Showing posts with label Kanker. Show all posts
Showing posts with label Kanker. Show all posts

Thursday, June 17, 2010

Cara Mengatasi Obesitas dan Kanker

oleh: irfansyah

Pada tahun 2001, para ahli menyimpulkan bahwa kanker kolon, payudara (paska menopause), endometrium, ginjal, dan esofagus, berhubungan dengan obesitas. Obesitas dan aktivitas fisik yang rendah menyebabkan kurang lebih 25 sampai 30% kanker utama seperti kanker kolon, payudara (paska menopause), endometrium, ginjal dan kanker esofagus.
Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada pasien di atas 16 tahun dan non-smokers, dengan jelas memperlihatkan bahwa baik pria dan wanita yang lebih obes pada awal penelitian (dengan pemeriksaan- IMT), memiliki risiko lebih tinggi menderita kanker. Dalam penelitian ini, peningkatan risiko kanker seperti kanker ginjal dan uterus pada wanita dan kanker hati pada pria sangatlah mengejutkan. Hasil dari sebuah penelitian lain menyatakan bahwa obesitas adalah penyebab ke-2 kanker setelah merokok di Amerika Serikat.
Di dunia, angka kejadian obesitas makin meningkat dan merokok berkurang , sehingga diperkirakan bahwa obesitas 1 dekade berikutnya akan menjadi faktor risiko pertama terjadinya kanker di Amerika Serikat. Hasil dari penelitian ini dipresentasikan oleh the American Institute for Cancer Research and the World Cancer Research Fund International, dengan tema: Food, Nutrition, Physical Activity, and the Prevention of Cancer: A Global Perspective. Kini diperkirakan 2/3 dari penduduk di Amerika kelebihan berat badan.
Di seluruh dunia, angka kejadian kanker meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan penduduk. Walaupun telah diketahui bahwa obesitas meningkatkan angka kejadian kanker, namun risiko secara kuantistas dan kanker mana yang risikonya meningkat masih perlu evaluasi lebih lanjut. The American Institute for Cancer Research dan the World Cancer Research Fund International telah mengumpulkan anggotanya untuk mengevaluasi risiko kanker.
Data yang dibahas adalah data dari 7000 penelitian yang telah dipublikasikan. ini semua berhubungan dengan makanan yang anda masukan ke dalam perut anda. daripada itu naturopati dan alamiah makanan organik dipercaya untuk mengatasinya, karena menyembuhkan tubuh dari makanan bukan obat! kunjungi infonya di sini

Semoga Bermanfaat

Cara Mengatasi Obesitas dan Kanker

oleh: irfansyah

Pada tahun 2001, para ahli menyimpulkan bahwa kanker kolon, payudara (paska menopause), endometrium, ginjal, dan esofagus, berhubungan dengan obesitas. Obesitas dan aktivitas fisik yang rendah menyebabkan kurang lebih 25 sampai 30% kanker utama seperti kanker kolon, payudara (paska menopause), endometrium, ginjal dan kanker esofagus.
Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada pasien di atas 16 tahun dan non-smokers, dengan jelas memperlihatkan bahwa baik pria dan wanita yang lebih obes pada awal penelitian (dengan pemeriksaan- IMT), memiliki risiko lebih tinggi menderita kanker. Dalam penelitian ini, peningkatan risiko kanker seperti kanker ginjal dan uterus pada wanita dan kanker hati pada pria sangatlah mengejutkan. Hasil dari sebuah penelitian lain menyatakan bahwa obesitas adalah penyebab ke-2 kanker setelah merokok di Amerika Serikat.
Di dunia, angka kejadian obesitas makin meningkat dan merokok berkurang , sehingga diperkirakan bahwa obesitas 1 dekade berikutnya akan menjadi faktor risiko pertama terjadinya kanker di Amerika Serikat. Hasil dari penelitian ini dipresentasikan oleh the American Institute for Cancer Research and the World Cancer Research Fund International, dengan tema: Food, Nutrition, Physical Activity, and the Prevention of Cancer: A Global Perspective. Kini diperkirakan 2/3 dari penduduk di Amerika kelebihan berat badan.
Di seluruh dunia, angka kejadian kanker meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan penduduk. Walaupun telah diketahui bahwa obesitas meningkatkan angka kejadian kanker, namun risiko secara kuantistas dan kanker mana yang risikonya meningkat masih perlu evaluasi lebih lanjut. The American Institute for Cancer Research dan the World Cancer Research Fund International telah mengumpulkan anggotanya untuk mengevaluasi risiko kanker.
Data yang dibahas adalah data dari 7000 penelitian yang telah dipublikasikan. ini semua berhubungan dengan makanan yang anda masukan ke dalam perut anda. daripada itu naturopati dan alamiah makanan organik dipercaya untuk mengatasinya, karena menyembuhkan tubuh dari makanan bukan obat! kunjungi infonya di sini

Semoga Bermanfaat

Saturday, May 22, 2010

Tentang Hemofilia

info menarik ni tentang Hemofilia dari www.hemofilia.or.id , Sebagian dari kita ada yang sudah tahu dan pasti ada juga yang cuma pernah denger aja, gimana kalo kita sama-sama review lagi yuk...

Apa Itu Hemofilia ?

Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu haima yang berarti darah dan philia yang berarti cinta atau kasih sayang.
Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan.
Darah pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya.
Penderita hemofilia kebanyakan mengalami gangguan perdarahan di bawah kulit; seperti luka memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar timbul dengan sendirinya jika penderita telah melakukan aktifitas yang berat; pembengkakan pada persendian, seperti lulut, pergelangan kaki atau siku tangan. Penderitaan para penderita hemofilia dapat membahayakan jiwanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.

Hemofilia A dan B
Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu :
- Hemofilia A; yang dikenal juga dengan nama :

- Hemofilia Klasik; karena jenis hemofilia ini adalah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan pada darah.
- Hemofilia kekurangan Factor VIII; terjadi karena kekurangan faktor 8 (Factor VIII) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.


- Hemofilia B; yang dikenal juga dengan nama :

- Christmas Disease; karena di temukan untuk pertama kalinya pada seorang bernama Steven Christmas asal Kanada
- Hemofilia kekurangan Factor IX; terjadi karena kekurangan faktor 9 (Factor IX) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.

Bagaimana ganguan pembekuan darah itu dapat terjadi?
Gangguan itu dapat terjadi karena jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal, bahkan hampir tidak ada. Perbedaan proses pembekuan darah yang terjadi antara orang normal (Gambar 1) dengan penderita hemofilia (Gambar 2).
Gambar 1
dan Gambar 2 menunjukkan pembuluh darah yang terluka di dalam darah tersebut terdapat faktor-faktor pembeku yaitu zat yang berperan dalam menghentukan perdarahan.
 











 Gambar 1.

 a. Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari pembuluh.
b. Pembuluh darah mengerut/ mengecil.
c. Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.
d. Faktor-faktor pembeku da-rah bekerja membuat anyaman (benang - benang fibrin) yang akan menutup luka sehingga darah berhenti mengalir keluar pembuluh. 

















