Monday, September 29, 2008

Semua Sampel Produk Susu Impor Asal Cina Positif Mengandung Melamin

Berdasarkan pemeriksaan laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), semua sampel produk susu asal Cina positif mengandung melamin antara 8.51 mg/kg (ppm) sampai dengan 945.86 mg/kg.
Terhadap produk yang mengandung melamin tersebut akan segera dilakukan pemusnahan. Masyarakat dihimbau untuk membantu memberikan informasi bila menemukan produk susu impor asal Cina ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM dengan nomor telp. 021 – 4263333, 32199000, sms ke No. HP 081511997772 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com.
Hal itu disampaikan Menkes Dr. dr. Siti Fadilah Supari, SP.JP(K) saat Jumpa Pers di Kantor Depkes, Sabtu, 27 September 2008. Dalam acara itu juga hadir Kepala BPOM dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, MS, M.Kes, Sp.FK., Dirjen Yanfar dan Alkes - dra. Kustantinah, Apt., Kepala Pusat Komunikasi Publik - dr. Lily S. Sulistyowati dan beberapa pejabat Eselon II lainnya.

Pada kesempatan itu, Menkes minta masyarakat tidak mengkonsumsi produk impor asal Cina yang terdaftar dengan kode registrasi ML, 6 jenis produk ilegal (tidak terdaftar) dan produk impor asal Cina yang mengandung melamin temuan Agri-Food & Veterinary Authority (AVA) Singapura. Masyarakat juga dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terhasut atau terprovokasi dari pihak-pihak yang memperkeruh persoalan.

Selain itu Menkes mengingatkan, susu formula yang diproduksi di Indonesia dan telah terdaftar di BPOM bahan bakunya bukan berasal dari Cina.

Menkes menambahkan, importir, distributor dan pengecer yang masih membandel menjual produk tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku yaitu UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, UU No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan dan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, berupa pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah).

Dari 19 produk impor asal Cina yang terdaftar dengan kode registrasi ML, setelah dilakukan pemeriksaan BPOM di sarana distribusi baru ditemukan 6 (enam) jenis produk. Selain itu juga ditemukan 6 jenis produk tidak terdaftar (ilegal) serta 13 produk susu yang mengandung melamin temuan Agri-Food & Veterinary Authority (AVA) Singapura, ujar dr. Siti Fadilah.

Sementara itu, Kepala BPOM dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, MS, M.Kes, Sp.FK., menambahkan susu formula (susu bayi) tidak ada yang diimpor dari Cina. Juga tidak ada bahan baku susu formula yang berasal dari Cina.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-5223002 dan 52960661, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.


KADAR MELAMIN PRODUK IMPOR ASAL CINA YANG MENGANDUNG SUSU

No. Nama Sampel Nama Pabrik/Negara Asal Kadar Melamin (mg/kg)
1 Guozhen Pine Pollen Calcium Milk Yantai New Era Health Industry Co.,Ltd., China 38.03
2 Oreo Wafer Sticks PT. Nabisco Food ( Suzhou ) Co. Ltd., China 366.08
3 Oreo Wafer Sticks PT. Nabisco Food ( Suzhou ) Co. Ltd., China 361.69
4 M&M's Minis Milk Chocolate Mars Food Co. Ltd Beijing/China 167.50
5 M&M's Minis Milk Chocolate Mars Food Co. Ltd Beijing/China 252. 89
6 M&M's Peanuts Chocolate Candies PT. Effem Foods ( Beijing ) Co. Ltd Yanggi Industry & Development Zone 116.47
7 M&M's Peanuts Chocolate Candies PT. Effem Foods ( Beijing ) Co. Ltd Yanggi Industry & Development Zone 262.82
8 M&M's Milk Chocolate PT. Effem Foods ( Beijing ) Co. Ltd Yanggi Industry & Development Zone 856.30
9 M&M's Milk Chocolate Mars Food Co. Ltd Beijing/China 322.22
10 Snickers, Kacang Sangrai Segar dalam Karamel dan Nougat Lembut dalam Lapisan Coklat Tebal Mars Food Co/ China 24.44
11 Kembang Gula White Rabbit (Kemasan Biru) Shanghai Guan Sheng Yuan/China 456.04
12 Kembang Gula White Rabbit (Kemasan Merah) Shanghai Guan Sheng Yuan/China 945.86
13 Soybean Drink With Milk (Kemasan Hijau) Wuzhou Bingquan Industrial Shareholding Co., Ltd. China 93.25
14 Soybean Drink With Milk (Kemasan Kuning) Wuzhou Bingquan Industrial Shareholding Co., Ltd. China 8.51
15 Soyspring Instant Milk Cereal Wuzhou Bingquan Industrial Shareholding Co., Ltd. China 23.49
16 Soyspring Instant Peanut Milk Wuzhou Bingquan Industrial Shareholding China ttd (<>

