(Donovanosis)
1. Identifikasi
Granuloma inguinale adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri, menyerang kulit dan selaput lendir genitalia externa, daerah inguinal dan anal. Penyakit ini berlangsung kronis, progresif dan destruktif, penularannya sangat lambat. Penyakit ditandai dengan munculnya nodula, papula menyebar secara pelaha-lahan, tidak lunak, exuberant, granulomatous, ulcerative dan terjadi pembentukan jaringan parut.
Lesi berbentuk khas berupa granuloma berwarna merah seperti daging sapi, meluas kepinggir dengan ciri khas pada ujungnya menggulung dan akhirnya membentuk jaringan ikat. Lesi tidak mudah remuk (nontriable). Lesi biasanya muncul pada bagian-bagian tubuh yang hangat dan lembab, misalnya didaerah lipat paha, daerah perianal, serotum, vulca dn vagina. Hampir 90% daerah yang terkena adalah daerah genitalia, daerah inguinal sekitar 10%, daerah anal sekitar 1-5%.
Apabila tidak diobati penyakit ini sangat destruktif dan dapat merusk struktur alat kelamin dan menyebar denan cara auto inokulasi kebagian lain dari tubuh. Diagnosa ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium yaitu dengan ditemukannya Donovan bodies yaitu organisme berbentuk batang didalam sitoplasma. Donovan bodies dapat dilihat pad preparat jaringn granulasi yag diwarnai dengan pengecatan Wright atau Giemsa. Pemeriksaan histologis juga dapat dilakukan terhadap jaringan biopsi. Tanda phatoguonomis dan penyakit ini adalah pada pemeriksaan mikroskopis sel-sel mononuklear yang terinfeksi dipenuhi dengan Donovan bodies.Tidak dilakukan kultur, oleh karena sangat sulit dilakukan. Pemeriksaan serologis dan pemeriksaan PCR hanya dilakukan untuk tujuan penelitian. Untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi disebabkan oleh Haemophilus ducrey dapat dilakukan dengan kultur menggunakan media selektif.
2. Penyebab Penyakit
Calymmatobacterium granulomatis (Donovania granulomatis), basil gram negatif, diduga sebagai penyebab, namun belum pasti.
3. Distribusi Penyakit
Jarang ditemukan di negara maju (jarang ditemukan di Amerika Serikat, KLB kadang-kadang juga terjadi). Penyakit ini endemis di wilayah tropis dan subtropis seperti: India Selatan, Papua Nugini, Australia tengah dan utara, kadang-kadang Amerika Latin, Kepulauan Karibia, Afrika bagian tengah dan timur selatan. Lebih sering ditemukan pada pria daripada wanita dan pada orang dengan status sosial ekonomi rendah; dapat terjadi pada anak berumur 1-4 tahun, tetapi paling dominan pada usia 20-40 tahun.
4. Reservoir: Manusia.
5. Cara Penularan
Diduga melalui kontak langsung dengan lesi selama melakukan hubungan seksual tetapi dalam berbagai studi hanya 20-65% pasangan seksual yang terinfeksi, ada beberapa kasus penularan bukan melalui hubungan seksual.
6. Masa Inkubasi: Tidak diketahui, mungkin antara 1 sampai 16 minggu.
7. Masa Penularan
Tidak diketahui, penularan mungkin tetap berlangsun selama masih ada lesi terbuka pada kulit atau membrana mukosa.
8. Kerentanan dan Kekebalan
Kerentanan sangat bervariasi, tidak terbentuk setelah mendapatkan infeksi.
9. Cara-cara Pemberantasan
A. Upaya Pencegahan
Kecuali cara-cara yang dapat diterapkan hanya untuk sifilis, maka cara-cara penanggulangan untuk sifilis, seperti yang diuraikan pada 9A berlaku juga untuk pencegahan granuloma inguinalae. Program penyuluhan kesehatan masyarakat pada daerah endemis ditekankan mengenai pentingnya diagnosa dini dan pengobatan dini.
B. Penanganan Penderita, Kontak dan Lingkungan sekitar
1) Laporan kepada instansi kesehatan setempat: Penyakit ini wajib dilaporkan di semua negara bagian di Amerika Serikat dan negara lain didunia, Kelas 3B (lihat pelaporan tentang penyakit menular).
2) Isolasi: Tidak ada, hindari kontak yang erat dengan penderita sampai lesi sembuh.