Gambar 2
a. Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari pembuluh.
b. Pembuluh darah mengerut/ mengecil.
c. Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.
d. Kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu, mengakibatkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna, sehingga darah tidak berhenti mengalir keluar pembuluh.


Seberapa banyak penderita hemofilia ditemukan ?
Hemofilia A atau B adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi sekurang - kurangnya 1 di antara 10.000 orang. Hemofilia B lebih jarang ditemukan, yaitu 1 di antara 50.000 orang.

Siapa saja yang dapat mengalami hemofilia ?
Hemofilia tidak mengenal ras, perbedaan warna kulit atau suku bangsa.
Hemofilia paling banyak di derita hanya pada pria. Wanita akan benar-benar mengalami hemofilia jika ayahnya adalah seorang hemofilia dan ibunya adalah pemabawa sifat (carrier). Dan ini sangat jarang terjadi. (Lihat penurunan Hemofilia)
Sebagai penyakit yang di turunkan, orang akan terkena hemofilia sejak ia dilahirkan, akan tetapi pada kenyataannya hemofilia selalu terditeksi di tahun pertama kelahirannya.

Tingkatan Hemofilia
Hemofilia A dan B dapat di golongkan dalam 3 tingkatan, yaitu :
 Berat  Kurang dari 1% dari jumlah normalnya
 Sedang  1% - 5% dari jumlah normalnya
 Ringan  5% - 30% dari jumlah normalnya
Penderita hemofilia parah/berat yang hanya memiliki kadar faktor VIII atau faktor IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya, dapat mengalami beberapa kali perdarahan dalam sebulan. Kadang - kadang perdarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.

Penderita hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan dibandingkan hemofilia berat. Perdarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olah raga yang berlebihan.
Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami perdarahan. Mereka mengalami masalah perdarahan hanya dalam situasi tertentu, seperti operasi, cabut gigi atau mangalami luka yang serius. Wanita hemofilia ringan mungkin akan pengalami perdarahan lebih pada saat mengalami menstruasi.
Info Lengkap di www.hemofilia.or.id

Semoga Bermanfaat

Tentang Hemofilia

info menarik ni tentang Hemofilia dari www.hemofilia.or.id , Sebagian dari kita ada yang sudah tahu dan pasti ada juga yang cuma pernah denger aja, gimana kalo kita sama-sama review lagi yuk...

Apa Itu Hemofilia ?

Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu haima yang berarti darah dan philia yang berarti cinta atau kasih sayang.
Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan.
Darah pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya.
Penderita hemofilia kebanyakan mengalami gangguan perdarahan di bawah kulit; seperti luka memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar timbul dengan sendirinya jika penderita telah melakukan aktifitas yang berat; pembengkakan pada persendian, seperti lulut, pergelangan kaki atau siku tangan. Penderitaan para penderita hemofilia dapat membahayakan jiwanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.

Hemofilia A dan B
Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu :
- Hemofilia A; yang dikenal juga dengan nama :

- Hemofilia Klasik; karena jenis hemofilia ini adalah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan pada darah.
- Hemofilia kekurangan Factor VIII; terjadi karena kekurangan faktor 8 (Factor VIII) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.


- Hemofilia B; yang dikenal juga dengan nama :

- Christmas Disease; karena di temukan untuk pertama kalinya pada seorang bernama Steven Christmas asal Kanada
- Hemofilia kekurangan Factor IX; terjadi karena kekurangan faktor 9 (Factor IX) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.

Bagaimana ganguan pembekuan darah itu dapat terjadi?
Gangguan itu dapat terjadi karena jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal, bahkan hampir tidak ada. Perbedaan proses pembekuan darah yang terjadi antara orang normal (Gambar 1) dengan penderita hemofilia (Gambar 2).
Gambar 1
dan Gambar 2 menunjukkan pembuluh darah yang terluka di dalam darah tersebut terdapat faktor-faktor pembeku yaitu zat yang berperan dalam menghentukan perdarahan.
 











 Gambar 1.

 a. Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari pembuluh.
b. Pembuluh darah mengerut/ mengecil.
c. Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.
d. Faktor-faktor pembeku da-rah bekerja membuat anyaman (benang - benang fibrin) yang akan menutup luka sehingga darah berhenti mengalir keluar pembuluh. 

















Gambar 2
a. Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari pembuluh.
b. Pembuluh darah mengerut/ mengecil.
c. Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.
d. Kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu, mengakibatkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna, sehingga darah tidak berhenti mengalir keluar pembuluh.


Seberapa banyak penderita hemofilia ditemukan ?
Hemofilia A atau B adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi sekurang - kurangnya 1 di antara 10.000 orang. Hemofilia B lebih jarang ditemukan, yaitu 1 di antara 50.000 orang.

Siapa saja yang dapat mengalami hemofilia ?
Hemofilia tidak mengenal ras, perbedaan warna kulit atau suku bangsa.
Hemofilia paling banyak di derita hanya pada pria. Wanita akan benar-benar mengalami hemofilia jika ayahnya adalah seorang hemofilia dan ibunya adalah pemabawa sifat (carrier). Dan ini sangat jarang terjadi. (Lihat penurunan Hemofilia)
Sebagai penyakit yang di turunkan, orang akan terkena hemofilia sejak ia dilahirkan, akan tetapi pada kenyataannya hemofilia selalu terditeksi di tahun pertama kelahirannya.

Tingkatan Hemofilia
Hemofilia A dan B dapat di golongkan dalam 3 tingkatan, yaitu :
 Berat  Kurang dari 1% dari jumlah normalnya
 Sedang  1% - 5% dari jumlah normalnya
 Ringan  5% - 30% dari jumlah normalnya
Penderita hemofilia parah/berat yang hanya memiliki kadar faktor VIII atau faktor IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya, dapat mengalami beberapa kali perdarahan dalam sebulan. Kadang - kadang perdarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.

Penderita hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan dibandingkan hemofilia berat. Perdarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olah raga yang berlebihan.
Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami perdarahan. Mereka mengalami masalah perdarahan hanya dalam situasi tertentu, seperti operasi, cabut gigi atau mangalami luka yang serius. Wanita hemofilia ringan mungkin akan pengalami perdarahan lebih pada saat mengalami menstruasi.
Info Lengkap di www.hemofilia.or.id

Semoga Bermanfaat

Sunday, May 17, 2009

Kanker Syaraf Pada Anak

Perhatian untuk para orang tua, agar lebih intensif dalam merawat kesehatan anak dan buah hati kita. Masalah kesehatan memang dapat terjadi pada siapa saja, tak terkecuali buah hati kita. Sebuah informasi tentang Kanker Syaraf pada Anak dari Kompas.com mungkin dapat Anda jadikan penambah wawasan tentang kesehatan anak...


JAKARTA, KOMPAS.com - Tujuh puluh persen anak-anak di Indonesia yang menderita penyakit kanker neuroblastoma (kanker saraf) meninggal dunia, karena penyakit ini sudah ditemukan sejak manusia dalam bentuk embrio hingga dalam kandungan dan belum ada obatnya.

