Friday, May 8, 2009

Obat Berbagai Penyakit

Tomat adalah tanaman yang paling mudah dijumpai. Warnanya yang cerah sungguh menarik. Selain kaya vitamin C dan A, tomat konon dapat mengobati bermacam penyakit.


Kalau dirunut sejarahnya, tomat atau Lyopercisum esculentum pada mulanya ditemukan di sekitar Peru, Ekuador dan Bolivia. Di Prancis, tomat dinamakan `apel cinta' atau pomme d'amour. Dikatakan sebagai apel cinta, karena tomat diyakini mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkanjumlah sperma serta menambah kegesitan gerakannya.

Tomat juga banyak digunakan untuk masakan, seperti sup, jus, pasta, dllnya. Rasanya yang sedikit asam bahkan membuat selera makan meningkat.

Lebih jauh menurut penelitian DR. John Cook Bennet dari Wiloughby University, Ohio, sebagai orang pertama yang meneliti manfaat tomat, pada November 1834, menunjukkan bahwa tomat dapat mengobati diare, serangan empedu,gangguan pencernaan dan memulihkan fungsi lever.

Peneliti lain dari Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, yang dikutip dari situs mumtanaz, juga berhasil menemukan manfaat tomat lainnya. Menurutnya, gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Hal ini juga diakui oleh dokter gizi, Dr Leane Suniar Manurung MSc. Melihat khasiat tomat begitu banyak, maka tomat baik dikonsumsi siapapun sejak usia dini. Apalagi tomat juga tinggi kandungan vitamin C dan vitamin A, yang bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Dalam pigmen warna merah pada tomat, mempunyai nilai lebih lainnya. Warna merah pada tomat lebih banyak mengandung lycopene, yaitu suatu zat antioksidan yang dapat menghancurkan radikal bebas dalam tubuh akibat rokok, polusi dan sinar ultraviolet.

Selain itu, belakangan diketahui lycopene juga berkhasiat membantu mencegah kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker leher rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas. "Memang lycopene tidak hanya ditemukan pada tomat, tetapi juga pada anggur merah, semangka dan pepaya. Namun, lycopene yang paling banyak terdapat pada tomat," terang Leane.

sumber : tribun-timur.com

Thursday, May 7, 2009

Ragam Emosi Si Kecil

Artikel ini dirangkum dari tabloid anak-anak. Artikelnya lumayan panjang, jadi aku ambil intinya saja. Ada beberapa jenis emosi anak yang perlu diketahui orang tua, diantaranya adalah:

1. Takut
Rasa takut muncul karena pengalaman, ingat akan sesuatu, atau dari kebiasaan. Bisa dari acara seram di TV, atau melihat gambar yang menakutkan. Bisa juga dari kabiasaan orang tua atau orang di sekitar si

Cari: Penyebab Stres yang Tak Terungkap


KOMPAS.com — Memang tak disebutkan di kontrak kerja, namun stres adalah bagian dari semua pekerjaan. Sebuah survei yang diadakan oleh www.careerbuilder.com menyatakan, sebanyak 78 persen pekerja mengalami stres dan kelelahan di tempat kerjanya. Lho kok?

Memang ada faktor-faktor yang jelas bisa menambahkan tingkat stres, seperti tuntutan pekerjaan, deadline yang mengimpit setiap waktu, dan atasan yang terus-terusan meminta lebih. Namun, ada pula hal-hal yang tak terlalu kelihatan dan bisa bikin stres. Dan hal-hal inilah yang menimbulkan pengalaman dan perasaan negatif di tempat kerja yang menyebabkan kelelahan berlebihan di tempat kerja.

Ukur tingkat stres

Dalam buku terbarunya yang berjudul Overworked, Overwhelmed, and Underpaid, Louis Barajas menunjukkan beberapa tanda jika Anda mengalami kelelahan dan stres berat, yakni;
*Anda bekerja lebih dari 40 jam per minggu.
*Anda berpikiran serius untuk berhenti bekerja atau mencoba mencari pekerjaan baru setidaknya sekali di bulan lalu.
*Anda pernah lalai setidaknya sekali deadline penting dalam 6 bulan terakhir.
*Anda menunda cek rutin ke dokter karena Anda tak pernah punya waktu senggang atau pun uang untuk pergi.
*Anda merasa stres dan merasa tak aman dengan keuangan Anda dari pada 5 tahun lalu.


