Showing posts with label puasa. Show all posts
Showing posts with label puasa. Show all posts

Thursday, August 2, 2012

Makanan Sehat Untuk Sahur

Di bulan Ramadhan ini, umat Islam melaksanakan ibadah puasa. Menahan lapar dan haus juga beberapa larangan lain, dari pagi hari sebelum fajar hingga malam hari setelah matahari terbenam.
Sarapan yang biasa kita konsumsi pada jam 6-8 pagi hari bergeser waktunya ke fajar (3 – 4.30 pagi). Dan sebaiknya makanan yang kita konsumsi dapat membuat kita mampu menahan lapar dan haus, tanpa meninggalkan kegiatan harian kita.
makan sahur
Apa sajakah yang sebaiknya dikonsumsi pada saat sahur agar tubuh mendapat nutrisi yang baik bagi kesehatan untuk mendukung kegiatan kita sehari-hari selama lebih dari 12 jam tidak mendapat asupan apapun?
Beberapa makanan dan minuman yang baik dikonsumsi untuk sahur:

Air putih

Sangat baik mengonsumsi air putih pada saat sahur. Selain itu baik juga mengonsumsi teh manis atau susu untuk penambah tenaga.

Makanan

Yang dimaksud dengan makanan diatas adalah makanan lengkap:
Glossary Linkkarbohidrat, lauk-pauk, sayur dan buah. Karbohidrat yang baik kita konsumsi adalah Karbohidrat Kompleks karena tidak meningkatkan kadar Glossary Linkgula darah dalam tubuh secara mendadak dan rendah kalori. Selain itu kita akan merasa kenyang lebih lama. Contoh Karbohidrat kompleks adalah : Havermut, roti gandum, kentang (jika dikonsumsi bersama dengan kulitnya).
Jika karbohidrat sudah tersedia, sekarang kita siapkan lauk-pauknya, sebaiknya yang mengandung protein, antara lain: daging, ayam, ikan, tahu dan tempe. Untuk melengkapinya, kita siapkan juga sayuran dan buah, fungsinya adalah sebagai asupan serat bagi tubuh kita.
Demikianlah sebagian makanan yang baik untuk kita konsumsi pada saat sahur untuk mendukung kita melaksanakan ibadah puasa dengan baik.
Sumber

Efek Puasa Terhadap Kesehatan Otak

Saat sedang berpuasa, secara otomatis pola makan akan mengalami perubahan dibanding hari-hari biasa di luar bulan suci Ramadhan. Hasilnya, akan banyak perubahan yang terjadi pada tubuh. Mulai dari sistem pencernaan, hingga otak.

Efek Puasa Terhadap Kesehatan Otak

Karena selama berpuasa ada pelepasan hormon yang mengganggu cara tubuh dalam perubahan makanan menjadi energi, maka mengakibatkan jumlah mitokondria dalam neuron otak (yang memberitahu sinyal lapar) akan meningkat.
kesehatan otak
Uniknya lagi, puasa ternyata memberi beberapa manfaat misterius terhadap kesehatan otak. Sebuah studi yang dilakukan National Institute on Aging menunjukkan, bahwa pengurangan selang waktu makanan dapat melindungi otak dari penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson.
Peneliti menjelaskan, pembatasan diet dapat merangsang produksi neuron baru dari sel induk (neurogenesis) dan dapat meningkatkan plastisitas sinaptik, yang dapat meningkatkan kemampuan otak untuk melawan penuaan dan memulihkan cedera fungsi lanjutan.
Oleh karena itu, meningkatkan interval waktu antara waktu makan dapat bermanfaat bagi otak, bahkan ketika jumlah makanan meningkat dan tak ada penurunan asupan kalori.
Di sisi lain, tingkat gula darah yang rendah selama puasa dapat mengunci otak ke dalam tahapan tidur nyenyak. Puasa meningkatkan kualitas dan mengintensifkan kedalaman tidur. Hal ini akan berdampak baik karena proses perbaikan tubuh dan otak terjadi selama tidur.
Inilah sebabnya dua jam tidur selama bulan suci Ramadhan lebih memuaskan dan menyegarkan, dibandingkan tidur dalam waktu biasanya.
Ingin agar otak kamu tetap terawat dengan baik ?, Maka teruskanlah berpuasa hingga akhir Ramadhan.
Demikian artikel Efek Puasa Terhadap Kesehatan Otak, semoga bermanfaat bagi kesehatan kita semua.
Sumber Artikel

Mukjizat Puasa terhadap Kesehatan Kita

Mukjizat Puasa terhadap Kesehatan
Puasa merupakan perintah Allah SWT yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa. Berikut 20 Mukjizat Puasa terhadap Kesehatan Manusia yang dilansir dari kompas.com

mujizat puasa bagi kesehatan

1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme

Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen. Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.

2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.

Kemudian juga berbeda dengan starvasi, dalam puasa Islam penelitian menunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.

3. Tidak berpengaruh pada sel darah manusia

Dalam penelitian, saat puasa tidak berpengaruh pada sel darah manusia & tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa.

4. Puasa pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh

Puasa ramadhan pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dan tidak terdapat perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun pada penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah penderita diabetes dengan keton meningkat, sedang hamil, usia anak atau komplikasi lain seperti gagal ginjal dan jantung.

5. Pengaruh pada Ibu hamil dan menyusui

Terdapat sebuah penelitian puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin.

6. Pengaruh pada janin saat ibu hami berpuasa

Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio.
Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S / D.

7. Penurunan glukosa dan berat badan

Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan. Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan. Tampaknya efek puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia.

8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok

Ketika berpuasa ternyata juga terbukti tidak berpengaruh pada fungsi kelenjar gondok manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita laki-laki yang berpuasa.

