Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Sunday, June 20, 2010

Pengobatan Gratis di Inggris (Bagian 2)

 Apa Jawaban sang Kasir ? silakan menyimak lanjutannya...

Ternyata fungsi kasir di dekat pintu keluar adalah untuk memberikan uang transport yang mungkin diperlukan oleh pasien untuk memastikan si pasien sampai di tempat tujuannya, bahkan pasien pun sempat-sempatnya diwawancara oleh pegawai kasir untuk memastikan memang si pasien punya tempat tujuan yang nyaman untuk lebih membantu proses penyembuhannya. Jadi kasir di rumah sakit bukan sebagai media cash in bagi rumah sakit, tetapi untuk cash out. Hebat sekali kan?, untuk berobat bukannya keluar uang malah terima uang. Am i dreaming or what ?
Lalu bagaimana sistem ini bekerja ? Kok bisa begitu enak ya ? Institusi di belakang sistem itu adalah NHS, National Health Service, sebuah institusi milik pemerintah yang diberi wewenang penuh untuk memastikan kesehatan warga inggris dapat terjaga dengan maksimal. Seorang nara sumber dalam film dokumenter ini menceritakan awal terbentuknya NHS. Pada tahun 1930-an, tingkat pengangguran di Inggris mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan.
Anehnya pada saat perang dunia I dan II berlangsung, sekitar tahun 1941 hingga 1945, angka pengangguran ini berkurang sangat drastis, bahkan mendekati nihil. Mengapa ? Karena hampir seluruh warga yang termasuk sebagai tenaga kerja usia produktif (masuk kategori labor force) terserap dalam kegiatan perang, baik sebagai tenaga militer, medis, dll. Nah, apabila hampir seluruh tenaga kerja dapat terserap untuk perang yang notabene bertujuan menghilangkan nyawa manusia, mengapa tidak menyerap tenaga kerja untuk tujuan sebaliknya, yaitu menyelamatkan nyawa manusia. Hal inilah yang mendasari pembentukan NHS, yang mulai beroperasi pada 5 Juli 1948.
Dengan terbentuknya NHS, terbukti mampu menyerap tenaga kerja, dan tujuan untuk menjamin kesehatan warga Inggris secara pelan-pelan namun pasti semakin terwujud. Pertanyaan yang kembali muncul adalah, apa yang harus dilakukan agar sistem seperti ini mampu bertahan ? Bagaimana caranya agar pengobatan yang nyaris gratis ini mampu memberikan pelayanan dengan kualitas tinggi, dan pasien merasa puas ?. karena kita tahu bahwa biasanya sesuatu yang gratis biasanya memiliki kualitas yang seadanya. Pernah dengar pernyataan atau pertanyaan seperti ini, “lha wong gratis kok mau enak”, atau “udah dikasih gratis kok masih protes?”, lebih parah lagi ada pernyataan, “yang bayar saja tidak jelas kualitasnya, apa lagi yang gratis.
Ternyata sistemnya memang dibuat sedemikian rupa sehingga walaupun gratis, kualitas layanan kesehatan tetap menjadi prioritas. Seluruh pegawai yang bekerja pada NHS dan affiliasinya adalah pegawai pemerintah Inggris, yang menerima gaji dari pemerintah Inggris. Seorang dokter di NHS memiliki gaji berkisar 85 ribu poundsterling setiap tahun (atau sekitar 120 ribu US dollar). Dengan gaji sebesar ini seorang dokter yang kebetulan diwawancara oleh Michael, mampu memiliki sebuah rumah seharga 550 ribu poundsterling, sebuah mobil mewah keluaran terbaru dan tunjangan pensiun yang lebih dari cukup untuk menjamin kehidupannya di hari tua.
Lalu apalagi yang bisa menjamin seorang dokter atau pegawai NHS akan memberikan pelayanan terbaik kepada pasien ? Ternyata ada satu lagi komponen gaji yang sifatnya variabel, sistemnya mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Komponen variabel dimaksud, diperoleh melalui perhitungan yang didasarkan pada medical record pasien yang ditangani oleh pegawai yang bersangkutan. Seperti apa sih? Jadi setiap perkembangan dalam medical record pasien dipantau dan didokumentasikan sesuai dengan penanggungjawabnya.
Semakin banyak pasien yang berhasil sembuh, semakin banyak yang berhenti merokok, dan lain-lainnya yang menuju ke arah yang lebih sehat, maka akan semakin sejahtera dokter/pegawai NHS, karena jumlah yang sembuh, yang berhenti merokok dll itulah yang menjadi koefisien variabel yang dikalikan dengan nilai tertentu yang menjadi tambahan penghasilan bagi dokter/pegawai NHS. Dengan sistem seperti ini, dokter/pegawai akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik karena sebagai imbal baliknya mereka juga mendapatkan sesuatu yang lebih. Sebaliknya pasien juga sangat diuntungkan karena mereka akan selalu mendapatkan pelayanan yang terbaik. Mutually beneficial kan ?.
Lalu, apakah bisnis kesehatan tidak bisa menjadi sesuatu yang komersial di Inggris? Tetap bisa kok, karena tetap saja ada praktek-praktek dokter swasta dan rumah sakit swasta dengan tujuan komersial dengan segmen pasien yang sangat sempit. Tapi untuk apa lagi kalau pelayanan NHS yang gratis sudah sangat memuaskan.
Konon, dengan sistem yang diterapkan NHS, warga termiskin di Inggris saja memiliki kemungkinan hidup yang jauh lebih baik dibandingkan warga terkaya Amerika.
Oke deh, sekarang Michael sudah percaya bahwa semuanya benar karena didukung oleh fakta yang tidak terbantahkan, bahkan dia sendiri seringkali ditertawakan karena menanyakan masalah biaya pada orang-orang yang dia wawancarai, karena memang sepanjang mereka bekerja, tidak ada yang bertanya masalah itu sebelumnya.
Saya juga sudah percaya, hanya saja semua ini menyisakan satu pertanyaan buat saya….kapan ya di Indonesia bisa seperti itu ?
ditulis oleh: Lukman
Semoga Bermanfaat

Saturday, June 19, 2010

Pengobatan Gratis di Inggris

Pengunjung yang terhormat.. artikel ini saya copas dari artikelmu.com berisi cerita sang penulis yang menamakan dirinya LUKMAN, saya tertarik untuk mempostingnya karena isinya yang menggelitik pikiran dan angan - angan saya tentang biaya pelayanan kesehatan di Indonesia, karena sedikit agak panjang maka cerita ini akan saya bagi menjadi 2 bagian okeh... jangan marah ya.. biar tambah penasaran... yuk kita simak cerita pak LUKMAN berikut ini...

 Pengobatan Gratis di Inggris (Bagian 1)
Pagi ini saya sempat menonton sebuah film dokumenter berjudul Sicko karya sineas Michael Moore. Tidak seperti biasanya, kali ini saya sangat tertarik pada film dokumenter yang satu ini, sampai-sampai hampir terlambat pergi ke kantor. Film itu berisi tentang komparasi antara biaya kesehatan di berbagai negara. Yang sempat saya lihat hanya tentang biaya kesehatan di Inggris.
Di Inggris, biaya pengobatan hampir tidak ada. Hampir tidak ada ? Ya, memang begitu kenyataannya. Bagi warga Inggris berusia dibawah 16 tahun dan diatas 60 tahun benar-benar dibebaskan dari seluruh biaya yang terkait dengan kesehatan alias gratis. Biaya kesehatan hanya dikenakan kepada warga berusia antara 16 hingga 60 tahun, karena rentang usia itu dianggap usia produktif. Garis besarnya adalah, hanya warga yang memiliki penghasilan yang harus membayar biaya kesehatan. Biaya yang dikeluarkan pun sama sekali tidak besar.
Seberapa besar sih? Hanya 6,65 pounds atau sekitar US$ 10 untuk setiap resep obat yang ditebus, dan tarifnya flat. Dalam artian jenis obat apapun yang tercantum dalam resep, baik obat flu, sampai dengan obat untuk HIV, berapapun jenis dan kuantitasnya, harga yang harus dibayar tetap 6,65 pounds atau sekitar US$ 10. Lalu bagaimana dengan rawat inap ? Rawat inap sama sekali tidak dikenakan biaya alias gratis.
Karena penasaran, Michael menyempatkan diri untuk melakukan berbagai cara untuk membuktikan kebenaran dari sistem pengobatan seperti itu. Wawancara dimulai di rumah sakit, dan dimulai dengan mewawancarai pegawai rumah sakit. Beberapa pertanyaan disampaikan kepada para pegawai rumah sakit, dan kepercayaan Michael sudah mulai terbangun.
Hasil wawancara maupun survey lokasi memberikan fakta bahwa memang tidak ada bagian penagihan, administrasi untuk pembayaran dan semacamnya. Administrasi hanya ditujukan untuk mencatat nama pasien dan histori pengobatan sebelumnya untuk kemudian dikompulasi dalam medical record milik pasien. Too good to be true? Memang begitu kok kenyataannya.
Tapi ternyata belum semuanya terungkap lho. Michael meneruskan perjalanan wawancaranya ke bagian lain dari rumah sakit itu. Dia sangat percaya, pasti ada tempat dimana pasien harus membayar. Dimana ya kira-kira ? Dia memutuskan untuk pergi ke bagian UGD, karena pastinya disini pasien harus membayar uang jaminan atau semacamnya untuk mendapat perawatan.
Wawancara kembali berlanjut dengan nara sumber pegawai di Unit Gawat Darurat, yang ternyata mementahkan prediksi Michael, karena semua pasien langsung mendapat perawatan begitu masuk ke UGD. Tidak ada pertanyaan mengenai kartu sosial, kartu askes, dan lain-lainnya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kondisi pasien, yang ditanyakan benar-benar fokus pada apa yang diderita pasien untuk segera menentukan tindak lanjut yang sesuai. Identitas pasien bisa diperoleh nanti, karena kenyataannya turis asing pun mendapat perlakuan yang sama, tidak ada pertanyaan tentang kartu-kartu, paspor dan lain-lain. Intinya siapapun pasiennya, warga Inggris ataupun bukan, akan mendapat pelayanan dengan kualitas yang sama.
Nah, kalau turis asing, lalu berapa tarifnya ? Ya sama saja, gratis untuk perawatan, dan hanya US$ 10 untuk obat. Bagaimana kalau pasiennya harus kemoterapi, fisioterapi, cuci darah dll yang seharusnya biayanya sangat mahal di berbagai negara lain? Tetap gratis, apapun bentuk perawatannya, semuanya gratis, kecuali ya hanya beban farmasi yang satu tarif itu tadi. Semakin too good to be true ?
Menurut pengalaman, sesuatu yang too good to be true hampir tidak mungkin, karena biasanya memang terbukti sebaliknya. Nah, berangkat dari pola pikir seperti itu, penelusuran Michael dilanjutkan. Dan benar saja, karena kepercayaan Michael tiba-tiba sedikit bergeser. Setelah Michael berkeliling, akhirnya menemukan bagian cashier (kasir). Wah, fakta seperti ini memunculkan keraguan baru, karena apabila memang tidak perlu membayar apapun selama perawatan di rumah sakit (kecuali untuk obat yang hanya US$10 tadi, dan itupun langsung dibayarkan ke bagian farmasi), lalu untuk apa ada kasir di dekat pintu keluar rumah sakit? Pertanyaan yang sangat bagus. Dan pertanyaan ini langsung disampaikan kepada pegawai kasir yang memberikan jawaban yang sangat mengejutkan. Apa jawabannya ?