Sampai saat ini sulit mendeteksi apakah seorang bayi yang baru lahir terbebas dari penyakit mematikan itu karena dari 30 korban anak penderita kanker neuroblastoma yang dirawat di RS Kanker Darmais hanya delapan orang atau masih bertahan hidup, kata Ketua Yayasan Ongkologi Anak Indonesia, Rahmi Adi Putra Taher, di Jakarta, Selasa.

Kedelapan anak yang rata-rata berusia dibawa delapan tahun itu masih bertahan dan kini masih mendapatkan perawatan intensif di RS Kanker Darmais.

Neuroblastoma berada pada peringkat empat sebagai penyakit kanker ganas mematikan dari empat jenis kanker yakni leukimia, tumor otak dan retinabalstoma, namun neuroblastoma penderitanya adalah anak-anak.

RS Kanker Darmais bersama dengan Yayasan Ongkologi Anak Indonesia pada 5 Mei 2009, telah melakukan diagnosa terhadap seorang anak perempuan berusia tiga bulan dengan menyuntikkan yodium 131 (zat radinuklir) untuk mendeteksi apakah bayi itu menderita kanker neuroblastoma atau tidak.

Tim yang dipimpin dokter Edi S Tehuberu SpA MHA masih harus menunggu hasil diagnosa tersebut guna memastikan apakah anak itu menderita penyakit yang mematikan yang hingga kini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan total dari serangan penyakit itu.

Berbahaya dan seriusnya penyakit tersebut membuat keluarga korban harus menyiapkan dana besar untuk berobat yakni sekitar Rp13 juta per hari untuk menyembuhkan anak yang terserang neuroblatoma dengan kurun waktu 18 bulan.

Bahayanya penyakit itu membuat Yayasan Ongkologi Anak Indonesia (YOAI) bersama RS Kanker Darmais dan perusahaan komputer terkemuka di dunia IMB membuat kerjasama untuk menemukan obat kanker anak tersebut.

YOAI, RS Kanker Darmais dan IMB telah sepakat bekerjasama menciptakan industri kesehatan yang mengajak masyarakat untuk melawan aktif kanker neuroblatoma dengan menjadi relawan pada program pemanfaatan power komputerisasi yang sedang tidak dipakai untuk disebarluaskan.

Semoga Bermanfaat

Komentar Anda ?

Kanker Syaraf Pada Anak

Perhatian untuk para orang tua, agar lebih intensif dalam merawat kesehatan anak dan buah hati kita. Masalah kesehatan memang dapat terjadi pada siapa saja, tak terkecuali buah hati kita. Sebuah informasi tentang Kanker Syaraf pada Anak dari Kompas.com mungkin dapat Anda jadikan penambah wawasan tentang kesehatan anak...


JAKARTA, KOMPAS.com - Tujuh puluh persen anak-anak di Indonesia yang menderita penyakit kanker neuroblastoma (kanker saraf) meninggal dunia, karena penyakit ini sudah ditemukan sejak manusia dalam bentuk embrio hingga dalam kandungan dan belum ada obatnya.

Sampai saat ini sulit mendeteksi apakah seorang bayi yang baru lahir terbebas dari penyakit mematikan itu karena dari 30 korban anak penderita kanker neuroblastoma yang dirawat di RS Kanker Darmais hanya delapan orang atau masih bertahan hidup, kata Ketua Yayasan Ongkologi Anak Indonesia, Rahmi Adi Putra Taher, di Jakarta, Selasa.

Kedelapan anak yang rata-rata berusia dibawa delapan tahun itu masih bertahan dan kini masih mendapatkan perawatan intensif di RS Kanker Darmais.

Neuroblastoma berada pada peringkat empat sebagai penyakit kanker ganas mematikan dari empat jenis kanker yakni leukimia, tumor otak dan retinabalstoma, namun neuroblastoma penderitanya adalah anak-anak.

RS Kanker Darmais bersama dengan Yayasan Ongkologi Anak Indonesia pada 5 Mei 2009, telah melakukan diagnosa terhadap seorang anak perempuan berusia tiga bulan dengan menyuntikkan yodium 131 (zat radinuklir) untuk mendeteksi apakah bayi itu menderita kanker neuroblastoma atau tidak.

Tim yang dipimpin dokter Edi S Tehuberu SpA MHA masih harus menunggu hasil diagnosa tersebut guna memastikan apakah anak itu menderita penyakit yang mematikan yang hingga kini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan total dari serangan penyakit itu.

Berbahaya dan seriusnya penyakit tersebut membuat keluarga korban harus menyiapkan dana besar untuk berobat yakni sekitar Rp13 juta per hari untuk menyembuhkan anak yang terserang neuroblatoma dengan kurun waktu 18 bulan.

Bahayanya penyakit itu membuat Yayasan Ongkologi Anak Indonesia (YOAI) bersama RS Kanker Darmais dan perusahaan komputer terkemuka di dunia IMB membuat kerjasama untuk menemukan obat kanker anak tersebut.

YOAI, RS Kanker Darmais dan IMB telah sepakat bekerjasama menciptakan industri kesehatan yang mengajak masyarakat untuk melawan aktif kanker neuroblatoma dengan menjadi relawan pada program pemanfaatan power komputerisasi yang sedang tidak dipakai untuk disebarluaskan.

Semoga Bermanfaat

Komentar Anda ?

Saturday, May 16, 2009

Kanker Penis dan Bersunat !

Sirkumsisi atau yang lazim disebut sunat ternyata mempunyai manfaat yang cukup besar untuk kesehatan kita (yang bersunat). Apa saja manfaatnya dan apa pula risikonya bila tidak bersunat, berikut informasinya...

Awas, Laki-laki Tak Bersunat Berisiko Kanker Penis!



JAKARTA, KOMPAS.com — Sunat dikatakan dapat membantu mengurangi risiko seperti penyakit menular seksual. Namun ternyata tak hanya itu. Sunat juga mengurangi risiko terkena kanker penis. Dengan kata lain, para pria yang tidak sunat berisiko terkena kanker penis.

Demikian diungkap Urolog Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais Jakarta Dr Rachmat B Santoso saat dihubungi melalui telepon, Jumat (15/5). “Penyebabnya adalah infeksi kronis pada orang yang tidak cirkumsisi (sunat),” kata Rachmat. Laki-laki yang juga berisiko adalah mereka yang pernah menderita herpes genitalis.

Persoalan utamanya adalah tidak higienisnya alat kelamin laki-laki karena kepalanya tidak terbuka. Kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis tidak terjamin kalau tidak sunat.

Gejala yang dijumpai pada orang yang kena kanker penis adalah adanya luka pada penis, luka terbuka pada penis, dan merasa nyeri pada penis bahkan terjadi pendarahan dari penis. Biasanya ini terjadi pada stadium lanjut. Ciri lain adalah tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil pada penis.

Pengobatan kanker penis bervariasi, tergantung kepada lokasi dan beratnya tumor. Cara pertama adalah penektomi atau pemotongan, bisa sebagian bisa juga total. Rachmat mengilustrasikan, jika panjang penis 10 sentimeter dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya maka yang panjang penis yang dipotong 2-3 sentimeter. “Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya harus dipotong habis,” katanya. Cara yang lain bisa berupa kemoterapi dan terapi penyinaran.