9. Pengaruh pada hormon virgisteron

Sedangkan pada penelitian hormon wanita tidak terjadi gangguan pada hormon virgisteron saat melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin. Penelitian ini menunjukkan harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang besar untuk tetap pada kondisi subur.

10. Bermanfaat Bagi Jantung

Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian "chronobiological" menunjukkan saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.

11. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel

Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi.

12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin

Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

13. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.

14. Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang

Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.

15. Bermanfaat dalam pembentukan sperma

Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.

16. Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis

Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.

17. Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual

Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya

18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna

Seorang peneliti diMoskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.

19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia

Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.

20. Menurunkan adrenalin

Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia. Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini. Manfaat puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah. Wajar saja, bahwa puasa adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dan mukjizat dalam kesehatan manusia.

sumber
Terima Kasih Sudah Membaca: Inilah 20 Mukjizat Puasa terhadap Kesehatan Manusia"

Wednesday, August 1, 2012

Tips Menjaga Kulit Saat Berpuasa

Berpuasa bukan berarti lemas dan loyo. Agar selalu terlihat segar di bulan puasa, tak ada salahnya jika kita menyiapkan kebutuhan vitamin, sehingga kesehatan tetap prima.
cantik dihari lebaran
Siang hari, cairan di tubuh kita banyak menguap. Akibatnya, kulit menjadi kering dan wajah kusam, terutama pada wanita berusia 35 tahun ke atas. Hal ini disebabkan kandungan kolagen dalam kulit sudah menipis. Namun, jangan khawatir. Kulit kita tetap bisa sehat dan terbebas dari kekeringan tanpa kemudian meninggalkan ibadah.
Bagaimana caranya? Ada beberapa jenis vitamin esensial yang dapat menjaga kesehatan dan kecantikan kulit selama menjalankan ibadah puasa. Vitamin tersebut tak hanya berupa obat-obatan yang kita minum, tetapi sayur-mayur dan buah-buahan.
kesehatan kulit
Vitamin tersebut bisa membantu memperlambat kerusakan kulit dan memperbaiki kondisi kulit karena perubahan hormon seiring bertambahnya usia. Berikut beberapa vitamin penting untuk kesehatan kulit saat menjalankan ibadah puasa.

Vitamin A

Sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit. Karena itulah, vitamin A dijuluki vitamin antipenuaan. Julukan ini tidak berlebihan karena senyawa yang terkandung di dalamnya dapat membantu produksi kolagen yang dapat mempertahankan kekenyalan dan elastisitas kulit. Vitamin A juga mempercepat regenerasi sel kulit sehingga pigmentasi dan kulit kering bisa teratasi.

Vitamin C

Selain membantu merawat kesehatan kulit, vitamin C (asam askobat) juga mengandung zat antioksidan. Zat ini dapat mengeluarkan zat radikal bebas penyebab kerusakan kulit. Vitamin C memacu regenerasi sel kulit sehingga terlihat bersih dan bersinar.

Vitamin E

Berperan menjaga kehalusan dan elastisitas kulit, menguatkan jaringan kolagen, dan memperlambat proses penuaan dini. Vitamin E juga berperan meremajakan sel-sel kulit. Berkat peran besar yang diemban, vitamin E mendapat predikat vitamin antiaging. Vitamin ini sangat baik untuk berusia mereka yang berusia 35 tahun ke atas. Di usia ini, produksi hormon estrogen yang berfungsi menjaga elastisitas dan Kelembapan kulit sudah mulai menurun.

Konsumsi Suplemen

Kebutuhan vitamin memang sulit terpenuhi bila kita hanya mengandalkan dari makanan saja. Salah satu solusi tepat, kita juga harus mengonsumsi suplemen vitamin secara tepat dan teratur. Konsultasikan ke dokter agar dosis vitamin yang dikonsumsi sesuai kebutuhan tubuh dan jangan lupa perbanyaklah selalu minum air putih agar kulit terhindar dari dehidrasi yang menyebabkan kulit kusam dan kering.

Perawatan Luar

Gunakan juga rangkaian produk kecantikan yang mengandung nutrisi tepat bagi kulit untuk wanita 35+ mulai dari pelembap, krim malam, krim mata, masker, body lotion, yang semuanya ini diperkaya beragam vitamin. Mulai saat ini, rawatlah kecantikan kulit dari luar dan dalam.