Ke Bagian 2 ya..

Semoga Bermanfaat

Pengobatan Gratis di Inggris

Pengunjung yang terhormat.. artikel ini saya copas dari artikelmu.com berisi cerita sang penulis yang menamakan dirinya LUKMAN, saya tertarik untuk mempostingnya karena isinya yang menggelitik pikiran dan angan - angan saya tentang biaya pelayanan kesehatan di Indonesia, karena sedikit agak panjang maka cerita ini akan saya bagi menjadi 2 bagian okeh... jangan marah ya.. biar tambah penasaran... yuk kita simak cerita pak LUKMAN berikut ini...

 Pengobatan Gratis di Inggris (Bagian 1)
Pagi ini saya sempat menonton sebuah film dokumenter berjudul Sicko karya sineas Michael Moore. Tidak seperti biasanya, kali ini saya sangat tertarik pada film dokumenter yang satu ini, sampai-sampai hampir terlambat pergi ke kantor. Film itu berisi tentang komparasi antara biaya kesehatan di berbagai negara. Yang sempat saya lihat hanya tentang biaya kesehatan di Inggris.
Di Inggris, biaya pengobatan hampir tidak ada. Hampir tidak ada ? Ya, memang begitu kenyataannya. Bagi warga Inggris berusia dibawah 16 tahun dan diatas 60 tahun benar-benar dibebaskan dari seluruh biaya yang terkait dengan kesehatan alias gratis. Biaya kesehatan hanya dikenakan kepada warga berusia antara 16 hingga 60 tahun, karena rentang usia itu dianggap usia produktif. Garis besarnya adalah, hanya warga yang memiliki penghasilan yang harus membayar biaya kesehatan. Biaya yang dikeluarkan pun sama sekali tidak besar.
Seberapa besar sih? Hanya 6,65 pounds atau sekitar US$ 10 untuk setiap resep obat yang ditebus, dan tarifnya flat. Dalam artian jenis obat apapun yang tercantum dalam resep, baik obat flu, sampai dengan obat untuk HIV, berapapun jenis dan kuantitasnya, harga yang harus dibayar tetap 6,65 pounds atau sekitar US$ 10. Lalu bagaimana dengan rawat inap ? Rawat inap sama sekali tidak dikenakan biaya alias gratis.
Karena penasaran, Michael menyempatkan diri untuk melakukan berbagai cara untuk membuktikan kebenaran dari sistem pengobatan seperti itu. Wawancara dimulai di rumah sakit, dan dimulai dengan mewawancarai pegawai rumah sakit. Beberapa pertanyaan disampaikan kepada para pegawai rumah sakit, dan kepercayaan Michael sudah mulai terbangun.
Hasil wawancara maupun survey lokasi memberikan fakta bahwa memang tidak ada bagian penagihan, administrasi untuk pembayaran dan semacamnya. Administrasi hanya ditujukan untuk mencatat nama pasien dan histori pengobatan sebelumnya untuk kemudian dikompulasi dalam medical record milik pasien. Too good to be true? Memang begitu kok kenyataannya.
Tapi ternyata belum semuanya terungkap lho. Michael meneruskan perjalanan wawancaranya ke bagian lain dari rumah sakit itu. Dia sangat percaya, pasti ada tempat dimana pasien harus membayar. Dimana ya kira-kira ? Dia memutuskan untuk pergi ke bagian UGD, karena pastinya disini pasien harus membayar uang jaminan atau semacamnya untuk mendapat perawatan.
Wawancara kembali berlanjut dengan nara sumber pegawai di Unit Gawat Darurat, yang ternyata mementahkan prediksi Michael, karena semua pasien langsung mendapat perawatan begitu masuk ke UGD. Tidak ada pertanyaan mengenai kartu sosial, kartu askes, dan lain-lainnya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kondisi pasien, yang ditanyakan benar-benar fokus pada apa yang diderita pasien untuk segera menentukan tindak lanjut yang sesuai. Identitas pasien bisa diperoleh nanti, karena kenyataannya turis asing pun mendapat perlakuan yang sama, tidak ada pertanyaan tentang kartu-kartu, paspor dan lain-lain. Intinya siapapun pasiennya, warga Inggris ataupun bukan, akan mendapat pelayanan dengan kualitas yang sama.
Nah, kalau turis asing, lalu berapa tarifnya ? Ya sama saja, gratis untuk perawatan, dan hanya US$ 10 untuk obat. Bagaimana kalau pasiennya harus kemoterapi, fisioterapi, cuci darah dll yang seharusnya biayanya sangat mahal di berbagai negara lain? Tetap gratis, apapun bentuk perawatannya, semuanya gratis, kecuali ya hanya beban farmasi yang satu tarif itu tadi. Semakin too good to be true ?
Menurut pengalaman, sesuatu yang too good to be true hampir tidak mungkin, karena biasanya memang terbukti sebaliknya. Nah, berangkat dari pola pikir seperti itu, penelusuran Michael dilanjutkan. Dan benar saja, karena kepercayaan Michael tiba-tiba sedikit bergeser. Setelah Michael berkeliling, akhirnya menemukan bagian cashier (kasir). Wah, fakta seperti ini memunculkan keraguan baru, karena apabila memang tidak perlu membayar apapun selama perawatan di rumah sakit (kecuali untuk obat yang hanya US$10 tadi, dan itupun langsung dibayarkan ke bagian farmasi), lalu untuk apa ada kasir di dekat pintu keluar rumah sakit? Pertanyaan yang sangat bagus. Dan pertanyaan ini langsung disampaikan kepada pegawai kasir yang memberikan jawaban yang sangat mengejutkan. Apa jawabannya ?

Ke Bagian 2 ya..

Semoga Bermanfaat

Sunday, December 13, 2009

Informasi Tentang Peringatan Kesehatan akan Bahaya Rokok

Masalah kesehatan akibat penggunaan tembakau selalu menjadi perbincangan PANAS, tapi sayangnya polemik bahaya ROKOK cuma rame pas Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ajah... tul nggak ? abis tu, dua tiga hari kemudian sepi lagi dah...

Faktor ekonomi dan hajat hidup orang banyak selalu menjadi alasan dasar permasalahan ini. Besarnya sumbangan Cukai Rokok untuk Kas Negara, lalu nasib Tenaga Kerja Pabrik Rokok dan keluarganya juga harus dipikirkan, Pasti ! tapi kayanya kita juga ndak bisa melupakan "nasib para perokok pasif", begitu saja ya kan ?
Yang merokok Aktif ya sudahlah, sudah pasti berisiko, tapi yang cuma dapat menghirup asap bekas yang keluar dari mulut mereka gimana ? TRAGIS....

ah sudahlah... jadi ngomongnya kaya Ahli aja nih.. tapi tulisan dari Depkes.go.id ni cukup menarik untuk disimak, limayan buat nambah pengetahuan katanya 5 JUTA ORANG MATI AKIBAT ROKOK PERTAHUN, benarkah ? ... silakan disimak...

Rokok Membunuh Lima Juta Orang Setiap Tahun

Tembakau/rokok membunuh separuh dari masa hidup perokok dan separuh perokok mati pada usia 35 – 69 tahun. Data epidemi tembakau di dunia menjunjukkan tembakau membunuh lebih dari lima juta orang setiap tahunnya. Jika hal ini berlanjut terus, pada tahun 2020 diperkirakan terjadi sepuluh juta kematian dengan 70 persen terjadi di negara sedang berkembang.


Hal itu dikatakan Menkes dr. Endang R. Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, dalam sambutan yang dibacakan Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Dirjen P2PL Depkes ketika membuka Temu Karya Peringatan Kesehatan akan Bahaya Rokok di Jakarta tanggal 12 Desember 2009.

Menurut Menkes, tingginya populasi dan konsumsi rokok menempatkan Indonesia menduduki urutan ke-5 konsumsi tembakau tertinggi di dunia setelah China, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang dengan perkiraan konsumsi 220 milyar batang pada tahun 2005.

Padahal rokok/tembakau dapat menyebabkan berbagai penyakit tidak menular seperti jantung dan gangguan pembuluh darah, stroke, kanker paru, dan kanker mulut. Di samping itu, rokok juga menyebabkan penurunan kesuburan, peningkatan insidens hamil diluar kandungan, pertumbuhan janin (fisik dan IQ) yang melambat, kejang pada kehamilan, gangguan imunitas bayi dan peningkatan kematian perinatal.

Rokok mengandung lebih dari empat ribu bahan kimia, termasuk 43 bahan penyebab kanker yang telah diketahui, sehingga lingkungan yang terpapar dengan asap tembakau juga dapat menyebabkan bahaya kesehatan yang serius, ujar Menkes.

Di masa mendatang masalah kesehatan akibat rokok di Indonesia semakin berat karena 2 diantara 3 orang laki-laki adalah perokok aktif. Lebih bahaya lagi karena 85,4% perokok aktif merokok dalam rumah bersama anggota keluarga sehingga mengancam keselamatan kesehatan lingkungan. Selain itu, 50 persen orang Indonesia kurang aktivitas fisik dan 4,6 persen mengkonsumsi alkohol, kata Menkes.

Lebih 43 juta anak Indonesia serumah dengan perokok dan terpapar asap tembakau. Padahal anak-anak yang terpapar asap tembakau dapat mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronkitis dan infeksi saluran pernapasan dan telinga serta asma. ”Kesehatan yang buruk di usia dini menyebabkan kesehatan yang buruk di saat dewasa”, imbuh Menkes.

Dengan mengutip data The Global Youth Survey Tahun 2006, Menkes menambahkan, 6 dari 10 pelajar (64,2%) yang disurvei terpapar asap rokok selama mereka di rumah. Lebih dari sepertiga (37,3%) merokok, bahkan 3 diantara 10 pelajar atau 30,9% pertama kali merokok pada umur dibawah 10 tahun.

Menurut Menkes meningkatnya jumlah perokok di kalangan anak-anak dan kaum muda Indonesia karena dipengaruhi iklan rokok, promosi dan sponsor rokok yang sangat gencar.

Konsumsi rokok menimbulkan kerugian langsung bagi perokok dan keluarganya, terlebih bagi keluarga miskin. Rata-rata pengeluaran keluarga miskin untuk konsumsi rokok cukup besar. Alih-alih untuk perbaikan gizi keluarga dan pendidikan anak, justru pendapatan yang terbatas dibelanjakan untuk rokok, ujar Menkes.

Padahal dengan mengurangi konsumsi rokok di kalangan keluarga miskin, maka subsidi pemerintah untuk pelayanan kesehatan yang menderita penyakit-penyakit akibat rokok dapat dikurangi, ujar Menkes.

Dalam pengendalian masalah tembakau, terdapat polemik bahwa cukai rokok dianggap sebagai pendapatan utama Pemerintah Pusat dan Daerah, disamping citra positif yang ditonjolkan industri rokok kepada masyarakat melalui tanggung jawab sosial seperti pemberian bea siswa, penghargaan bagi kelompok usaha kecil dan sponsorship acara olahraga bergengsi, pagelaran musik dan lain-lain. ”Inilah tantangan yang harus dihadapi dalam melindungi generasi muda dari bahaya rokok”, ujar Menkes.

