Wednesday, October 19, 2011

The water inside the food

Although not seem like a third of our water come from solid foods like meat, fish and dairy products, fruits and vegetables but always provide the bulk of water.

The bread and baked goods.
Most breads contain about 35% water. Doughnuts contain 21% and cakes 20 to 35%. Cookies are between 3 and 7%. The Cheesecake contains 35% water.

Dairy products.
Soft cheeses have about 60% water, hard cheeses from 35 to 40% and soft cover 50%. Butter and margarine have 16%. Low-calorie dressings are about 50%, 90% milk and cream from 48 to 80%.

The fish and seafood.
The water content in fish is similar. Cod, haddock, flounder and trout contain 75% water. Shellfish reach up to 85% water.

The fruit.
The part that is eaten all the fruit you have around 80% water. The melons reach up to 90%. The dried apricots are about 30%.

Jams.
Honey contains 18% water, jams and jellies have about 20 to 30%. The low-sugar jams contain about 65%. The maple syrup has 32%.

Meat, poultry and eggs.
Most meats contain 50% water, the flesh of the birds are 65 to 70%. Salami 28%. Bacon from 13 to 67%. The sausages about 55%. The eggs in about 74%.

The vegetables.
These are the foods with more water in them. The cucumber and celery contain up to 95% water, tomatoes 93%, 80% carrots, broccoli and cabbage 90 to 92%.

Ayo Mengenal Stroke

WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak. Biasanya Stroke terjadi secara mendadak,dimana terjadi gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat gangguan aliran darah oleh karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak. Akibatnya sel-sel otak darah,oksigen atau zat-zat makanan sehingga dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu relatif singkat.

Gejala-gejalanya sebagai berikut:
1.     Bagian sistem saraf pusat : Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik
2.     Batang otak, dimana terdapat 12 saraf kranial: menurun kemampuan membau, mengecap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah.
3.     Cerebral cortex: aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, kebingungan.
Jika tanda-tanda dan gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam, dinyatakan sebagaiTransient Ischemic Attack (TIA), dimana merupakan serangan kecil atau serangan awal stroke.


Faktor Risiko terjadinya stroke:
1. Penyakit hipertensi,jantung,diabetes,tinggi kolesterol, obesitas
2. Faktor resiko perilaku, antara lain Merokok (aktif & pasif), Makanan tidak sehat (junk food,fast food), Alkohol, Kurang olahraga, dan Narkoba.


80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis, Menurut statistik. 93% pengidap penyakit trombosis ada hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi.


Stroke biasanya banyak terjadi pada usia lanjut, dikarenakan pada usia tua terjadi penyempitan pembuluh darah dan pengerasan, serta adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah.


Tapi akhir-akhir ini kasus stroke juga banyak terjadi pada kaum muda. Saya sendiri pernah punya pengalaman teman kuliah dulu, tiba-tiba dikabarkan meninggal karena stroke, padahal siangnya masih bercakap-cakap di perpustakaan, malamnya terjadi serangan dan langsung meninggal. Sangat tidak percaya, karena kita melihat dia tidak punya penyakit hipertensi sebelumnya, dan jarang merokok.


Kasus stroke pada orang muda bisa disebabkan oleh faktor genetika. Mungkin ada riwayat keluarga tersebut mempunyai keturunan mempunyai pembuluh darah yang rapuh sehingga mudah pecah. Selain itu bisa karena kelainan sistem pembuluh darah seperti hemofilia dan thalassemia. Pada keluarga dengan riwayat punya penyakit diabetes,hipertensi dan jantung akan mudah terkena stroke daripada keluarga pada umumnya.