Saturday, July 28, 2012

Tips Cegah Mengantuk di Siang Hari Pada Bulan Puasa

Vemale.com- Baru pukul 1 siang, tetapi mata sudah terasa berat dan mengantuk, tubuh sudah lemas, rasanya ingin segera berbaring di kasur lalu tidur. Kira-kira begitulah yang sering kita rasakan jika memasuki bulan Ramadhan. Di bulan yang penuh dengan ibadah ini, jatah tidur akan terpotong untuk makan sahur dan untuk melakukan berbagai ibadah yang biasa di lakukan malam hari, misalnya membaca Al Quran atau Shalat Tahajud.
Memperbanyak ibadah adalah hal yang baik, tetapi jangan sampai Anda menghabiskan siang hari dengan tidur. Coba tips ini agar tak ada lagi mengantuk di siang hari.
Jangan Begadang
Pintar-pintar melakukan ibadah tanpa melupakan kesibukan di siang hari. Anda tentu boleh membaca Al Quran menjelang jam tidur, tetapi coba ingat kembali jadwal Anda keesokan harinya, apakah ada jadwal di pagi hari? Apakah ada rutinitas kantor yang memerlukan stamina ekstra. Anda sendiri yang bisa menyeimbangkan antara ibadah dan istirahat untuk kesehatan, seimbangkan keduanya dan bijaksanalah. Ingat, ibadah memerlukan kesehatan yang prima.
Kamar Tidur Rapi
Selain merapikan ibadah, sikap dan tutur kata selama bulan puasa, ada baiknya Anda mulai membiasakan diri merapikan kamar, terutama tempat tidur. Bukankah lebih menyenangkan mendapati kamar yang rapi menjelang jam tidur? Anda bisa langsung tidur dengan nyaman. Letakkan pakaian di tempatnya, Al Quran dan buku di rak, serta singkirkan laptop juga handphone dari atas tempat tidur!
Sirkulasi Udara Lancar
Sirkulasi udara kamar yang lancar akan membuat tidur Anda nyenyak. Pastikan kamar Anda memiliki ventilasi ke arah luar. Jika kamar Anda memakai AC, selalu buka jendela atau pintu kamar pada pagi hari agar pergantian udara lebih baik dan sehat.
Alarm Tepat Waktu
Seringkali, kita memasang alarm beberapa waktu lebih lama sebelum bangun. Misalnya, Anda ingin bangun jam 3 subuh, tetapi memasang alarm sekitar jam 2 agar punya waktu untuk 'sadar'. Nyatanya, cara ini justru akan membuat Anda mematikan alarm lalu tidur kembali, atau sebaliknya, membuat waktu Anda terbuang satu jam hanya untuk 'sadar' dan tetap berada di atas tempat tidur. Selalu pasang alarm tepat di jam Anda ingin bangun dan disiplinkan diri Anda untuk segera bangkit dari ranjang, bukan mematikan alarm!
Gunakan Pakaian Yang Nyaman
Saat tidur, akan lebih baik jika Anda memakai pakaian yang nyaman, lembut dan berbahan dingin. Jangan sampai Anda tertidur dengan gamis yang Anda pakai untuk Shalat Tarawih, Anda bisa terbangun tengah malam karena pakaian tersebut cenderung tidak nyaman di pakai tidur. Sering terbangun tengah malam akan membuat tubuh lemas dan pusing di siang hari.
Hindari Minuman Yang Mengandung Kafein
Menikmati secangkir kopi hangat menjelang tidur atau saat sahur memang menyenangkan, apalagi jika udara sedang dingin. Hanya saja, batasi atau hindari konsumsi kafein selama bulan puasa. Selain bisa membuat Anda sulit tidur, konsumsi kafein akan menyebabkan Anda lebih cepat mengalami dehidrasi dan haus pada siang hari. Ganti minuman hangat Anda dengan susu atau teh chamomile.

Thursday, July 26, 2012

Puasa Dapat Menyehatkan Tubuh

Puasa Dapat Menyehatkan Tubuh

Puasa merupakan salah satu modal terkuat untuk mengurangi inflamasi, meningkatkan imunitas dan penyembuhan jaringan. Ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang merasa mual ketika terkena infeksi. Nah, dengan berpuasa mekanisme dalam tubuh akan mempengaruhi peningkatan kekebalam tubuh alami.

Puasa Dapat Menjaga HDL dalam Tubuh Kita

Peneliti di Intermountain Medical Center Heart Institute menemukan hasil kesehatan mengejutkan pada seorang laki-laki dan perempuan yang berpuasa selama 24 jam.
puasa menyehatkan
Laki-laki itu mengalami peningkatan 2000 persen dalam sirkulasi HGH (Human Growth Hormone) yaitu hormon pertumbuhan manusia yang berkaitan langsung dengan metabolisme. Sedangkan pada tubuh perempuan tersebut terjadi peningkatan HGH sebesar 1300 persen. Secara individu dengan berpuasa tingkat trigliserida mereka berkurang, kolesterol baik yaitu HDL (kolesterol baik) meningkat dan gula darah stabil.
Dari penelitian tersebut peneliti menyimpulkan cara terbaik memulai puasa adalah memberikan jarak dari sarapan ke makan malam setiap hari selama 12 jam. Dengan demikian 4 jam tubuh menyelesaikan proses pencernaan dan 8 jam untuk hati melakukan siklus detoksifikasi.

Puasa dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan Kanker

Berpuasa setiap hari menjadi salah satu cara hidup lebih lama serta efektif menurunkan resiko penyakit seperti jantung, kanker dan gejala penyakit kronis.
Penelitian yang dilakukan University of California menyelidiki efek jangka panjang puasa. Dan hasilnya membuktikan berpuasa berefek luar biasa pada penurunan berat badan."Kami melakukan penelitian pada seseorang yang berpuasa selama delapan minggu. Hasilnya menunjukkan kadar kolesterol jahat turun seiring dengan penurunan trigliserida (lemak dalam darah), tekanan darah dan detak jantung. Indikator risiko utama penyakit jantung pun berkurang," kata Pemimpin Penelitian Dr Krista Varady.
Mereka juga menjelaskan bagaimana puasa menguntungkan distribusi lemak yang disimpan dalam tubuh, mempengaruhi tingkat asam lemak dan hormon, termasuk leptin yang terlibat mengatur berat badan dan metabolisme.
Penelitian lain tentang manfaat berpuasa juga dilakukan ilmuwan di Louisiana State University. Ketua penelitian Dr James Johnson dan timnya meneliti salah satu mekanisme bahwa puasa memicu gen yang bertugas mengatur kelangsungan hidup dengan melindungi sel-sel dalam tubuh. Ternyata ketika berpuasa gen tersebut memperbaiki kerusakan yang dilakukan radikal bebas dan mencegah kematian sel secara prematur.
"Gen ini juga memperlambat proses penuaan dengan mengurangi risiko yang berkaitan dengan usia penyakit dan ancaman kesehatan. Dua penyebab penuaan seperti tanda peradangan dan stres oksidatif pun berkurang," jelas Dr Johnson. Puasa Regenerasikan Jaringan Tubuh
Demi mencapai hidup sehat dan bersih, puasa memiliki banyak sekali manfaat. Islam menginginkan umatnya agar senantiasa sehat, bersih, dinamis, gesit dan energik. "Berpuasalah supaya sehat," ucap Nabi Muhammad Saw.
Banyak pula ahli medis kini yang membenarkan dan mengakui berbagai manfaat puasa yang menjamin kesehatan tubuh dan pikiran. Beberapa manfaat positif juga terbukti memiliki pengaruh langsung pada psikologi dan fisik dari mereka yang puasa.