Rachmat mengingatkan, penyakit ini tidak boleh dianggap remeh oleh para lelaki. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, kanker penis banyak menyerang usia produktif, 30 tahun sampai 50 tahun.

Meski tidak banyak menyerang pria, dalam setahun hanya ada 2-3 orang yang datang ke RS Dharmais, Anda, para pria harus hati-hati. “Tidak signifikan memang, tetapi sangat mengganggu integritas karena menyangkut kelaki-lakian seseorang,” pungkasnya.

Komentar Anda ?



Semoga Bermanfaat

Cara menghindari Kanker

Kanker Penis dan Bersunat !

Sirkumsisi atau yang lazim disebut sunat ternyata mempunyai manfaat yang cukup besar untuk kesehatan kita (yang bersunat). Apa saja manfaatnya dan apa pula risikonya bila tidak bersunat, berikut informasinya...

Awas, Laki-laki Tak Bersunat Berisiko Kanker Penis!



JAKARTA, KOMPAS.com — Sunat dikatakan dapat membantu mengurangi risiko seperti penyakit menular seksual. Namun ternyata tak hanya itu. Sunat juga mengurangi risiko terkena kanker penis. Dengan kata lain, para pria yang tidak sunat berisiko terkena kanker penis.

Demikian diungkap Urolog Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais Jakarta Dr Rachmat B Santoso saat dihubungi melalui telepon, Jumat (15/5). “Penyebabnya adalah infeksi kronis pada orang yang tidak cirkumsisi (sunat),” kata Rachmat. Laki-laki yang juga berisiko adalah mereka yang pernah menderita herpes genitalis.

Persoalan utamanya adalah tidak higienisnya alat kelamin laki-laki karena kepalanya tidak terbuka. Kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis tidak terjamin kalau tidak sunat.

Gejala yang dijumpai pada orang yang kena kanker penis adalah adanya luka pada penis, luka terbuka pada penis, dan merasa nyeri pada penis bahkan terjadi pendarahan dari penis. Biasanya ini terjadi pada stadium lanjut. Ciri lain adalah tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil pada penis.

Pengobatan kanker penis bervariasi, tergantung kepada lokasi dan beratnya tumor. Cara pertama adalah penektomi atau pemotongan, bisa sebagian bisa juga total. Rachmat mengilustrasikan, jika panjang penis 10 sentimeter dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya maka yang panjang penis yang dipotong 2-3 sentimeter. “Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya harus dipotong habis,” katanya. Cara yang lain bisa berupa kemoterapi dan terapi penyinaran.

Rachmat mengingatkan, penyakit ini tidak boleh dianggap remeh oleh para lelaki. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, kanker penis banyak menyerang usia produktif, 30 tahun sampai 50 tahun.

Meski tidak banyak menyerang pria, dalam setahun hanya ada 2-3 orang yang datang ke RS Dharmais, Anda, para pria harus hati-hati. “Tidak signifikan memang, tetapi sangat mengganggu integritas karena menyangkut kelaki-lakian seseorang,” pungkasnya.

Komentar Anda ?



Semoga Bermanfaat

Cara menghindari Kanker

Tuesday, May 5, 2009

Information On Diseases Caused By Tobacco Use


Health Effects
Information On Diseases Caused By Tobacco Use, such as cancer, heart disease, and respiratory diseases. Also find information on the health effects of smoking during pregnancy.

Cancer
• The risk of dying from lung cancer is more than 22 times higher among men who smoke cigarettes and about 12 times higher among women who smoke cigarettes compared with never smokers.
• Cigarette smoking increases the risk for many types of cancer, including cancers of the lip, oral cavity, pharynx, esophagus, pancreas, larynx (voice box), lung, uterine cervix, urinary bladder, and kidney.
• Rates of cancers related to cigarette smoking vary widely among members of racial/ethnic groups but are highest among African-American men.

Heart Disease and Stroke
• Smoking causes coronary heart disease, the leading cause of death in the United States. Cigarette smokers are 2–4 times more likely to develop coronary heart disease than nonsmokers.
• Cigarette smoking approximately doubles a person's risk for stroke.
• Cigarette smoking causes reduced circulation by narrowing the blood vessels (arteries). Smokers are more than 10 times as likely as nonsmokers to develop peripheral vascular disease.
• Smoking causes abdominal aortic aneurysm.

Secondhand Smoke
Find information on secondhand smoke exposure, health effects, and smoke-free initiatives and resources. HERE !
Respiratory Health
• Cigarette smoking is associated with a tenfold increase in the risk of dying from chronic obstructive lung disease.
• About 90% of all deaths from chronic obstructive lung diseases are attributable to cigarette smoking.

Smoking During Pregnancy
Research has shown that smoking during pregnancy causes health problems for both mothers and babies, such as
• Pregnancy complications
• Premature birth
• Low-birth-weight infants
• Stillbirth
• Sudden infant death syndrome (SIDS)

WARNING !
THIS IS
NO SMOKING AREA

Information On Diseases Caused By Tobacco Use


Health Effects
Information On Diseases Caused By Tobacco Use, such as cancer, heart disease, and respiratory diseases. Also find information on the health effects of smoking during pregnancy.

Cancer
• The risk of dying from lung cancer is more than 22 times higher among men who smoke cigarettes and about 12 times higher among women who smoke cigarettes compared with never smokers.
• Cigarette smoking increases the risk for many types of cancer, including cancers of the lip, oral cavity, pharynx, esophagus, pancreas, larynx (voice box), lung, uterine cervix, urinary bladder, and kidney.
• Rates of cancers related to cigarette smoking vary widely among members of racial/ethnic groups but are highest among African-American men.

Heart Disease and Stroke
• Smoking causes coronary heart disease, the leading cause of death in the United States. Cigarette smokers are 2–4 times more likely to develop coronary heart disease than nonsmokers.
• Cigarette smoking approximately doubles a person's risk for stroke.
• Cigarette smoking causes reduced circulation by narrowing the blood vessels (arteries). Smokers are more than 10 times as likely as nonsmokers to develop peripheral vascular disease.
• Smoking causes abdominal aortic aneurysm.

Secondhand Smoke
Find information on secondhand smoke exposure, health effects, and smoke-free initiatives and resources. HERE !
Respiratory Health
• Cigarette smoking is associated with a tenfold increase in the risk of dying from chronic obstructive lung disease.
• About 90% of all deaths from chronic obstructive lung diseases are attributable to cigarette smoking.

Smoking During Pregnancy
Research has shown that smoking during pregnancy causes health problems for both mothers and babies, such as
• Pregnancy complications
• Premature birth
• Low-birth-weight infants
• Stillbirth
• Sudden infant death syndrome (SIDS)

WARNING !
THIS IS
NO SMOKING AREA

Sunday, January 18, 2009

Radikal Bebas

RADIKAL BEBAS ?