Pada kesempatan itu Menkes mengajak dan menghimbau seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari bahaya asap rokok. ”Marilah kita ciptakan lingkungan yang bersih dan bebas asap rokok, sehingga generasi muda kita dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang utuh, berkualitas dan siap membangun negara kita”, imbuh Menkes.

Dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, secara jelas menyatakan pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif ( yang meliputi tembakau & produk yang mengandung tembakau ) harus memenuhi standar dan/atau persyaratan yang ditetapkan. Selain itu, setiap orang yang memproduksi dan atau memasukkan rokok ke wilayah Indonesia wajib mencantumkan peringatan kesehatan. Dalam UU itu juga mengatur tentang Kawasan Tanpa Rokok guna melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok.

Temu karya diikuti sekitar 600 orang dari berbagai unsur yaitu Depdiknas, Depkes, PGRI, mahasiswa Universitas Negeri dan Swasta dan BEM se Jabodetabek, Siswa SMA dan SMK beserta para guru, organisasi keagamaan, organisasi internasional, LSM pemerhati masalah tembakau dan media massa.

Tujuan pertemuan adalah untuk meningkatkan keterlibatan tokoh masyarakat, media massa, para petugas kesehatan, para pendidik dan generasi muda untuk bersama-sama melindungi masyarakat dari bahaya rokok.

Tambahan dari Saya :
Saya ada artikel tentang Secondhand Smoke ni, Bukan cuma Handphone, tapi Asap ada yang Second juga ya, barang kali bisa jadi bahan diskusi, buat yang jago Bahsa Inggrisnya bantuin kasi reviewnya yah, maklum Inggris saya "CEKAK", silakan Klik Link Secondhand Smoke , tks alot.
Semoga Bermanfaat

Informasi Tentang Peringatan Kesehatan akan Bahaya Rokok

Masalah kesehatan akibat penggunaan tembakau selalu menjadi perbincangan PANAS, tapi sayangnya polemik bahaya ROKOK cuma rame pas Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ajah... tul nggak ? abis tu, dua tiga hari kemudian sepi lagi dah...

Faktor ekonomi dan hajat hidup orang banyak selalu menjadi alasan dasar permasalahan ini. Besarnya sumbangan Cukai Rokok untuk Kas Negara, lalu nasib Tenaga Kerja Pabrik Rokok dan keluarganya juga harus dipikirkan, Pasti ! tapi kayanya kita juga ndak bisa melupakan "nasib para perokok pasif", begitu saja ya kan ?
Yang merokok Aktif ya sudahlah, sudah pasti berisiko, tapi yang cuma dapat menghirup asap bekas yang keluar dari mulut mereka gimana ? TRAGIS....

ah sudahlah... jadi ngomongnya kaya Ahli aja nih.. tapi tulisan dari Depkes.go.id ni cukup menarik untuk disimak, limayan buat nambah pengetahuan katanya 5 JUTA ORANG MATI AKIBAT ROKOK PERTAHUN, benarkah ? ... silakan disimak...

Rokok Membunuh Lima Juta Orang Setiap Tahun

Tembakau/rokok membunuh separuh dari masa hidup perokok dan separuh perokok mati pada usia 35 – 69 tahun. Data epidemi tembakau di dunia menjunjukkan tembakau membunuh lebih dari lima juta orang setiap tahunnya. Jika hal ini berlanjut terus, pada tahun 2020 diperkirakan terjadi sepuluh juta kematian dengan 70 persen terjadi di negara sedang berkembang.


Hal itu dikatakan Menkes dr. Endang R. Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, dalam sambutan yang dibacakan Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Dirjen P2PL Depkes ketika membuka Temu Karya Peringatan Kesehatan akan Bahaya Rokok di Jakarta tanggal 12 Desember 2009.

Menurut Menkes, tingginya populasi dan konsumsi rokok menempatkan Indonesia menduduki urutan ke-5 konsumsi tembakau tertinggi di dunia setelah China, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang dengan perkiraan konsumsi 220 milyar batang pada tahun 2005.

Padahal rokok/tembakau dapat menyebabkan berbagai penyakit tidak menular seperti jantung dan gangguan pembuluh darah, stroke, kanker paru, dan kanker mulut. Di samping itu, rokok juga menyebabkan penurunan kesuburan, peningkatan insidens hamil diluar kandungan, pertumbuhan janin (fisik dan IQ) yang melambat, kejang pada kehamilan, gangguan imunitas bayi dan peningkatan kematian perinatal.

Rokok mengandung lebih dari empat ribu bahan kimia, termasuk 43 bahan penyebab kanker yang telah diketahui, sehingga lingkungan yang terpapar dengan asap tembakau juga dapat menyebabkan bahaya kesehatan yang serius, ujar Menkes.

Di masa mendatang masalah kesehatan akibat rokok di Indonesia semakin berat karena 2 diantara 3 orang laki-laki adalah perokok aktif. Lebih bahaya lagi karena 85,4% perokok aktif merokok dalam rumah bersama anggota keluarga sehingga mengancam keselamatan kesehatan lingkungan. Selain itu, 50 persen orang Indonesia kurang aktivitas fisik dan 4,6 persen mengkonsumsi alkohol, kata Menkes.

Lebih 43 juta anak Indonesia serumah dengan perokok dan terpapar asap tembakau. Padahal anak-anak yang terpapar asap tembakau dapat mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronkitis dan infeksi saluran pernapasan dan telinga serta asma. ”Kesehatan yang buruk di usia dini menyebabkan kesehatan yang buruk di saat dewasa”, imbuh Menkes.

Dengan mengutip data The Global Youth Survey Tahun 2006, Menkes menambahkan, 6 dari 10 pelajar (64,2%) yang disurvei terpapar asap rokok selama mereka di rumah. Lebih dari sepertiga (37,3%) merokok, bahkan 3 diantara 10 pelajar atau 30,9% pertama kali merokok pada umur dibawah 10 tahun.

Menurut Menkes meningkatnya jumlah perokok di kalangan anak-anak dan kaum muda Indonesia karena dipengaruhi iklan rokok, promosi dan sponsor rokok yang sangat gencar.

Konsumsi rokok menimbulkan kerugian langsung bagi perokok dan keluarganya, terlebih bagi keluarga miskin. Rata-rata pengeluaran keluarga miskin untuk konsumsi rokok cukup besar. Alih-alih untuk perbaikan gizi keluarga dan pendidikan anak, justru pendapatan yang terbatas dibelanjakan untuk rokok, ujar Menkes.

Padahal dengan mengurangi konsumsi rokok di kalangan keluarga miskin, maka subsidi pemerintah untuk pelayanan kesehatan yang menderita penyakit-penyakit akibat rokok dapat dikurangi, ujar Menkes.

Dalam pengendalian masalah tembakau, terdapat polemik bahwa cukai rokok dianggap sebagai pendapatan utama Pemerintah Pusat dan Daerah, disamping citra positif yang ditonjolkan industri rokok kepada masyarakat melalui tanggung jawab sosial seperti pemberian bea siswa, penghargaan bagi kelompok usaha kecil dan sponsorship acara olahraga bergengsi, pagelaran musik dan lain-lain. ”Inilah tantangan yang harus dihadapi dalam melindungi generasi muda dari bahaya rokok”, ujar Menkes.

Pada kesempatan itu Menkes mengajak dan menghimbau seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari bahaya asap rokok. ”Marilah kita ciptakan lingkungan yang bersih dan bebas asap rokok, sehingga generasi muda kita dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang utuh, berkualitas dan siap membangun negara kita”, imbuh Menkes.

Dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, secara jelas menyatakan pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif ( yang meliputi tembakau & produk yang mengandung tembakau ) harus memenuhi standar dan/atau persyaratan yang ditetapkan. Selain itu, setiap orang yang memproduksi dan atau memasukkan rokok ke wilayah Indonesia wajib mencantumkan peringatan kesehatan. Dalam UU itu juga mengatur tentang Kawasan Tanpa Rokok guna melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok.

Temu karya diikuti sekitar 600 orang dari berbagai unsur yaitu Depdiknas, Depkes, PGRI, mahasiswa Universitas Negeri dan Swasta dan BEM se Jabodetabek, Siswa SMA dan SMK beserta para guru, organisasi keagamaan, organisasi internasional, LSM pemerhati masalah tembakau dan media massa.

Tujuan pertemuan adalah untuk meningkatkan keterlibatan tokoh masyarakat, media massa, para petugas kesehatan, para pendidik dan generasi muda untuk bersama-sama melindungi masyarakat dari bahaya rokok.

Tambahan dari Saya :
Saya ada artikel tentang Secondhand Smoke ni, Bukan cuma Handphone, tapi Asap ada yang Second juga ya, barang kali bisa jadi bahan diskusi, buat yang jago Bahsa Inggrisnya bantuin kasi reviewnya yah, maklum Inggris saya "CEKAK", silakan Klik Link Secondhand Smoke , tks alot.
Semoga Bermanfaat

Wednesday, September 23, 2009

Tentang REMUNERASI (intermezo)

Beberapa bulan terakhir, makin kenceng saja terdengar bahasa REMUNERASI, terutama dari kalangan PNS, TNI/POLRI. Karena saya termasuk salah satu yang NDAK NGERTI maksudnya, jadi saya coba tanya OM GOOGLE, saya bagi deh... semoga berkenan..

Guna meningkatkan kesejahteraan saat ini pemerintah sedang membahas tentang Program Remunerasi bagi TNI/Polri/PNS yang akan direncanakan dimulai tahun 2010 secara bertahap berdasarkan prioritas “Public service”. REMUNERASI yang arti harfiahnya adalah "payment" atau penggajian, bisa juga uang ataupun substitusi dari uang yang ditetapkan dengan peraturan tertentu sebagai imbal balik suatu pekerjaan dan bersifat rutin tidak termasuk lembur dan honor. Hal ini dilaksanakan guna mendorong SDM yang berkualitas, memelihara SDM yang produktif sehingga tidak pindah ke sektor swasta dan membentuk perilaku yang berorientasi pada pelayanan serta mengurangi KKN.