Puasa dapat menjaga ketahanan tubuh

Setelah melalui berbagai penelitian, puasa diketahui mampu dijadikan pengobatan efektif untuk gangguan psikologis dan emosional. Selain menjaga ketahanan dan kemampuan untuk menghadapi kesulitan serta daya tahan, puasa juga memperbaiki penampilan fisik. Dengan manahan rasa lapar sehingga menyingkirkan lemak berlebih.
Manfaat puasa terhadap kesehatan tidak berhenti di sana, ada pula benefit dalam menghindari sejumlah risiko penyakit, termasuk masalah sistem pencernaan, seperti sakit perut kronis, radang usus, penyakit hati, gangguan pencernaan, dan kondisi seperti obesitas, arteriosklerosis, tekanan darah tinggi, asma dan difteri.
Seorang dokter asal Swiss, Dr Barsilus, mencatat, "Keuntungan menahan lapar melebihi metode medis." Maka itu, tak mengherankan bila beberapa dokter menyarankan pasiennya untuk melewatkan waktu makan, kadang-kadang selama beberapa hari, sebelum pola makan mereka terkontrol.
Secara umum, puasa mempercepat penghancuran jaringan tubuh yang membusuk dengan rasa lapar kemudian membangun jaringan baru melalui nutrisi. Inilah sebabnya mengapa beberapa ilmuwan menyarankan bahwa puasa harus dianggap sebagai cara yang efektif untuk awet muda dan berumur panjang. Namun, Islam tak memberatkan umatnya. Mereka yang sakit, lansia, atau tak mampu dibebaskan dari kewajiban berpuasa.
Namun, puasa bukan sekadar menahan lapar dengan membatasi makanan. Islam merekomendasikan makanan pada dini hari yakni sahur. Dan untuk mendapatkan kesehatan yang baik, seseorang juga harus menahan diri makan berlebihan kala berbuka puasa. Puasa, Lapar yang Menyehatkan.
Selain mengandung nilai ibadah, puasa juga bermanfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani. Tak mengherankan jika beberapa metode penyembuhan penyakit dan pemeliharaan kesehatan menggunakan metode serupa puasa Ramadhan dalam terapinya.
"Puasa mengantarkan kita kepada frekuensi makan yang baik. Itu jauh lebih penting daripada mengatur total asupan makanan yang sering dilakukan orang saat berdiet," ujar dokter spesialis gizi klinik Tirta Prawita Sari di Jakarta. Selama berpuasa sekitar 14 jam, lanjut Tirta, tubuh tidak mendapat asupan makan dan minum.
Pada 8 jam awal puasa, tubuh memproses makanan yang ada di saluran cerna. Enam jam berikutnya menjadi waktu yang ideal bagi sistem pencernaan untuk beristirahat. "Jadi, puasa memberi kesempatan agar organ-organ pencernaan beristirahat," ujar Tirta yang juga Ketua Yayasan Sadar Gizi itu.
Saat sistem pencernaan beristirahat itulah energi tubuh menjadi lebih terarah untuk proses perbaikan-perbaikan sel dan sistem tubuh yang rusak. Namun, manfaat itu tidak akan bisa diperoleh bila seseorang berpuasa dengan metode 'balas dendam' alias makan berlebihan saat berbuka. Idealnya, lanjut Tirta, berbuka dilakukan secara bertahap, dengan jumlah kalori secukupnya dan mengandung gizi lengkap seimbang.
"Batasi konsumsi gula sederhana, seperti makanan dan minuman bergula."
Tirta menambahkan, penting bagi seseorang untuk memahami manfaat puasa dan menjalankannya dengan ikhlas. "Yang tidak kalah penting ialah niatnya. Ini mungkin terkesan sepele. Namun, niat yang berhubungan dengan batin dan pikiran kita itulah yang membantu proses penyesuaian fisik kita terhadap kondisi berpuasa sehingga puasa dapat berjalan dengan lancar," pungkas Tirta.
Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam Ari Fahrial Syam mengatakan, "Dengan pengaturan makan ini akan terjadi pengurangan asupan makan atau asupan kalori yang menyebabkan asupan lemak juga ikut berkurang. Asupan lemak yang berkurang juga akan mengurangi asupan kolesterol. Jika seseorang berpuasa dengan baik, seharusnya parameter laboratorium juga akan membaik." (IRIB Indonesia/RM/Media Indonesia)

Monday, July 23, 2012

Menu Sehat Saat Berbuka Puasa

Menu Sehat Saat Berbuka Puasa

Saat berbuka puasa Anda tidak dianjurkan makan berlebihan atau melakukan pola balas dendam. Langkah ini justru akan membahayakan kesehatan Anda.
Sebaliknya, dr. Ari Fahrial Syam Sp.PD dari Universita Indonesia justru menganjurkan agar kita mengonsumsi sayur dan buah-buahan saat buka.
menu buka puasa
Menu yang dianjurkan saat berbuka adalah jus buah atau kurma. Konsumsi sayur-sayuran tetap dianjurkan saat makan sahur.
Buah-buahan dan sayur-sayuran mengandung serat, mineral, vitamin,anti oksidan dan karbohidrat kompleks, untuk kacang-kacangan bahkan juga mengandung protein nabati.