Maksimalkan Manfaat Puasa dengan Yoga

DENGAN alasan tengah berpuasa, banyak orang menghentikan aktivitas olahraganya selama bulan suci ini. Coba simak pengakuan Budi Rahardjo, seorang blogger mengenai aktivitas olahraganya selama bulan Ramadhan. "Biasanya saya jogging tiap hari, tetapi bulan puasa ini saya tidak bisa jogging di pagi hari, takut pingsan siangnya," ungkap Budi dalam blog-nya

Sejatinya, kita tak perlu sama sekali menghilangkan aktivitas olahraga tersebut. Malah, olahraga bisa membantu tubuh kita tetap fit selama berpuasa. Jadi, olahraga tetap perlu, hanya porsinya saja yang kita kurangi. Jenisnya juga jangan terlalu berat dan menguras tenaga.

Yoga bisa jadi salah satu pilihan. Sebab, olah tubuh yang berasal dari kebudayaan India kuno ini memiliki gerakan yang tak menguras energi terlalu banyak. "Gerakan-gerakan dalam yoga kan sangat lambat dan tidak memforsir tubuh," Ketua Klub L'Ayur Veda, Maya Shafira Mokhtar, menjelaskan.

Membantu detoksifikasi

Tidak hanya itu, yoga pun sangat membantu proses detoksifikasi dalam tubuh seseorang ketika berpuasa. Gerakan-gerakan yoga dapat membantu proses pelepasan racun. Sebab yoga memiliki gerakan yang dapat mengistirahatkan organ pencernaan. "Gerakan-gerakan yang ada pada yoga bisa mencegah asam lambung keluar dari lambung sehingga pencernaan menjadi lebih lancar," tutur Made Arya Wardhana, Akupunturis sekaligus Dokter di Rumah Sakit Pasar Rebo.

Yoga juga dapat membantu koordinasi rileksasi pada otak sehingga dapat menstimulus hormon endorfin. "Dampaknya bisa mengelola emosi menjadi lebih stabil," imbuh Made.

Soal gerakan yoga yang tepat dilakukan ketika berpuasa, yogi alias guru yoga Maya Shafira Mokhtar, merekomendasikan poster suryanamaskar. "Soalnya suryanamaskar lebih lambat dari gerakan yoga lain," kata Maya, yang sehari-hari membuka kelas di RS. Fatmawati.

Suryanamaskar merupakan rangkaian 12 gerakan atawa asana yang dilakukan dengan mengikuti tarikan dan embusan nafas. Dimulai dari postur gunung atau berdiri tegak, postur tubuh melengkung ke belakang, tengkurap sampai kembali ke poster matahari terbit, dan balik ke posisi tegak.

Suryanamaskar dipercaya bisa menguatkan organ tubuh utama dan seluruh otot, meningkatkan kelenturan tulang punggung dan sendi-sendi, meningkatkan konsentrasi dan menenangkan pikiran, serta melancarkan pencernaan. HasiInya, bisa membantu meningkatkan metabolisme tubuh setelah seharian berpuasa.

Sementara itu, Pimpinan Yoga Leaf Pujiastuti Sindhu merekomendasikan teknik yang berhubungan dengan pencernaan, seperti teknik meremas usus atau twisting, postur memuntir. menekuk ke depan. dan poster terbalik.

Poster terbalik dilakukan mirip dengan atlet yang melakukan kayang. Kita berbaring dengan kedua lutut ditekuk sejajar dengan tumit, lalu renggangkan kaki sejajar dengan pinggul, sementara kedua tangan menempel di samping tubuh.