Ada lima prinsip yang akan diterapkan dalam reformasi sistem remunerasi yaitu:
  1. Sistem merit, yaitu penetapan penghasilan pegawai berdasarkan harga jabatan;
  2. Adil, dalam arti jabatan dengan beban tugas dan tanggung jawab pekerjaan dengan bobot yang sama dibayar sama dan pekerjaan yang menuntut pengetahuan, keterampilan serta tanggung jawab yang lebih tinggi, dibayar lebih tinggi;
  3. Layak, yaitu dapat memenuhi kebutuhan hidup layak (bukan minimal);
  4. Kompetitif, di mana gaji PNS setara dengan gaji pegawai dengan kualifikasi yang sama di sektor swasta, guna menghindari brain drain;
  5. Transparan, dalam arti PNS hanya memperoleh gaji dan tunjangan resmi.
Sedangkan struktur remunerasi terdiri atas tujuh komponen yaitu:
  1. Gaji, tidak lagi memakai istilah gaji pokok, di mana gaji ditetapkan dengan memperhatikan peranan masing-masing PNS dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan;
  2. Tunjangan biaya hidup (kamahalan), yang terdiri atas tunjangan pangan, perumahan, dan transpor;
  3. Tunjangan kinerja (insentif), berupa tunjangan prestasi yang diberikan pada akhir tahun;
  4. Tunjangan hari raya, yang besarnya sama dengan gaji dan diberikan sekali dalam satu tahun;
  5. Tunjangan kompensasi yang diberikan kepada PNS yang bertugas di daerah terpencil, daerah rawan konflik, dan di daerah dengan lingkungan yang tidak nyaman, berbahaya atau berisiko tinggi;
  6. Iuran bagi pemeliharaan kesehatan PNS dan keluarganya dan diberikan minimal sama dengan yang dibayar oleh PNS;
  7. Iuran dana pensiun dan tunjangan hari tua (THT) dengan jumlah yang minimal sama dengan yang dibayar oleh PNS.
Alangkah ironisnya apabila kelak program remunerasi berjalan jika masih ada OKNUM yang "MAIN-MAIN". Percuma aja pemerintah berusaha meningkatkan kesejahteraan kalau ada TUBA yang terus mencemarkan SUSU jadi tidak enak….tul gak? Seharusnya mulai sekarang tingkatkan kemampuaan, tingkatkan pelayanan dan menjadi yang terbaik dari yang terbaik demi membangun bangsa ini. Wah enak...bisa ngewujudkan lagunya Opie, andai…andai….tapi kapan cairnya ya…?
Sama-sama berdo'a ya...
(sumber : detikfinance.com dan balipost.co.id, gocengblog.blogspot.com)
Semoga Bermanfaat

Tentang REMUNERASI (intermezo)

Beberapa bulan terakhir, makin kenceng saja terdengar bahasa REMUNERASI, terutama dari kalangan PNS, TNI/POLRI. Karena saya termasuk salah satu yang NDAK NGERTI maksudnya, jadi saya coba tanya OM GOOGLE, saya bagi deh... semoga berkenan..

Guna meningkatkan kesejahteraan saat ini pemerintah sedang membahas tentang Program Remunerasi bagi TNI/Polri/PNS yang akan direncanakan dimulai tahun 2010 secara bertahap berdasarkan prioritas “Public service”. REMUNERASI yang arti harfiahnya adalah "payment" atau penggajian, bisa juga uang ataupun substitusi dari uang yang ditetapkan dengan peraturan tertentu sebagai imbal balik suatu pekerjaan dan bersifat rutin tidak termasuk lembur dan honor. Hal ini dilaksanakan guna mendorong SDM yang berkualitas, memelihara SDM yang produktif sehingga tidak pindah ke sektor swasta dan membentuk perilaku yang berorientasi pada pelayanan serta mengurangi KKN.

Ada lima prinsip yang akan diterapkan dalam reformasi sistem remunerasi yaitu:
  1. Sistem merit, yaitu penetapan penghasilan pegawai berdasarkan harga jabatan;
  2. Adil, dalam arti jabatan dengan beban tugas dan tanggung jawab pekerjaan dengan bobot yang sama dibayar sama dan pekerjaan yang menuntut pengetahuan, keterampilan serta tanggung jawab yang lebih tinggi, dibayar lebih tinggi;
  3. Layak, yaitu dapat memenuhi kebutuhan hidup layak (bukan minimal);
  4. Kompetitif, di mana gaji PNS setara dengan gaji pegawai dengan kualifikasi yang sama di sektor swasta, guna menghindari brain drain;
  5. Transparan, dalam arti PNS hanya memperoleh gaji dan tunjangan resmi.
Sedangkan struktur remunerasi terdiri atas tujuh komponen yaitu:
  1. Gaji, tidak lagi memakai istilah gaji pokok, di mana gaji ditetapkan dengan memperhatikan peranan masing-masing PNS dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan;
  2. Tunjangan biaya hidup (kamahalan), yang terdiri atas tunjangan pangan, perumahan, dan transpor;
  3. Tunjangan kinerja (insentif), berupa tunjangan prestasi yang diberikan pada akhir tahun;
  4. Tunjangan hari raya, yang besarnya sama dengan gaji dan diberikan sekali dalam satu tahun;
  5. Tunjangan kompensasi yang diberikan kepada PNS yang bertugas di daerah terpencil, daerah rawan konflik, dan di daerah dengan lingkungan yang tidak nyaman, berbahaya atau berisiko tinggi;
  6. Iuran bagi pemeliharaan kesehatan PNS dan keluarganya dan diberikan minimal sama dengan yang dibayar oleh PNS;
  7. Iuran dana pensiun dan tunjangan hari tua (THT) dengan jumlah yang minimal sama dengan yang dibayar oleh PNS.
Alangkah ironisnya apabila kelak program remunerasi berjalan jika masih ada OKNUM yang "MAIN-MAIN". Percuma aja pemerintah berusaha meningkatkan kesejahteraan kalau ada TUBA yang terus mencemarkan SUSU jadi tidak enak….tul gak? Seharusnya mulai sekarang tingkatkan kemampuaan, tingkatkan pelayanan dan menjadi yang terbaik dari yang terbaik demi membangun bangsa ini. Wah enak...bisa ngewujudkan lagunya Opie, andai…andai….tapi kapan cairnya ya…?
Sama-sama berdo'a ya...
(sumber : detikfinance.com dan balipost.co.id, gocengblog.blogspot.com)
Semoga Bermanfaat

Wednesday, September 2, 2009

Kecerdasan Emosi

Kuasai Kecerdasan Emosi Anda!

Ditulis oleh: Anne Ahira

"Siapapun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada
orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang
tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik,
bukanlah hal mudah."
-- Aristoteles, The Nicomachean Ethics.

Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh
pada masalah ini. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup
menghantarkan seseorang mencapai kesuksesan. Justru,
pengendalian emosi yang baik menjadi faktor penting penentu
kesuksesan hidup seseorang.

Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran mental dari
seseorang yang cerdas dalam menganalisa, merencanakan dan
menyelesaikan masalah, mulai dari yang ringan hingga
kompleks. Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa memahami,
mengenal, dan memilih kualitas mereka sebagai insan manusia.

Orang yang memiliki kecerdasan emosi bisa memahami orang
lain dengan baik dan membuat keputusan dengan bijak. Lebih
dari itu, kecerdasan ini terkait erat dengan bagaimana
seseorang dapat mengaplikasikan apa yang ia pelajari
tentang kebahagiaan, mencintai dan berinteraksi dengan
sesamanya.

Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan bertanggung jawab
dalam segala hal yang terjadi dalam hidupnya, sebagai bukti
tingginya kecerdasan emosi yang dimilikinya.

Kecerdasan emosi lebih terfokus pada pencapaian kesuksesan
hidup yang *tidak tampak*. Kesuksesan bisa tercapai ketika
seseorang bisa membuat kesepakatan dengan melibatkan emosi,
perasaan dan interaksi dengan sesamanya. Terbukti, pencapaian
kesuksesan secara materi tidak menjamin kepuasan hati
seseorang.

Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang juga dikenal dengan
sebutan "EQ"), dikenalkan melalui pasar dunia. Dinyatakan
bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi dan menggunakan
emosi secara tepat dalam setiap bentuk interaksi lebih
dibutuhkan daripada kecerdasan otak (IQ) seseorang.

Sekarang, mari kita lihat, bagaimana emosi bisa mengubah
segala keterbatasan menjadi hal yang luar biasa....

Seorang miliuner kaya di Amerika Serikat, Donald Trump,
adalah contoh apik dalam hal ini. Di tahun 1980 hingga
1990, Trump dikenal sebagai pengusaha real estate yang
cukup sukses, dengan kekayaan pribadi yang diperkirakan
sebesar satu miliar US dollar.

Dua buku berhasil ditulis pada puncak karirnya, yaitu "The
Art of The Deal dan Surviving at the Top"
. Namun jalan yang
dilalui Trump tidak selalu mulus...

Anda ingat depresi yang melanda dunia di akhir
tahun 1990? Pada saat itu harga saham properti pun ikut
anjlok dengan drastis. Hingga dalam waktu semalam,
kehidupan Trump menjadi sangat berkebalikan.

Trump yang sangat tergantung pada bisnis propertinya ini
harus menanggung hutang sebesar 900 juta US Dollar! Bahkan
Bank Dunia sudah memprediksi kebangkrutannya. Beberapa
temannya yang mengalami nasib serupa berpikir bahwa inilah
akhir kehidupan mereka, hingga benar-benar mengakhiri
hidupnya dengan cara bunuh diri.

Di sini kecerdasan emosi Trump benar-benar diuji. Bagaimana
tidak, ketika ia mengharap simpati dari mantan istrinya, ia
justru diminta memberikan semua harta yang tersisa sebagai
ganti rugi perceraian mereka. Orang-orang yang dianggap
sebagai teman dekatnya pun pergi meninggalkannya begitu
saja. Alasan yang sangat mendukung bagi Trump untuk putus
asa dan menyerah pada hidup. Namun itu tidak dilakukannya.

Trump justru memandang bahwa ini kesempatan untuk bekerja
dan mengubah keadaan. Meski secara finansial ia telah
kehilangan segalanya, namun ada "intangible asset" yang tetap
dimilikinya. Ya, Trump memiliki pengalaman dan pemahaman
bisnis yang kuat, yang jauh lebih berharga dari semua
hartanya yang pernah ada!

Apa yang terjadi selanjutnya?

Fantastis, enam bulan kemudian Trump sudah berhasil membuat
kesepakatan terbesar dalam sejarah bisnisnya. Tiga tahun
berikutnya, Trump mampu mendapat keuntungan sebesar US$3
Milliar. Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya
yang diberi judul "The Art of The Comeback".

Dalam bukunya ini Trump bercerita bagaimana kebangkrutan
yang menimpanya justru menjadikannya lebih bijaksana, kuat
dan fokus daripada sebelumnya. Bahkan ia berpikir, jika
saja musibah itu tidak terjadi, maka ia tidak akan pernah
tahu teman sejatinya dan tidak akan menjadikannya lebih
kaya dari yang sebelumnya. Luar biasa bukan?

Kecerdasan Emosi memberikan seseorang keteguhan untuk
bangkit dari kegagalan, juga mendatangkan kekuatan pada
seseorang untuk berani menghadapi ketakutan.

Tidak sama halnya seperti kecerdasan otak atau IQ, kecerdasan
emosi hadir pada setiap orang dan bisa dikembangkan.

Berikut beberapa tips bagaimana cara mengasah kecerdasan
emosi:

1. Selalu hidup dengan keberanian.

Latihan dan berani mencoba hal-hal baru akan memberikan
beragam pengalaman dan membuka pikiran dengan berbagai
kemungkinan lain dalam hidup.

2. Selalu bertanggung jawab dalam segala hal.

Ini akan menjadi jalan untuk bisa mendapatkan kepercayaan
orang lain dan mengendalikan kita untuk tidak mudah
menyerah. "being accountable is being dependable"

3. Berani keluar dari zona nyaman.

Mencoba keluar dari zona nyaman akan membuat kita bisa
mengeksplorasi banyak hal.

4. Mengenali rasa takut dan mencoba untuk menghadapinya.

Melakukan hal ini akan membangun rasa percaya diri dan
dapat menjadi jaminan bahwa segala sesuatu pasti ada
solusinya.

5. Bersikap rendah hati.

Mau mengakui kesalahan dalam hidup justru dapat
meningkatkan harga diri kita.