Monday, July 9, 2012

Banyak Minum Air Putih, Sebelum Puasa

puasa
Sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Bagi perokok jumlah tersebut harus ditambah setengahnya. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengonsumsi air putih 8-10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal.

Ketika sedang menjalankan ibadah puasa, tubuh kita tidak akan mendapatkan asupan makanan dan minuman, dari mulai terbit fajar hingga matahari terbenam.

Dalam kondisi seperti itu, sangat wajar jika seorang yang sedang berpuasa merasa haus, apalagi bila ia beraktivitas di luar ruangan.

Rasa haus merupakan sinyal bahwa tubuh mengalami defisit cairan. Dalam kondisi haus, tubuh sebenarnya memiliki mekanisme alami yang mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Namun begitu, untuk mencegah terjadinya dehidrasi, sangat penting artinya bagi mereka yang menjalankan puasa untuk memerhatikan pemenuhan kebutuhan cairan.

"Ketika kita haus, maka dalam batas tertentu tubuh mempunyai mekanisme menghemat pengeluaran, terutama menghemat pengeluaran urin atau air kencing. Proses tersebut terjadi melalui pengaturan keseimbangan air tubuh," kata Prof. Dr. Hardinsyah. MS, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis (4/8/2011).

Hardinsyah menjelaskan, sekitar dua pertiga dari berat badan manusia adalah air. Air dalam tubuh manusia dibagi menjadi dua, yakni yang berada di dalam sel (cairan intrasel), dan di luar sel (cairan ekstrasel). Pada orang dewasa sekitar 60 persen cairan tubuh adalah cairan intrasel, dan 40 persen cairan ekstrasel.

Lantas, bagaimana cara untuk menyiasati supaya kebutuhan cairan dalam tubuh tetap terpenuhi saat puasa?

Hardinsyah menjelaskan, dalam kondisi normal, kebutuhan air saat berpuasa sebenarnya relatif sama saat seseorang tidak puasa. Pemenuhan kebutuhan cairan bagi yang berpuasa didapat melalui asupan atau konsumsi minuman makanan berkuah, yakni sejak berbuka (magrib) sampai menjelang imsak (terbit fajar).

“Secara umum, jumlahnya bagi orang dewasa adalah 2 liter (8 gelas) minuman sehari, terutama air putih. Jumlah ini dapat dipenuhi dengan minum 1 gelas saat berbuka, 2 gelas saat makan malam, 2 gelas antara makan malam dan menjelang tidur, dan 1 gelas sebelum sahur, dan 1 gelas saat, atau setelah sahur sebelum imsak. Satu gelas lagi dapat berupa satu mangkok sedang makanan berkuah pada saat berbuka (misal kolak atau jus buah atau koktail) atau satu mangkok sedang sup, soto atau sayur bening saat makan sahur,” bebernya.

Hardinsyah mengungkapkan, pada orang-orang yang lebih menyukai minum teh, susu, atau kopi, maka 1-2 gelas air putih bisa diganti dengan jus, susu, teh, atau kopi. Dia juga menyarankan, jus yang kental sebaiknya diminum setelah berbuka. Sementara untuk susu, teh dan kopi bisa diminum sebagai selingan antara makan malam dan menjelang tidur.

Makanan Sehat untuk Berbuka Puasa

Kebanyakan kita berpuasa juga dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan. Sayangnya, alih-alih turun, berat badan justru naik, atau tetap, saat berpuasa. Pilih saja menu sehat ini agar tubuh tetap langsing selama berpuasa dan setelahnya. Anda bisa mix-match menu ini sesuai selera selama beberapa minggu ke depan.

"Saat sahur, pastikan konsumsi dua buah sebagai sumber serat, makan dengan porsi cukup, dan berhenti sebelum kenyang. Nasi tidak boleh lebih dari sekepalan tangan, lauk nabati dan hewani sebesar setengah telapak tangan, sayur dan buah masing-masing sebanyak telapak tangan," paparnya.

Pilihan menu puasa sehat yang aman untuk diet Anda:
1. Es mutiara, tuna asam manis, capcai kuah, acar timun.
2. Sayur asem, perkedel ayam, tahu masak tauco, sambal.
3. Balado ikan, sayur nangka, tumis sawi, es kelapa muda.
4. Sup sayur, tumis brokoli, ayam pepes, balado teri kacang, bubur sumsum.
5. Rawon ayam, perkedel tahu, tumis kacang, es kacang merah.
6. Rolade jagung, sup bakso dan sayur, ayam goreng, sambal terasi, es kacang merah.
7. Rica-rica ikan, tumis buncis, tahu kuah, sup buah.
8. Sayur lodeh, telur balado, botok teri, es shanghai.
9. Soto sulung, tempe rebus, penyet sambal, es kolang-kaling
10. Ikan acar kuning, sup pangsit, balado tempe, lalapan, sambal.
11. Ikan bumbu rujak, kangkung cah tauco, bakwan, es gayo timun.
12. Gurami asam manis, capcai goreng, tahu isi, acar kuning.
13. Soto ayam, balado telur puyuh, sambal pencok, puding buah.
14. Ikan asam manis, sayur daun singkong dan teri, sambal ijo, es kopyor.

Sunday, August 14, 2011

Banyak Minum Air, Atasi Kekurangan Cairan Saat Puasa

Sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Bagi perokok jumlah tersebut harus ditambah setengahnya. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengonsumsi air putih 8-10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal.

Ketika sedang menjalankan ibadah puasa, tubuh kita tidak akan mendapatkan asupan makanan dan minuman, dari mulai terbit fajar hingga matahari terbenam.

