alam yang demikian kaya ternyata menyimpan bahan yang berpotensi untuk mengatasi gangguan dalam tubuh kita. Sembelit, misalnya, dapat diatasi dengan buah asam dan sejenis ganggang.

Bagaimanapun, yang paling penting adalah penderita harus dapat mengubah kebiasaan hidupnya yang dapat menimbulkan sembelit. Jika saja kita dapat mengelola tubuh kita dengan baik, sembelit pun pasti tidak akan datang menghampiri.

Oleh Drs. Joko Hargono, pemerhati obat alami, di Jakarta
Intisari edisi Maret 2003