3) Disinfeksi serentak: Disinfeksi dilakukan terhadap discharge dari lesi dan terhadap barang-barang yanga tercemar.
4) Karantina: Tidak ada.
5) Imunisasi Kontak: Tidak dilkakukan, berikan pengobatan dengan segera apabila secara klinis dicurigai telah terjadi infeksi.
6) Investigasi kontak dan sumber infeksi: Lakukan pemeriksaan terhadap kontak seksual.
7) Pengobatan spesifik: Erythromycin, TP-SMX dan doxycycline, dilaporkan cukup efektif tetapi strain resisten terhadap obat dapat terjadi. Pengobatan diteruskan selama 3 minggu sampai lesi sembuh, kambuh jarang terjadi tetapi kalau terjadi maka respons terhadap pengobatan kedua kurang. Dosis tunggal dengan cefriaxone IM atau ciprofloxacin PO dilaporkan juga cukup efektif.
Sumber : CDC Manual
Showing posts with label Penyakit Menular Seksual. Show all posts
Showing posts with label Penyakit Menular Seksual. Show all posts
Thursday, February 10, 2011
GRANULOMA INGUINALE
(Donovanosis)
1. Identifikasi
Granuloma inguinale adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri, menyerang kulit dan selaput lendir genitalia externa, daerah inguinal dan anal. Penyakit ini berlangsung kronis, progresif dan destruktif, penularannya sangat lambat. Penyakit ditandai dengan munculnya nodula, papula menyebar secara pelaha-lahan, tidak lunak, exuberant, granulomatous, ulcerative dan terjadi pembentukan jaringan parut.
Lesi berbentuk khas berupa granuloma berwarna merah seperti daging sapi, meluas kepinggir dengan ciri khas pada ujungnya menggulung dan akhirnya membentuk jaringan ikat. Lesi tidak mudah remuk (nontriable). Lesi biasanya muncul pada bagian-bagian tubuh yang hangat dan lembab, misalnya didaerah lipat paha, daerah perianal, serotum, vulca dn vagina. Hampir 90% daerah yang terkena adalah daerah genitalia, daerah inguinal sekitar 10%, daerah anal sekitar 1-5%.
Apabila tidak diobati penyakit ini sangat destruktif dan dapat merusk struktur alat kelamin dan menyebar denan cara auto inokulasi kebagian lain dari tubuh. Diagnosa ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium yaitu dengan ditemukannya Donovan bodies yaitu organisme berbentuk batang didalam sitoplasma. Donovan bodies dapat dilihat pad preparat jaringn granulasi yag diwarnai dengan pengecatan Wright atau Giemsa. Pemeriksaan histologis juga dapat dilakukan terhadap jaringan biopsi. Tanda phatoguonomis dan penyakit ini adalah pada pemeriksaan mikroskopis sel-sel mononuklear yang terinfeksi dipenuhi dengan Donovan bodies.Tidak dilakukan kultur, oleh karena sangat sulit dilakukan. Pemeriksaan serologis dan pemeriksaan PCR hanya dilakukan untuk tujuan penelitian. Untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi disebabkan oleh Haemophilus ducrey dapat dilakukan dengan kultur menggunakan media selektif.
2. Penyebab Penyakit
Calymmatobacterium granulomatis (Donovania granulomatis), basil gram negatif, diduga sebagai penyebab, namun belum pasti.
3. Distribusi Penyakit
Jarang ditemukan di negara maju (jarang ditemukan di Amerika Serikat, KLB kadang-kadang juga terjadi). Penyakit ini endemis di wilayah tropis dan subtropis seperti: India Selatan, Papua Nugini, Australia tengah dan utara, kadang-kadang Amerika Latin, Kepulauan Karibia, Afrika bagian tengah dan timur selatan. Lebih sering ditemukan pada pria daripada wanita dan pada orang dengan status sosial ekonomi rendah; dapat terjadi pada anak berumur 1-4 tahun, tetapi paling dominan pada usia 20-40 tahun.
4. Reservoir: Manusia.
5. Cara Penularan
Diduga melalui kontak langsung dengan lesi selama melakukan hubungan seksual tetapi dalam berbagai studi hanya 20-65% pasangan seksual yang terinfeksi, ada beberapa kasus penularan bukan melalui hubungan seksual.
6. Masa Inkubasi: Tidak diketahui, mungkin antara 1 sampai 16 minggu.
7. Masa Penularan
Tidak diketahui, penularan mungkin tetap berlangsun selama masih ada lesi terbuka pada kulit atau membrana mukosa.