Dalam kondisi seperti itu, sangat wajar jika seorang yang sedang berpuasa merasa haus, apalagi bila ia beraktivitas di luar ruangan.

Rasa haus merupakan sinyal bahwa tubuh mengalami defisit cairan. Dalam kondisi haus, tubuh sebenarnya memiliki mekanisme alami yang mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Namun begitu, untuk mencegah terjadinya dehidrasi, sangat penting artinya bagi mereka yang menjalankan puasa untuk memerhatikan pemenuhan kebutuhan cairan.

"Ketika kita haus, maka dalam batas tertentu tubuh mempunyai mekanisme menghemat pengeluaran, terutama menghemat pengeluaran urin atau air kencing. Proses tersebut terjadi melalui pengaturan keseimbangan air tubuh," kata Prof. Dr. Hardinsyah. MS, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis (4/8/2011).

Hardinsyah menjelaskan, sekitar dua pertiga dari berat badan manusia adalah air. Air dalam tubuh manusia dibagi menjadi dua, yakni yang berada di dalam sel (cairan intrasel), dan di luar sel (cairan ekstrasel). Pada orang dewasa sekitar 60 persen cairan tubuh adalah cairan intrasel, dan 40 persen cairan ekstrasel.

Lantas, bagaimana cara untuk menyiasati supaya kebutuhan cairan dalam tubuh tetap terpenuhi saat puasa?

Hardinsyah menjelaskan, dalam kondisi normal, kebutuhan air saat berpuasa sebenarnya relatif sama saat seseorang tidak puasa. Pemenuhan kebutuhan cairan bagi yang berpuasa didapat melalui asupan atau konsumsi minuman makanan berkuah, yakni sejak berbuka (magrib) sampai menjelang imsak (terbit fajar).

“Secara umum, jumlahnya bagi orang dewasa adalah 2 liter (8 gelas) minuman sehari, terutama air putih. Jumlah ini dapat dipenuhi dengan minum 1 gelas saat berbuka, 2 gelas saat makan malam, 2 gelas antara makan malam dan menjelang tidur, dan 1 gelas sebelum sahur, dan 1 gelas saat, atau setelah sahur sebelum imsak. Satu gelas lagi dapat berupa satu mangkok sedang makanan berkuah pada saat berbuka (misal kolak atau jus buah atau koktail) atau satu mangkok sedang sup, soto atau sayur bening saat makan sahur,” bebernya.

Hardinsyah mengungkapkan, pada orang-orang yang lebih menyukai minum teh, susu, atau kopi, maka 1-2 gelas air putih bisa diganti dengan jus, susu, teh, atau kopi. Dia juga menyarankan, jus yang kental sebaiknya diminum setelah berbuka. Sementara untuk susu, teh dan kopi bisa diminum sebagai selingan antara makan malam dan menjelang tidur.

Friday, August 12, 2011

Menu Sehat Untuk Berbuka Puasa

Kebanyakan kita berpuasa juga dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan. Sayangnya, alih-alih turun, berat badan justru naik, atau tetap, saat berpuasa. Pilih saja menu sehat ini agar tubuh tetap langsing selama berpuasa dan setelahnya. Anda bisa mix-match menu ini sesuai selera selama beberapa minggu ke depan.

"Saat sahur, pastikan konsumsi dua buah sebagai sumber serat, makan dengan porsi cukup, dan berhenti sebelum kenyang. Nasi tidak boleh lebih dari sekepalan tangan, lauk nabati dan hewani sebesar setengah telapak tangan, sayur dan buah masing-masing sebanyak telapak tangan," paparnya.

Pilihan menu puasa sehat yang aman untuk diet Anda:
1. Es mutiara, tuna asam manis, capcai kuah, acar timun.
2. Sayur asem, perkedel ayam, tahu masak tauco, sambal.
3. Balado ikan, sayur nangka, tumis sawi, es kelapa muda.
4. Sup sayur, tumis brokoli, ayam pepes, balado teri kacang, bubur sumsum.
5. Rawon ayam, perkedel tahu, tumis kacang, es kacang merah.
6. Rolade jagung, sup bakso dan sayur, ayam goreng, sambal terasi, es kacang merah.
7. Rica-rica ikan, tumis buncis, tahu kuah, sup buah.
8. Sayur lodeh, telur balado, botok teri, es shanghai.
9. Soto sulung, tempe rebus, penyet sambal, es kolang-kaling
10. Ikan acar kuning, sup pangsit, balado tempe, lalapan, sambal.
11. Ikan bumbu rujak, kangkung cah tauco, bakwan, es gayo timun.
12. Gurami asam manis, capcai goreng, tahu isi, acar kuning.
13. Soto ayam, balado telur puyuh, sambal pencok, puding buah.
14. Ikan asam manis, sayur daun singkong dan teri, sambal ijo, es kopyor.

Rahasia Puasa Untuk Kesehatan

Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Nabi Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Agama Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.

Monday, August 9, 2010

Puasa, Sakit Bukan Alasan...

Bulan Ramadhan tiba. Panggilan untuk menjalankan ibadah puasa sangat kuat di hati. Namun, jika penyakit menghadang, mungkinkah puasa tetap dilaksanakan?

Kehadiran penyakit seperti diabetes, mag, dan ginjal kerap menimbulkan keraguan untuk berpuasa. Ternyata, kekhawatiran tersebut dapat dihindari. Hadis Nabi Muhammad, ”Berpuasalah kamu agar kamu sehat”, diamini pula oleh para dokter dalam simposium mini bertema ”Ibadah Berkualitas Selama Puasa Tanpa Gangguan Penyakit” yang diselenggarakan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Sabtu (7/8).