Apa itu Radikal Bebas dan Bahayanya
Radikal bebas merupakan suatu atom. molekul, atau senyawa yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga sangat reaktif.

Pembentukan radikal bebas dalam tubuh :
● Pada waktu kita bernapas
(hasil samping proses oksidasi atau pembakaran)
● Olahraga yang berlebihan
● Jika terjadi peradangan
● Terpapar polusi Lingkungan
(asap rokok, kendaraan bermotor, radiasi, dll)
●dll

Pada saat terjadi infeksi, radikal diperlukan untuk membunuh mikroorganisme penyebab infeksi. Tetapi paparan radikal bebas yang berlebihan dan secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan sel, mengurangi kemampuan sel untuk beradaptasi terhadap lingkungannya, dan para akhirnya dapat menyebabkan kematian sel. Radikal bebas bersifat reaktif, dapat menyebabkan kerusakan sel, mengurangi kemampuan adaptasi sel, bahwa kematian sel sehingga timbul gangguan / penyakit.

Penyakit yang disebabkan atau dikaitkan dengan radikal bebas :
● Kanker
● Aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah)
● Penuan (Aging)
● Penyakit neurodegeneratif (Alzheimer Disease, Dementia/pikun, dll)
● Penyakit / gangguan paru, hati & ginjal
● Katarak, dll

Sistem Antioksidan Tubuh, Melawan Bahaya Radikal Bebas
Untuk memlawan bahaya radikal bebas, tubuh telah mempersiapkan penangkal yaitu dengan sistem antioksidan.Ada 3 golongan antioksidan dalam tubuh yaitu :
● Antioksidan Primer
Berfungsi mencegah pembentukan radikal bebas, misalnya Transferin, Feritin, albumin.
● Antioksidan Sekunder
Berfungsi menangkap radikal bebas dan menghentikan pembentukan radikal bebas, misalnya Superoxide Dismutase (SOD), Glutathion Peroxidase (GPx), Vitamin C, Vitamin E, B-Caroten, dll.
● Antioksidan Tersier atau repair enzyme
Berfungsi memperbaiki jaringan tubuh yang rusak oleh radikal bebas.
Pemeriksaan Status Antioksidan
saat ini telah tersedia pemeriksaan laboratorium untuk menilai sistem antioksidan tubuh yaitu :

● Status Antioksidan Total (SAT)
Merupakan pemeriksaan untuk mengukur kapasitas dan aktivitas total antioksidan yang terdapat dalam tubuh.
● Superoxide dismutase (SOD)
● Gluthatione Peroxidase (GPx)

Lakukan Pemeriksaan Status Antioksidan Total, SOD dan GPx

Mengapa kita perlu memeriksa Status Antioksidan ?
● Memberikan informasi tentang kapasitas status antioksidan seseorang.
● Untuk menilai daya tahan tubuh atau paerlindungan tubuh terhadap serangan radikal bebas.

Siapa saja yang perlu periksa Status Antioksidan ?
Mereka yang banyak terpapar polusi lingkungan atau mereka yang rentan taerhadap bahaya radikal bebas :
● Lanjut Usia
● Perokok
● Kegemukan
● Pasien Diabetes Melitus
● Penderita Hipertensi
● Penderita peradangan kronis, dll.

Kapan kita Memeriksa Status Antioksidan ?
● Untuk Skrining awal, yaitu sebelum dilakukan terapi dan sebelum pembelian suplemen antioksidan.
● Untuk monitoring (atau menilai hasil terapi), yaitu dilakukan setelah pemberian obat atau suplemen antioksidan.

Bagaimana kita dapat melakukan pemeriksaan Status Antioksidan ?
Untuk melakukan pemeriksaan Status Antioksidan diperlukan sampel darah dan tidak diperlukan persiapan khusus sebelumnya. Anda dapat melakukan pemeriksaan Status Antioksidan total, SOD, GPx di Laboratorium terdekat.

Paparan radikal bebas dapat menimbulkan berbagai penyakit, tetapi tubuh kita mempunyai sistem yuntuk menangkalnya yaitu dengan sistem antioksidan.
Dengan pemeriksaan status antioksigan tubuh, kita dapat mengetahui daya tahan tubuh terhadap radikal bebas, menentukan pelu tidaknya terapi atau suplemen antioksidan, dapat melakukan upaya untuk mencegah timbulnya penyakit yangnberkaitan dengan radikal bebas, dan memantau terapi / pemberian suplemen antioksidan.


Semoga Bermanfaat

Radikal Bebas

RADIKAL BEBAS ?

Apa itu Radikal Bebas dan Bahayanya
Radikal bebas merupakan suatu atom. molekul, atau senyawa yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga sangat reaktif.

Pembentukan radikal bebas dalam tubuh :
● Pada waktu kita bernapas
(hasil samping proses oksidasi atau pembakaran)
● Olahraga yang berlebihan
● Jika terjadi peradangan
● Terpapar polusi Lingkungan
(asap rokok, kendaraan bermotor, radiasi, dll)
●dll

Pada saat terjadi infeksi, radikal diperlukan untuk membunuh mikroorganisme penyebab infeksi. Tetapi paparan radikal bebas yang berlebihan dan secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan sel, mengurangi kemampuan sel untuk beradaptasi terhadap lingkungannya, dan para akhirnya dapat menyebabkan kematian sel. Radikal bebas bersifat reaktif, dapat menyebabkan kerusakan sel, mengurangi kemampuan adaptasi sel, bahwa kematian sel sehingga timbul gangguan / penyakit.

Penyakit yang disebabkan atau dikaitkan dengan radikal bebas :
● Kanker
● Aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah)
● Penuan (Aging)
● Penyakit neurodegeneratif (Alzheimer Disease, Dementia/pikun, dll)
● Penyakit / gangguan paru, hati & ginjal
● Katarak, dll

Sistem Antioksidan Tubuh, Melawan Bahaya Radikal Bebas
Untuk memlawan bahaya radikal bebas, tubuh telah mempersiapkan penangkal yaitu dengan sistem antioksidan.Ada 3 golongan antioksidan dalam tubuh yaitu :
● Antioksidan Primer
Berfungsi mencegah pembentukan radikal bebas, misalnya Transferin, Feritin, albumin.
● Antioksidan Sekunder
Berfungsi menangkap radikal bebas dan menghentikan pembentukan radikal bebas, misalnya Superoxide Dismutase (SOD), Glutathion Peroxidase (GPx), Vitamin C, Vitamin E, B-Caroten, dll.
● Antioksidan Tersier atau repair enzyme
Berfungsi memperbaiki jaringan tubuh yang rusak oleh radikal bebas.
Pemeriksaan Status Antioksidan
saat ini telah tersedia pemeriksaan laboratorium untuk menilai sistem antioksidan tubuh yaitu :

● Status Antioksidan Total (SAT)
Merupakan pemeriksaan untuk mengukur kapasitas dan aktivitas total antioksidan yang terdapat dalam tubuh.
● Superoxide dismutase (SOD)
● Gluthatione Peroxidase (GPx)

Lakukan Pemeriksaan Status Antioksidan Total, SOD dan GPx

Mengapa kita perlu memeriksa Status Antioksidan ?
● Memberikan informasi tentang kapasitas status antioksidan seseorang.
● Untuk menilai daya tahan tubuh atau paerlindungan tubuh terhadap serangan radikal bebas.

