Amnesia
Amnesia adalah hilangnya sebagian atau seluruh memori. Muncul dalam berbagai tingkatan, terutama di kalangan orang tua atau orang dengan gangguan mental.
Gejala Amnesia
Bentuk yang paling umum adalah amnesia verbal: orang lupa kata atau nama. Bentuk lain (meskipun jarang) dari amnesia adalah hilangnya sementara memori, di mana seseorang lupa identitasnya, termasuk nama, keluarga usia, dan setiap hal di masa lalu.
Pengobatan alami untuk Amnesia
Ada banyak solusi alami yang berguna untuk memerangi amnesia dan membantu pasien untuk menyegarkan memori Anda. Rosemary adalah ramuan yang paling umum digunakan untuk tujuan ini: ia selalu dianggap sangat efektif sebagai penangkal kelelahan mental dan pelupa. Anda menyiapkan teh rosemary dan minum dua kali sehari.
Sage adalah tanaman obat lain dianjurkan untuk mengobati kehilangan memori: ia bertindak di korteks otak dan mengurangi kelelahan mental dengan meningkatkan konsentrasi.
Almond sangat efisien dalam mengobati amnesia: mereka memiliki sifat khusus untuk mengembalikan sistem saraf dan menghilangkan kelemahan mental.
Apel, menjadi kaya akan vitamin B1, fosfor dan kalium, membantu untuk mensintesis asam glutamat, yang adalah apa yang mengontrol erosi sel.
Showing posts with label pelupa. Show all posts
Showing posts with label pelupa. Show all posts
Saturday, February 25, 2012
Sunday, July 18, 2010
Tips Agar Tidak Pikun
Orang yang punya level vitamin D cukup dalam tubuhnya, cenderung akan terhindar dari penyakit pikun atau Alzheimer di masa tua. Selain kadar vitamin D yang cukup, masih harus ditambah lagi dengan aktivitas gerak badan secara teratur. Demikian hasil riset yang dipaparkan dalam konferensi internasional tentang penyakit Alzheimer di Hawai, Amerika. Alzheimer atau pikun kerap terjadi pada orang yang menginjak usia di atas 60 tahun.
Dalam sebuah studi yang dilakukan di kota Framingham, AS, para peneliti menganalisis kesehatan jantung dan kemampuan kognitif 1.200 orang berusia 70 tahun. Penelitian tersebut dilakukan sejak tahun 1948. Pengukuran latihan fisik telah dilakukan pada tahun 1986-1987.
Setelah lebih dari dua dekade 242 responden mengalami demensia, termasuk 193 kasus Alzheimer.
Mereka yang melakukan olahraga dengan intensitas sedang hingga berat, risiko terkena demensia berkurang hingga 40 persen. Sementara mereka yang melakukan olahraga ringan memiliki risiko lebih besar terkena penyakit tersebut, terutama pada pria.
"Ini merupakan studi dengan skala besar dan periode lama. Kesimpulannya, melakukan olahraga, minimal dalam intensitas menengah, efektif mengurangi risiko pikun," kata Dr Zaldy Tan, dari Brigham and Women's Hospital, Boston.
Pada studi kedua, para peneliti di Britania Raya menganalisis 3.325 orang berusia 65 tahun ke atas yang ikut serta dalam Survey Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional Ke Tiga di Amerika. Penelitian tersebut merujuk pada pengukuran kandungan vitamin D dengan kemampuan kognitif.
Para peneliti mengambil contoh sampel darah responden lalu dibandingkan dengan fungsi kognitif yang meliputi tes memori, orientasi ruang dan waktu, serta kemampuan pemusatan perhatian. Bagi mereka yang memiliki nilai di bawah 10 persen digolongkan menderita gangguan kognitif.
Mereka yang mengalami defisiensi vitamin D, beresiko 42 persen lebih tinggi terkena demensia dan mereka yang kekurangan vitamin D akut, risikonya 394 persen lebih tinggi.
"Tampaknya kemungkinan kenaikan tingkat kerusakan kognitif diasumsikan pada kurangnya vitamin D, konsisten dengan temuan penelitian Eropa sebelumnya," kata David Llewellyn, dari University of Exeter Peninsula Medical School.
Secara alami, kulit akan memproduksi vitamin D saat terkena sinar matahari. Namun, sebagian besar orang dewasa di Amerika kekurangan vitamin D karena kulit kurang produktif dalam memproduksi vitamin D akibat penuaan dan matahari yang terbatas sepanjang tahun.
Bila kebutuhan vitamin D tidak terpenuhi dari makanan dan minuman, disarankan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin D yang tersedia di pasaran. "Suplemen Vitamin D telah terbukti menjadi cara yang aman, murah dan efektif untuk mengobati kekurangan kekurangan vitamin D," kata Llewellyn.
Sumber: DechaCare.com
Label:
alzheimer,
pelupa,
pikun,
Tips Kesehatan,
vitamin D
Subscribe to:
Posts (Atom)