Agar ibadah puasa berjalan lancar, penderita diabetes, mag, dan ginjal memang memerlukan persiapan ekstra dibandingkan orang sehat.

Mereka harus mengecek kondisi kesehatan, seperti tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula, untuk menyiapkan adaptasi. Mereka dapat berpuasa jika kondisi kesehatan stabil, penyakit terkontrol, dan tidak ada infeksi akut. Yang juga perlu dikonsultasikan ke dokter adalah kemungkinan perubahan obat yang diminum karena perubahan jadwal makan, termasuk adaptasi cara makan.


Sakit mag

Ari Fahrial Syam dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, bagi mereka yang sakit mag atau dispepsia, yang perlu dipastikan terlebih dahulu adalah apakah mag yang diderita termasuk mag fungsional atau organik.

”Orang dengan sakit mag dapat berpuasa kecuali penderita mag organik yang belum diobati. Apalagi jika ada tanda-tanda seperti mag pertama kali di atas 45 tahun, berat badan turun, anemia, melena, dan disfagia,” ujarnya. Hasil endoskopi mag organik menunjukkan kelainan seperti tukak pada lambung, tukak usus dua belas jari, polip, dan kanker.

Sementara mag gangguan fungsional terjadi karena makan yang tidak teratur, kebiasaan makan camilan berlemak, minum kopi atau bersoda sepanjang hari, merokok, dan stres. Sekitar 80 keluhan mag yang dirasakan masyarakat merupakan mag disfungsional dan hasil endoskopi biasanya normal.

Untuk mag disfungsional, biasanya malah membaik atau sembuh setelah berpuasa. ”Itu karena saat berpuasa malah makannya menjadi teratur saat buka dan sahur, tidak makan camilan berlemak sepanjang hari, tidak ngopi, dan tidak merokok,” ujarnya. Produksi asam lambung akan turun.

Dia mengatakan, pada minggu awal akan berat karena terjadi perubahan. Oleh karena itu, pasien mag disfungsional biasanya diberi obat penekan asam lambung seperti lanzoprazole dengan dosis 30 mg per hari selama seminggu. Obat itu bekerja selama 12 jam. ”Berbeda dengan antasida yang banyak diiklankan. Antasida bukan penekan asam lambung, melainkan menetralkan asam lambung yang sudah terjadi,” ujarnya.

Untuk gangguan mag organik, sebaiknya mag diobati terlebih dahulu. Mag organik dapat bertambah buruk saat berpuasa.

Bagi penderita mag, makanan harus diperhatikan, seperti menghindari makanan yang mengandung gas, yang memicu asam lambung, sulit dicerna, memperlambat pengosongan lambung, dan melemahkan klep kerongkongan bawah.


Diabetes

Tri Juli Edi T dari Divisi Metabolik Endoktrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam mengungkapkan, penderita diabetes yang ingin berpuasa sebelumnya harus kontrol ke dokter. Dokter akan menentukan tingkat risiko sangat tinggi, tinggi, sedang, atau rendah. Penderita berisiko sangat tinggi, antara lain penderita diabetes yang sedang hamil dan gula darah sering turun, jika memutuskan berpuasa harus di bawah pengawasan ketat dokter.

Konsultasi ke dokter juga perlu untuk pengaturan pemakaian obat—waktu dan dosisnya—yang kemungkinan berubah karena harus disesuaikan dengan jam makan. Selain itu, beberapa hal yang harus diwaspadai saat berpuasa adalah gula darah terlalu rendah, gula darah terlalu tinggi, darah menjadi asam (ketoasidosis), dan kekurangan cairan.

Untuk penderita diabetes, makanan ketika berpuasa tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Jumlah kalori yang dikonsumsi sama, tetapi jadwal makan saja yang berubah.

Porsi kalori 50 persen saat buka puasa, 10 persen setelah tarawih, dan 40 persen saat sahur. Pilih karbohidrat kompleks yang butuh pembakaran lama sekitar 8 jam, kurangi lemak, dan perbanyak serat. Minum juga harus cukup, yakni delapan gelas. ”Konsumsi energi biasanya menjadi sangat tinggi setelah minggu keempat puasa karena perayaan Lebaran. Ini yang harus dijaga agar tidak berlebihan makan saat Lebaran atau juga berbuka,” ujarnya.

Puasa juga harus dibatalkan jika gula darah turun menjadi 60 mg/dl atau kurang, gula darah turun di sekitar 70 mg/dl di jam-jam awal, terutama pemakai insulin, sulfonilurea, atau glinid yang dipakai saat sahur, dan gula darah naik lebih dari 300 mg/dl. Memonitor gula darah penting ketika berpuasa bagi penderita diabetes. Periksa gula darah tidak berarti membatalkan puasa.

Ginjal

Boleh tidaknya berpuasa biasanya kerap menjadi pertanyaan penderita sakit ginjal. Imam Effendi dari Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI mengatakan, puasa berarti tidak makan dan minum dalam waktu tertentu. Sejauh mana berpuasa bisa berbahaya atau menguntungkan bagi penderita ginjal sangat tergantung dari jenis dan derajat penyakitnya.

Penyakit ginjal ada beragam jenis dan stadium. Penyakit batu ginjal stadium awal sangat membutuhkan minum hingga 4 liter per hari. Jika lalai, batu ginjal dapat bertambah parah. ”Kebutuhan minum air yang banyak itu sulit dipenuhi pada saat Ramadhan. Alternatifnya puasa berselang-seling dan bayar fidiah,” ujarnya.

Sebaliknya, bagi penderita ginjal kronik, baik yang belum maupun sudah dialisis, berpuasa malah sangat bagus. Pada penderita ginjal kronik, pengeluaran urine menurun drastis. Bahkan, pada penderita yang sudah dialisis, terkadang urine tidak keluar sama sekali. Pengeluaran air dilakukan ketika cuci darah. Lantaran urine sangat sedikit, mereka tidak boleh terlalu banyak minum.