Siapa saja yang perlu periksa Status Antioksidan ?
Mereka yang banyak terpapar polusi lingkungan atau mereka yang rentan taerhadap bahaya radikal bebas :
● Lanjut Usia
● Perokok
● Kegemukan
● Pasien Diabetes Melitus
● Penderita Hipertensi
● Penderita peradangan kronis, dll.

Kapan kita Memeriksa Status Antioksidan ?
● Untuk Skrining awal, yaitu sebelum dilakukan terapi dan sebelum pembelian suplemen antioksidan.
● Untuk monitoring (atau menilai hasil terapi), yaitu dilakukan setelah pemberian obat atau suplemen antioksidan.

Bagaimana kita dapat melakukan pemeriksaan Status Antioksidan ?
Untuk melakukan pemeriksaan Status Antioksidan diperlukan sampel darah dan tidak diperlukan persiapan khusus sebelumnya. Anda dapat melakukan pemeriksaan Status Antioksidan total, SOD, GPx di Laboratorium terdekat.

Paparan radikal bebas dapat menimbulkan berbagai penyakit, tetapi tubuh kita mempunyai sistem yuntuk menangkalnya yaitu dengan sistem antioksidan.
Dengan pemeriksaan status antioksigan tubuh, kita dapat mengetahui daya tahan tubuh terhadap radikal bebas, menentukan pelu tidaknya terapi atau suplemen antioksidan, dapat melakukan upaya untuk mencegah timbulnya penyakit yangnberkaitan dengan radikal bebas, dan memantau terapi / pemberian suplemen antioksidan.


Semoga Bermanfaat

Sunday, October 26, 2008

CARA MENGHINDARI KANKER

Ada banyak cara untuk menghindari KANKER...

Apakah Kanker itu ?

Perkembangan kearah modernisasi menyebabkan terjadinya pergeseran jenis penyakit. Kalau dulu penyakit infeksi merupakan penyebab kematian terbanyak, kini penyakit akibat usia lanjut dan proses degenerasi semakin menonjol. Kematian karena penyakti jantung koroner dan stroke makin meningkat, dan penyakit tumor atau kanker merupakan salah satu penyakti degenerasi yang juga ditakuti. dikenal dua macam tumor, yaitu tumor jinak dan tumor ganasatau disebut dengan kanker. Tumor jinak tidak banyak mengganggu, dan pertumbuhannya lambat. Sebaliknya tumor ganas, karena pertumbuhannya sangat cepat dan tidak terkendali, maka ia akan sangat mengganggu, dapat menyebar ke organ-organ lain, dan menyebabkan kematian.

Di Amerika, ditemukan lebih dari 600.000 kasus kanker baru setiap tahunnya, atau sebanyaknya 1.600 orang per hari, dan satu dari lima orang Amerika meninggal karena kanker.

Kanker dapat timbul di semua tubuh manusia seperti payudara, leher rahim, kandungan, hati, lambung, usus besar, pankreas, paru-paru, prostat dan lain-lain. umunya penderita kanker yang datang memeriksakan diri ke dokter sudah dalam stadium lanjut, sehingga pengobatannya menjadi sangat sulit, apalagi bila sudah meyebar (metastase).

Kanker dapat diobati dengan sempurna bila penyakitnya ditemukan pada stadium dini.

Masalahnya adalah gejala kanker sendiri tidak nyata, keluhan penderita umumnya mirip dengan penyakti lain yang bukan keganasan, kecuali bila penyaktinya telah menjadi parah. Disinilah peran uji saring menjadi penting.

Siapakah yang dapat terkena KANKER?

Semua orang dapat terserang penyakit ini, tidak peduli kaya atau miskin, kulit putih atau hitam, gemuk atau kurus, laki-laki atau perumpuan, tetapi umumnya kanker lebih banyak menyerang orang berusia lanjut, yaitu antara 45-64 tahun, kecuali leukemia.

Telah terbukti bahwa adanya riwayat keluarga penderita kanker, seperti kanker payudara, usus besar dan kandungan, keturunannya akan mempunyai risiko tinggi untuk taerkena kanker tersebut.

Dalam lingkungan hidup kita di dunia modern ini, dengan adanya industrialisasi dan banyaknya makanan yang telah diproses terlebih dahulu, maka banyak sekali ditemukan zat-zat ataupun benda-benda yang berupakarsinogen yang dapat menyebabkan kanker. Contohnya : radiasi sinar X dan sinar ultraviolet dari matahari; zat-zat pengawet dan zat-zat pewarna; bahan-bahan kimia dari industri, seperi amin aromatik, asbes, ter (carbon hitam); asap hitam, alkohol dan obat-obatan. Begitu juga infeksi oleh virus dapat menyebabkan terjadinya kanker, seperti : virus hepatitis B dan C (kanker hati), virus Papiloma (kanker leher rahim), virus Eipstein Barr (kanker nasofaring), virus Sarcoma, virus AIDS dan lain-lain.

Apakah KANKER dapat dihindarkan ?

Menurut National Academy of Sciences di amerika, beberapa hal yang tersebut di bawah ini dapat dilakukan untuk menghindarkan kanker.
1. Kurangi lemak dalam makanan
2. Lebih banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat, seperti sayur, buah-buahan, nasi.
3. lebih banyak mengkonsumsi makanan yang kaya akan beta karoten, seperti wortel, bayam, buah-buahan yang berwarna jingga.
4. Kurangi rokok dan makanan yang diawetkan, diasin atau diasap, baik daging maupun ikan.
5. Hindari sinar matahari dengan memakai topi dan lotion pelindung matahari.
6. Hindari berganti-ganti pasangan seksual.
7. Hindari alkohol.
8. Perhatian adanya perubahan yang mencurigakan di tubuh Anda, seperti adanya benjolan di payudara, di kulit atau adanya perubahan tahi lalat atau warna kulit, diare atau sembelit yang berkepanjangan dan lain-lain.
9. Deteksi dini kanker dengan pemeriksaan ujisaring, terutama untuk kelompok risiko tinggi seperti : pria diatas umur 50 tahun untuk kanker prostat, riwayat keluarga untuk kanker payudara, usus besar dan kandungan, wanita diatas 40 tahun untuk kanker leher rahim, pengidap hepatitis B atau C untuk kanker hati.

Uji saring KANKER

Pemeriksaan uji saring untuk deteksi dini penyakit kanker telah banyak dilakukan. Salah satu yang terkenal adalah Pap Smear,untuk deteksi dini adanya kanker leher rahim.

Pemeriksaan ujisaring lainnya adalah mamografi untuk deteksi kanker payudara, tetapi sayangnya alat mamografi tersebut hanya terdapat di kota-kota besar saja.

Akhir-akhir ini pemeriksaan Penanda Tumor di laboratorium klinik telah mulai banyak dan dianjurkan oleh para pakar dan peneliti.

