Showing posts with label kulit keriput. Show all posts
Showing posts with label kulit keriput. Show all posts

Monday, July 9, 2012

Cara Menghindari Kulit Cepat Keriput

Cara Menghindari Kulit Cepat Keriput. Menjaga kulit agar terlihat sehat dan muda bukan hanya mengenai perawatan kulit atau rutinitas. Anda perlu mengubah beberapa kebiasaan buruk untuk meminimalkan kerusakan dan melengkapi perawatan kulit yang telah anda lakukan. Apa saja kebiasaan ini?

1. Tidur menyamping
Mengapa? Karena hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya keriput dini. Sounds scary but true! Mary Lupo, profesor dermatologi klinis dari Tulane University School of Medicine mengatakan pada Majalah Allure bahwa wanita yang biasa tidur dengan posisi menyamping cenderung memiliki kerutan di sepanjang sisi hidung, kantung mata yang gelap disebabkan oleh sirkulasi darah yang buruk, dan benjolan merah di sekitaran kulit wajah yang disebabkan oleh deterjen dan pelembut kain yang dipergunakan untuk mencuci sarung bantal.
Mungkin adalah hal sulit untuk mengubah kebiasaan tidur menyamping, tapi sekali-sekali biasakanlah tidur telentang.
2. Memakai sarung bantal berbahan katun
Masih berhubungan dengan rutinitas tidur, apakah Anda tahu bahwa sarung bantal yang Anda gunakan juga dapat menyebabkan kerutan di wajah? Pilih sarung bantal yang berbahan sutra agar tidak berkerut di wajah apabila Anda sedang tidur. Biasanya, bahan katun mudah kusut, dan pola tersebut akan tercetak di wajah Anda semalaman selama anda tidur. Bayangkan kalau hal tersebut terjadi bertahun-tahun! Garis-garis di wajah Anda akan terlihat semakin dalam!
3. Minum langsung dari botolnya
Jika Anda selalu melakukan hal tersebut, ini adalah saat yang tepat untuk berhenti! Ketika Anda minum langsung dari botol, tidak hanya otot di mulut Anda berkontraksi lebih berat, Anda juga membuat mereka bekerja lebih keras untuk mempertahankan bibir botol untuk tidak lepas dari mulut Anda pada saat minum. Apalagi botol minum yang menuntut anda untuk menyedot airnya keluar dari botol, pekerjaan ini menguras energi otot mulut lebih banyak lagi. Kegiatan tersebut dapat menyebabkan kerutan di sekitar mulut muncul atau bahkan mempertegasnya. Solusinya? Gunakanlah sedotan apabila minum langsung dari botol atau tuangkan minuman ke dalam gelas.
4. Tak mencuci tangan setelah mencuci piring
Siapa pun yang biasa mencuci piring di rumah pasti tahu bahwa kegiatan tersebut dapat menyebabkan kulit tangan kering dan retak-retak setelah beberapa saat. Kebanyakan sabun cuci piring mengandung lemon yang dikenal sebagai pembersih yang baik dan memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Walaupun lemon juga digunakan sebagai bahan di dalam produk perawatan wajah, formulasi dan takaran yang digunakan untuk sabun cuci piring berbeda. Ditambah lagi, bahan tersebut juga sudah ditambahkan dengan bahan-bahan lainnya yang dapat menyebabkan kulit jadi kering. Oleh karena itu, setelah mencuci piring, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun cuci tangan dan menggunakan krim tangan atau lotion sesudahnya.
5. Tak memakai kacamata hitam
Anda sudah tahu kan, bagaimana jahatnya sinar matahari terhadap kulit kita? Bukan hanya buruk untuk kulit, sinarnya yang menyilaukan juga membuat kita menyipitkan mata saat sedang berada di bawah terik matahari. Terlalu sering menyipitkan mata akan menyebabkan timbulnya garis-garis halus di sekitar mata. Oleh karena itu, saat sedang berada di luar rumah, baiknya pergunakanlah kacamata hitam untuk menutupi mata dari terik matahari sehingga Anda tidak harus menyipitkan mata terus.
Semoga artikel kesehatan mengenai Cara Menghindari Kulit Cepat Keriput dapat bermanfaat.