So, kuasailah kecerdasan emosi Anda!

Karena mengendalikan emosi merupakan salah satu
faktor penting yang bisa mengendalikan Anda menuju
sukses dan juga menikmati warna-warni kehidupan.
Semoga Bermanfaat

Monday, June 22, 2009

Mengurangi Dampak Negatif Perubahan Iklim


Perubahan Iklim sebenarnya terus berlangsung secara alamiah sejak dahulu. Namun yang terjadi saat ini perubahan iklim lebih banyak karena ulah manusia, begitu pendapat orang kebanyakan, Anda setuju ?

Anda setuju, tidak setuju atau ragu-ragu, mungkin akan lebih bijaksana bila kita "Lebih Banyak Berbuat" dari pada hanya sekadar berpendapat. Apa yang dapat kita perbuat untuk membantu mengurangi dampak negatif perubahan iklim ini ?

Action
Bertindak sekarang juga

Buy energy efficient appliance
Belilah alat-alat rumah tangga yang hemat energi, cari informasi yang tepat tentang produk tersebut, dan tentunya sesuai dengan kemampuan Anda.

Calculate your personal carbon footprint
Hitung jejak karbon probadi anda lihat di www.carbonfootprint.com dan kurangi emisi akibat aktifitas Anda sehari-hari

Debate discuss and distribute leaflets, brochures and posters on climate change and environmental health issues.
Lakukan debat diskusi dan penyebaran lembar informasi, brosur dan poster tentang perubahan iklim dan isu kesehatan lingkungan.

Enjoy the sun !
Nikmatilah matahari ! pasanglah panel surya di atas atap rumah Anda. Jadikan rumah Anda sebagai stasiun energi bersih.

Fridge /Lemari Es
Jangan biarkan pintu lemari es terbuka lebih lama dari yang diperlukan, biarkan makanan atau minuman benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam lemari es atau freezer.

Go Green !
Terapkan falsafah hijau! Misalnya bila Anda akan membeli mobil, pilihlah yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Itu akan membantu menghemat uang Anda dan ramah terhadap lingkungan.

Half your emissions
Kurangi emisi Anda hingga separuh dari biasanya, misalnya dengan menaikkan suhu AC sebanyak 5°C.

Involve your family, friends, children and neighbours !
Libatkan keluarga, teman, anak-anak dan tetangga Anda !

Join an environmental group
Bergabunglah dengan suatu kelompok pecinta lingkungan. Ikuti aksi mereka atau Anda membentuk kelompok baru..

Lamps/ Lampu
Ganti bola lampu yang sering Anda pakai dengan lampu neon atau sejenisnya yang lebih hemat energi. Walaupun harganya sedikit lebih mahal dari lampu biasa namun pada akhirnya Anda berhemat karena menggunakan energi listrik seperempat dari lampu biasa.

Minimize the use of toxic chemicals
Kurangi penggunaan bahan kimia beracun. Gunakan cat, pembersih atau pengusir hama yang tidak beracun, dapat dihancurkan (bio-degradable) dan berbasis air atau tanaman.

Network
Jalin jejaring dengan lembaga khusus, organisasi nirlaba, dan libatkan pula masyarakat. Info lebih lanjut di www.cseindia.org/html/eyou/climate/indexclimate.htm

Off !/ Matikan !
Putuskan aliran listrik televise, video, stereo, dan computer saat tidak digunakan dan jangan membiarkan dalam kondisi stand by. 10-60% energi listrik masih terkonsumsi oleh peralatan listrik dalam kondisi stanby.

Plant trees/ Tanam Pohon
Perorangan, kelompok masyarakat, perusahaan bisnis dan industri, organisasi masyarakat dan pemerintah dihimbau untuk menuliskan ikrar penanaman pohon , dengan target untuk dapat menanam satu milyar pohon di seluruh dunia. Info di www.unep.org/billiontreecampaign/
Quit plastics bags
Berhenti menggunakan kantong plastik, bawalah kantong/tas Anda sendiri bila berbelanja.

Recycle, repair and reuse materials.
Daur ulang, perbaiki, dan pakai ulang bahan. Info lebih lanjut di www.ban.org/main/marketplace.html , www.geda.org.in/econserv/ec_ov_tds.htm , www.regeneration.org/tips-downloads/

Save Paper
Hemat kertas ! cetak bolak balik dokumen Anda. Baca/cek dokumen pada monitor sebelum mencetak.

Travel Smart: Reduce air travel.
Bepergianlah dengan bijak, kurangi perjalanan udara. Bepergian menggunakan pesawat udara berkontribusi secara signifikan pada emisi karbon dioksida yang mngarah pada perubahan iklim.

Use less energy, and conserve more of it !
Gunakan lebih sedikit energi, dan berhematlah lebih banyak! Jangan menghamburkan air, tutup kran saat menggosok gigi, menyabuni badan, pakaian,atau piring.

Value Waste!
Hargai sampah! Jangan buang sampah sembarangan dan terapkan manajemen sampah yang benar.

Write letters about health impacts of climate change to the local newspapers.
Tulislah surat/ buat tulisan tentang dampak perubahan iklim di surat kabar lokal.

X-press your concern on environmental health issues and solutions and stay informed
Ekspresikan perhatian Anda terhadap isu kesehatan lingkungan dan solusinya serta tetaplah mengakses informasi yang berkaitan.

Your president, prime, minister, parlementarian or local leader needs to know about the impacts of climate.
Presiden, Perdana Menteri, parlemen dan pemimpin lokal Anda perlu tahu tentang dampak perubahan lingkungan pada kesehatan.

Zoom in reducing emissions: it is the best way for-ward!
Pengurangan emisi : merupakan langkah terdepan! Himbau pemerintah untuk dapat memberikan potongan pajak jika kita menggunakan panel surya atau lisrik tenaga angin di rumah kita.
(source: WHO country office for Indonesia)
Semoga Bermanfaat

Sunday, June 7, 2009

Tawaran Spesial Canon PowerShot SX10 IS dari Alnect Komputer



Canon PowerShot SX10 IS

Kamera yang satu ini jujur kalo dilihat sepintas nampak “sangar”, kalo yang pegang cowok wah keliatan cool banget, genggamannya nyaman dan mantap, itu kita bisa lihat dari Body yang kokoh dan desain Grip yang cukup besar. Apa sih merknya ? Apa Kelebihan fiturenya ? Harganya OK nggak ? Simak yang berikut..

Info Produknya


Dari tampilan luar, PowerShot SX10 IS pabrikan CANON ini boleh dibilang berukuran besar bahkan untuk ukuran kamera super-zoom. Mungkin bagi yang liat pertama kali mengira kamera ini type DSLR (Digital Single Lens Reflector), type kamera besar lensa berbagai ukuran. Tapi itu tidak sepenuhnya salah, memang bodi kokoh yang ditampilkan PowerShot SX10 IS cukup sepadan dengan fiturenya sebagai Compact Camera.
Dengan bekal resolusi 10.0 MegaPixels si produsen mengklaim hasil jepretan dapat dicetak dalam ukuran kertas A2 bahkan lebih besar lagi dengan hasil gambar yang sempurna. Mengusung Teknologi DIGIC 4 imaging processor powers dengan Face Detection technology, Continuous AF Servo, Face Detection Self-timer and Intelligent Contrast Correction kamera ini mampu melakukan Auto Fokus sekaligus melakukan koreksi terhadap kontras dengan berbagai kondisi pemotretan.
20x Wide Optical Zoom yang disematkan pada PowerShot SX10 IS dapat memberikan Anda kenyamanan pada saat ingin mengambil objek yang agak jauh. Full range of shooting modes, memberikan kebebasan kepada Anda untuk lebih kreatif dengan memilih mode Otomatis, Manual atau special scene modes. Canon PowerShot SX10 IS juga dilengkapi dengan lampu flash, tapi bila cahaya kurang dan Anda ingin tambah Lampu flash juga bisa.

Fiture istimewa lainnya adalah, kamera ini juga bisa dipake sebagai Camcorder alias ngrekam gambar buat video, lumayan kecepatannya 30fps dengan kualitas VGA movie recording.
Cara mengoperasikan kamera ini sangat mudah apalagi buat pemula, karena kamera ini dilengkapi layar 2.5” vari-angle LCD with wide viewing angle, selain itu kita juga bisa liat hasil jepretan atau rekaman sebelum diproses lebih lanjut.

Untuk media penyimpanan PowerShot SX10 IS kompatibel dengan SD/SDHC Memory Card, MultiMediaCard, MMC Plus Card, HC MMC Plus Card, jadi tidak perlu khawatir kehabisan tempat buat hasil foto atau video kita..

Agar lebih jelas, berikut Detail Speknya

10.0 MegaPixels, 20x Wide Optical Zoom, Optical Image Stabilizer, Super Macro 0cm, Ulta-Sonic (USM) & VCM Technology, Servo AF, Face Detection Technology (AF/AE/FE/WB), Face Select and Track, 2.5" Vari-Angle LCD, Motion Detection Technology, Digic IV Image Processing, Intelligent Contrast Correction.

Spesifikasi

Max. Resolution : Approx 10.0 Million pixels
Sensor Size/Type :1/2.3” CCD
Zoom Capability : 20x Optical Zoom + Approx. 4x Digital Zoom
Focal Length : (35 mm Eqv.) 28 (W) - 560 (T) mm
Max. Aperture : 5.0 - 100 mm f/2.8-5.7 with Iris type f/2.8 / f/8.0 (W), f/5.7 / f/8.0 (T)
Lens Mount : Yes
Auto Focus : TTL Autofocus, AF (Face Detect with movie support/center)
AF-Assist Lamp : Yes
Image Stabilizer Engine : Yes with Optical Image Stabilizer (Lens-shift type)
Macro (Min. Distance) : 10 - 50cm (W) (3,9in. - 1,6ft (W)), with Super Marco : 0 - 10cm (W) (0 - 3.9in. (W))
LCD Display : 2.5'' TFT Color vari-angle LCD with wide viewing angle (Effective dots: Approx. 235,000 dots)
Viewfinder : Yes with 0.44 inch Electronic Viewfinder (Approx. 235,000 dots with dioptric & brightness adjusment)
Built In Flash : Yes
External Flash Support : Yes
Manual Control : Yes
ISO Sensitivity : Auto, High ISO Auto, ISO 80/100/200/400/800/1600
Movie Mode (Format) : MOV type (Image data: H.264, Audio data: Linear PCM (stereo))
Movie Resolution : 640 x 480 (30 fps/30 fps LP), 320 x 240 (30 fps) available up to 4GB or 60 minutes
Sound Recording : Yes
Video Out : Yes
RAW Mode : No
PictBridge Support : Yes
External Storage Type : SD/SDHC Memory Card, MultiMediaCard, MMC Plus Card, HC MMC Plus Card
Battery Type : 4x AA Alkaline / AA Ni-MH Batteries
Dimension (WHD) : (124.0 x 88.3 x 86.9) mm
Weight : 560 gram (Body Only)
Standard Warranty : 1 Tahun
Alnect Care Warranty : 30 Hari

Harga

Seperti Judul diatas, Alnect Komputer lagi ngasi Harga Spesial untuk Anda alias Lagi Big Sale…!
Dari Harga Rp. 5.195.000 Anda cukup membayar Rp. 4.995.000 Saja ! Plus GARANSI KHUSUS (Alnect Care Warranty) 30 HARI…

Gimana ? Ok kan…?