Uji saring dengan pemeriksaann penanda tumor tidak dapat dilakukan secara massal, tetapi hanya bermanfaat bagi orang yang memiliki risiko tinggi.

Sebagai contoh :
* PSA (Prostate-Specific Antigen), untuk kanker prostat, bagi pria diatas umur 50 tahun, yang merupakan kelompok risiko tinggi untuk kanker prostat tersebut)
* Pemeriksaan Darah Samar untuk deteksi kanker usus besar atau kolorektal.
* Anti-EBV VCA lgA dan Anti-EBV EA lgA untuk kanker nasofaring, terutama bagi penduduk Asia Tenggara, dimana prevalensi kanker nasofaring cukup tinggi, khususnya pada ras Melayu, Cina, Dayak dan Kadazan.
* AFP (alfa-fetoprotein) untuk deteksi kanker hati, bagi pengidap hepatitis B dan C

Panel pemeriksaan Ujisaring TUMOR
* Pap Smear bagi wanita di atas 40 tahun.
* PSA bagi pria di atas 50 tahun
* AFP bagi pengidap hepatitis B atau C
* Anti-EBV VCA lgA dan
* Anti-EBV EA lgA bagi perokok, terutama ras Melayu, Cina, Dayak, dan Kadazan
* Darah Samar bagi orang dengan riwayat keluarga kanker kolorektal.
Semoga Bermanfaat

CARA MENGHINDARI KANKER

Ada banyak cara untuk menghindari KANKER...

Apakah Kanker itu ?

Perkembangan kearah modernisasi menyebabkan terjadinya pergeseran jenis penyakit. Kalau dulu penyakit infeksi merupakan penyebab kematian terbanyak, kini penyakit akibat usia lanjut dan proses degenerasi semakin menonjol. Kematian karena penyakti jantung koroner dan stroke makin meningkat, dan penyakit tumor atau kanker merupakan salah satu penyakti degenerasi yang juga ditakuti. dikenal dua macam tumor, yaitu tumor jinak dan tumor ganasatau disebut dengan kanker. Tumor jinak tidak banyak mengganggu, dan pertumbuhannya lambat. Sebaliknya tumor ganas, karena pertumbuhannya sangat cepat dan tidak terkendali, maka ia akan sangat mengganggu, dapat menyebar ke organ-organ lain, dan menyebabkan kematian.

Di Amerika, ditemukan lebih dari 600.000 kasus kanker baru setiap tahunnya, atau sebanyaknya 1.600 orang per hari, dan satu dari lima orang Amerika meninggal karena kanker.

Kanker dapat timbul di semua tubuh manusia seperti payudara, leher rahim, kandungan, hati, lambung, usus besar, pankreas, paru-paru, prostat dan lain-lain. umunya penderita kanker yang datang memeriksakan diri ke dokter sudah dalam stadium lanjut, sehingga pengobatannya menjadi sangat sulit, apalagi bila sudah meyebar (metastase).

Kanker dapat diobati dengan sempurna bila penyakitnya ditemukan pada stadium dini.

Masalahnya adalah gejala kanker sendiri tidak nyata, keluhan penderita umumnya mirip dengan penyakti lain yang bukan keganasan, kecuali bila penyaktinya telah menjadi parah. Disinilah peran uji saring menjadi penting.

Siapakah yang dapat terkena KANKER?

Semua orang dapat terserang penyakit ini, tidak peduli kaya atau miskin, kulit putih atau hitam, gemuk atau kurus, laki-laki atau perumpuan, tetapi umumnya kanker lebih banyak menyerang orang berusia lanjut, yaitu antara 45-64 tahun, kecuali leukemia.

Telah terbukti bahwa adanya riwayat keluarga penderita kanker, seperti kanker payudara, usus besar dan kandungan, keturunannya akan mempunyai risiko tinggi untuk taerkena kanker tersebut.

Dalam lingkungan hidup kita di dunia modern ini, dengan adanya industrialisasi dan banyaknya makanan yang telah diproses terlebih dahulu, maka banyak sekali ditemukan zat-zat ataupun benda-benda yang berupakarsinogen yang dapat menyebabkan kanker. Contohnya : radiasi sinar X dan sinar ultraviolet dari matahari; zat-zat pengawet dan zat-zat pewarna; bahan-bahan kimia dari industri, seperi amin aromatik, asbes, ter (carbon hitam); asap hitam, alkohol dan obat-obatan. Begitu juga infeksi oleh virus dapat menyebabkan terjadinya kanker, seperti : virus hepatitis B dan C (kanker hati), virus Papiloma (kanker leher rahim), virus Eipstein Barr (kanker nasofaring), virus Sarcoma, virus AIDS dan lain-lain.

Apakah KANKER dapat dihindarkan ?

Menurut National Academy of Sciences di amerika, beberapa hal yang tersebut di bawah ini dapat dilakukan untuk menghindarkan kanker.
1. Kurangi lemak dalam makanan
2. Lebih banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat, seperti sayur, buah-buahan, nasi.
3. lebih banyak mengkonsumsi makanan yang kaya akan beta karoten, seperti wortel, bayam, buah-buahan yang berwarna jingga.
4. Kurangi rokok dan makanan yang diawetkan, diasin atau diasap, baik daging maupun ikan.
5. Hindari sinar matahari dengan memakai topi dan lotion pelindung matahari.
6. Hindari berganti-ganti pasangan seksual.
7. Hindari alkohol.
8. Perhatian adanya perubahan yang mencurigakan di tubuh Anda, seperti adanya benjolan di payudara, di kulit atau adanya perubahan tahi lalat atau warna kulit, diare atau sembelit yang berkepanjangan dan lain-lain.
9. Deteksi dini kanker dengan pemeriksaan ujisaring, terutama untuk kelompok risiko tinggi seperti : pria diatas umur 50 tahun untuk kanker prostat, riwayat keluarga untuk kanker payudara, usus besar dan kandungan, wanita diatas 40 tahun untuk kanker leher rahim, pengidap hepatitis B atau C untuk kanker hati.

Uji saring KANKER

Pemeriksaan uji saring untuk deteksi dini penyakit kanker telah banyak dilakukan. Salah satu yang terkenal adalah Pap Smear,untuk deteksi dini adanya kanker leher rahim.

Pemeriksaan ujisaring lainnya adalah mamografi untuk deteksi kanker payudara, tetapi sayangnya alat mamografi tersebut hanya terdapat di kota-kota besar saja.

Akhir-akhir ini pemeriksaan Penanda Tumor di laboratorium klinik telah mulai banyak dan dianjurkan oleh para pakar dan peneliti.

Uji saring dengan pemeriksaann penanda tumor tidak dapat dilakukan secara massal, tetapi hanya bermanfaat bagi orang yang memiliki risiko tinggi.