Khasiatnya? Postur terbalik ini dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, juga menambah energi bagi tubuh. "Selain itu, poster ini dapat memperkuat sistem saraf pusat dan meredakan emosi, sehingga orang yang sedang puasa bisa menahan hawa nafsu," kata Uji, sapaan akrab Pujiastuti. Cuma, ia menganjurkan agar perempuan yang sedang menstruasi dan hamil tidak melakukan gerakan ini. "Dampaknya bisa berbahaya," tutur Uji.

Yoga paling baik dilakukan pagi atau sore. Sebab, matahari yang tengah terbit atau terbenam dipercaya dapat mengundang energi positif ke dalam tubuh. Lamanya, tergantung level asana yang dipraktikkan. "Bagi pemula, 25 menit per hari cukup," ajar Uji.
Sumber : Kompas

TORCH pada Kehamilan

Infeksi Torch Pada Kehamilan
Berbahaya bagi janin
TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil.

kini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis.
Prinsip dari pemeriksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik taerhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing (kuman. Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG)

TOXOPLASMA

Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondi.
Pada umumnya, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesipik. Kira-kira hanya 10-20% kasus infeksi

Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah.

Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh terganggu (misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun).

Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan. pada Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelinan mata dan atelinga, retardasi mental, kejang-kejang dn ensefalitis.

Diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala (sub klinik). Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan yang lazim dilakukan adalah Anti-Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG.

Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan pada orang yang diduga terinfeksi Toxoplasma, ibu-ibu sebelum atau selama masa hamil (bila hasilnya negatif pelu diulang sebulan sekali khususnya pada trimester pertma, selanjutnya tiap trimeter), serta bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi Toxoplasma.

RUBELLA

Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda.

Infeksi Rubella berbahaya bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama maka risikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists, 1981).

Tanda tanda dan gejala infeksi Rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh Karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan Anti-Rubella IgG dana IgM.

Pemeriksaan Anti-rubella IgG dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi.

Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan <>CYTOMEGALOVIRUS (CMV)

Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil.

Jika ibu hamil terinfeksi. maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain.

Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang, dimana infeksi akut mempunyai risiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang silakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG.

HERPES SIMPLEKS TIPE II

Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II). Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut syaraf sensorik dan berdiam diganglion sistem syaraf otonom.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kuli, tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal (Pada lebih dari 50 kasus)

Pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan Igm sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV II dan mencaegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan.

Infeksi TORCH yang terjadi pada ibu hamil dapt membahayakan janin yang dikandungnya. Pada infeksi TORCH, gejala klinis yang ada searing sulit dibedakan dari penyakit lain karena gejalanya tidak spesifik. Walaupun ada yang memberi gejala ini tidak muncul sehingga menyulitkan dokter untuk melakukan diagnosis. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu mengetahui infeksi TORCH agar dokter dapat memberikan penanganan atau terapi yang tepat.

Panel TORCH
● Anti Toxoplasma IgG dan IgM
● Anti Rubella IgG dan IgM
● Anti CMV IgG dan IgM
● Anti HSV II IgG dan IgM

www.infeksi.com
Semoga Bermanfaat

TORCH pada Kehamilan

Infeksi Torch Pada Kehamilan
Berbahaya bagi janin
TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil.

kini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis.
Prinsip dari pemeriksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik taerhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing (kuman. Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG)

TOXOPLASMA

Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondi.
Pada umumnya, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesipik. Kira-kira hanya 10-20% kasus infeksi

Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah.

Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh terganggu (misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun).

Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan. pada Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelinan mata dan atelinga, retardasi mental, kejang-kejang dn ensefalitis.

Diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala (sub klinik). Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan yang lazim dilakukan adalah Anti-Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG.

Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan pada orang yang diduga terinfeksi Toxoplasma, ibu-ibu sebelum atau selama masa hamil (bila hasilnya negatif pelu diulang sebulan sekali khususnya pada trimester pertma, selanjutnya tiap trimeter), serta bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi Toxoplasma.

RUBELLA

Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda.

Infeksi Rubella berbahaya bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama maka risikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists, 1981).