Penyebab stres tersembunyi
Beberapa faktor yang berkontribusi pada tingkat stres tak selalu berbentuk nyata, seperti rekan kerja atau manajer, ataupun tumpukan pekerjaan yang tak terselesaikan di meja. Namun, elemen-elemen ini juga meningkatkan level stres Anda, antara lain adalah;

1. Memikirkan masalah pekerjaan ke rumah dan membiarkannya mengganggu kehidupan personal Anda. Anda mungkin sulit membatasi antara pekerjaan dan hal di rumah. Ketika pekerjaan mulai sibuk, kehidupan profesional bisa merasuki kehidupan personal Anda. Jika ketidakseimbangan ini mencapai kembali ke kehidupan pekerjaan Anda, akan terjadi sebuah lingkaran setan.

2. Tak memiliki waktu untuk berlibur atau bekerja saat berlibur. Jika Anda tak bisa benar-benar melepaskan diri dari pekerjaan, Anda tak akan bisa benar-benar merasakan keuntungan beristirahat dan rileksasi. Jika perusahaan Anda sedang mengalami kesulitan dan terjadi pengurangan karyawan, maka Anda harus kerja ekstra keras, dan perusahaan tak akan mengijinkan Anda untuk berlibur.

3. Kompetisi antarpekerja dan gosip. Ini bisa jadi tantangan untuk bisa menggapai tujuan dan tenggat waktu pekerjaan yang sedang Anda kerjakan. Namun, jika Anda berada dalam lingkungan kerja yang penuh kompetisi, Anda juga harus mewaspadai rekan kerja Anda. Jika Anda adalah target gosip yang beredar di kantor, atau berada dalam sebuah perebutan kekuasaan, tingkat stres Anda bisa melebihi atap kantor.

4. Merasa tak dianggap. Kebanyakan pekerja tak merasa dianggap penting oleh tempat kerja mereka. Tentu, kompensasi dan fasilitas adalah sebuah pengenalan dan apresiasi atas hasil kerja Anda. Namun, hanya sedikit kata "terima kasih" atau foto bahwa Anda adalah karyawan terbaik bulan ini lupa dipajang, membuat para pekerja merasa hasil kerja mereka hanya sia-sia.

Semoga Bermanfaat

Cari: Penyebab Stres yang Tak Terungkap


KOMPAS.com — Memang tak disebutkan di kontrak kerja, namun stres adalah bagian dari semua pekerjaan. Sebuah survei yang diadakan oleh www.careerbuilder.com menyatakan, sebanyak 78 persen pekerja mengalami stres dan kelelahan di tempat kerjanya. Lho kok?

Memang ada faktor-faktor yang jelas bisa menambahkan tingkat stres, seperti tuntutan pekerjaan, deadline yang mengimpit setiap waktu, dan atasan yang terus-terusan meminta lebih. Namun, ada pula hal-hal yang tak terlalu kelihatan dan bisa bikin stres. Dan hal-hal inilah yang menimbulkan pengalaman dan perasaan negatif di tempat kerja yang menyebabkan kelelahan berlebihan di tempat kerja.

Ukur tingkat stres

Dalam buku terbarunya yang berjudul Overworked, Overwhelmed, and Underpaid, Louis Barajas menunjukkan beberapa tanda jika Anda mengalami kelelahan dan stres berat, yakni;
*Anda bekerja lebih dari 40 jam per minggu.
*Anda berpikiran serius untuk berhenti bekerja atau mencoba mencari pekerjaan baru setidaknya sekali di bulan lalu.
*Anda pernah lalai setidaknya sekali deadline penting dalam 6 bulan terakhir.
*Anda menunda cek rutin ke dokter karena Anda tak pernah punya waktu senggang atau pun uang untuk pergi.
*Anda merasa stres dan merasa tak aman dengan keuangan Anda dari pada 5 tahun lalu.


Penyebab stres tersembunyi
Beberapa faktor yang berkontribusi pada tingkat stres tak selalu berbentuk nyata, seperti rekan kerja atau manajer, ataupun tumpukan pekerjaan yang tak terselesaikan di meja. Namun, elemen-elemen ini juga meningkatkan level stres Anda, antara lain adalah;

1. Memikirkan masalah pekerjaan ke rumah dan membiarkannya mengganggu kehidupan personal Anda. Anda mungkin sulit membatasi antara pekerjaan dan hal di rumah. Ketika pekerjaan mulai sibuk, kehidupan profesional bisa merasuki kehidupan personal Anda. Jika ketidakseimbangan ini mencapai kembali ke kehidupan pekerjaan Anda, akan terjadi sebuah lingkaran setan.