Sebagai contoh :
* PSA (Prostate-Specific Antigen), untuk kanker prostat, bagi pria diatas umur 50 tahun, yang merupakan kelompok risiko tinggi untuk kanker prostat tersebut)
* Pemeriksaan Darah Samar untuk deteksi kanker usus besar atau kolorektal.
* Anti-EBV VCA lgA dan Anti-EBV EA lgA untuk kanker nasofaring, terutama bagi penduduk Asia Tenggara, dimana prevalensi kanker nasofaring cukup tinggi, khususnya pada ras Melayu, Cina, Dayak dan Kadazan.
* AFP (alfa-fetoprotein) untuk deteksi kanker hati, bagi pengidap hepatitis B dan C

Panel pemeriksaan Ujisaring TUMOR
* Pap Smear bagi wanita di atas 40 tahun.
* PSA bagi pria di atas 50 tahun
* AFP bagi pengidap hepatitis B atau C
* Anti-EBV VCA lgA dan
* Anti-EBV EA lgA bagi perokok, terutama ras Melayu, Cina, Dayak, dan Kadazan
* Darah Samar bagi orang dengan riwayat keluarga kanker kolorektal.
Semoga Bermanfaat

Thursday, September 18, 2008

Tentang Kanker Serviks

Human Papilloma Virus(HPV) Mengintai Para Wanita


WANITA harus mulai waspada saat ini terutama pada organ alat kelamin. Kini, kanker serviks atau leher rahim merupakan penyebab utama pada kematian karena kanker. Di negara berkembang tingkat kematian sudah mencapai 13,5 persen.

"Menurut data Globocan 2002, terdapat lebih dari 40.000 kasus baru kanker serviks dengan sekitar 22.000 kematian karenanya pada wanita di Asia Tenggara. Ini berarti setiap harinya sekitar 20 wanita Indonesia meninggal karena kanker serviks," ungkap Dr.Dwiani Ocviyanti.Sp.OG dari RS Ciptomangunkusumo, saat seminar mengenai kanker serviks di Restoran Saung Galah, Jakarta, Senin (15/9).




Kanker serviks yang menyerang area bawah rahim, di mana organ tersebut menghubungkan rahim dan vagina, disebabkan oleh serangan Human Papilloma Virus (HPV).
HPV sangat mudah menular dan dapat menginfeksi siapa saja yang sudah aktif secara seksual, baik pria atau pun wanita. Gejala yang muncul juga sulit terdeteksi, sehingga orang kadang tidak menyadari kalau kita sudah terinfeksi bahkan sudah menularkannya.

Kanker serviks tidak saja menyerang orang yang telah menikah atau orang senang melakukan hubungan seks. "Orang yang melakukan kontak seks juga berpeluang terkena penyakit ini. Bahkan ketika menggunakan alat mandi secara bergantian. Virus tersebut dapat bertahan cukup lama sehingga kebersihan tidak menjamin kita terbebas dari virus ini," tambah Dwiani.

Selain kanker serviks, HPV juga dapat menyebabkan penyakit kutil kelamin (genital wart). Berbeda dengan kanker serviks, kutil kelamin dapat dideteksi secara kasat mata dan dapat menyerang laki-laki. Kutil kelamin menyerang bagian luar alat kelamin. Berbentuk seperti kutil yang kita kenal pada umumnya, namun menyebabkan gatal dan perih.

Ketika mengidap kutil kelamin, kita dapat mengobati dengan mendatangi dokter atau dengan penangan profesional. Walaupun dapat menghilangkan kutil, namun tidak menghilangkan virus HPV karena berada dalam tubuh. Sehingga, dalam beberapa waktu kemudian kutil ini akan muncul setelah perawatan.

Dwiani menambahkan, kanker serviks dan kutil kelamin dapat dicegah secara dini dengan dua cara. Vaksinasi yang dilakukan tiga kali dalam enam bulan sebagai pencegahan primer dan Pap Smear, yaitu mengambil sel dari serviks, kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui adanya kelainan pada serviks sebagai pencegahan sekunder.

"Pencegahan ini mengurangi tingkat risiko sampai 98 persen, apalagi dilakukan dalam rentang waktu usia 9-26 tahun atau minimal enam bulan sebelum menikah," tambah Dwiani.
www.infeksi.com


Semoga Bermanfaat

Tentang Kanker Serviks

Human Papilloma Virus(HPV) Mengintai Para Wanita


WANITA harus mulai waspada saat ini terutama pada organ alat kelamin. Kini, kanker serviks atau leher rahim merupakan penyebab utama pada kematian karena kanker. Di negara berkembang tingkat kematian sudah mencapai 13,5 persen.

"Menurut data Globocan 2002, terdapat lebih dari 40.000 kasus baru kanker serviks dengan sekitar 22.000 kematian karenanya pada wanita di Asia Tenggara. Ini berarti setiap harinya sekitar 20 wanita Indonesia meninggal karena kanker serviks," ungkap Dr.Dwiani Ocviyanti.Sp.OG dari RS Ciptomangunkusumo, saat seminar mengenai kanker serviks di Restoran Saung Galah, Jakarta, Senin (15/9).




Kanker serviks yang menyerang area bawah rahim, di mana organ tersebut menghubungkan rahim dan vagina, disebabkan oleh serangan Human Papilloma Virus (HPV).
HPV sangat mudah menular dan dapat menginfeksi siapa saja yang sudah aktif secara seksual, baik pria atau pun wanita. Gejala yang muncul juga sulit terdeteksi, sehingga orang kadang tidak menyadari kalau kita sudah terinfeksi bahkan sudah menularkannya.

Kanker serviks tidak saja menyerang orang yang telah menikah atau orang senang melakukan hubungan seks. "Orang yang melakukan kontak seks juga berpeluang terkena penyakit ini. Bahkan ketika menggunakan alat mandi secara bergantian. Virus tersebut dapat bertahan cukup lama sehingga kebersihan tidak menjamin kita terbebas dari virus ini," tambah Dwiani.

Selain kanker serviks, HPV juga dapat menyebabkan penyakit kutil kelamin (genital wart). Berbeda dengan kanker serviks, kutil kelamin dapat dideteksi secara kasat mata dan dapat menyerang laki-laki. Kutil kelamin menyerang bagian luar alat kelamin. Berbentuk seperti kutil yang kita kenal pada umumnya, namun menyebabkan gatal dan perih.

Ketika mengidap kutil kelamin, kita dapat mengobati dengan mendatangi dokter atau dengan penangan profesional. Walaupun dapat menghilangkan kutil, namun tidak menghilangkan virus HPV karena berada dalam tubuh. Sehingga, dalam beberapa waktu kemudian kutil ini akan muncul setelah perawatan.

Dwiani menambahkan, kanker serviks dan kutil kelamin dapat dicegah secara dini dengan dua cara. Vaksinasi yang dilakukan tiga kali dalam enam bulan sebagai pencegahan primer dan Pap Smear, yaitu mengambil sel dari serviks, kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui adanya kelainan pada serviks sebagai pencegahan sekunder.

"Pencegahan ini mengurangi tingkat risiko sampai 98 persen, apalagi dilakukan dalam rentang waktu usia 9-26 tahun atau minimal enam bulan sebelum menikah," tambah Dwiani.
www.infeksi.com


Semoga Bermanfaat