Sunday, May 18, 2008

MAKAN JANGAN LUPA SAYUR

Rutinitas sehari-hari kadang membuat makan terabaikan, bila pun sempat yang penting kenyang. Kandungan gizi menjadi nomor dua. Akibatnya, tubuh tidak mendapat nutrisi yang mencukupi.

MAKANAN sehari-hari sebenarnya telah cukup memenuhi kebutuhan tubuh. Sayang, perubahan gaya hidup ikut membawa perubahan pada pola makan sehari-hari. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun ikut mengalami imbasnya. Kampanye makanan empat sehat lima sempurna seakan surut diterjang arus globalisasi bisnis makanan cepat saji.

Selain dianggap praktis, jenis makanan ini dianggap simbol masyarakat modern. Dampak lain perubahan pola makan masyarakat adalah makin ditinggalkannya buah dan sayur sebagai menu sehari-hari. Padahal dua jenis makanan ini memiliki begitu banyak kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh, terutama kandungan antioksidan yang berperan meningkatkan daya tahan tubuh.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association, jika tubuh memiliki kadar antioksidan yang rendah, maka imunitas atau daya tangkal tubuh terhadap penyakit akan semakin menurun. Karena itu, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan mengandung vitamin A, C, dan E.

Kondisi stres dan pola hidup modern sarat polusi, diet tidak seimbang, dan kelelahan menurunkan daya tahan tubuh sehingga memerlukan kecukupan antibodi. Gejala menurunnya daya tahan tubuh sering kali terabaikan sehingga timbul berbagai penyakit infeksi, penuaan dini pada usia produktif. Akibatnya, kelelahan dan penurunan daya tahan tubuh pun menyebabkan tubuh menjadi lebih mudah terserang penyakit.

Dr Emmanuel Lagarde, dari University of Victor Segalen, Bordeaux, menyatakan, kelelahan yang terus terakumulasi justru akan menyebabkan hasil kerja tidak optimal. ”Jika tubuh sudah lelah, maka hasil kerja tidak akan optimal,” ungkap Dr Emmanuel seperti dilansir Reuters.

Konsumsi makanan sebaiknya tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi saja, juga mempertimbangkan kandungan senyawa dalam makanan yang dapat membantu menjaga tubuh tetap sehat. Untuk itu, diperlukan kearifan dalam memilah makanan yang akan diasup. Kecukupan konsumsi buah dan sayuran mutlak diperlukan karena kandungan vitamin, mineral, dan enzim selaku senyawa bioaktif yang sangat diperlukan tubuh.

Dua jenis makanan itu berperan penting dalam tubuh. Selain serat, terdapat kandungan gizi lain yang dibutuhkan tubuh, seperti vitamin dan mineral. Dengan begitu, banyak asupan gizi itu, maka sayur dan buah terbukti mampu mencegah berbagai penyakit, seperti jantung koroner, diabetes melitus, sulit buang air besar hingga masalah saluran pencernaan.

Manfaat yang paling umum dari serat adalah kemampuan untuk mengikat air dan garam empedu, ditambah banyaknya residu bakteri di dalam perut yang aktif berusaha mencerna serat. Maka volume feses mudah mencapai ukuran normal untuk gerakangerakan peristaltik yang menghindari seseorang dari konstipasi atau sulit buang air besar (BAB).

Masalah buang air itu jangan dipandang remeh. Makanan yang hanya sedikit mengandung serat akan menghasilkan sedikit residu sehingga akan tinggal di dalam saluran pencernaan selama beberapa hari, hingga volume residu cukup untuk menimbulkan refleks BAB. Akibatnya, keinginan BAB menjadi lebih lama yang menyebabkan sisa-sisa makanan yang akan dikeluarkan akan lebih lama pula berada di dalam tubuh.

Padahal di dalam sisa makanan itu terdapat bakteri atau kuman penyebab berbagai penyakit. Menurut Spesialis Gizi Medik Dr Rachmad Soegih SpGM (K), serat merupakan karbohidrat yang tidak dicerna tubuh. Karena itu tidak memiliki efek pada insulin secara langsung. Serat bertindak sebagai pengendali untuk mencegah kecepatan penyerapan karbohidrat yang tidak terkendali.

No comments:

Post a Comment