Tanda tanda dan gejala infeksi Rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh Karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan Anti-Rubella IgG dana IgM.

Pemeriksaan Anti-rubella IgG dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi.

Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan <>CYTOMEGALOVIRUS (CMV)

Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil.

Jika ibu hamil terinfeksi. maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain.

Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang, dimana infeksi akut mempunyai risiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang silakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG.

HERPES SIMPLEKS TIPE II

Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II). Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut syaraf sensorik dan berdiam diganglion sistem syaraf otonom.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kuli, tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal (Pada lebih dari 50 kasus)

Pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan Igm sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV II dan mencaegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan.

Infeksi TORCH yang terjadi pada ibu hamil dapt membahayakan janin yang dikandungnya. Pada infeksi TORCH, gejala klinis yang ada searing sulit dibedakan dari penyakit lain karena gejalanya tidak spesifik. Walaupun ada yang memberi gejala ini tidak muncul sehingga menyulitkan dokter untuk melakukan diagnosis. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu mengetahui infeksi TORCH agar dokter dapat memberikan penanganan atau terapi yang tepat.

Panel TORCH
● Anti Toxoplasma IgG dan IgM
● Anti Rubella IgG dan IgM
● Anti CMV IgG dan IgM
● Anti HSV II IgG dan IgM

www.infeksi.com
Semoga Bermanfaat

Sunday, September 28, 2008

Penyakit Ketika Lebaran

Sebentar lagi lebaran akan tiba, jaga kesehatan tetap harus dijaga ketika lebaran, sebelum dan sesudahnya. Seperti biasanya ketika hari raya Idul Fitri, umat Islam saling mengunjungi bersilaturrahmi, berbagai hidangan pun tersedia, dari minuman dan aneka kue yang menawan di mata yang serba manis hingga gulai atau opor yang sedap dan gurih. Hati siapa sich yang tidak tergoda untuk makan seperti itu? apalagi bagi yang balik kampung dan sudah merindukan makanan di kampung yang berbeda rasa dengan di tempat perantauan?

Tetapi hati-hatilah, khususnya bagi Anda yang mengidap gangguan kesehatan atau gejala gangguan kesehatan tertentu, misalnya saja hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes mellitus (kencing manis) atau asam urat. Karena terlalu banyak mengonsumsi makanan-makanan tersebut menimbulkan berbagai masalah. Dan akhirnya lebaran yang mestinya indah, malah menjadi susah. Jangan sampai terjadi “penyakit ketika lebaran”

Pencegahan agar hal tersebut tidak terjadi, sebaiknya Anda tidak memaksakan atau ‘balas dendam’ dengan melahap sepuasnya semua hidangan yang tersaji di hadapan di meja makan. Selagi tidak lagi berpuasa atau ‘hanya sekali setahun koq’ hal tersebut sama sekali tidak menguntungkan.

Bagaimana kita sebaiknya mejaga kesehatan selama berlebaran ini? Makanlah secukupnya, tidak berlebihan, hal ini juga sudah diajarkan dalam agama Islam. ‘Untuk para penderita diabetes misalnya, lebih baik mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan. Asupan karbohidrat dan protein harus sesuai dengan takaran” saran dokter Cindiawati Pudjiadi MARS SpGK saran spesialis gizi klinik Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta ini.

Penderita diabetes disarankan agar mengurangi makanan yang manis-manis, seperti puding atau sirup yang banyak mengandung gula. Nasi boleh tetapi jangan berlebih. Masakan dari daging yang berlemak serta goreng-gorengan juga harus dibatasi jangan berlebihan.

Hal senada juga dikemukakan oleh dokter Anas Subarnas MSc, ketua Jurusan Farmasi Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Bandung. Dia mengingatkan bahwa penderita diabetes sebaiknya menghindari kue-kue yang memiliki tingkat kadar gula tinggi. Seperti halnya Cindiawati, Anas pun tidak melarang pengidap diabetes mengonsumsi nasi, hanya saja, jumlahnya yang harus dibatasi. ‘Jangan lupa untuk mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan segar.’