Kalau mau dapetin barang ini atau mau info lebih lanjut atau mau cari produk lainnya silakan klik kameranya...
atau Link berikut ini :
http://www.alnect.net/products.php?/10/56/120/194/Gadget/Digital_Camera/Canon/Kamera_Canon_PowerShot_SX10_IS


Selamat Berbelanja…



Anda juga bisa mengikuti Blog Contest yang diadakan oleh Alnect Komputer (periode Juni s/d Juli 2009). Alnect Komputer menyediakan hadiah yang sangat OK punya Boss..
• 1 Unit Notebook Acer Aspire
• 1 Unit Netbook Advan A1N70T
• 1 Unit Camera Digital Shitel DB705C
• 10 Unit USB Flash Disk Kingston DT-G2 Kapasitas 8GB
• 100 Unit USB Flash Disk Kingston DT-G2 Kapasitas 4GB

bikin review produk seperti diatas dan dapat Hadiah dari Alnect Computer, Silakan Klik Tiket di bawah ini :

Alnect computer Blog Contest

Semoga Bermanfaat

Tawaran Spesial Canon PowerShot SX10 IS dari Alnect Komputer



Canon PowerShot SX10 IS

Kamera yang satu ini jujur kalo dilihat sepintas nampak “sangar”, kalo yang pegang cowok wah keliatan cool banget, genggamannya nyaman dan mantap, itu kita bisa lihat dari Body yang kokoh dan desain Grip yang cukup besar. Apa sih merknya ? Apa Kelebihan fiturenya ? Harganya OK nggak ? Simak yang berikut..

Info Produknya


Dari tampilan luar, PowerShot SX10 IS pabrikan CANON ini boleh dibilang berukuran besar bahkan untuk ukuran kamera super-zoom. Mungkin bagi yang liat pertama kali mengira kamera ini type DSLR (Digital Single Lens Reflector), type kamera besar lensa berbagai ukuran. Tapi itu tidak sepenuhnya salah, memang bodi kokoh yang ditampilkan PowerShot SX10 IS cukup sepadan dengan fiturenya sebagai Compact Camera.
Dengan bekal resolusi 10.0 MegaPixels si produsen mengklaim hasil jepretan dapat dicetak dalam ukuran kertas A2 bahkan lebih besar lagi dengan hasil gambar yang sempurna. Mengusung Teknologi DIGIC 4 imaging processor powers dengan Face Detection technology, Continuous AF Servo, Face Detection Self-timer and Intelligent Contrast Correction kamera ini mampu melakukan Auto Fokus sekaligus melakukan koreksi terhadap kontras dengan berbagai kondisi pemotretan.
20x Wide Optical Zoom yang disematkan pada PowerShot SX10 IS dapat memberikan Anda kenyamanan pada saat ingin mengambil objek yang agak jauh. Full range of shooting modes, memberikan kebebasan kepada Anda untuk lebih kreatif dengan memilih mode Otomatis, Manual atau special scene modes. Canon PowerShot SX10 IS juga dilengkapi dengan lampu flash, tapi bila cahaya kurang dan Anda ingin tambah Lampu flash juga bisa.

Fiture istimewa lainnya adalah, kamera ini juga bisa dipake sebagai Camcorder alias ngrekam gambar buat video, lumayan kecepatannya 30fps dengan kualitas VGA movie recording.
Cara mengoperasikan kamera ini sangat mudah apalagi buat pemula, karena kamera ini dilengkapi layar 2.5” vari-angle LCD with wide viewing angle, selain itu kita juga bisa liat hasil jepretan atau rekaman sebelum diproses lebih lanjut.

Untuk media penyimpanan PowerShot SX10 IS kompatibel dengan SD/SDHC Memory Card, MultiMediaCard, MMC Plus Card, HC MMC Plus Card, jadi tidak perlu khawatir kehabisan tempat buat hasil foto atau video kita..

Agar lebih jelas, berikut Detail Speknya

10.0 MegaPixels, 20x Wide Optical Zoom, Optical Image Stabilizer, Super Macro 0cm, Ulta-Sonic (USM) & VCM Technology, Servo AF, Face Detection Technology (AF/AE/FE/WB), Face Select and Track, 2.5" Vari-Angle LCD, Motion Detection Technology, Digic IV Image Processing, Intelligent Contrast Correction.

Spesifikasi

Max. Resolution : Approx 10.0 Million pixels
Sensor Size/Type :1/2.3” CCD
Zoom Capability : 20x Optical Zoom + Approx. 4x Digital Zoom
Focal Length : (35 mm Eqv.) 28 (W) - 560 (T) mm
Max. Aperture : 5.0 - 100 mm f/2.8-5.7 with Iris type f/2.8 / f/8.0 (W), f/5.7 / f/8.0 (T)
Lens Mount : Yes
Auto Focus : TTL Autofocus, AF (Face Detect with movie support/center)
AF-Assist Lamp : Yes
Image Stabilizer Engine : Yes with Optical Image Stabilizer (Lens-shift type)
Macro (Min. Distance) : 10 - 50cm (W) (3,9in. - 1,6ft (W)), with Super Marco : 0 - 10cm (W) (0 - 3.9in. (W))
LCD Display : 2.5'' TFT Color vari-angle LCD with wide viewing angle (Effective dots: Approx. 235,000 dots)
Viewfinder : Yes with 0.44 inch Electronic Viewfinder (Approx. 235,000 dots with dioptric & brightness adjusment)
Built In Flash : Yes
External Flash Support : Yes
Manual Control : Yes
ISO Sensitivity : Auto, High ISO Auto, ISO 80/100/200/400/800/1600
Movie Mode (Format) : MOV type (Image data: H.264, Audio data: Linear PCM (stereo))
Movie Resolution : 640 x 480 (30 fps/30 fps LP), 320 x 240 (30 fps) available up to 4GB or 60 minutes
Sound Recording : Yes
Video Out : Yes
RAW Mode : No
PictBridge Support : Yes
External Storage Type : SD/SDHC Memory Card, MultiMediaCard, MMC Plus Card, HC MMC Plus Card
Battery Type : 4x AA Alkaline / AA Ni-MH Batteries
Dimension (WHD) : (124.0 x 88.3 x 86.9) mm
Weight : 560 gram (Body Only)
Standard Warranty : 1 Tahun
Alnect Care Warranty : 30 Hari

Harga

Seperti Judul diatas, Alnect Komputer lagi ngasi Harga Spesial untuk Anda alias Lagi Big Sale…!
Dari Harga Rp. 5.195.000 Anda cukup membayar Rp. 4.995.000 Saja ! Plus GARANSI KHUSUS (Alnect Care Warranty) 30 HARI…

Gimana ? Ok kan…?

Kalau mau dapetin barang ini atau mau info lebih lanjut atau mau cari produk lainnya silakan klik kameranya...
atau Link berikut ini :
http://www.alnect.net/products.php?/10/56/120/194/Gadget/Digital_Camera/Canon/Kamera_Canon_PowerShot_SX10_IS


Selamat Berbelanja…



Anda juga bisa mengikuti Blog Contest yang diadakan oleh Alnect Komputer (periode Juni s/d Juli 2009). Alnect Komputer menyediakan hadiah yang sangat OK punya Boss..
• 1 Unit Notebook Acer Aspire
• 1 Unit Netbook Advan A1N70T
• 1 Unit Camera Digital Shitel DB705C
• 10 Unit USB Flash Disk Kingston DT-G2 Kapasitas 8GB
• 100 Unit USB Flash Disk Kingston DT-G2 Kapasitas 4GB

bikin review produk seperti diatas dan dapat Hadiah dari Alnect Computer, Silakan Klik Tiket di bawah ini :

Alnect computer Blog Contest

Semoga Bermanfaat

Tuesday, May 12, 2009

Hikmah "Pandemi Influenza" Bagi Indonesia

Masih ingatkah Anda kapan pertama kali flu burung di temukan di Indonesia? Benar, kasus flu burung pertama di Indonesia yang menimpa Iwan Siswara dan kedua anaknya terjadi pada pertengahan Juli 2005 lalu. Sejak saat itu kasus demi kasus terus bertambah, sampai dengan Juni 2007 tercatat 101 kasus Flu burung di Indonesia dengan 80 orang meninggal dunia, serta 21 orang dinyatakan sehat kembali. Bahkan hingga tanggal 28 Januari 2008 jumlah kasus mencapai 124 orang, 100 orang diantaranya meninggal dunia. Angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) mencapai 80.6%. Oleh karenanya Indonesia tercatat sebagai salah satu Negara dengan kasus flu burung dengan kematian terbanyak di dunia.

Setiap Kejadian Pasti Ada Hikmahnya

Guna melindungi masyarakat dan mencegah jatuhnya korban, maka tingkat alert (kewaspadaan) sistem surveilans ditingkatkan baik di masyarakat maupun institusi kesehatan (rumah sakit, Puskesmas, dan lain-lain). Sejak itu pula Depkes mempunyai prosedur tetap (protap) yaitu kewaspadan dini, dimana bila ada pasien yang menderita pneumonia berat dengan disertai adanya faktor risiko dan atau hasil laboratorium penunjang mengarah ke infeksi virus, diperlakukan sebagai under investigation ( dalam penylidikan ), sehingga penderita tersebut dilakukan pengambilan sample dan pemeriksaan ke arah AI serta ditelusuri faktor risiko dan riwayat kontaknya dan seterusnya.

Tidak hanya sampai disitu saja, berbagai langkah pun di tempuh pemerintah melalui Departemen Kesehatan. Mulai dari dibentuknya KOMNAS FLU BURUNG (FBPI), pendistribusian Oseltamivir/Tamiflu sampai tingkat puskesmas, melengkapi berbagai alat dan sarana kesehatan seperti thermo scanner, body cleaner, ambulans di Pelabuhan dan Bandara, sampai disiapkannya rumah sakit – rumah sakit rujukan khusus flu burung. Dan yang menjadi perhatian dunia adalah pelaksanaan Simulasi penanggulangan Pandemi Influenza April 2008 di Bali dan April 2009 lalu di Makassar (Sulsel) serta mungkin akan berlanjut di beberapa daerah lainnya.

Dari sekian upaya yang dilakukan (masih banyak lagi) diharapkan Indonesia menjadi lebih siap untuk menghadapi pandemi influenza terutama bila bila terjadi sinyal epidemiologi berupa penularan dari orang ke orang yang pernah kontak serta diperkuat oleh adanya sinyal virologi yaitu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap virus.

Apa yang Terjadi Kemudiaan ?

Tanpa diduga dunia dikagetkan oleh merebaknya FLU BABI (Swine Influenza) yang pertama kali ditemukan kasusnya pada manusia 15 Pebruari 2009 di Meksiko, yang kemudian disebut Flu Meksiko dan terakhir menjadi Influenza A H1N1.
Dimana hingga tanggal 10 mei 2009 sudah 29 negara yang melaporkan terjadi 4379 kasus infeksi influenza A(H1N1). Di Meksiko (10/5) telah dilaporkan 1626 hasil laboratorium konfirmasi kasus infeksi pada manusia, termasuk 45 orang diantaranya meninggal dunia. Sedangkan di Amerika dilaporkan 2254 hasil laboratorium konfirmasi kasus infeksi pada manusia, serta termasuk dua orang meninggal dunia (WHO).
WHO sendiri telah menetapkan status Pandemi pada level 5 untuk kasus influenza H1N1 ini, satu tingkat dibawah pandemi influenza yang dapat menyebar keseluruh penjuru dunia, serta memperingatkan negara-negara di dunia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyebarannya.