8. Kerentanan dan Kekebalan
Kerentanan sangat bervariasi, tidak terbentuk setelah mendapatkan infeksi.
9. Cara-cara Pemberantasan
A. Upaya Pencegahan
Kecuali cara-cara yang dapat diterapkan hanya untuk sifilis, maka cara-cara penanggulangan untuk sifilis, seperti yang diuraikan pada 9A berlaku juga untuk pencegahan granuloma inguinalae. Program penyuluhan kesehatan masyarakat pada daerah endemis ditekankan mengenai pentingnya diagnosa dini dan pengobatan dini.
B. Penanganan Penderita, Kontak dan Lingkungan sekitar
1) Laporan kepada instansi kesehatan setempat: Penyakit ini wajib dilaporkan di semua negara bagian di Amerika Serikat dan negara lain didunia, Kelas 3B (lihat pelaporan tentang penyakit menular).
2) Isolasi: Tidak ada, hindari kontak yang erat dengan penderita sampai lesi sembuh.
3) Disinfeksi serentak: Disinfeksi dilakukan terhadap discharge dari lesi dan terhadap barang-barang yanga tercemar.
4) Karantina: Tidak ada.
5) Imunisasi Kontak: Tidak dilkakukan, berikan pengobatan dengan segera apabila secara klinis dicurigai telah terjadi infeksi.
6) Investigasi kontak dan sumber infeksi: Lakukan pemeriksaan terhadap kontak seksual.
7) Pengobatan spesifik: Erythromycin, TP-SMX dan doxycycline, dilaporkan cukup efektif tetapi strain resisten terhadap obat dapat terjadi. Pengobatan diteruskan selama 3 minggu sampai lesi sembuh, kambuh jarang terjadi tetapi kalau terjadi maka respons terhadap pengobatan kedua kurang. Dosis tunggal dengan cefriaxone IM atau ciprofloxacin PO dilaporkan juga cukup efektif.
Sumber : CDC Manual
1. Identifikasi
Granuloma inguinale adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri, menyerang kulit dan selaput lendir genitalia externa, daerah inguinal dan anal. Penyakit ini berlangsung kronis, progresif dan destruktif, penularannya sangat lambat. Penyakit ditandai dengan munculnya nodula, papula menyebar secara pelaha-lahan, tidak lunak, exuberant, granulomatous, ulcerative dan terjadi pembentukan jaringan parut.
Lesi berbentuk khas berupa granuloma berwarna merah seperti daging sapi, meluas kepinggir dengan ciri khas pada ujungnya menggulung dan akhirnya membentuk jaringan ikat. Lesi tidak mudah remuk (nontriable). Lesi biasanya muncul pada bagian-bagian tubuh yang hangat dan lembab, misalnya didaerah lipat paha, daerah perianal, serotum, vulca dn vagina. Hampir 90% daerah yang terkena adalah daerah genitalia, daerah inguinal sekitar 10%, daerah anal sekitar 1-5%.
Apabila tidak diobati penyakit ini sangat destruktif dan dapat merusk struktur alat kelamin dan menyebar denan cara auto inokulasi kebagian lain dari tubuh. Diagnosa ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium yaitu dengan ditemukannya Donovan bodies yaitu organisme berbentuk batang didalam sitoplasma. Donovan bodies dapat dilihat pad preparat jaringn granulasi yag diwarnai dengan pengecatan Wright atau Giemsa. Pemeriksaan histologis juga dapat dilakukan terhadap jaringan biopsi. Tanda phatoguonomis dan penyakit ini adalah pada pemeriksaan mikroskopis sel-sel mononuklear yang terinfeksi dipenuhi dengan Donovan bodies.Tidak dilakukan kultur, oleh karena sangat sulit dilakukan. Pemeriksaan serologis dan pemeriksaan PCR hanya dilakukan untuk tujuan penelitian. Untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi disebabkan oleh Haemophilus ducrey dapat dilakukan dengan kultur menggunakan media selektif.
2. Penyebab Penyakit
Calymmatobacterium granulomatis (Donovania granulomatis), basil gram negatif, diduga sebagai penyebab, namun belum pasti.