Hanya 10-15 % penderita stroke bisa kembali hidup normal seperti sedia kala, sisanya mengalami cacat, sehingga banyak penderita Stroke menderita stress akibat kecacatan yang ditimbulkan setelah diserang stroke.
Akibat Stroke lainnya:
  • 80% penurunan parsial/ total gerakan lengan dan tungkai.
  • 80-90% bermasalah dalam berpikir dan mengingat.
  • 70% menderita depresi.
  • 30 % mengalami kesulitan bicara, menelan, membedakan kanan dan kiri.
Sebelum terjadi stroke, ayo kita berupaya mencegah dengan menjaga pola makan dan kontrol kesehatan secara rutin agar dapat mengendalikan faktor-faktor risikonya.

Tuesday, October 18, 2011

Serat Baik untuk Mencegah Sakit Jantung

Sakit jantung itu sangat menakutkan, ingat kasus Adjie Massaid yang tiba-tiba meninggal dengan indikasi serangan jantung?Oleh karena yang paling penting kita harus melakukan pemeriksaan rutin dan menjaga pola makan. Diantara unsur makanan yang penting untuk kesehatan adalah serat. Ada berbagai manfaat serat, diantaranya serat baik untuk mencegah sakit jantung.

Pada mulanya serat hanya  diketahui untuk mencegah konstipasi. Pada awal tahun 1970 para peneliti menyatakan bahwa serat mempunyai manfaat yang lain untuk kesehatan. Penelitian awal dilakukan oleh dr. Denis Burki (1970) yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengobati dan dan melakukan penelitian medik di Afrika. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa sejumlah penyakit termasuk jantung koroner, diabetes, konstipasi kronik, kanker kolon yang lazim ditemukan di negara maju, jarang terdapat di masyarakat Afrika. Burki menduga kandungan serta yang tinggi pada makanan tradisional Afrika melindungi mereka dari serangan penyakit-penyakit tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh Lairon, dkk  yang dpublikasikan dalam American Journal Clinical Nutrition tahun 2005, meneliti hubungan antara konsumsi serat dengan risiko kardiovaskuler pada masyarakat Perancis.

Hasilnya menunjukkan bahwa serat tidak larut air (laki-laki : 17.7 ±6.0 gram/hr, wanita: 14.3 ± 4.6 gram/hr) berhubungan dengan penurunan risiko kegemukan, waist-hip-ratio, tekanan darah, kolesterol, triasilgliserol dan homosistein.

Serat dari Sereal ( laki-laki : 8.1± 3.6 gram/hr, wanita: 5.9 ± 2.5 gram/hr) berhubungan dengan penurunan Boddy Mass Index, tekanan darah, dan konsentrasi homosistein.

Serat dari sayuran (laki-laki :4.9 ± 2.2 gram/hr, wanita : 4.5 ± 2.0 gram/hr) berhubungan dengan penurunan tekanan darah dan konsentrasi homosistein.

 Serat dari buah-buahan (laki-laki :4.3 ± 2.8 gram/hr, wanita : 3.8 ± 2.2 gram/hr) berhubungan dengan penurunan Waist-hip-ratio, dan     penurunan tekanan darah.
Serat dari kacang-kacangan dan biji-bijian(laki-laki :0.36 ± 0.46 gram/hr, wanita : 0.31 ± 0.42 gram/hr)  berhubungan dengan penurunan Body Mass Index, waist-hip-ratio, dan kadar glukosa.

Mekanisme konsumsi serat dalam mencegah  penyakit  kardiovaskuler melalui penurunan berbagai faktor risikonya. Serat larut air mengikat asam empedu serta membawanya keluar tubuh bersama feses. Hilangnya asam empedu, akan memaksa kolesterol memfasilitasi untuk membentuknya kembali  sehingga menghilangkan fungsinya dalam sintesis lipoprotein. Hal ini juga menurunkan fungsi optimal asam empedu untuk mencerna dan mengabsorbsi lemak, sehingga menurunkan konsentrasi serum kolesterol dan menurunkan simpanan lemak dalam tubuh. Kondisi ini akan menurunkan risiko terkena serangan jantung.