Sunday, January 29, 2012

Kebiasaan Setiap Hari Yang Memicu Kulit Cepat Keriput

Banyak orang tidak mengira bahwa
kebiasaan yang dilakukan sehari-hari
juga membuat kulit berkeriput dan
terlihat lebih tua. Apa saja?
"Banyak orang yang tidak menyangka
bahwa kebiasaan yang menurut mereka
baik-baik saja ternyata merupakan
penyebab penuaan dini," ujar Mary P.
Lupo, MD, seorang dermatolog asal New
Orleans.
Ini dia kebiasaan buruk yang dapat
mempercepat penuaan:
1. Memakai pembersih muka
mengandung scrub
Selama ini orang mengira bahwa scrub
bisa mengangkat kotoran di wajah lebih
baik, namun menurut Lupo, pembersih
yang mengandung scrub justru
membuat kulit menjadi iritasi dan
terkikis. Ujung-ujungnya, kulit akan
terlihat lebih tua.
"Sebaiknya gunakan sabun pembersih
tanpa scrub, atau jika Anda punya
waktu bisa menggunakan sedikit baking
soda dan air hangat sebagai pembersih
muka untuk mengangkat sel-sel kulit
mati," saran Lupo.
2. Sering mandi dengan air hangat
Kebiasaan mandi dengan air hangat
menyebabkan lapisan lemak yang
melindungi sel-sel kulit menjadi rusak
dan mengurangi kelembabannya. Tubuh
memang akan mengembalikan lemak
yang rusak itu beberapa jam kemudian,
tapi selama lemak itu hilang, tubuh
terus melepaskan kelembaban sehingga
muncul gejala keriput.
Untuk itu, Lupo menyarankan jika ingin
mandi dengan air hangat, jangan sampai
lebih dari 10 menit. Mandi dengan air
hangat memang terasa sangat enak dan
nyaman, namun jika kelamaan tidak
baik untuk kulit.
3. Langsung menyisir rambut setelah
mandi
Biasanya setelah mandi, kebiasaan
berikutnya yang dilakukan adalah
menyisir rambut. Ternyata kebiasaan
itu menurut Lupo bisa merusak sel-sel
kulit rambut dan membuatnya cepat
rontok bahkan botak. Sebaiknya
rapikan dulu rambut sebelum mandi dan
lebih baik lagi gunakan toner untuk
menguatkan rambut.
4. Tidur telungkup atau wajah
menghadap perut
Hati-hati dengan posisi tidur Anda. Jika
saat tidur wajah Anda menghadap ke
bawah (arah perut), siap-siap untuk
lebih cepat berkeriput. "Adanya gaya
gravitasi membuat aliran darah tertarik
ke bawah, dan mata pun akan terlihat
membengkak.
Jika hal ini terjadi tiap malam, kulit bisa
kehilangan elastisitas kolagen dan
terbentuklah kantung mata yang
membuat seseorang tampak lebih tua,"
tutur Lupo. Sebaiknya usahakan tidur
dengan bantal yang rata. Menggunakan
bantal dari bahan satin dan sutera juga
bisa mengurangi risiko keriput.
sumber:Health.com

Tuesday, February 1, 2011

Anti Aging Terbaik




Penuaan disebabkan oleh molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas, yang menyerang sel-sel dan kerusakan DNA, peradangan; gula berlebihan, yang bercampur dengan protein dan lemak untuk membentuk radikal bebas dan meningkatkan peradangan; ". US News and World Report" dan stres, menurut University of Florida Institute on Aging mengatakan bahwa ketika Anda usia, kerusakan oksidatif akibat radikal bebas berkembang dalam sel dan generasi mengganggu energi. Beberapa suplemen dapat mengurangi efek radikal bebas dan inflamasi.
Vitamin E

Alpha-tokoferol, bentuk vitamin E dengan signifikansi yang paling gizi, terutama berfungsi sebagai antioksidan yang penyadapan radikal bebas dan mencegah penghancuran lemak, lipoprotein dan membran selular, menurut Linus Pauling Institute di Oregon State University. Penyisihan diet yang dianjurkan untuk vitamin E adalah 15 mg atau 22,5 Internasional Unit untuk orang dewasa. Karena vitamin E merupakan nutrisi yang larut dalam lemak, sulit untuk mengkonsumsi lebih dari 15 mg vitamin E per hari dari makanan tanpa lemak overconsuming dan minyak. The Linus Pauling Institute mendukung efektivitas dan keamanan dalam mengambil suplemen dari 200 IU alfa tokoferol sumber alam-dengan makan untuk membantu melindungi orang dewasa dari penyakit kronis yang termasuk penyakit neurodegenerative, penyakit jantung, stroke dan beberapa jenis kanker. Penelitian oleh Ana Navarro diterbitkan dalam "American Journal of Physiology: Regulatory, Integratif, dan Perbandingan Fisiologi" pada tahun 2005 menemukan bahwa tikus jantan menerima 5 g alpha-tokoferol per kilogram makanan meningkat rentang kehidupan mereka sebesar 40 persen dan memiliki 17 persen peningkatan umur maksimal; tikus betina yang diberikan 5 g alpha-tokoferol meningkatkan masa hidup mereka rata-rata sebesar 14 persen. Penelitian juga menunjukkan bahwa suplemen vitamin E meningkatkan fungsi sel otak mitokondria dan kinerja syaraf pada tikus penuaan.

Vitamin C

Vitamin C adalah antioksidan yang bahkan dalam jumlah kecil dapat melindungi DNA, RNA, protein, lemak dan karbohidrat dari kerusakan oleh radikal bebas, menurut Linus Pauling Institute. Vitamin C dapat regenerasi antioksidan lainnya, seperti vitamin E. penyisihan harian yang direkomendasikan untuk vitamin C adalah 75 mg untuk orang dewasa wanita dan 90 mg untuk orang dewasa laki-laki. asam askorbat dan natrium askorbat merupakan bentuk yang paling umum vitamin C digunakan dalam penelitian klinis. The Linus Pauling Institute merekomendasikan orang dewasa mengambil suplemen vitamin C dalam dua dosis terpisah 250-mg per hari. Penelitian oleh Laurent Massip diterbitkan dalam "Federasi Masyarakat Amerika bagi Biologi Eksperimental" pada tahun 2010 menemukan bahwa suplemen vitamin C dapat bermanfaat bagi pasien dengan sindrom Werner, gangguan penuaan dini. Penelitian menunjukkan bahwa suplemen vitamin C terbalik kelainan yang berkaitan dengan usia yang terkait dengan sel-sel lemak, hati, peradangan dan integritas gen.
Koenzim Q10

Koenzim Q10 diproduksi oleh tubuh dan diperlukan untuk fungsi sel dan untuk perlindungan terhadap kondisi yang berkaitan dengan usia, menurut Mayo Clinic. Penelitian oleh JL Quiles diterbitkan dalam "Biofactors" pada tahun 2005 menunjukkan bahwa dosis rendah seumur hidup dari 0,7 mg koenzim Q10 per kilogram berat badan per hari pada tikus menyebabkan kerusakan DNA signifikan lebih rendah berkaitan dengan penuaan.