Thursday, July 24, 2008

Parsley

Manfaat parsley atau peterseli sangat beragam. Persoalan napas bau, kelebihan berat badan, gangguan pencernaan, semua bisa dijinakkan. Meski bisa pula memberi efek rileksasi dengan berendam di dalamnya, ibu hamil harus waspada menggunakan minyak esensialnya.

Peterseli sering dipakai oleh para fititerapis untuk menyembuhkan mereka yang mengalami kesulitan pencernaan. Makan selembar daun peterseli bisa memperlancar pencernaan. Walau tanaman ini rasanya getir, para tabib pada zaman dahulu menggunakannya untuk keperluan penyembuhan.

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Petroselinum crispum ini termasuk keluarga wortel (Umbelliferae). Tanaman berbau harum ini bisa mencapai ketinggian satu meter. Tanaman ini tumbuh secara alami di banyak tempat di dataran Eropa. Tanaman ini dapat ditemui terutama di daerah berhawa dingin diantara dinding dan karang-karang.

Komponen aktif yang terkandung di dalamnya antara lain asam amino, lisin, ascorbat (vitamin C), asam folat, nikotin (terdapat pada rantingnya), apiola, firocoumarin, bergapten, xanthotoxin, alpha-pinene, beta-phelandrene, myrcene banyak terdapat pada daun dan bijinya. Selain itu, tanaman ini juga mengandung berbagai zat penting seperti potasium, kalsium, fosfor, besi, seng dan lain-lain.

Ragam khasiat
Karena keragaman zat yang dikandungnya, tanaman ini memiliki khasiat sebagai:

1. Melancarkan pencernaan dan meningkatkan vitalitas
Karena itu, berguna juga untuk mengeluarkan gas dalam perut dan meningkatkan selera makan, juga meredakan kejang usus.
Cara menggunakannya: Masukkan sesendok teh biji peterseli ke dalam secangkir air panas. Setelah kira-kira seperempat jam, minumlah airnya. Minum sebelum makan selama dua kali sehari.

2. Bahan pelancar kencing
Manfaat ini bisa diperoleh berkat kerja minyak apiole yang membantu melancarkan cairan yang bergerak dalam tubuh. Karena itu, sangat penting untuk mereka yang sakit rematik, jantung dan obesitas.
Cara menggunakan: Ambilah bunga atau daunnya untuk dibuat jus, Minumlah sehari sebanyak tiga sendok makan.

3. Membantu melancarkan menstruasi
Selain itu, bisa mengurangi sakit saat menstruasi.
Cara menggunakan:Ambillah sebanyak 25 gram akar kering dari tanaman ini, tambahkan setengah liter air, lalu didihkan selama sepuluh menit. Minulah airnya secangkir sehari.

4. Mencuci mata
Tanaman ini bisa membantu mengurangi iritasi akibat mata lelah.
Cara menggunakan: Ambil beberapa bagian tanaman, bisa batang, daun atau bunga. Lalu celupkan ke dalam air selama beberapa menit. Gunakan air tersebut untuk mencuci mata. Cara menggunakannya seperti menggunakan boorwater.

5. Mengurangi sakit luka.
Cara menggunakan: Campur beberapa bahan dari tanaman ini dengan alkohol setelah dilumatkan. Borehkan lumatan tersebut pada bagian tubuh yang tergores atau terluka setelah darahnya dibersihkan. Kandungan asam askorbat dan seng yang terdapat dalam tanaman tersebut sangat penting untuk kasus seperti ini.

6. Untuk rileksasi
Cara menggunakan:Masukkan 50 gram perasan buah tanaman ini ke dalam air yang akan dipakai untuk mandi. Setelah itu gunakanlah air tersebut untuk mandi. Dijamin Anda akan merasa benar-benar nyaman saat dan setelah berendam.

7. Mengurangi kelebihan air susu.
Cara menggunakan:Lumatkan bagian tanaman yang lunak, lalu borehkan pada payudara selama beberapa lama.

8. Halitosis (napas berbau busuk)
Cara menggunakan:Makan langsung daun tanaman ini atau ditambahkan pada salad.

Dilarang bagi Ibu hamil
Minyak esensial seperti apole, myristicine, bergapten, dan xanthotoxin memang sangat berguna melancarkan menstruasi dan mengurangi rasa sakit yang ditimbulkannya bila digunakan kurang dari sepuluh sendok teh sehari.

Namun, penggunaan lebih dari itu, menurut Botanical Online, akan berbahaya karena kandungan ini bersifat abortive, bisa merusak jaringan hati, menganggu metabolisme dan bahkan menyebabkan kematian yang diawali dengan gejala-gejala seperti diare, muntah-muntah, meningkatkan irama detak jantung, dan lain-lain.

Kalaupun tidak menyebabkan kematian, kelebihan bahan ini bisa menyebabkan gangguan pada ginjal dan hati. Karena itu, minyak esensial pada tanaman ini dilarang dikonsumsi oleh ibu-ibu hamil.

Efek racun lain ada dalam minyak myristicine. Minyak ini merupakan bahan narkotik yang bisa mempengaruhi sistem saraf pusat. Sementara itu, minyak seperti xanthotoxin dan bergapten merupakan racun yang bisa menyebabkan kulit rusak bila terkena sinar matahari di siang hari.
Mengingat bahayanya minyak esensial dari tanaman ini, disarankan agar tidak menggunakan produknya secara serampangan. Menurut Dr. Rachmi Primadiati, seorag Medical Aromatherapist dan pemilik Aromaterapi Griya Natura, minyak esensial murni tidak boleh langsung diaplikasikan ke kulit, tapi harus dilarutkan dulu dengan menggunakan carrier oil. Setelah itu, barulah minyak aman digunakan untuk pijat, dibakar untuk dihirup aromanya, atau buat berendam.

Sumber : cariobat.blogspot.com

No comments:

Post a Comment