3. Distribusi Penyakit
Jarang ditemukan di negara maju (jarang ditemukan di Amerika Serikat, KLB kadang-kadang juga terjadi). Penyakit ini endemis di wilayah tropis dan subtropis seperti: India Selatan, Papua Nugini, Australia tengah dan utara, kadang-kadang Amerika Latin, Kepulauan Karibia, Afrika bagian tengah dan timur selatan. Lebih sering ditemukan pada pria daripada wanita dan pada orang dengan status sosial ekonomi rendah; dapat terjadi pada anak berumur 1-4 tahun, tetapi paling dominan pada usia 20-40 tahun.
4. Reservoir: Manusia.
5. Cara Penularan
Diduga melalui kontak langsung dengan lesi selama melakukan hubungan seksual tetapi dalam berbagai studi hanya 20-65% pasangan seksual yang terinfeksi, ada beberapa kasus penularan bukan melalui hubungan seksual.
6. Masa Inkubasi: Tidak diketahui, mungkin antara 1 sampai 16 minggu.
7. Masa Penularan
Tidak diketahui, penularan mungkin tetap berlangsun selama masih ada lesi terbuka pada kulit atau membrana mukosa.
8. Kerentanan dan Kekebalan
Kerentanan sangat bervariasi, tidak terbentuk setelah mendapatkan infeksi.
9. Cara-cara Pemberantasan
A. Upaya Pencegahan
Kecuali cara-cara yang dapat diterapkan hanya untuk sifilis, maka cara-cara penanggulangan untuk sifilis, seperti yang diuraikan pada 9A berlaku juga untuk pencegahan granuloma inguinalae. Program penyuluhan kesehatan masyarakat pada daerah endemis ditekankan mengenai pentingnya diagnosa dini dan pengobatan dini.
B. Penanganan Penderita, Kontak dan Lingkungan sekitar
1) Laporan kepada instansi kesehatan setempat: Penyakit ini wajib dilaporkan di semua negara bagian di Amerika Serikat dan negara lain didunia, Kelas 3B (lihat pelaporan tentang penyakit menular).
2) Isolasi: Tidak ada, hindari kontak yang erat dengan penderita sampai lesi sembuh.
3) Disinfeksi serentak: Disinfeksi dilakukan terhadap discharge dari lesi dan terhadap barang-barang yanga tercemar.
4) Karantina: Tidak ada.
5) Imunisasi Kontak: Tidak dilkakukan, berikan pengobatan dengan segera apabila secara klinis dicurigai telah terjadi infeksi.
6) Investigasi kontak dan sumber infeksi: Lakukan pemeriksaan terhadap kontak seksual.
7) Pengobatan spesifik: Erythromycin, TP-SMX dan doxycycline, dilaporkan cukup efektif tetapi strain resisten terhadap obat dapat terjadi. Pengobatan diteruskan selama 3 minggu sampai lesi sembuh, kambuh jarang terjadi tetapi kalau terjadi maka respons terhadap pengobatan kedua kurang. Dosis tunggal dengan cefriaxone IM atau ciprofloxacin PO dilaporkan juga cukup efektif.
Sumber : CDC Manual
Friday, September 25, 2009
Tentang HIV/AIDS
Apa itu HIV?
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus yang menyebabkan rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia.
Bagaimana virus HIV bisa menimbulkan rusaknya sistem kekebalan manusia ?
Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak.
Dimanakah virus HIV ini berada ?
HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain
Apakah CD4 itu ?
CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. CD 4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD 4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol).
Apa fungsi sel CD4 ini sebenarnya ?
Sel yang mempunyai marker CD4 di permukaannya berfungsi untuk melawan berbagai macam infeksi. Di sekitar kita banyak sekali infeksi yang beredar, entah itu berada dalam udara, makanan ataupun minuman. Namun kita tidak setiap saat menjadi sakit, karena CD4 masih bisa berfungsi dengan baik untuk melawan infeksi ini. Jika CD4 berkurang, mikroorganisme yang patogen di sekitar kita tadi akan dengan mudah masuk ke tubuh kita dan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia.
Apa itu AIDS?
AIDS merupakan singkatan dari Acquired ImmunoDeficiency Syndrome. AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).
Apa gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS?
Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):
Gejala Mayor:
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati
Gejala Minor:
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo
Bagaimana HIV menjadi AIDS?
Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:
1. Tahap 1: Periode Jendela
- HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
- Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
- Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu – 6 bulan
2. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
- HIV berkembang biak dalam tubuh
- Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
- Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)
3. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
- Sistem kekebalan tubuh semakin turun
- Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
- Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya
4. Tahap 4: AIDS
- Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
- berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah
Semoga Bermanfaat
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus yang menyebabkan rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia.