Bagaimana Dengan Indonesia?

Bersama negara-negara anggota ASEAN +3 (Jepang, Korea, dan China) Indonesia mengadakan pertemuan “Joint Ministerial Statement ASEAN +3 Ministers Special Meeting on Influenza A H1N1” di Bangkok Thailand tanggal 7-8 Mei 2009. Dalam pertemuan tersebut delegasi Indonesia dipimpin Menkes Dr.dr.Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) dengan anggota Dirjen P2PL Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Litbangkes Prof. dr. Agus Puwadianto SH, dan Staf Khusus Menkes Bidang Kesehatan Publik dr. Wijaya Lukito, Ph.D.

Usul Indonesia yang disepakati sebagai salah satu klausul adalah agar WHO merevisi parameter dalam menentukan status pandemi karena status pandemi yang ditetapkan dapat membawa konsekuensi yang cukup berat bagi suatu negara (dalam hal ini contohnya Meksiko). Dalam menetapkan status pandemi hendaknya bukan hanya berdasarkan transmissibillity (penularan antar manusia) saja tetapi harus juga memasukkan pertimbangan determinan klinis (morbiditas dan mortalitas) serta determinan virologi/gen sequencing (high atau low pathogenic).

Di dalam Joint Ministerial Statement, Indonesia juga mengingatkan meskipun dunia sedang menghadapi outbreak influenza A H1N1 tetapi ASEAN + 3 tetap akan terus menyelesaikan proses perjuangan Indonesia dalam virus sharing dan benefit sharing di WHO (IGM-PIP) yang akan berlangsung di WHA minggu depan, kata dr. Siti Fadilah Supari. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga mengemukakan bahwa telah melaksanakan pandemic preparedness plan secara komprehensif. (depkes.go.id)

Apakah Indonesia Terbebas dari Ancaman Pandemi Influenza ?

Tentu saja tidak bukan ? Indonesia mungkin lebih siap menghadapinya namun jangan lupa bahwa terlalu banyak faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab pandemi influenza terjadi di negeri ini.

Kita bahkan tidak pernah tahu masalah kesehatan apalagi yang akan muncul dan dapat menjadi perhatian dunia internasional atau yang sering disebut sebagai PHEIC (Public Health Emergency of International Concern). Kapan, dimana, dan siapa yang akan terkena kita juga tidak tahu, tetapi kita bisa mengambil hikmah dan belajar dari apa yang pernah dan sedang terjadi.

Apa yang dilakukan pemerintah dan lembaga-lembaga negara lainnya hanyalah sebuah upaya melindungi masyarakat dan menjaga kesehatannya.
Hal yang terpenting adalah bagaimana kita meningkatkan kewaspadaan diri terhadap kemungkinan terjadinya masalah kesehatan apapun itu, dengan berpola dan berprilaku hidup sehat.(F.Isnaini)

Pandemi atau tidak harus tetap waspada!


Semoga Bermanfaat

Hikmah "Pandemi Influenza" Bagi Indonesia

Masih ingatkah Anda kapan pertama kali flu burung di temukan di Indonesia? Benar, kasus flu burung pertama di Indonesia yang menimpa Iwan Siswara dan kedua anaknya terjadi pada pertengahan Juli 2005 lalu. Sejak saat itu kasus demi kasus terus bertambah, sampai dengan Juni 2007 tercatat 101 kasus Flu burung di Indonesia dengan 80 orang meninggal dunia, serta 21 orang dinyatakan sehat kembali. Bahkan hingga tanggal 28 Januari 2008 jumlah kasus mencapai 124 orang, 100 orang diantaranya meninggal dunia. Angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) mencapai 80.6%. Oleh karenanya Indonesia tercatat sebagai salah satu Negara dengan kasus flu burung dengan kematian terbanyak di dunia.

Setiap Kejadian Pasti Ada Hikmahnya

Guna melindungi masyarakat dan mencegah jatuhnya korban, maka tingkat alert (kewaspadaan) sistem surveilans ditingkatkan baik di masyarakat maupun institusi kesehatan (rumah sakit, Puskesmas, dan lain-lain). Sejak itu pula Depkes mempunyai prosedur tetap (protap) yaitu kewaspadan dini, dimana bila ada pasien yang menderita pneumonia berat dengan disertai adanya faktor risiko dan atau hasil laboratorium penunjang mengarah ke infeksi virus, diperlakukan sebagai under investigation ( dalam penylidikan ), sehingga penderita tersebut dilakukan pengambilan sample dan pemeriksaan ke arah AI serta ditelusuri faktor risiko dan riwayat kontaknya dan seterusnya.

Tidak hanya sampai disitu saja, berbagai langkah pun di tempuh pemerintah melalui Departemen Kesehatan. Mulai dari dibentuknya KOMNAS FLU BURUNG (FBPI), pendistribusian Oseltamivir/Tamiflu sampai tingkat puskesmas, melengkapi berbagai alat dan sarana kesehatan seperti thermo scanner, body cleaner, ambulans di Pelabuhan dan Bandara, sampai disiapkannya rumah sakit – rumah sakit rujukan khusus flu burung. Dan yang menjadi perhatian dunia adalah pelaksanaan Simulasi penanggulangan Pandemi Influenza April 2008 di Bali dan April 2009 lalu di Makassar (Sulsel) serta mungkin akan berlanjut di beberapa daerah lainnya.

Dari sekian upaya yang dilakukan (masih banyak lagi) diharapkan Indonesia menjadi lebih siap untuk menghadapi pandemi influenza terutama bila bila terjadi sinyal epidemiologi berupa penularan dari orang ke orang yang pernah kontak serta diperkuat oleh adanya sinyal virologi yaitu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap virus.

Apa yang Terjadi Kemudiaan ?

Tanpa diduga dunia dikagetkan oleh merebaknya FLU BABI (Swine Influenza) yang pertama kali ditemukan kasusnya pada manusia 15 Pebruari 2009 di Meksiko, yang kemudian disebut Flu Meksiko dan terakhir menjadi Influenza A H1N1.
Dimana hingga tanggal 10 mei 2009 sudah 29 negara yang melaporkan terjadi 4379 kasus infeksi influenza A(H1N1). Di Meksiko (10/5) telah dilaporkan 1626 hasil laboratorium konfirmasi kasus infeksi pada manusia, termasuk 45 orang diantaranya meninggal dunia. Sedangkan di Amerika dilaporkan 2254 hasil laboratorium konfirmasi kasus infeksi pada manusia, serta termasuk dua orang meninggal dunia (WHO).
WHO sendiri telah menetapkan status Pandemi pada level 5 untuk kasus influenza H1N1 ini, satu tingkat dibawah pandemi influenza yang dapat menyebar keseluruh penjuru dunia, serta memperingatkan negara-negara di dunia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyebarannya.

Bagaimana Dengan Indonesia?

Bersama negara-negara anggota ASEAN +3 (Jepang, Korea, dan China) Indonesia mengadakan pertemuan “Joint Ministerial Statement ASEAN +3 Ministers Special Meeting on Influenza A H1N1” di Bangkok Thailand tanggal 7-8 Mei 2009. Dalam pertemuan tersebut delegasi Indonesia dipimpin Menkes Dr.dr.Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) dengan anggota Dirjen P2PL Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Litbangkes Prof. dr. Agus Puwadianto SH, dan Staf Khusus Menkes Bidang Kesehatan Publik dr. Wijaya Lukito, Ph.D.

Usul Indonesia yang disepakati sebagai salah satu klausul adalah agar WHO merevisi parameter dalam menentukan status pandemi karena status pandemi yang ditetapkan dapat membawa konsekuensi yang cukup berat bagi suatu negara (dalam hal ini contohnya Meksiko). Dalam menetapkan status pandemi hendaknya bukan hanya berdasarkan transmissibillity (penularan antar manusia) saja tetapi harus juga memasukkan pertimbangan determinan klinis (morbiditas dan mortalitas) serta determinan virologi/gen sequencing (high atau low pathogenic).

Di dalam Joint Ministerial Statement, Indonesia juga mengingatkan meskipun dunia sedang menghadapi outbreak influenza A H1N1 tetapi ASEAN + 3 tetap akan terus menyelesaikan proses perjuangan Indonesia dalam virus sharing dan benefit sharing di WHO (IGM-PIP) yang akan berlangsung di WHA minggu depan, kata dr. Siti Fadilah Supari. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga mengemukakan bahwa telah melaksanakan pandemic preparedness plan secara komprehensif. (depkes.go.id)

Apakah Indonesia Terbebas dari Ancaman Pandemi Influenza ?

Tentu saja tidak bukan ? Indonesia mungkin lebih siap menghadapinya namun jangan lupa bahwa terlalu banyak faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab pandemi influenza terjadi di negeri ini.

Kita bahkan tidak pernah tahu masalah kesehatan apalagi yang akan muncul dan dapat menjadi perhatian dunia internasional atau yang sering disebut sebagai PHEIC (Public Health Emergency of International Concern). Kapan, dimana, dan siapa yang akan terkena kita juga tidak tahu, tetapi kita bisa mengambil hikmah dan belajar dari apa yang pernah dan sedang terjadi.

Apa yang dilakukan pemerintah dan lembaga-lembaga negara lainnya hanyalah sebuah upaya melindungi masyarakat dan menjaga kesehatannya.
Hal yang terpenting adalah bagaimana kita meningkatkan kewaspadaan diri terhadap kemungkinan terjadinya masalah kesehatan apapun itu, dengan berpola dan berprilaku hidup sehat.(F.Isnaini)

Pandemi atau tidak harus tetap waspada!


Semoga Bermanfaat

Pandemi atau Tidak, Waspadai Flu Babi

INILAH.COM, London - Jumlah kasus Influenza A (H1N1) atau yang lebih dikenal sebagai flu babi terus melonjak. Dunia pun terbagi dalam memandang virus yang pertama kali ditemukan di Meksiko itu. Bahkan, sekelompok ilmuwan percaya flu A akan menjadi pandemi global.
Periset dari MRC Centre for Outbreak Analysis and Modelling di Imperial College London, Inggris, dalam riset terbaru mereka menyimpulkan bahwa wabah flu A ini menunjukkan tahap awal terjadinya pandemi. Dalam riset itu, MRC berkolaborasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan sejumlah otoritas kesehatan di Meksiko.

Menurut estimasi periset, berdasarkan kasus yang terjadi di Meksiko, tingkat kefatalan kasus flu A mencapai empat dari seribu kasus. Artinya, rangkaian virus yang menyerang kali ini sama mematikannya seperti pandemi flu pada 1957. Meski demikian, para ahli mengatakan tak perlu panik dengan fakta bahwa dunia medis lebih maju saat ini dibandingkan 1957.
“Hasil studi ini menunjukkan penyebaran virus sama seperti tahap awal sebuah pandemi flu. Sejauh ini hampir mirip dengan pandemi 1957 dalam hal proporsional orang yang terinfeksi dan prosentase kasus fatal,” ujar seorang periset MRC, Profesor Neil Ferguson.