”Minum yang diizinkan bagi penderita ginjal kronik yang sudah cuci darah hanya 500 ml (dua gelas) ditambah air sejumlah urine yang keluar. Jumlah 500 ml itu merupakan perkiraan air yang keluar melalui pernapasan dan keringat. Minum harus benar-benar diukur. Puasa yang berarti berhenti minum justru bagus bagi penderita ginjal kronik,” ujarnya.

Kelebihan air dan gangguan elektrolit kerap menjadi penyebab utama kematian penderita ginjal kronik. Komposisi makanan penderita ginjal saat berpuasa tidak berbeda dari sebelumnya.

Ari Fahrial Syam yang juga Ketua Bidang Advokasi Pengurus Besar PAPDI mengatakan, secara umum, cara makan ketika puasa harus diperhatikan.

”Untuk menjaga kesehatan, berbukalah dengan makanan ringan, seperti beberapa butir kurma, dan makan berat setelah maghrib secara bertahap atau tidak kalap. Selain itu, pilih makanan dengan indeks glikemik rendah dan tinggi serat. Selama berpuasa, istirahat harus cukup dan olahraga ringan tetap dilakukan,” ujarnya. Dengan demikian, puasa dapat dituntaskan dan penyakit pun terkontrol.

Oleh: Indira Permanasari - KOMPAS health

Thursday, September 18, 2008

Kesehatan Gigi - Masalah Napas Tak Sedap

Napas tak sedap adalah istilah umum untuk masalah bau mulut yang secara medis dikenal sebagai halitosis. Banyak faktor dapat menyebabkan napas bau, namun banyak orang yang punya masalah ini justru tidak sadar jika napas mereka bau. Penebar bau mulut itu sendiri adalah bakteri dalam mulut. Bakteri tersebut biasanya berkumpul di lidah dan sisa makanan yang melekat di gigi, terutama jika ada plak atau lubang. Kebanyakan ahli pengobatan komplementer meyakini bahwa bau mulut berasal dari ketidakseimbangan mikroorganisme dalam usus yang disebabkan jumlah bakteri jahat lebih besar dari bakteri baik. Bakteri-bakteri jahat tersebut menghasilkan gas bau yang ikut terbawa keluar bersama napas.

Napas bau juga dapat disebabkan mulut kering (xerostomia), kondisi yang disebabkan produksi air liur berkurang. Air liur diperlukan untuk membersihkan mulut dan membuang partikel yang menyebabkan bau. Mulut kering dapat disebabkan oleh obat-obat tertentu, masalah pada kelenjar air liur, berpuasa, atau terus menerus bernapas melalui mulut.

Napas bau juga dapat menandai adanya penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, sinusitis kronis, akumulasi mukus atau lendir di bagian belakang hidung dan tenggorokan (post nasal drip), bronkitis kronis, diabetes, gangguan saluran pencernaan, penyakit liver atau ginjal. Apabila tidak ditemukan masalah pada gigi dan mulut, kemungkinan salah satu penyakit itulah penyebabnya.

Apa yang dapat dilakukan suplemen

Teteskan satu atau dua tetes minyak peppermint di atas lidah dua kali sehari. Selain meninggalkan aroma segar di mulut, minyak peppermint juga efektif membunuh bakteri di sana. Jangan menggunakan berlebihan karena dapat menyebabkan pencernaan tidak nyaman. Minum teh peppermint (banyak dijual di pasar swalayan) dan banyak minum air putih juga dapat memerangi bau mulut dengan menjaga mulut tetap basah.

Mengunyah biji bunga lawang (pekak) atau cengkeh juga merupakan cara tradisional dan praktis untuk menyegarkan mulut. Efek serupa juga dapat diperoleh dari peterseli segar. Sayuran herba ini juga berlimpah klorofil, zat pemberi warna hijau pada daun yang dikenal memiliki khasiat penyegar mulut.

Klorofil juga dapat diperoleh dari suplemen spirulina, wheat grass, atau chlorella. Selain menyegarkan mulut, makanan kaya klorofil juga membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri sehat dalam usus besar. Bakteri-bakteri sehat yang menjaga keseimbangan mikroorganisme usus tersebut juga dapat diperoleh dalam bentuk kapsul dan dalam produk yogurt tertentu. Pastikan pada kemasan yogurt tertulis nama bakteri acidophilus atau bifidus. Karena bakteri pada yogurt biasa tidak memiliki khasiat seperti kedua bakteri tersebut. Suplemen bakteri sehat dapat diminum 1 kapsul dua kali sehari, pagi bangun tidur dan malam sebelum tidur.

Apa yang dapat anda lakukan

• Sikat gigi setiap habis makan dan bersihkan sela-sela gigi dengan benang pembersih gigi sedikitnya sekali sehari.
• Bersihkan juga permukaan lidah dengan sendok logam atau alat khusus yang disebut tongue scraper atau sikat gigi basah.
• Jauhi minuman keras dan rokok, juga makanan yang memiliki aroma tak sedap.
• Makanlah jeruk setiap hari. Fito-kimia pada buah sitrus dapat membantu mengembalikan keseimbangan flora usus.
• Lakukan pemeriksaan gigi secara teratur ke dokter gigi. Beritahu dokter jika Anda baru sembuh dari sakit atau menjalani operasi sejak pemeriksaan terakhir.

Perhatian: Obat kumur penyegar mulut dapat mengurangi jumlah bakteri dalam mulut, tetapi efeknya hanya sementara.

Sumber: Nirmala, Agustus 2008

Sumber: Majalah Nirmala