2. Tak memiliki waktu untuk berlibur atau bekerja saat berlibur. Jika Anda tak bisa benar-benar melepaskan diri dari pekerjaan, Anda tak akan bisa benar-benar merasakan keuntungan beristirahat dan rileksasi. Jika perusahaan Anda sedang mengalami kesulitan dan terjadi pengurangan karyawan, maka Anda harus kerja ekstra keras, dan perusahaan tak akan mengijinkan Anda untuk berlibur.

3. Kompetisi antarpekerja dan gosip. Ini bisa jadi tantangan untuk bisa menggapai tujuan dan tenggat waktu pekerjaan yang sedang Anda kerjakan. Namun, jika Anda berada dalam lingkungan kerja yang penuh kompetisi, Anda juga harus mewaspadai rekan kerja Anda. Jika Anda adalah target gosip yang beredar di kantor, atau berada dalam sebuah perebutan kekuasaan, tingkat stres Anda bisa melebihi atap kantor.

4. Merasa tak dianggap. Kebanyakan pekerja tak merasa dianggap penting oleh tempat kerja mereka. Tentu, kompensasi dan fasilitas adalah sebuah pengenalan dan apresiasi atas hasil kerja Anda. Namun, hanya sedikit kata "terima kasih" atau foto bahwa Anda adalah karyawan terbaik bulan ini lupa dipajang, membuat para pekerja merasa hasil kerja mereka hanya sia-sia.

Semoga Bermanfaat

Wednesday, May 6, 2009

Cari: 4 Cara Mengkontrol Penyebab Stres



KOMPAS.com -- Ketika tekanan hidup mulai menghimpit, antara pekerjaan, kehidupan sosial, kehidupan keluarga, dan lainnya nampak mulai berat, diperlukan usaha lebih dan kemauan untuk menyeimbangkan hidup.

Dalam bukunya yang berjudul Overworked, Overwhelmed, and Underpaid, Barajas menceritakan tentang orang-orang yang memiliki tipe dualsentris. Orang-orang semacam ini menempatkan pekerjaan dan kehidupan pribadinya dalam level yang sama. Dan ketika terjadi keseimbangan seperti ini, maka stres tak akan terlalu terasa menekan. Barajas menekankan 4 poin untuk membantu kita menyeimbangkan hidup;
1. Tetapkan batasan tegas antara pekerjaan dan sisa hidup Anda lainnya. Barajas mengatakan pentingnya untuk mendefinisikan garis antara rumah dan pekerjaan. Ketika orang yang memiliki dualsentris tadi bekerja, mereka fokus dalam pekerjaan. Ketika mereka pulang ke rumah, pekerjaan dan segala hal yang terkait dengannya ditinggalkan di kantor. Mereka jarang membawa pulang pekerjaan, dan tak membuka jalur komunikasi yang berurusan dengan pekerjaan di luar jam kantor.
2. Fokus dengan apa yang Anda kerjakan di saat ini. Berada di suatu tempat tidak berarti Anda bisa fokus dengan keadaan. Ketika Anda memberikan atensi terbesar di manapun Anda berada, secara fisik, mental, dan emosional, Anda akan mendapati bahwa Anda bisa memberi sekaligus mendapatkan lebih banyak, baik itu dari tugas kantor, maupun hubungan Anda. Usahakan untuk berada di suatu tempat dan fokus, jangan biarkan pikiran Anda mengembara ke mana-mana saat Anda seharusnya melakukan sesuatu.
3. Ambil waktu untuk beristirahat dan menyembuhkan diri. Akan sangat baik untuk bisa mencapai atau melebih ekspektasi di pekerjaan, namun yang tak kalah pentingnya untuk memperhatikan jangka panjang, yakni kesehatan Anda. Menjaga diri Anda adalah investasi jangka panjang yang amat berharga secara profesional dan personal. Barajas memberi saran untuk menciptakan sebuah atmosfer untuk kemungkinan hal ini. Manjakan diri Anda untuk me-recharge kembali energi Anda, dengan kata lain, jangan lupa untuk mencari ‘me-time’.
4. Tetapkan prioritas Anda. Ketika Anda merasa kelelahan kala bekerja, kenyataannya, Anda sudah kehilangan prioritas Anda. Anda harus memutuskan apa yang penting untuk Anda. Salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan menciptakan sebuah cetak biru hidup. Tetapkan apa tujuan hidup, peran yang ingin Anda emban, nilai-nilai, dan arti hubungan Anda. Ketika Anda mendesain cetak biru hidup Anda, kerjakan dan lakukan semampunya, niscaya stres akan menjauh dan hidup Anda lebih penuh. Tentunya ciptakan cetak biru dan cita-cita yang realistis agar tak menjadi beban yang berat di pundak Anda.

Semoga Bermanfaat