Para ahli memperkirakan kasus H1N1 pertama kali terjadi di Meksiko pada 15 Februari 2009. Pada akhir April, para ahli memprediksikan virus ini akan menjangkiti minimal 6 ribu orang dan maksimal 23 ribu penduduk. Jumlah kematian positif dan dugaan flu A sudah lebih dari 100 kasus.

Prediksi itu benar-benar terjadi. Hingga kini virus itu sudah menginfeksi lebih dari 3.000 orang di Meksiko. Sementara angka kematiannya mencapai lebih dari 150 orang baik yang positif H1N1 maupun dugaan.
Rasio kematian (CFR) akibat flu A diduga berada di kisaran 0,4% (4 kematian dari 1.000 kasus). Ada juga kalangan ahli lain yang masih memproyeksikan CFR pada level 0,3-1,5%.
Untuk setiap orang yang terinfeksi, ada kemungkinan terkena kasus kedua dengan rasio 1,2-1,6 kali. Rasio itu cukup tinggi dibandingkan flu musiman biasa yang menginfeksi 10-15% populasi dunia. Meski demikian, jumlah itu masih lebih rendah pada skala pandemi flu yang menginfeksi 20-30% populasi.

Dalam penyebaran virus H1N1 yang terjadi di tempat asalnya, desa terpencil La Gloria di Meksiko, risiko bagi anak-anak dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.
Sebanyak 61% anak-anak di bawah 15 tahun terjangkiti flu A dan orang dewasa di atas 15 tahun hanya 29%. Hal ini disebabkan karena anak-anak lebih rentan atau karena mereka berinteraksi jauh lebih banyak ketimbang orang dewasa, misalnya di sekolah.

“Apa yang kita saksikan ini tak sama dengan flu musiman biasa dan masih ada kekhawatiran mengenai flu ini. Jika benar, maka pandemi akan melukai sistem kesehatan kita. Meski demikian, H1N1 tidak bertransmisi dengan mudah seperti pandemi 1918,” lanjut Ferguson.
Pandemi flu Spanyol (H1N1) pada 1918 menewaskan sekitar 50-100 juta penduduk dunia karena belum adanya sistem medis yang memadai. Tidak ada catatan yang bisa memastikan kawasan asal virus itu.

Sementara pandemi flu Asia (H2N2) yang terjadi pada 1957 berasal dari bebek liar yang pertama kali terjadi di China. Diperkirakan 1-4 juta penduduk dunia tewas saat itu.
Untuk kasus virus H1N1 Meksiko ini, WHO masih menetapkan status kewaspadaan di level 5 atau satu tingkat di bawah pandemi.

Beberapa negara, seperti ASEAN+3, berpendapat status itu terlalu berlebihan karena berdampak buruk bagi suatu negara. Misalnya Meksiko yang langsung mengalami defisit anggaran, mereka terpukul secara ekonomi dan politik.

“Meski demikian, kami memahami WHO mewaspadai gelombang kedua virus ini,” ujar Menkes Siti Fadillah Supari saat memberikan keterangan pers akhir pekan lalu. Kemungkinan terjadinya pandemi selalu ada, namun ada pula kemungkinan hal itu tak akan terjadi. Meski demikian, tak ada salahnya menerapkan gaya hidup sehat sebagai perlindungan diri.

Semoga Bermanfaat

Pandemi atau Tidak, Waspadai Flu Babi

INILAH.COM, London - Jumlah kasus Influenza A (H1N1) atau yang lebih dikenal sebagai flu babi terus melonjak. Dunia pun terbagi dalam memandang virus yang pertama kali ditemukan di Meksiko itu. Bahkan, sekelompok ilmuwan percaya flu A akan menjadi pandemi global.
Periset dari MRC Centre for Outbreak Analysis and Modelling di Imperial College London, Inggris, dalam riset terbaru mereka menyimpulkan bahwa wabah flu A ini menunjukkan tahap awal terjadinya pandemi. Dalam riset itu, MRC berkolaborasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan sejumlah otoritas kesehatan di Meksiko.

Menurut estimasi periset, berdasarkan kasus yang terjadi di Meksiko, tingkat kefatalan kasus flu A mencapai empat dari seribu kasus. Artinya, rangkaian virus yang menyerang kali ini sama mematikannya seperti pandemi flu pada 1957. Meski demikian, para ahli mengatakan tak perlu panik dengan fakta bahwa dunia medis lebih maju saat ini dibandingkan 1957.
“Hasil studi ini menunjukkan penyebaran virus sama seperti tahap awal sebuah pandemi flu. Sejauh ini hampir mirip dengan pandemi 1957 dalam hal proporsional orang yang terinfeksi dan prosentase kasus fatal,” ujar seorang periset MRC, Profesor Neil Ferguson.

Para ahli memperkirakan kasus H1N1 pertama kali terjadi di Meksiko pada 15 Februari 2009. Pada akhir April, para ahli memprediksikan virus ini akan menjangkiti minimal 6 ribu orang dan maksimal 23 ribu penduduk. Jumlah kematian positif dan dugaan flu A sudah lebih dari 100 kasus.

Prediksi itu benar-benar terjadi. Hingga kini virus itu sudah menginfeksi lebih dari 3.000 orang di Meksiko. Sementara angka kematiannya mencapai lebih dari 150 orang baik yang positif H1N1 maupun dugaan.
Rasio kematian (CFR) akibat flu A diduga berada di kisaran 0,4% (4 kematian dari 1.000 kasus). Ada juga kalangan ahli lain yang masih memproyeksikan CFR pada level 0,3-1,5%.
Untuk setiap orang yang terinfeksi, ada kemungkinan terkena kasus kedua dengan rasio 1,2-1,6 kali. Rasio itu cukup tinggi dibandingkan flu musiman biasa yang menginfeksi 10-15% populasi dunia. Meski demikian, jumlah itu masih lebih rendah pada skala pandemi flu yang menginfeksi 20-30% populasi.

Dalam penyebaran virus H1N1 yang terjadi di tempat asalnya, desa terpencil La Gloria di Meksiko, risiko bagi anak-anak dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.
Sebanyak 61% anak-anak di bawah 15 tahun terjangkiti flu A dan orang dewasa di atas 15 tahun hanya 29%. Hal ini disebabkan karena anak-anak lebih rentan atau karena mereka berinteraksi jauh lebih banyak ketimbang orang dewasa, misalnya di sekolah.

“Apa yang kita saksikan ini tak sama dengan flu musiman biasa dan masih ada kekhawatiran mengenai flu ini. Jika benar, maka pandemi akan melukai sistem kesehatan kita. Meski demikian, H1N1 tidak bertransmisi dengan mudah seperti pandemi 1918,” lanjut Ferguson.
Pandemi flu Spanyol (H1N1) pada 1918 menewaskan sekitar 50-100 juta penduduk dunia karena belum adanya sistem medis yang memadai. Tidak ada catatan yang bisa memastikan kawasan asal virus itu.

Sementara pandemi flu Asia (H2N2) yang terjadi pada 1957 berasal dari bebek liar yang pertama kali terjadi di China. Diperkirakan 1-4 juta penduduk dunia tewas saat itu.
Untuk kasus virus H1N1 Meksiko ini, WHO masih menetapkan status kewaspadaan di level 5 atau satu tingkat di bawah pandemi.

Beberapa negara, seperti ASEAN+3, berpendapat status itu terlalu berlebihan karena berdampak buruk bagi suatu negara. Misalnya Meksiko yang langsung mengalami defisit anggaran, mereka terpukul secara ekonomi dan politik.

“Meski demikian, kami memahami WHO mewaspadai gelombang kedua virus ini,” ujar Menkes Siti Fadillah Supari saat memberikan keterangan pers akhir pekan lalu. Kemungkinan terjadinya pandemi selalu ada, namun ada pula kemungkinan hal itu tak akan terjadi. Meski demikian, tak ada salahnya menerapkan gaya hidup sehat sebagai perlindungan diri.

Semoga Bermanfaat

Sunday, May 3, 2009

VIRUS INFLUENZA A H1N1 DI RUMAH PAMAN SAM

226 Orang Terjangkit Flu Babi di AS

Negara mana yang bisa luput dari serangan Influenza A H1N1, atau virus apapun. rasanya belum ada teknologi yang bisa menghambat atau bahkan mencegah penyebaran virus. Toh begitu juga virus tidak memandang klasifikasi negara apakah itu negara maju, berkembang, kecil besar, atau tanggung sekalipun. Mau bukti ? simak berita Kompas langsung dari Negeri Paman Sam...

WASHINGTON,KOMPAS.com-Virus baru influenza H1N1 meluas ke 30 negara bagian AS dan menjangkiti 226 orang, demikian diumumkan Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit (CDC), Minggu (3/5).
CDC sebelumnya memastikan 160 kasus di 21 negara bagian di Amerika Serikat.
New York memiliki jumlah penderita paling banyak dengan 63 kasus, banyak dari mereka terkait dengan sebuah sekolah di Queens. Texas memiliki 40 kasus. Satu orang yang meninggal adalah seorang anak yang mengunjungi Texas dari Meksiko.
Penjabat Direktur CDC Dr. Richard Besser telah berulang kali mengatakan, ia memperkirakan ada kasus-kasus lain, sementara pemeriksaan atas flu baru itu terus dilakukan.
Para pejabat Meksiko mengatakan, Minggu, wabah itu tampaknya mulai mereda, namun mereka tidak memiliki gambaran kerangka waktu jelas mengenai penyakit itu, berapa hari atau pekan, karena banyak waktu diperlukan untuk memeriksa orang dengan gejala-gejala pernapasan biasa.

Semoga Bermanfaat

VIRUS INFLUENZA A H1N1 DI RUMAH PAMAN SAM

226 Orang Terjangkit Flu Babi di AS

Negara mana yang bisa luput dari serangan Influenza A H1N1, atau virus apapun. rasanya belum ada teknologi yang bisa menghambat atau bahkan mencegah penyebaran virus. Toh begitu juga virus tidak memandang klasifikasi negara apakah itu negara maju, berkembang, kecil besar, atau tanggung sekalipun. Mau bukti ? simak berita Kompas langsung dari Negeri Paman Sam...

WASHINGTON,KOMPAS.com-Virus baru influenza H1N1 meluas ke 30 negara bagian AS dan menjangkiti 226 orang, demikian diumumkan Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit (CDC), Minggu (3/5).
CDC sebelumnya memastikan 160 kasus di 21 negara bagian di Amerika Serikat.
New York memiliki jumlah penderita paling banyak dengan 63 kasus, banyak dari mereka terkait dengan sebuah sekolah di Queens. Texas memiliki 40 kasus. Satu orang yang meninggal adalah seorang anak yang mengunjungi Texas dari Meksiko.
Penjabat Direktur CDC Dr. Richard Besser telah berulang kali mengatakan, ia memperkirakan ada kasus-kasus lain, sementara pemeriksaan atas flu baru itu terus dilakukan.
Para pejabat Meksiko mengatakan, Minggu, wabah itu tampaknya mulai mereda, namun mereka tidak memiliki gambaran kerangka waktu jelas mengenai penyakit itu, berapa hari atau pekan, karena banyak waktu diperlukan untuk memeriksa orang dengan gejala-gejala pernapasan biasa.

Semoga Bermanfaat