5 Makanan Pencegah Sakit Jantung

Sakit jantung sebenarnya dapat dicegah atau dimimalkan serangannya dengan mengatur pola makan yang sehat, kecuali penyakit jantung bawaan,lho. Berikut ini 5 makanan pencegah sakit jantung:

1.      Bawang Putih
Bawang putih ini sangat banyak manfaatnya, diantaranya dapat juga sebagai makanan  mencegah sakit jantung. 
Konsumsi teratur bawang putih (min ½ bawang/hari) bisa menurunkan penyakit darah tinggi, mencegah penggumpalan darah (penyebab stroke), mencegah kenaikan gula darah dan kadar kolesterol, yang merupakan faktor resiko sakit jantung. Konsumsi bawang putih ini dapat berupa bumbu yang dimasukkan dalam masakan, atau dimakan mentah, bisa juga dibuat acar, saat ini sudah banyak dijual acar bawang putih yang dikemas dalam toples kaca. 
2.      Ikan Salmon
Ikan salmon mengandung omega-3 yang bisa mencegah debaran jantung yang terlalu cepat, mencegah atau menurunkan tingkat pelebaran pembuluh darah arteri, menambah jumlah lemak baik dalam tubuh, dan mencegah kolesterol terpecah dan menjadi sumbatan di arteri.
3.      Beras merah
Beras merah merupakan sumber magnesium. Mineral ini (magnesium) bisa memperlancar aliran pembuluh darah. Kekurangan magnesium bisa menyebabkan penyakit hipertensi, serangan jantung, dan gangguan irama jantung.
4.      Buah Apel
Apel mengandung vitamin C dan A yang efektif untuk menurunkan tingkat kolesterol dan resiko kanker
5.      Susu Kedelai
Susu kedelai mengandung Vitamin E (Tokoferol) yang dapat mencegah terjadinya plak pada pembuluh darah dan serangan jantung koroner
Demikian 5 makanan pencegah sakit jantung, semoga bermanfaat ya...

Apa itu Sakit Jantung Koroner

Penyakit kardiovaskuler yang utama adalah jantung koroner, yaitu penyakit yang timbul akibat penyempitan pada arteri koronaria. Arteri koroner merupakan pembuluh darah yang mensuplai jantung dengan darah agar jantung dapat terus bekerja memompa. Arteri koroner terletak diluar jantung dan muaranya keluar dari Aorta.
Penyempitan atau sumbatan di pembuluh darah koroner disebabkan oleh adanya deposit yang terdiri dari lemak, sel-sel otot polos pembuluh darah koroner dan matriks ekstraselular lainnya (disebut juga plak aterosklerosis) di dinding arteri koroner. Plak ini terbentuk secara perlahan-lahan (bertahun-tahun) dari lapisan dinding pembuluh yang terus bertumbuh ke dalam lumen pembuluh, dan bukan merupakan suatu endapan atau timbunan yang menempel di dinding pembuluh. Bila plak ini sudah besar, maka lumen arteri menjadi menyempit dan aliran darah ke otot jantung akan berkurang. Hal ini dapat menyebabkan sakit dada (Angina Pectoris) atau serangan jantung (Heart Attack)
Tanda-tanda terjadinya serangan jantung diantaranya:
  1. Nyeri
Dikarenakan jantung tidak cukup mendapatkan darah. Nyeri dapat berupa rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak  di bagian tengah dada, seperti dada diremas-remas
  1. Sesak nafas
  2. Kelelahan
  3. Jantung berdebar-debar
  4. Pusing dan pingsan

Hasil studi Framingharm tentang penyakit jantung koroner menemukan bahwa  faktor risiko utama adalah tekanan darah tinggi, merokok, kadar kolesterol tinggi dan kadar LDL tinggi. Sedangkan faktor risiko sekunder adalah kegemukan, stress, kurang gerak, keturunan, umur, dan pribadi seseorang.