Bagaimana virus HIV bisa menimbulkan rusaknya sistem kekebalan manusia ?
Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak.
Dimanakah virus HIV ini berada ?
HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain
Apakah CD4 itu ?
CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. CD 4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD 4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol).
Apa fungsi sel CD4 ini sebenarnya ?
Sel yang mempunyai marker CD4 di permukaannya berfungsi untuk melawan berbagai macam infeksi. Di sekitar kita banyak sekali infeksi yang beredar, entah itu berada dalam udara, makanan ataupun minuman. Namun kita tidak setiap saat menjadi sakit, karena CD4 masih bisa berfungsi dengan baik untuk melawan infeksi ini. Jika CD4 berkurang, mikroorganisme yang patogen di sekitar kita tadi akan dengan mudah masuk ke tubuh kita dan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia.
Apa itu AIDS?
AIDS merupakan singkatan dari Acquired ImmunoDeficiency Syndrome. AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).
Apa gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS?
Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):
Gejala Mayor:
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati
Gejala Minor:
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo
Bagaimana HIV menjadi AIDS?
Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:
1. Tahap 1: Periode Jendela
- HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
- Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
- Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu – 6 bulan
2. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
- HIV berkembang biak dalam tubuh
- Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
- Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)
3. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
- Sistem kekebalan tubuh semakin turun
- Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
- Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya
4. Tahap 4: AIDS
- Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
- berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah
Semoga Bermanfaat
Tentang HIV/AIDS
Apa itu HIV?
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus yang menyebabkan rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia.
Bagaimana virus HIV bisa menimbulkan rusaknya sistem kekebalan manusia ?
Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak.
Dimanakah virus HIV ini berada ?
HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain
Apakah CD4 itu ?
CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. CD 4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD 4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol).
Apa fungsi sel CD4 ini sebenarnya ?
Sel yang mempunyai marker CD4 di permukaannya berfungsi untuk melawan berbagai macam infeksi. Di sekitar kita banyak sekali infeksi yang beredar, entah itu berada dalam udara, makanan ataupun minuman. Namun kita tidak setiap saat menjadi sakit, karena CD4 masih bisa berfungsi dengan baik untuk melawan infeksi ini. Jika CD4 berkurang, mikroorganisme yang patogen di sekitar kita tadi akan dengan mudah masuk ke tubuh kita dan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia.
Apa itu AIDS?
AIDS merupakan singkatan dari Acquired ImmunoDeficiency Syndrome. AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).
Apa gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS?
Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):
Gejala Mayor:
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati
Gejala Minor:
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo
Bagaimana HIV menjadi AIDS?
Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:
1. Tahap 1: Periode Jendela
- HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
- Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
- Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu – 6 bulan
2. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
- HIV berkembang biak dalam tubuh
- Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
- Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)
3. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
- Sistem kekebalan tubuh semakin turun
- Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
- Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya
4. Tahap 4: AIDS
- Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
- berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah
Semoga Bermanfaat
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus yang menyebabkan rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia.
Bagaimana virus HIV bisa menimbulkan rusaknya sistem kekebalan manusia ?
Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak.
Dimanakah virus HIV ini berada ?
HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain
Apakah CD4 itu ?
CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. CD 4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD 4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol).
Apa fungsi sel CD4 ini sebenarnya ?
Sel yang mempunyai marker CD4 di permukaannya berfungsi untuk melawan berbagai macam infeksi. Di sekitar kita banyak sekali infeksi yang beredar, entah itu berada dalam udara, makanan ataupun minuman. Namun kita tidak setiap saat menjadi sakit, karena CD4 masih bisa berfungsi dengan baik untuk melawan infeksi ini. Jika CD4 berkurang, mikroorganisme yang patogen di sekitar kita tadi akan dengan mudah masuk ke tubuh kita dan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia.
Apa itu AIDS?
AIDS merupakan singkatan dari Acquired ImmunoDeficiency Syndrome. AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).
Apa gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS?
Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):
Gejala Mayor:
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati
Gejala Minor:
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo
Bagaimana HIV menjadi AIDS?
Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:
1. Tahap 1: Periode Jendela
- HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
- Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
- Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu – 6 bulan
2. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
- HIV berkembang biak dalam tubuh
- Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
- Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)
3. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
- Sistem kekebalan tubuh semakin turun
- Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
- Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya
4. Tahap 4: AIDS
- Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
- berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah
Semoga Bermanfaat
Subscribe to:
Posts (Atom)