Diabetes merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan tingkat kadar gula darah melebihi normal (hiperglikemia). Keadaan ini timbul terutama disebabkan oleh adanya gangguan pada metabolisme karbohidrat (gula) di dalam tubuh. Gangguan metabolisme tersebut antara lain dapat disebabkan oleh adanya gangguan fungsi hormon insulin di dalam tubuh penderita. Jika kadar gula yang tinggi tersebut tidak terkontrol didalam waktu yang lama, dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti gangguan pada ginjal, mata, syaraf, dan pembuluh darah.

Seperti penderita diabetes, penderita hipertensi sebaiknya juga berhati-hati didalam mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi. ‘Sebisa mungkin untuk menghindari makanan yang asin-asin’ saran Anas.

Penyakit hipertensi terjadi karena adanya tekanan darah yang berlebihan terhadap dinding arteri. Jika kondisi ini berlangsung didalam waktu yang lama dapat mengakibatkan rusaknya pembuluh darah dan berkurangnya aliran darah ke jaringan tubuh. Keadaan yang seperti ini dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan otak, jantung, mata, dan ginjal. Penderita hipertensi memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mengalami stroke akibat pecahnya arteri kecil di dalam otak. Penyakit hipertensi kira-kira menyerang satu dari 10 orang dewasa didalam hidupnya.

Beberapa faktor risiko sebagai pemicu penyakit hipertensi menjadi lebih berat antara lain, diet tinggi lemak jenuh, kolesterol tinggi, rokok, kopi, garam berlebihan, makanan yang diawetkan, makanan yang bersifat ‘panas’ seperti daging kambing, obesitas (kegemukan), makanan yang diasinkan, kurangnya akifitas fisik, usia, dan riwayat hipertensi dalam keluarga.

Biasanya ketika Lebaran, makanan-makanan yang ‘berbahaya’ tersebut banyak dihidangkan. Sehingga bagi para penderita hipertensi harus dapat menahan diri terhadap ‘godaan’ agar penyakit yang dideritanya tidak kambuh bahkan bertambah berat. Tidak hanya bagi penderita diabetes dan hipertensi, penderita asam urat juga perlu untuk menahan diri terhadap makanan-makanan tertentu yang mungkin dihidangkan ketika Lebaran. Bagi penderita gangguan asam urat untuk dapat menghindari berbagai aneka masakan yang terbuat dari bahan jeroan seperti limpa, hati, paru, jantung, usus, dan otak, serta kacang-kacangan.

Kacang-kacangan dan jeroan, menurut Anas, dapat bereaksi cepat bagi penderita gangguan asam urat. ‘Memakan sedikit saja akan terasa langsung. Jalan yang terbaik adalah hindari’ ujar Anas. Dan sebaliknya para penderita penyakit ini dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih karena air dapat membantu mengeluarkan asam urat melalui urin.

Selain ketika gangguan penyakit tersebut, diabetes, hipertensi, dan asam urat, perlu diwaspadai adalah penyakit diare dan pernafasan atas. Penyakit ini timbul akibat mudik yang melelahkan. Didalam perjalanan mudik lebaran khususnya yang mengunakan bus, kereta api atau naik ferry yang merupakan sesuatu yang melelahkan. Kondisi berdesak-desakan, kurangnya istirahat selama perjalanan serta barang bawaan yang berlebihan merupakan kondisi umumnya dialami oleh para pemudik.

Selain itu karena konsumsi makanan dan minuman selama perjalanan yang kurang memadai dapat memungkinkan seorang pemudik mengalami keadaan penurunan daya tahan tubuh serta mudah sakit khususnya infeksi saluran pernafasan atas dan infeksi saluran pencernaan seperti diare dan demam tifus. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya angka kunjungan pasien dengan keluhan infeksi saluran nafas atas dan infeksi saluran pencernaan pada minggu-minggu pertama lebaran.

Para pemudik sesampainya di kampung, biasanya lebih mengutamakan silahturahmi bertemu dengan sanak famili dari pada istirahat setelah perjalanan mudik yang membutuhkan banyak energi, yang melelahkan dan hal ini tentunya dapat memperburuk keadaan kesehatan para mudik tersebut.

Jaga kesehatan selalu, sebelum, saat dan sesudah lebaran.

Sumber : www.f-buzz.com